Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
WPD #1


__ADS_3

berhari hari restu masih tak menyatakan perasaannya, sementara wangi hanya bisa menunggu tanpa kepastian dan menyimpan sendiri


sekitar berhari hari kemudian


barulah benar menyatakan perasaannya ketika mereka beristirahat berdua makan


"kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya restu


wangi menatap tajam arah restu..


ia memastikan espresi dan ucapan sinkron


"ya mau lah udah bilang kan kemaren aku juga suka sama kamu"


"berarti kamu terima aku?"


"ya kali, kukira kamu mau nyatain besoknya disekolah, eh cuman minta maaf, dan baru sekarang ya langsung keterima lah"


keduanya terdiam sejenak, dan wangi baru sadar, restu menyatakan perasaan dan menembaknya ketika abdi tidak masuk sekolah hari itu


"eh eh eh, bentar bentar, kamu mau nembak aku karna abdi gak masuk sekolah kan?"


"ya enggak lah"


dalam hati restu berkata memang benar tebakan wangi tapi ia menjaga image nya supaya tak malu


"aku sayang sama kamu, ya aku nunggu waktu yang tepat, sekarang tepat kenapa gak bilang aja"


"yaaa yaaa karna kita cuman berdua gak ada abdi"


"kamu mah"


"nanti gimana kalo abdi marah?" tanya wangi


"bukannya bantuin malah nakutin"


"iya udah ya berarti kita jadian ya" tanya wangi memastikan


"iyaaa... kenapa tanya kaya gak percaya aja?"


"dari tiga tahun lalu aku tuh pengen tau pacaran gimana"


"maksud kamu kamu baru ini pacaran?" tanya restu


wangi menundukkan kepalanya


"aku pacarmu yang pertama?" tanya restu


"iyah ah.. tanya terus"


"sama.. kamu juga pacar pertama aku"


"apaan hoax ya" ucap wangi sedikit menepuk pipi restu


"emm.. "


"aku udah tanya sama irza, kata irza kamu sering pacaran kok"


"kamu tanya soal aku ke irza?"


"aduh keceplosan" ucap wangi pelan


"sejak kapan kamu suka sama aku?"


"apasih, udah, makan"


sejak itu mereka memutuskan jadian..


dan ketika abdi kembali masuk, wangi menjelaskan perlahan


"bener itu?" tanya abdi pada restu


"iya.."


"kok lucu sih, kan lu tau gue yang suk sama dia, kok lu malah yang ambil dia? gak ngerti ngerti lu tentang curhatan gue apa?"


"ya kalo kamu suka sama aku, harusnya bilang, didepan ku bahkan didepan dia, dan aku pasti terima kamu saat itu juga didepan dia" jawab wangi


"ya kamu gak seharusnya kan sama dia, kita sering jalan bertiga itu namanya kalian tusuk aku dari belakang"


"apaan sih, udah dibilang jangan salahin orang.. segala sesuatu harus salahin diri sendiri karna kamu kurang cepat"


sejak itu restu duduk dibangku yang sama dengan wangi, waktu berjalan, masa masa remaja benar benar restu dan wangi habiskan berdua, selama duduk dibangku SMA mulai dari suka hingga duka mereka jaalni berdua..


"kamu setelah lulus mau kemana?" tanya restu


"aku mungkin lanjutin kuliah"


"dimana?"


"yang seperti mamaku bilang.. belum pasti nanti. tapi mungkin sebelum lulusan aku udah akan pergi lagi, kursng satu semester ini aku selesaikan sebelum aku ke sekolah baru lagi"


"kamu beneran mau ikut ayah kamu? kenapa gak tunggu lulus aja?"


"ya gak bisa, terlalu lama tunggu enam bulan untuk pekerjaan ayah"


"tapi kita masih pacaran kan selama itu?"

__ADS_1


"mungkin enggak"


"kenapa?"


"karna mana mungkin kita pacaran jauh?"


