
"Kamu kenapa beb?" Tanya Frans
"Iam okay"
"Why, seriously?"
"Yah"
"Jadi kan ke cafee?"
"Jadi, yaudah yuk"
"Yuk"
Ketika hari pernikahan itu sudah digelar, tak tampak terlihat disana seorang Rendra
Tiba-tiba ada yang mendekati arah pengantin yang merasa tak dikenal Frans maupun Lila
"Kak Lila?" Tanya seseorang itu
"Iya?"
"Saya Marvel"
Ternyata yang datang adalah Marvel, adik Rendra...
"Marvel?"
"Adiknya kak Rendra"
"Ouh, iya, kak Rendra kemana?"
"Kak rendra sakit kak, makanya saya yang gantiin"
"Oh yaudah makasih ya mau repot-repot datang"
"Iya kak, semoga kalian bahagia ya"
"Makasih ya, siapa tadi?"
"Marvel"
"Oh iya iya, Marvel"
Marvel turun dari panggung pengantin, melirik ke arah kedua mempelai
"Oh ini kak Lila? Hem, wajar sih kak Rendra begitu, sebenernya juga bukan dari kak Rendra aku kesini, kalo gak pengen tau juga gak akan datang" ucapnya dalam hati
Ia pun berlalu meninggalkan tempat pesta pernikahan itu, sepanjang jalan ia memikirkan Lila...
"Cantik sih, apa mungkin ya aku ngelakuin yang sama kaya kak Rendra" ucapnya dalam hati
"Tapi tunggu deh, ada yang aneh sih, nama diundangannya lila Januari L, kaya pernah baca nama ini tapi dimana ya?" Ucap ya pelan
Sesampainya dirumah, ia duduk di sofa ruang tamu
"Dari mana vel?" Tanya Mama
"Ma, ini dari rumah temen"
"Oh, em iya udah"
"Ma, kak Rendra mana?"
"Tadi sih mama liat tidur, kenapa?"
"Enggak"
Marvel diam-diam menyelinap dan ambil surat undangan pernikahan Lila untuk Rendra, Marvel dengan sangat berhati-hati untuk mengambil nya dari setumpukan tisu disamping Rendra
Setelah berhasil mendapatkan surat undangan, ia menuju ruang tamu tempat Mama nya duduk menunggu
"Marvel, kamu dari mana aja sih?"
"Eh, ini aku lagi ambil undangan ini ma"
"Undangan apa ini?"
"Baca deh ma nama mempelai wanita"
"Iya, kenapa" ucap Mama Marvel
"Ma, pernah liat ini setumpukan buku novel Mama yang sering mama beli loh, kan Marvel pernah anterin Mama, cari buku ini kan penulisnya ini kan ma, Marvel inget banget loh ma"
"Loh bentar deh, iya iya"
Mama Marvel menuju kamar nya begitupun dengan Marvel yang mengikuti mamanya
"Nah iya ma, bener kan"
"Wah iya, semua bukunya Mama punya loh vel"
"Iya kan"
"Rendra kenal sama dia"
"Sebenernya barusan, Marvel Dateng ke pernikahan ini, dan Marvel tau bagaimana bentuk dari nama ini, dan Mama akan kaget kalo mama harus tau si kak Rendra itu sejak lama ma kenal, bahkan sama kak Sarah udah lama loh putus" jelas Marvel
"Jadi maksud kamu kak Rendra dekat sama Lila ini?"
"Iyaaa ma, tapi telat"
"Kok telat?"
"Karna Lila udah nikah"
"Astaga iya, bener"
"Iya kan, kasian kak Rendra ma, padahal Marvel tau loh gimana kerasnya kak Rendra, tapi parahnya ma, kak Rendra belum menyerah loh"
"Belum menyerah bagaimana kali sudah melengkung janur kuning itu?"
"Oh ma, jalan terakhir ya kak rendra nikahin"
"Nikahin? Kamu pikir nikah itu gampang apa? Kalo memang mau rendranya terus sama siapa"
"Iya sih, ya tanyain dulu sana ma"
"Iya udah nanti, perlahan dong"
"Iya deh"
Esoknya
"Pagi ma" ucap Rendra
__ADS_1
"Eh ren, kuliah?"
