
"lalu siapa pak?" tanya salah seorang teman Zang Mheng yang bersikap sok berkuasa dikelas
"pakai saja boss ku" jawab teman Zang Mheng satunya lagi..
"oh okeh, saya percayakan ini padamu, kau punya tubuh besar dan wibawa cukup"
dan ketua kelas di ruanganku adalah Zang Mheng dan Man Nna memilih duduk di depan ketiga pria calon pembuat onar itu
dan ketika esoknya ada seorang yang masuk ke sekolah..
ia tak mau mengambil satu kamar dengan tiga orang, ia ingin sendiri, berapapun akan ia bayar..
anak pejabat dan orang kaya
bernama Xieng Yuang
"ah baik kita kedatangan satu teman baru, baru bisa datang karna kemaren berhalangan, silahkan masuk" ucap guru Noo Xue
dan ketika masuk dan perkenalkan diri, Xieng Yuang tertarik duduk disamping ku..
aku tidak menyapa nya, aku diam, kikuk, namun Sun Mih kecentilan..
aku melarangnya.. memberikan sentuhan kode tangan untuk dia diam..
"apa kau tidak ingin menyapaku hai perempuan cupu" bisik Xieng Yuang bisik ditelinga
aku tak sama sekali melirik arahnya dan ketika semua kelas bubar..
"nada.. aku ke kantin sama Sun Mih apa kau ikut?" tanya Man Nna
"nanti aku menyusul"
dan ketika keluar dari kelas, nada kaget dengan berdirinya Zang Mheng didepan pintu kelas bagian luar
"Zang Mheng, kau mengagetiku" ucapku
dia menghalangi jalanku..
"ada apa?" tanya ku
"kamu pilih cara bagus untukku ambil posisi ketua dikelas" ucap Zang Mheng
"apa ada lainnya, aku sedang ada urusan lain"
dan ketika aku pergi, aku melirik, seperti nya Zang Mheng melihatku penuh keanehan
"kamu memang tampan Zang Mheng, tapi aku tidak tertarik" ucapku dalam hati
dan aku menuju ruang baca di sekolahku..
aku bertemu murid baru yang banyak diperbincangkan karna kekayaannya..
aku sengaja duduk disebelahnya..
dia melihatku, dan aku tak mengawasinya kembali
"Xieng Yuang" ucapnya mengulurkan tangannya
aku tetap baca namun berpindah tempat..
dia kaget..
aku tau wajahnya terpukul aku menolak jabatan tangannya
"dasar anak cupu, aku hanya ingin kenal dengan mu aku lupa bagaimana menyebut namamu" ucapnya mendekatiku lagi
"disini ruang baca, harap jangan gaduh"
dan sejak itu, ia tidak lagi menegur sapa ku..
namun ketika aku mengikuti seleksi untuk perwakilan kelas untuk menjadi peserta soal tanya jawab menggunakan IQ
dan ketika sampai diruang aula, ternyata membutuhkan identitas untuk formulirnya
ketika mencari di kamar dan mencari kemana mana juga takku temukan...
aku menelfon Sung Ma ternyata benar, kartu pengenalku ketinggalan..
akhirnya aku mengambil nya, karna waktu cukup lebih untuk mengambil kerumah...
dan ketika aku sampai dirumah, dan akan kembali ke sekolah..
entah siapa pengendara mobil seperti sengaja menabrakku dan aku tak sadar sampai disitu..
ketika aku terbangun..
sudah ada dirumah sakit..
dan ada Sung Ma disana menemaniku
"nada, kau sudah bangun?"
"sudah mama, astaga aku ada test dan harus datang.." ucapku
"eh jangan jangan, kamu harus tetap disini, lihatlah tanganmu"
dan melihat arah jam, benar saja..
jam menunjukkan 12 siang, dan aku telat dua jam...
ah sial..
tapi aku mencatat nomor plat mobil itu
dan ketika beberapa hari kemudian
ketika aku baru datang dari asrama menuju sekolahku..
seseorang dengan mobil yang sama menyerempetku dan mengenai lenganku
ketika turun..
"Xieng Yuang?" ucapku
"bagaimana? enak?" tanya nya
"aaaarrrrggggh kau bodoh ya, bagaimana bisa rasa enak ketika terluka begini?" tanya ku teriak
"ah suaramu membuang telingaku pecah"
"sakiiiiit" teriakku
"sini bangunlah, apa mau ku tarik?"
dan dia menarik membantuku bangun tapi yang ia tarik tangan ku yang terluka..
semakin kencang aku berteriak
"oh sori" ucapnya santai..
dan melirik kearah mobil yang sama kemaren menabraknya
__ADS_1
aku memukulnya dan menendang kakinya...
"aaaarrrrgh kau pengendara mobil itu?" teriakku
"apa kau tidak bisa berkata lebih lembut"
"tidaaaaaaaaak" teriakku
aku berjalan..
menuju kelas..
"kamu mengikuti ya?" tanyaku
"percaya dirimu tinggi, kau lupa ini juga kelasku"
dan betapa malunya aku benar benar lupa dia teman satu kelas ku..
dan beberapa menit kemudian.. aku duduk berdua dengan dia didalam kelas..
