Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SL #1


__ADS_3

"Bener kamu mutusin Dania?"


"Dania bilang apa aja?"


"Jawab fiko"


"Ya aku bosan tya, kamu tau posisi ku betapa sakit tau, dicuekin, gak diurus, sama pacar sendiri"


"Apa ada alasan lain?"


"Kan aku udah bilang sama kamu, aku suka sama kamu, gak ada lagi perasaan apapun buat Dania"


"Udah, sekarang kita selesaikan disini, jangan pernah ganggu aku, lagi, apalagi Dania, kamu bukan orang yang baik untuk teman baikku ini, ingat jangan ganggu kita, cari cewek lain"


"Tapi ty"


Tya berlari meninggalkan kost fiko dan kedua temannya


Anissa pun menarik tangan Dania, dan mereka pun pergi


Sejak itu, tya mau pun Dania tak mau lagi berurusan dengan fiko meskipun fiko bersikeras terus mendekati tya


Belum benar-benar kelar masalah satu, datang masalah yang baru


Gilang, termasuk sepupu fiko justru menambah masalah baru, penasaran dengan wanita yang banyak dipajang fotonya dikamar sepupunya (fiko) belum lagi beberapa status galau dengan foto seorang wanita, akhirnya ia mencari tau sendiri dengan memancing beberapa pertanyaan kepada fiko


"Waduh, udah lama kagak kesini, ini kamar makin berantakan amat yak" ledek Gilang


"Gilang? Lu kapan Dateng"


"Baru aja, eh ini siapa banyak amat fotonya"


"Kepo Lo"


"Yaiyalah, setahu gue kan pacar Lo bukan ini"


"Namanya tya"


"Secantik apa sih?"


"Cantik banget lah, lu sekali ketemu gue yakin jatuh cinta, eh tapi jangan, gue aja kaga bisa dapet apalagi elu"


"Lah gue kenapa? Jelek maksud Lo?"


"Bukan gue ini yang ngomong"


"Anj*r lu"


Esoknya, saat fiko bersiap pergi, Gilang yang mencurigai jika fiko akan menemui tya, mengikuti nya


"Lu mau kemana siang bolong?" Tanya Gilang


"Ngurus amat lu urusan gue, ya nongkrong lah"


"Ketemuan sama tya nih"


"Semoga aja ketemu, tapi gue gak ajak Lo"


"Kenapa? Gue udah siap"


"Ah, lu jaga rumah aja"


Fiko pergi dan Gilang pun membuntuti


Sesampainya di tempat tongkrongan, fiko bertanya apa tya datang kesini


"Jon"


"Fik"


"Tya kesini kaga?"


"Tya? Nah itu, gue mau tanya elu, malah tanya dulu, kaga pernah, udah lama, sejak Deket ama lu, lu apain dia"


"Macem-macem ngomong Lo, kaga gue apain lah, cuman gue bilang gue suka sama dia"


"Lu tembak?"


"Iya"


"Najis, gue aja belum berani ngomong"


"Ha? Lu suka?"


"Upsss" Joni keceplosan


"Wah lu suka nih"


"Kagak, bercanda ini, santai aja"


"Apa gue main aja kerumah nya ya?"


"Emang lu tau dimana?"


"Tau lah"


"Ah masa?"


"Iyh lah, ngapa sih"


"Kaga percaya gue"


"Serah Lo"


Tak lama tya pun datang saat fiko bersiap menuju rumahnya, dan bertemu di parkiran depan tempat biasa nongkrong tya


"Tya" panggil fiko


"Fiko" ucap tya kaget


"Baru aja gue mau kerumah lu, lu sama siapa?"


"Sendiri, em gue masuk duluan ya"

__ADS_1


Melihat tya masuk, fiko pun membatalkan niatnya meninggal kan toko tongkrongan


"Tya... Tya" panggil fiko


"Fiko, apa lagi?"


"Kamu kenapa sih jauhi aku"


"Masak aku harus jelasin lagi?"


"Ya aku minta maaf tya"


"Yang harusnya mendengar kata maaf itu ai Dania bukan gue"


"Tapi"


"Udahlah"


"Hoi ty, baru Dateng?" Sapa Joni


"Sepi amat lainnya kemana?"


