
Frans melambaikan tangannya
Setelah lila menoleh ternyata Rendra yang di sapa Frans
Rendra pun melambaikan tangannya tanda menerima lambaian tangan Frans
Saat santai di perpustakaan utama di kampusnya, Danu menghampiri Lila
"Hai la"
"Danu, hai"
"Nugas la?"
"Tau aja"
"Tau lah, Lila kan gak pernah telat nugas"
"Hem, kenapa ya dan"
"Oh iya ini, kamu inget Sarah?"
"Sarah?"
"Sarah yang waktu itu aku temui ma kamu, yang ngefans ma kamu"
"Oh iya, dia, kenapa?"
"Pengen lagi ketemuan sama kamu, bisa gak"
"Bisa sih bisa, tapi kalo seharian ini loh gak bisa"
"Em kalo weekend"
"Lusa? Em kabar-kabaran lagi deh"
"Yaudah, okeh, thanks ya"
Sabtu pun datang, seperti yang dikatakan oleh Lila, tempat bertemu di toko buku miliknya
Tak lama Danu datang...
"Hai la"
"Dan, mana? Kok kamu sendiri"
"Masih ke toko ada yang mau dibeli katanya"
"Oh, yaudah, eh kamu sering bantu dia ketemu aku, kamu pacaran sama dia"
"Eh sembarang, enggak lah, temen doang ini"
"Oh, ya siapa tau kan, gak salah kan sama bertanya"
"Ya ya"
"Memang dia siapa sih"
"Sarah itu ..."
Ketika akan menjelaskan justru Sarah datang
"Hai kak, maaf ya jadi nunggu"
"Hai, iya santai aja, kamu dari mana?"
"Ini kak, beli ini buat kakak"
"Apa ini? Kok repot-repot kamu"
"Ini cuman bandana kok kak, pasti kalo kakak pake cantik"
"Kamu ini, ngapain sih, kan jadi gak enak"
"Gakpapa kak"
"Oh iya kamu ada apa ya minta bertemu kakak?"
"Aku ngefans kak sama kakak, pengen gitu jadi temen kakak, buku semua koleksi buku novel kakak aku punya loh, dan ini, aku baru beli yang ini CINTA TANPA RAGA"
"oh ya, itu terbit baru-baru loh, mungkin baru 20 buku terbit"
"Hehe ya dong kak, aku suka banget sama kakak"
Danu memotong pembicaraan Sarah dan menjelaskan siapa Sarah
"Sarah ini sebenernya pacar dari Rendra la"
"Iya kak, rendra mantan ku"
"Rendra?" Tanya Lila
"Iya"
"Oh Sarah Sarah yang dimaksud itu kamu, ya saya inget"
"Memang kakak belum tau ya?"
"Sempat dek, cerita tapi kakak pikir sarah kan banyak"
"Gini ya kakak kalo jusnalis, pemikiran terlalu luas" ucap Sarah
"Haha bisa aja kamu"
"Kak, jadi boleh kan kak, aku kenal sama kakak, Deket gitu kak"
"Boleh dong"
Sarah melihat sekeliling tempat itu, ia terkesan dengan dekorasi yang sangat epik
"Kak Danu, bisaan ya cari tempat sebagus ini, dekornya" ucap Sarah
__ADS_1
Danu menatap ke arah Lila tertawa geli...
"Kok ketawa sih kak, kenapa?"
"Kamu tau Sarah, disamping kamu itu pemilik nya"
"Ha, kak Lila? Serius kak?"
"Iya ngapain boong, tanya itu orangnya disampingmu"
"Hehe iya Sarah, punya saya"
"Wah kakak hebat ya, kakak memang terinspirasi sama siapa kak kok bisa begini?"
"Sama siapa ya? Gak ada sih, cuman kakak suka banyak dari karya Raditya Dika"
"Oh Raditya, iy kak, kalo gini kayaknya keren kakak deh, punya toko buku sendiri, eh tapi, kita kan beberapa tahun lalu pernah tuh ketemu di bioskop yang kakak jaga stand, itu ngapain kakak kerja disana kalo disini kakak udah enak, pasti pemasukan banyak dari toko buku"
"Sarah, itu bioskop pemilik nya juga disamping kamu itu"
"Ha, punya kak Lila?"