"Iya ma"
"Oh, sarapan dulu"
"Iya"
"Em ren, kabar si Sarah gimana"
"Sarah?"
"Iya Sarah, masih kan pacaran"
"Em ma, Rendra berangkat duluan ya, makan dijalan aja"
"Oh yaudah hati-hati ya"
"Ya ma"
Mama dan Marvel pun saling bertatapan
Sesampainya Rendra di kampus, ia lakukan segala aktivitas nya normal
Beberapa hari kemudian bara datang
"Ren"
"Kak bara"
"Kurasa kamu sudah deh move on"
"Hem" ucapnya Senyum setengah bibir
"Lebih baik kamu lupakan dia sih, masih banyak men wanita lain, coba liat itu, ini, itu dia, dia juga, wah itu apalagi, banyak men" ucap bara menunjuk beberapa perempuan yang lewat
"Makasih kak" ucapnya meninggalkan bara
Sesampainya di kursi pinggiran taman kampus, melihat Rendra yang duduk sendiri danu mendekati arah Rendra
"Hei ren" sapa nya
"Kak Danu"
"Sendiri aja"
"Iya kak, ada apa ya"
"Enggak"
"Em"
"Gimana kabar Sarah?" Tanya danu
"Loh kok kakak tanya itu, bukannya seharusnya aku yang tanya"
"Emang salah ya tanya?"
"Kan terakhir sama kakak kan"
"Sama kakak gimana, kan udah pernah dijelasin sama kita, aku sama Sarah pun gak pernah loh ada hubungan"
"Tapi kok Sarah..."
Rendra mengangguk
"Ya karna dia tau kalo Lila pun orang yang baik, dia rela loh berkorban demi Lila dan kamu tentunya sangking cinta nya sama kamu plus saking fans nya sama lila"
Rendra terdiam menatap kearah jauh
"Kamu gih deketi Sarah, jangan sia-sia kan pengorbanan dua orang untuk kebahagiaan kamu"
"Dua?"
"Iya dua, aku sama Sarah, Sarah berkorban rela kamu dengan Lila, sementara aku rela Sarah mengambil keputusan masih tetap mencintai mu hingga sekarang"
"Kak Danu serius?"
"Serius lah, buat apa saya bohong, saya suka sama Sarah, Sarah tegasin dirinya masih berdiri untuk kamu, lalu saya bisa apa? Ya bisa bahagia lihat dia bahagia ketika kamu bahagia"
Rendra kembali melihat ke arah Danu yang mulai berdiri dan akan meninggal kan nya
Hari demi hari, hingga tiba saatnya ia bertemu dengan sarah disebuah cafee
"Sarah" sapa Rendra
"Hei, ren, kamu disini juga"
"Iya, kerjain tugas aja sih, kamu sama siapa?"
"Sendiri juga, oh iya kamu gimana kabarnya?"
"Kabar, baik kok ren"
"Syukurlah, udah lama aku gak lihat kamu"
"Bisa aja kamu"
"Masih jomblo apa udah ada nih" tanya Rendra
"Jomblo kok"
"Kamu gimana, kan Lila udah nikah"
"Ya sama"
Sejak itu kedekatan keduanya kembali terjalin harmonis, pacaran lagi? Ya enggak sih, cuman aja dekat bak teman mesra, karna keduanya sepakat beberapa bulan ke depan masih harus introspeksi Sebelum membuka kembali hubungan
Hingga tiba saatnya ketika mereka sudah siap untuk membuka kembali, Rendra membawa kembali Sarah kerumah nya
"Kak Sarah" sapa marvel
"Hai vel, apa kabar?"
"Baik kak, Kakak kok disini"
"Iya...."
"Marvel" sapa Rendra memotong pembicaraan keduanya
Mama Rendra pun keluar secara bersamaan
"Loh, Sarah" sapa Mama Rendra
"Iya Tante"
__ADS_1
Mama Rendra menatap heran Rendra dan Marvel, lalu ia menarik tangan Rendra yang diikuti oleh Marvel
"Kamu katanya udahan sama dia" tanya mama
"Mama tau dari mana?"
"Dari marvel"
"Marvel?"
"Dari kak Sarah lah kak, dia bilang sama aku kalo udahan"
"Yakin?"