"kita bisa kan pakai istilah ldr"


"aku yang gak bisa... aku lebih milih sendiri aja, ko kangen susah"


dan dihari dimana wangi benar benar berhenti dan pindahan sekolah mengikuti ayahnya..


bukan soal restu sendiri tanpa teman, ia masih tetap ada teman yang mau menemaninya sekalipun abdi tidak suka padanya, tapi ia takut, keretakan hubungannya berujung patah


dan ketika berpamitan didepan teman temannya


"makasih semua buat kalian menjadi teman terbaik saya selama disini, membantu saya, sekarang saya harus kembali berkelana ikuti ayah ku karna pekerjaannya yang tak membuatnya menetap..." jelas wangi


"apa yang terkesan selama kamu disini" tanya bu guru


"restu... restu yang membuat cerita saya lebih terkesan... makasih restu..." ucap wangi


dan esoknya dihari pertama restu sendirian tanpa kekasihnya.. ia terus belajar dan belajar supaya cepat menyelesaikan sekolahnya dan menemui wangi kemana wangi berada..


seperti yang sudah pasti terjadi, keretakan itu benar benar berujung patah.. hingga akhirnya ketika restu telah lulus dari sekolahnya...


ia juga bingung harus pergi kemana menemui wangi


ia hanya bisa menghubungi wangi dan memberikan kabar jika ia sudah lulus


ketika telponnya diangkat oleh wangi


"wangi.. kamu apa kabar?" tanya restu


"baik restu"


"aku juga baik ketika kamu mengatakan baik"


"syukurlah, gimana sekolahmu?"


"aku sudah lulus..."


"sama kok, aku juga. terus jadi mau lanjutin kuliah di pajajaran?"


"jadi kok, kamu jadi kemana?"


"aku buka usaha sendiri kok"


"dimana itu, apa aku boleh kesana?"


"jangan, kamu masih harus fokus kuliahmu. aku gak kemana mana, aku tetap disini untuk kamu"


"yaudah kita sama sama saling melupakan saja, aku yakin kamu akan dapatkan orang lain kok.. makasih sudah memberikan pengalaman dalam berpacaran.. jujur saja aku sekarang sudah punya pacar disini"


"oh kamu udah ada pacar? yaudah selamat ya...aku juga senang dengarnya, yaudah ya aku mau test dulu masuk ke pajajaran"


"iya.."


yaaa memang wangi sudah memiliki kekasih..


bernama tito.. mereka berpacaran seperti layaknya pasangan lainnya..


dan ketika sekitar setahun berlalu, tito menunjukkan sifat aslinya yang jelalatan, wangi tak tahan dengan sikapnya membuat wangi akhirnya memutuskan hubungannya


tak disangka justru tito menerima keputusan wangi dan beberapa waktu kemudian ternyata alasan utama tito yang sudah memiliki pacar sebelum putus dengan wangi..


waktu berjalan, wangi dan restu sama sama menjalani liku hidup masing masing dalam percintaan..


hingga suatu ketika, dimana waktu berjalan sudah 3 tahun, restu yang masuk ke perkuliahan memasak pun ditugaskan PKL atau kerja lapangan didaerah yng ditentukan kampusnya dengan secara acak..


tepat sekali, restu mendapatkan kerja lapangan didaerah tebet jakarta dan siapa yang tau ternyata wangi memilih membuka usaha toko kue tart nya di daerah yang sama...


bak doa restu yang diijabah tuhan ingin dipertemukan kembali dengan wangi sekalipun sudah tak lagi bisa bersama.. mereka benar benar dipertemukan... dengan situasi juga benar berbeda


ketika itu, posisi mereka sama sama memiliki kekasih


dan niat restu mencari kue tar untuk merayakan unniversarinya yang pertama dengan kekasihnya..


ditambah ia melihat nama toko tersebut dan terkesan lalu masuk karna penasaran


toko kue


WANGI PELANGI


"ada yang bisa dibantu kak?" tanya pegawai toko kue tersebut


"emm.. kue tart yang ukuran sedang aja mbak"


"silahkan, sebelah sini yang sedang.."


"yang... ini berapa mbak?" tanya restu


"itu bandrolan harga nya dibawah.."


"oh 350 ya? emang rasa apa kok warna nya hijau lumut?"