"Iya Sarah" jawab Lila
"Wah kakak pantes, cocok loh dapatin kak Frans, daripada rendra"
"maksud nya?" Tanya Lila heran
Karna memang Lila tidak tau maksud pembicaraan Sarah dan Danu tentang Rendra yang menyukai nya
"Gini la, sebenernya Rendra itu ninggalin Sarah karna deketin kamu, tapi Sarah rela karna rela suka sama kamu, fans berat ke kamu, makanya dia rela, dan ketika kamu sudah menikah, sarah kembali dengan Rendra tapi Rendra kembali meninggalkan Sarah ini demi wanita lain, dan akhirnya menikah lah dengan istrinya sekarang itu"
"Ya ampun, maafin aku ya, aku gak paham, maaf"
"Gakpapa kak, berarti bukan jodoh dipaksakan gimana juga"
"Kamu yang sabar ya, oh iya kalo kamu mau main kesini main aja, ke bioskop mungkin, datang aja ya"
"Beneran kak"
"Bener dong masa boong"
Kedekatan Lila dan Sarah semakin kesini pun semakin dekat, sering main kerumah Lila, Sarah mempererat hubungan pertemanan mereka
Membuat Frans lama kelamaan penasaran dengan sosok Sarah...
eits... bukan dalam pemasaran ingin selingkuh atau semacamnya
"Beb, sini deh" panggil Frans
"Iya, kenapa? Kamu belum tidur, katanya besok ke Blitar?"
"Iya aku penasaran aja, sama teman kamu itu, ngapain sih sering sering kesini kaya gak sibuk sama kuliah aja tuh"
Lila mulai menceritakan kepada Frans tentang Sarah itu...
"Itu Sarah beb, Sarah itu pacar Rendra" jelas Lila
"Rendra, Rendra yang dekat sama kamu itu"
"Oh terus"
"Saat aku sama kamu udah nikah, Rendra balik ke Sarah, tapi kemudian kembali dekat dengan wanita lain meninggalkan Sarah lagi"
"Oh, jadi maksud kamu wanita lain itu Friska"
"Iya Friska yang menikah sama dia beberapa waktu lalu itu"
"Padahal secara fisik kan lebih baik Sarah, tapi ya gak tau ya kalo masalah harta atau tahta"
"Iya kali ya beb, aku juga gak paham, tapi Sarah itu baik banget loh, sering beliin barang aku, yang aku kasih tau kamu itu"
"Iya itu, Hem udah gak pantes lah itu lelaki dipertahankan kalo gitu beb"
Lila hanya terdiam dan keduanya pun tidur...
Esoknya ketika Frans harus berangkat ke luar kota dan cukup jauh begitupun lama
Sepagi mungkin, ia bersiap-siap dan sarapan, terdengar suara bel rumah mereka berbunyi
"Biar aku beb" ucap Lila
Lila membukakan pintu, terlihat Sarah disana
"Sarah" ucap lila
"Pagi kak"
"Pagi Sarah" jawab Frans menyambut nya
"Pak Frans" sapa Sarah
"Masuk Sarah"
"Makasih pak,saya cuman mau ajak kak Lila bareng ke kampus"
"Oh iya boleh kok, rh saya nitip istri saya ya, saya mau ke Blitar, beberapa hari, kamu temani istri saya, bisa tidur di kamar tamu"
"Boleh pak?" Jawab Sarah senang
"Iya boleh"
"Makasih pak"
Lila mengantar Frans menuju mobilnya...
"Beb, kok ngomong gitu sih"
"Gakpapa beb, aku gak kuatir ninggalin kamu lama, bisa konsen juga dikerjaan, dengar cerita dari kamu semalam Sarah baik deh"
"Iya sih"
__ADS_1
"Yaudah aku berangkat, jaga diri kamu"
"Iya beb"
"Pak, hati-hati ya dijalan" ucap Lila kepada Supir Frans
"Siap Bu"
Lila kembali masuk kerumahnya...
