
Benar, dia melintas, herannya tak ada di kaca, kenapa bisa.. apa kacanya yang memang eror
Tapi giliran aku yang melintas dan beberapa orang lainnya ada kok bayangannya
"Ayok, nunggu apa?" Panggil Kevin
"Emm itu ratu, kayaknya dia nyusul"
"Yaudah aku tunggu di meja"
Sembari menunggu ratu, aku masih memikirkan ke arah kaca itu sesekali ke arah Kevin, tak lama ratu datang
"Kok cuman pesen dua. Kamu ga makan?"
"Enggak, udah tadi sama Bimo sama Rino"
"Ou, yaudah"
Setelah makan dan dibayar oleh ratu
"Loh kok kamu yang bayar?" Tanyaku
"Udah gakpapa anggap perkenalan"
"Yaudah kapan-kapan aku"
"Boleh"
Heran deh, harusnya kan lelaki itu yang bayarkan, dasar Kevin
Beberapa hari berlalu, untunglah, ruang prodi ratu sama denganku, jadi ada teman curhat yang begitu dekat
"yessss kita satu prodi.. mita aku duduk sebelah mu" ucap ratu senang
"Tentu, yee seneng yaa" jawabku
Masih memikirkan kejadian beberapa hari lalu, saat bayangan seseorang tak ada di cermin itu bagaimana ceritanya, aku mencari di situs Google
Beberapa kemungkinan, dia mengerjai temannya, atau mungkin dia iseng, atau itu efek terlalu cepatnya ia melintas dan yang terakhir mungkin dia bukan manusia
Lalu siapa Kevin
Tapi saat bingung bingung nya dengan situasi ini justru Kevin nyatakan cintanya padaku
"Mita.."
"Kenapa Vin?"
"Jadilah pacarku" ucapnya sembari menyodorkan rangkaian bunga cantik
Dia memintaku jadi pacarnya? Gak perlu lama-lama berpikir, inilah yang aku tunggu
"Iya.." jawabku
Terlepas siapa Kevin, aku senang menjadi kekasih barunya
Teman-teman yang mendapatkan kabar langsung berdatangan meminta untuk makan-makan
Di iyakan oleh Kevin
"Kamu gak makan sayang?" Tanyaku
"Enggak, udah tadi dirumah"
Lagi dan lagi, dia tidak mau ikut makan dengan ku dan yang lain
Mulai awal kenal hingga sekarang pacaran aku tak sekalipun melihat seorang Kevin makan dihadapanku
"Yaudah bubarin aja sekalian kalo kamu gak makan" ucapku sedikit mengancam Kevin
"Loh yaudah iya deh ini makan"
Akhirnya, Kevin mengiyakan memakan makanan itu
Terjawab sudah dia benar-benar bisa makan
"Kenapa maksa banget lu mita" tanya Dissa
"Ya abis gue gak pernah liat dia makan, kan aneh"
"Iya sih"
Aku dan Dissa saling bisik sesekali melirik ke arah Kevin yang sedang makan
Tapi dia tidak bisa makan jika ada bawang putih, alasannya karna alergi
"Mbak, saya pesen sendiri yang sama satu porsi gak pake bawang putih ya.."
Ucapnya membuatku dan Dissa saling pandang
"Kenapa sayang kok gak pake bawang putih"
"Alergi sayang.. nanti bentol-bentol lagi"
Yaudah lah lupakan kecurigaanku padanya
Semoga saja dia jujur tak bohongi aku
Beberapa teman di kampus nya memang banyak beredar berita Kevin dan dua temannya Bimo dan Rino ditambah seorang perempuan bernama mikha adalah manusia aneh.. mereka vampire..
Ciri-ciri nya sama sih, tapi setiap kecurigaan selalu di jawab oleh Kevin
Seperti vampire umumnya
Tidak pernah makan, tapi bisa kok Kevin makan kemaren meskipun sebelumnya susah diajak makan
Kedua tidak bisa makan bawang putih Sama dengan kevin tapi alasannya termasuk logis. Alergi, kan siapa pun manusia kalo alergi ya gak akan makan
Ketiga sinar matahari.. tunggu saja itu nanti akan kubuktikan juga
__ADS_1
Lalu apa ya.. ciri-cirinya?