"Ada, bentar lagi juga kumpul"


"Em"


Tiba-tiba fiko datang


"Ty, please jangan gini"


"Apa sih Fik, udah ah"


"Eh eh kenapa sih" sambar Joni


"Ty, beneran, gue akan minta maaf sama Dania tapi Lo maafin gue juga, jangan jauhin gue gini ty, tiga bulan kita jalan aku susah lupain tentang kamu"


"Kamu apaan sih"


"Eh udah udah, bener kan gue bilang juga apa, cara lu salah sob, lu Bakan nyakiti banyak orang, mulai dari pacar lu, tya, gue juga sebagai perantara kenal nya kalian" jelas Joni


"Capek gue Jon, gue cuma gak mau dituduh perebut laki temen, gue gak semurah itu Jon" jelas tya


"Udah jelas gak Fik" tanya Joni


"Ya tapi gimana sama perasaan gue cobak lu pikir ty" ucap fiko


Tya pun berlalu dan menuju cafee yang juga tak jauh dari tempat tongkrongan


"Hem" sapa Gilang yang sedari tadi mengikuti perginya tya


Tya melirik kearah uluran tangan itu dan melirik ke arah wajah pemilik tangan


"Gilang" ucap Gilang


"Em, siapa ya? oh pelayan?"


"Ya ampun sadisnya, bukan lah"


"Tadi gue udah bilang, gue Gilang"


"Ya ya ya"


"Gue sepupunya fiko"


Tya yang dari tadi meminum sedikit demi sedikit kopi yang dipesan nya terhenti


"Lo tau gue dari fiko?" Tanya tya


"Lebih tepatnya gue penasaran aja, fiko kan sering kirim status foto lu, sama caption-nya galau galau Mulu, nah mumpung gue senggang gue main aja kerumah fiko, lu pacaran sama fiko?"


"Enggak"


"Terus"


"Harus ya gue cerita?"


"Ya harus biar gue kaga salah paham, karna yang gue tau kan pacarnya si fiko bukan elu"


Tya pun menceritakan....


"Oh gitu, nekad ya" ucap gilang sembari meminum kopi pesanannya


"Entah lah"


"Lu udah punya cowok?"


"Belum"


"Masak sih?"


"Cuman lagi Deket aja sama orang tapi belum pacaran"


"Oh, iya-iya"


Ketika melihat seorang wanita didepannya, baru pertama kalinya, seorang Gilang mampu bersikap manis didepan wanita apalagi wanita yang mampu mencuri perasaan nya dalam pertama pertemuan dan cukup membutuhkan waktu beberapa menit saja seolah terhipnotis, akhirnya Gilang membenarkan ucapan fiko tentang dia akan menyukai tya dalam waktu beberapa menit saja


"Lu bengong, ngapa?" Tanya tya


"Lu cantik"


"Apa sih?"


"Em, sori, maksud gue, lu pulang entar lagi sama siapa?"


"Sendiri, kenapa?"


"Kaga, boleh nebeng kaga?"


"Lah, lu kaga bawa kendaraan"


"Bawa sih cuman tadi bensinnya osong lupa ngisi"


"Kok bisa lupa"

__ADS_1


"Haha tau nih"


"Yaudah, rumah Lo dimana"


"Deket kok dari sini, bentar lagi ya"


Tya pun mengantar kan gilang kerumah fiko, karna memang tya tidak pernah tau rumah fiko, ia pun biasa saja


Sejak perkenalan itu, tya yang tidak ingin mengambil salah langkah saat dengan fiko mencari tau sosok Gilang, dan benar, Gilang tidak ada pacar alias jomblo


Sejak itu, tya pun semakin dekat dan bisa dikatakan teman mesra dengan Gilang, pintar nya Gilang membawa tya ke rumah saat fiko tidak ada, atau untuk jalan sekedar makan atau nonton


Suatu hari ketika gilang memotret diam-diam genggaman tangannya ke tangan tya, ia mengapload nya dengan caption "tersayang" membuat banyak orang penasaran, karna seorang gilang tidak pernah sekalipun mengirim status seperti itu apalagi dengan caption begitu


Wati, mantan Gilang mengomentari foto Gilang di status terkini WhatsApp


"Ini siapa?" Komen Wati


Hanya di read


"Kok gak jawab" tanya Wati


Dan beberapa panggilan masuk tak terjawab oleh gilang


"Sori gue tadi nonton bola jadi kaga denger, ada apa ya" tanya Gilang


"Itu foto tangan kamu sama siapa"


"Sama orang lah, bukan elu bukan siapa-siapa" ucap jutek Gilang


"Gilang, aku serius"


"Kamu pikir aku sedang bercanda?"