"Aduh Sarah jadi ngerepotin ya, kalo kamu gak bisa tinggal disini ya gakpapa kok, aku berani sendiri, Frans aja lebay dia karna kan memang tuh dia jauh ambil meeting kerja"
"Malah seneng lah kak, tapi nanti pulangnya aku ambil baju ganti dulu dirumah kak"
"Oh gitu, yaudah sekarang kamu pakai mobil ku" ajak Lila
"Oh iya kak, motorku kutinggal sini deh"
"Iya masukin bagasi"
Sesampainya di kampus, banyak mata yang menatap kearah Lila memang termasuk Sarah, karna semua bingung sarah bisa dekat dengan Lila
"Lila" teriak bara
"Eh bar"
"Kok kalian bareng"
"Iya, pak Frans ke luar kota jadi aku mau nemenin dirumah daripada kak Lila sendiri" jawab sarah
"Oh, eh iya buat buku dari Antonio gimana bisa tuh kan rilis"
"Oh udah ready? Boleh minta satu saya cek"
"Iya ini ada"
"Usah direvisi?"
"Usah, tadi Aditia bilang dia untuk editing dan Antonio sudah penuhi sarat ini hasilnya"
"Ya bagus bagus, tinggal cetak ke buku ya, nantik hasil pertama jangan diperbanyak, beri saya"
"Oh gitu okeh, nanti siang kalo kita ke kantin tehnik sipil bisa?"
"Oh gitu, bisa bisa"
"Yaudah nanti aku jemput"
"Ya"
Setelah bara berlalu...
"Kak, kak bara itu kan yang urusin semua yang ada perlu sama kakak kan ya"
"Iya, dia kan juga sepupuku"
"Oh jadi kak bara itu sepupu sama kakak Lila"
"Iya gitu deh"
"Oh, eh tau seneng deh aku, bisa Deket, jadi bisa banyak tanya gratis lagi, kalo aku wartawan bisa bisa kan bayar ya kak"
"Haha bisa aja kamu"
"Yaudah kamu hati-hati ya sarah" ucap Lila masuk ruang kelasnya
"Ya kak"
Setelah siangnya, bara menjemput Lila menuju kantin di fakul tehnik sipil
Rendra yang tak sengaja melihat ada Lila disana hanya bisa melihat dari arah kejauhan, betapa rindu nya dia
Ketika Lila menoleh ke arahnya, Rendra dengan cepat membalikkan badan dan meninggalkan kantin
"Buku, Rendra?"
Melihat ada yang terjatuh, ia pun mengambil lalu sepulang kuliahnya saat sore hari, ia menuju rumah Rendra karna kebetulan Sarah pulang bersama teman-teman nya sedari tadi
Ketika Rendra sampai dirumah, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur nya dan melihat kearah langit kamarnya
"Loh ren, kok pulang kesini, memang Friska gak dirumah?" Tanya Mama
"Friska kuliah ma belum pulang jadi langsung aja Rendra kesini"
"Kan Mama udah bilang ren, kamu kecepatan nikah, ya walaupun kamu pinter cari uang sambilan diluar kampus"
Mama Rendra keluar dan kembali lagi dengan segelas susu hangat
"Ini minum"
"Makasih ma"
"Iya, oh iya kamu kapan ngajak lila kerumah, Mama pengen loh ketemu, kamu kan kenal, ajak kesini gitu, Mama ngefans banget"
"Gak akan pernah kali ma"
"Loh kenapa? kok malah pesimis gini?"
"Ya Mama tau, aku ada Friska dia juga udah nikah sama orang lain, frans, jadi gak mungkin"
Suara bel rumah berbunyi...
"Bentar Mama bukain pintu dulu ya"
"Yaudah"
Setelah membukakan pintu, Mama Rendra tak sadar jika yang datang adalah Lila, orang yang sangat ingin ia temui...
"iya"
"Selamat sore Tante, maaf ganggu, ini saya mau kembalikan buku milik rendra"
__ADS_1
"Rendra? Oh bentar saya panggilin dulu"
"Oh biar Tante, titip di Tante aja"