Di cermin? Itu masih misteri tapi lambat laun juga aku harus tau siapa Kevin
Dan sekarang pembuktian untuk sinar matahari, kata orang sih akan terbakar kalo kulit vampir terkena matahari
"Sayang.. kita jalan aja yok ke taman belakang kampus" ajakku
"Kan lumayan jauh sayang. Bisa lah naik mobil sebentar"
"Aku pengen jalan"
Tapi Kevin mengeluarkan payung berukuran sedang dari dalam tasnya
"Ngapain pake payung"
"Ya biar gak kena panas"
"Ya biasa aja kali, jalan, aku yang cewek gak gitu-gitu amat"
"Iya ini maksudnya buat kamu biar gak kena matahari"
"Gausah, aku gakpapa, kamu juga gausah pake"
Mencurigakan lagi, kenapa harus berpayung?
Akhirnya ia memasukkan lagi payungnya kedalam tas..
Dibawah terik matahari, dia masih bisa berjalan normal, terbukti dia tidak takut
Berarti maksutnya untuk payungi aku itu jujur
"Sayang.. bentar ya aku mau ambil bedak di tasku"
Karna setiap jalan Kevin begitu pengertian, tasku aja dia yang bawa
Dengan Imron aja tidak pernah dia mau tau soal apa yang aku bawa
Saat aku melihat ke arah cermin di dalam wadah bedakku, teringat untuk melihat lelaki disebelahku ini ada atau tidak dibayangan
Benar, dia tidak ada..
Sontak aku melempar kaca yang kupegang dan jantungku terasa deg deg deg deg
"Kenapa sayang?"
"Em enggak gak papa"
Aku harus menutupi kecurigaan ku, untuk bukti lebih akurat
"Kacanya pecah yang"
"Biarin, tinggalin disitu, udah habis juga bedaknya" ucapku
"Yaudah nantik beli lagi sudah"
Aku takut mengambil kaca itu melihat kekasihku tak ada di cermin
"Sayang.. aku jalan sama Geri sama Nando boleh?"
"Boleh, mau kemana?"
"Gak ada jalan-jalan aja, kamu ikut"
"Kalo sekarang gak bisa, kapan-kapan deh syang gakpapa ya"
"Yaudah"
"Salamin aja ke Geri sama nando"
Bahkan izin jalan dengan teman lelaki lain Kevin tidak marah, mengizinkan asal aku menjaga diri..
"Ger.. nan.. gue nih sedikit curiga ya yaa meskipun terbukti salah curigaku tapi gimana gitu sama si Kevin"
Jalan dengan geri dan Nando aku sharing tentang Kevin, mereka tidak mau ikut campur urusan ini karna mereka tak ingin terlibat jauh
"Kasian temen gue ini, sumpah yang ini gue benerbener ogah mita.." ucap geri
"Iya, kalo masalah Imron kemaren ya gue bisa-bisa aja kok bantuin tapi kan elu yang ga bolehin, kalo ini duh angkat tangan"
"Eh tapi jangan bilang ke orang lain nih, termasuk ratu atau dissa" ucapku
"Gampang kalo itu"
Hari-hari aku lewati dengan semestinya, anggap saja yang lalu udah berlalu, semua tinggal jalan ni aja
Toh sejauh ini memang Kevin yang terbaik buat aku
"Sayang.." ucapku
"Kenapa?"
"Aku pengen deh jalan sama kamu"
"Kemana sayang?"
"Main-main kerumah kamu yok, kan selama ini kamu terus kerumahku, aku gantian main ya"
"Aduh jangan, bapakku galak"
"Ya ampun kan ada kamu, plis aku pengen tau rumah kamu"
"Iya.. udah tapi besok aja, siang.. sore ayahku ada urusan jadi harus udah pulang"
"Iya deh, besok ya"
Esoknya, saat menuju rumah Kevin
"Ayok masuk" ucap Kevin
__ADS_1
"Iya.."
Sudah ada Bimo, Rino, dan Mikha didalam sana.. mereka menarik tangan Kevin dan berbisik-bisik, aku sempat mengupingnya
"Elu ngapain ajak dia kesini, lu udah gila?"