"Iya kak"
"Jangan urusin urusan kakak, kakak gak suka"
"Ya kak"
Ketika Rendra mulai melangkah..
"Eh ren, tunggu tunggu" ucap Mama nya
"Kenapa ma?"
"Bentar, tunggu sini"
Tak lama Mama nya kembali membawa beberapa buku koleksinya..
"Coba ini kamu baca semua penulis nya, baca"
"Iya ma kenapa"
"Undangan dikamar kamu Mama liat nama dia, kamu kenal, kenapa gak kamu bawa kesini, kamu kan tau Mama suka baca semua terbitan nya"
"Temen biasa kok ma"
"Yaudah ma, Sarah nunggu lama kan gak enak ya" ucap Rendra berlalu
Ketika keduanya mulai serius, ujian datang lagi dimana ia mulai membuka lagi lembaran baru dengan wanita baru bernama Friska
Dan untuk kedua kalinya Sarah merasakan sakit dengan cara yang sama...
"Sarah, makasih kamu sudah bisa terima aku lagi ketika aku sudah berpaling dan kini aku harus kembali pergi"
"Asal kamu bahagia kok ren, aku iklas" jawab Sarah
Sarah tak hanya cantik, tapi juga manis, baik, dan wanita terkuat...
Tak butuh waktu lama untuk Friska menerima lamaran kekasih barunya itu, dan kedua orang tua beserta adik nya pun memberikan restu keduanya
Sarah, maupun Lila tak ada dipesta, yaa karna memang keduanya tidak diundang, hingga saatnya ketika ada sebuah postingan diinstagram dari akun resmi Lila berisi
Semoga bahagia, semoga dilancarkan segalanya, walaupun mungkin sedang dalam kondisi lupa padaku, tetap, aku akan mendoakan kamu bahagia dengan nya R_
Hingga membuat Rendra yang notabene nya adalah stalker sejati Lila, merasa sangat bahagia jika Lila masih perduli padanya
Hingga beberapa komentar menyambar...
"Loh, dia menikah, kenapa saya tak dapat kabar?"tanya bara...
"Ya kak, semoga bahagia, apapun kondisinya semoga diberi bahagia ya" Jawab Sarah
"Kamu gak Dateng la? Aku datang gak liat kamu tampak" Jawab Danu
Dan beberapa fans lainnya...
Pertanyaan dengan topik sama jika mereka kepo siapa yang dimaksud
Padahal banyak fans tau jika Lila sudah menikah dengan Frans, dan bahkan semua fans Lila pun mendukung hubungan keduanya karna dianggap mereka adalah couple goals
Ketika beberapa hari kemudian mereka dipertemukan lagi dalam kondisi berbalik jauh dari terakhir bertemu di tempat yang sama di taman dengan rimbunan pohon lebat daun yang membuat sejuk sekitar taman
"Ehem" sapa Rendra
"Ren" sapa Lila yang melihat kaget
"Sendiri?"
"Iya, kamu ngapain disini"
"Lagi cari inspirasi"
"Inspirasi?" Ucap Lila heran
"Iya inspirasi, oh iya, kamu kan penulis, jelas jurnalis didepan mata, aku boleh gak minta masukan atau saran atau kritik dan apalah"
"Boleh, soal?"
"Bagaimana bisa melupakan masa lalu"
Karna memang Lila tak pernah menyadari jika Rendra memiliki rasa suka yang teramat besar bahkan hingga hari ini, membuat Lila jawab dengan santainya
"Setahuku sih, kamu akan melupakan jika kamu mulai menerima yang baru" jelas Lila
"Kalo susah"
"Pasti bisa"
Tak lama suara ponsel Lila berbunyi
"Ya halo"
"Aku udah sampek beb, aku jemput apa gimana"
"Oh aku kesana aja deh, tunggu ya"
Setelah menutup telfon ia berpamitan kepada Rendra
"Ren, aku duluan ya, frans udah dari tadi nunggu"
"Oh baiklah"
Sesampainya di tempat Frans menunggu
"Udah" tanya frans
"Iya"
Karna melihat sosok Rendra yang memperhatikan nya, frans bertanya pada istrinya
"Kamu sendiri?"
"Oh enggak, tadi sama rendra" menunjuk kearah belakang nya
__ADS_1