"Itu siapa?"


"Gak perlu Lo tau"


Tak lama se jam setelah tak lagi membalas komentar Wati, fiko pun mengomentari juga


"Itu siapa lang?" Tanya fiko


"Penasaran ya?"


"Apa sih, siapa dia, kok gue kaya kenal sama tuh tangan"


"Ah masak? Lu ngaku ngaku aja nih"


"Eh ditanya"


"Ada deh"


Dan masih banyak komentar lainnya karna memang Gilang dikenal tidak pernah dekat dengan wanita manapun karna sikap dinginnya, lalu bagaimana bisa dia sedang dekat dengan wanita saat ini


Termasuk tya yang mengetahui tentang status itu pun me komentari nya


"Gilang apaan sih" komentar nya


"Hehe becanda doang"


"Lucu kamu ya"


Yaa Gilang memang berhasil mendeskripsikan dirinya didepan tya sebagai lelaki lucu, yang periang padahal adalah lelaki yang sangat dingin


Tak peduli dengan lelaki yang sedang dekat dengan tya, Gilang melanjutkan misi nya mendekati tya


Sampai akhir nya membuahkan hasil yang sangat indah, Gilang dan tya resmi berpacaran


Berbeda dengan sikap Gilang kepada wanita lain ketika sudah dipacari nya berubah menjadi dingin, justru sikapnya kepada tya semakin manis dan romantis


Belum lama berpacaran, terhitung baru masuk bulan kedua, Wati yang mengetahui tentang kabar tentang Gilang yang berpacaran dengan tya pun melabrak tya ketika dengan Gilang


"Gilang" panggil Wati marah


"Wati"


"Apa? Kaget gue disini, jadi gini kelakuan lu dibelakang gue?"


"Lu apaan sih, jaga bicara Lo"


"Jaga bicara apa sih, lu gak hargai gue?"


"Hargai apa Wati?"


"Bentar bentar, kamu siapa ya?" Tanya tya


"He cewek murahan, lu yang siapa,nempel sama cowok orang, gak malu, cantik kok doyan punya orang, pelakor ya?" Ucap Wati


Tak disangka justru Gilang mendaratkan tamparan kepada Wati, tidak peduli tempat umum


"Gilang, jangan" ucap tya menahan tangan Gilang untuk tidak lagi menampar kedua


"Kurang ajar ini anak dibiarkan, dengar lu Wati, Kita putus, udah lama, dan lu yang putus dengan gue karna Bayu Bayu itu, sekarang sana, pergi sama Bayu, jangan sama gue, gue udah move on dari lu sejak gue kenal sama tya, dan lu juga sering kan suruh gue tinggalin lu jadi ngapain lu berani bicara begitu, jaga omongmu, lu sedang berhadapan dengan tya, pacar gue, jadi jangan sesekali lu melakukan itu lagi apalagi didepan gue" jelas Gilang


Gilang menarik tangan tya meninggalkan Wati disana


Tapi entah bagaimana bisa bertemu dengan fiko, akhirnya fiko mengetahui kedekatan mereka dibelakangnya, dan fiko merasa di perdaya oleh gilang


"Gilang?" Ucap fiko


"Fiko"


"Oh jadi yang selama ini itu tya"


"Iya tya, kenapa"


"Kalian pacaran?"


Gilang menunjukkan cincin yang sering ia unggah ke status WhatsApp nya


"Kenapa? Mau marah? Lu siapa nya dia. Dia cewek gue sekarang" ucap Gilang


Gilang menarik tangan tya menuju rumah tya, karna memang tya sudah mengambil jalan untuk bersama dengan Gilang

__ADS_1


__ADS_2