"Ya gimana dia maksa, lagian biarin kenapa gak ada ayah kan?"
"Ya gak ada ntar sore Dateng ayah nyari mangsa buat kita juga"
Mangsa? Mangsa apa? Cari apa?
Mereka bicarakan apa sih
Tiba-tiba Bimo mendekati dan mengagetkan
"Eh kak Bimo"
"Lu ngapain disini?"
"Enggak kak, cari toilet dimana?"
"Aku antar.."
Setelah sampai ditoilet
Anehnya aku tak sengaja melihatnya mengembus lagi kearah ku
"Udah kak makasih nantik balik sendiri aku"
"Yaudah"
Rumahnya rapi, bersih, cukup wangi, tapi kenapa tidak ada air setetespun di bak mandi.. airnya tunggu aku yang nyalain
Sorenya..
"Ayok aku anter pulang" ucap Kevin
"Yaudah ayok"
Aku dan Kevin kerumah ku
Beberapa hari berlalu tak ada kejanggalan lagi dari seorang Kevin didepanku
Tapi anehnya sejak aku berpacaran dengan kevin, siapapun orang yang pernah mengangguku tak lagi berani sekedar melihat kearah ku termasuk Imron
Kevin sempat berbicara dia akan menjagaku sebisa nya apa ini yang dia maksud?
Tapi salah satu orang yang pernah bermasalah denganku adalah Robi..
Robi kakak senior dikampusku yang pernah ospek dan menjadi pengurus ku saat itu
Dia pernah meminta nomor telfon ku, aku berikan, ketika Kevin tau aku memberikan ia tak marah padaku ataupun Robi, tapi justru seminggu kemudian robi menghindari ku, apalagi setiap aku jalan sama Kevin, selalu menundukkan kepala nya seolah tak ingin melihat ku..
Aku penasaran, aku meminta untuk bertemu dengannya, awalnya ia menolak tapi lama-lama juga mengiyakan asalkan aku sendiri, tidak dengan siapapun terutama Kevin
"Kamu kenapa Kak, kok segitunya sama aku, udah gakpapa kalo sama Kevin kok" ucapku
"Iya menurutmu, aku didatengin drakula, mirip sama Kevin, dia minta aku jauhi kamu kalo enggak ya aku mati"
"Apa?" Ucapku kaget
"Udah dulu ya.. aku takut Kevin lihat"
Dia berlari begitu saja
Aneh, kenapa dengan dia?
Lalu aku meminta bantuan Geri maupun Nando
"Ayolah bantu, salah satu aja dari kalian"
"Wah lu gila.. ntar kalo seumpama gue nih yang mau, kan sama nasib gue sama robi" ucap geri
"Ya kan sementara, nantik kalo emang iya, ya aku ngomong deh sama si Kevin"
"Kagak ah, Nando tuh"
"Apaan gue.. kagak, apalagi gue.."
"Ayolah plis"
"Tapi gue penasaran sih, yaudah gue deh" ucap Nando
"Serius ya?"
"Iya.."
Esoknya aku mengaduh kepada Kevin kalo Nando memusuhi ku, karna ia bilang aku sering dengan kevin ketimbang dia
"Oh dia bilang gitu" tanya kevin
"Iya sayang, kan dia sahabat aku, harusnya ngerti donk kaya Geri"
"Yaudah.. gakpapa mungkin perlu waktu"
Seminggu dari hari aku mengaduh soal itu kepada Kevin
"Wah lu gila lu, gmana ni gue, arggh" ucap Nando yang tiba-tiba mendatangi ku
"Lah lu kenapa?"
"Ini gue dua hari yang lalu mimpi didatengin drakula, lu percaya gak dimimpi gue ada kevin, Kevin drakula nya"
"Ha? Serius lo?" Tanya Geri
"Iya serius.. lu sih gue bilang apa.. gue takut ah"
"Yaudah tenang sabar, ada satu hal lagi yang mau gue tuntasin sekarang"
__ADS_1
Aku menarik tangan Geri
"gue butuh bantuan lu ger, bantuin bentar gue, sini"