"itu untuk varian melon cream kak.. jadi memang sengaja warna seperti itu karna warna hijau terang untuk rasa apelnya kak"

__ADS_1


"oh... apel mana?"


"apel kita ambil pesanan saja kak"


"oh kalau yang kuning itu?"


"pink banana kak"


"oh stroberi, tapi itu besar ya?"


"iya kak.. besar.. ada kok kalau kakak mau menunggu atasan kami kebetulan hari ini ada pesanan cake mini stroberi sekalian buat untuk stok tart stroberi"


"oh boleh deh"


"untuk apa ini kak kalau boleh tau?"


"untuk unniversari mbak"


"oh..  kenapa yang sedang, gak yang kecil?"


"cuma berdua dirayain kak"


"oh unniversari pacaran? saya pikir nikah"


"hehe doain aja mbak"


"saya coba cek sebentar pak permisi"


"silahkan"


beberapa waktu kemudian...


"pak, masih jadi kan pesanannya yang ini, silahkan"


ketika melirik kearah yang membawa kue tart nya


"silahkan.. bapak jadi pesan yang ini?" tanya bos pemilik toko itu


"wangi?" tanya restu


"emmm maaf anda siapa ya?"


wangi ternyata pemilik dari toko tart tersebut..


dan wangi tidak mengenali wajah restu karna cukup banyak perubahan seperti kumis dan jenggot lumayan tipis dengan rambut yang gondrong ditali satu


"restu" ucap restu menjabatkan tangannya..


dan ketika mengetahui itu restu, ia dengan cepat memeluk restu dan mengatakan kerinduannya..


karyawan pun meninggalkan keduanya...


"aku kangen... kamu berubah ya.. kamu kesini ngapain? kamu bukannya kuliah dipajajaran kok sampek sini?"


menerima pelukan mantan kekasihnya itu..


"aku kesini ada kerja lapangan kok, dijalan manggarai nomor dua, perusahaan pengolahan makanan kaleng"


mereka pun mengobrol disana dengan cukup lama..


"maafin aku ya gak kasih tau kamu aku tinggal disini, sejak lulus sekolah aku meminta ayah memberikanku modal untuk usaha, dan aku pun menjadi sekarang.." jelas wangi


"iya gakpapa, aku juga santai"


"kamu kesini untuk apa tartnya?"


"untuk unniversariku sama pacarku kesatu tahun"


wangi pun turut senang dan memeluk restu karna restu bisa mendapatkan penggantinya dan tak berlarut dalam kesedihan nya..


"haaa.. serius, mana mana liat fotonya?"


dan restu memberikan fotonya bersama kekasih nya, begitupun dengan wangi yang ternyata juga memeiliki pacar baru..


yaa situasi berbeda mereka dipertemukan..


dimana keduanya sudah sama sama mengambil jalannya masing masing bersama kekasih masing masing pula


awalnya karna ditebet ia merasa asing dan mendapat tawaran untuk melanjutkan kerjasamanya dengan perusahaan makanan kaleng tersebut ia tolak, ia lebih senang kampung halamannya..


namun sepulang dari toko milik wangi tersebut ia menanyakan kepada pabrik tempatnya menjadi PKL, apa tawaran nya masih berlaku dan ternyata masih berlaku.,


akhirnya ia memutuskan tinggal dikontrakan dekat dengan pabrik tempatnya bekerja..


setelah lulus dalam kuliahnya...


ia berpamitan pada kekasihnya untuk tinggal dan bekerja di tebet


"aku harus kerja.. disana ,pekerjaan sekarang susah, jadi ada kesempatan ya dimanfaatkan baik baik"


"lalu kamu mau kita ldr?"


"kenapa tidak?"


"aku bakalan rindu sama kamu" ucap eka.. kekasih restu saat ini..


dan ketika mendapat kabar jika restu sudah lulus

__ADS_1


wangi yang mengetahui jika restu akan tinggal didaerah yang sama dengannya pun menyiapkan sureprize kue tart untuk restu dan menset tempat kerjanya menjadi tempat perayaan kelulusan restu..


__ADS_2