"kau kerumah sakit, obati luka mu" ucapnya
"gak perlu, aku ada obat merah, nanti biar aku bersihkan sendiri"
"kau terlalu bisa sendiri"
"obat merah saja tidak menyembuhkan, bagaimana jika infeksi, lalu kau harus amputasi kakimu, dan kamu mati" ucapnya
"siaaaaaaaalaaaaan" teriakku
dan ketika beberapa orang mulai berdatangan..
"Xieng Yuang sepertinya menyukaimu" ucap Man Nna
"kau bicara apa?" tanyaku
"iya nada, aku rasa sama dengan Man Nna" sambar Sun Mih
"kalian tidur, kalian perlu mencarger mata kalian seharian tidak tidur, jadi ngelantur bicara sampai kemana mana"
dan esoknya..
Jo Mua salah satu teman Zang Mheng meletakkan air minum dimeja ku
"apa ini?" tanyaku
"itu minuman mu tadi jatuh dari tasmu"
ketika aku lihat sudah tidak ada minuman ditasku, dan benar saja, aku pun meminumnya..
siaaaaall, minuman itu terkontaminasi dengan garam..
"Jo Muaaaaaa" teriakku sekencang mungkin
"haa..."
aku melempar botol minum itu tepat dimeja Jo Mua
"not me" ucapnya
"aku" jawab Zang Mheng berdiri
dan Man Nna pun membelaku dan memukul meja dengan keras
"kau minum air botol ini, atau kau minta maaf pada dia" bentak Man Nna
"ah coba dirubah pilihannya antara aku tiduri dia atau kita berciuman disini?" tanya Zang Mheng
dan aku menarik tangan Man Nna
memintanya tenang..
aku kembali..
duduk didepan lelaki sombong dan angku itu..
yaaa duduk didepan Xieng Yuang
yang sering menarik narik pelan rambut ku..
dan beberapa hari kemudian..
ketika informasi untuk tiga hari kedepan bebas jam sekolah, aku menuju rumah Sung Ma
sesampai..
"kau datang Nada?"
"iya ma"
"makan ya, aku masakin buat kamu, beberapa hari lalu aku menonton acara televisi masakan indonesia"
"ah boleh"
Sung Ma sedang memasak, aku mencoba menghubungi ayah dan mama ku di indonesia
tapi nomornya tidak aktif..
bahkan sejak aku tinggal disini, mereka tak sama sekali menanyakan kabarku
dan melihat ku melamun..
"hei, kau sedang ada masalah disekolahmu?" tamya Sung Ma
"ah, enggak kok, aku sedang kepikiran, kenapa ayah dan mama ku di indonesia susah dihubungi"
"mungkin sibuk, atau ada urusan penting lainnya"
dan aku mengendus endus wangi masakan jamur kesukaan nenekku
dan ketika kami makan bersama..
"bagaimana sekolah mu?" tanya Sung Ma
"iya baik kok"
"apa banyak yang mengganggumu?"
"ah biasa itu ma, sudah biasa, namanya juga sekolah kebanyakan lelaki"
dan ketika hari libur akan berakhir, esok sudah dimulai kembali aktifitas, aku berjalan ke arah kumpulan taksi dan meminta mengantarkan ku di sekolah
ketika sampai di asrama..
"kau baru datang?" tanya Sun Mih
"ku kira kau datang mepet besok pagi" jawab Man Nna
"kalian belum tidur?"
"sudah, tapi aku mendengar pintu terbuka, pasti kamu"
__ADS_1
dan ketika esok paginya..
aku berangkat..
tanganku terkena paku yang menancap di meja ku..
"nada, kenapa?" tanya sun Mih
"auuuhh ada yang menancapkan paku dengan sengaja disini" ucapku
"aku" teriak Xieng Yuang
"sudah kuduga, saaaakkiiiiiit" teriakku
"ah kau akhir akhir ini lebih sering teriak, apa kau tidak bisa takut tenggorokanmu itu pecah?"
"Xieng Yuang...." teriakku
dan melihat arah Zang Mheng dan dua temannya yang sedang membicarakan aku
"kalian, ngapain?" teriakku
"ah, tidak, kau terlalu merasa percaya diri" ucap Zang Mheng
dan aku kembali duduk..
dan hanya menutupi luka sobekan dengan tisu bawaanku
dan ketika aku pulang..
dipertengahan perjalanan..
ponselku ketinggalan di laci bawa meja
"sebentar, aku ke kelas, ponselku ketinggalan" ucapku
"ah kamu, aku duluan deh, udah ngantuk" ucap Man Nna
"ya sudah tidak apa"
dan ketika kembali
terlihat empat orang pria didalam kelas
"kenapa kau mengaku itu kau yang menaruh paku dimeja nya?" tanya Zang Mheng
"aku tau itu kalian, aku hanya ingin dia sedikit menakuti saja" ucap Xieng Yuang
jadi yang menaruh paku itu Zang Mheng
akupun masuk membuka pintu dengan keras
"nada" ucap keempat nya
aku mengambil ponselku dan hanya melirik tajam arah mereka
namun Zang Mheng menarik tanganku
mencoba meraih bibirku
"jangan rendahan dan mengotori kelas" ucap Xieng Yuang menarik baju Zang Mheng
aku pun berjalan pergi..
dan sesampainya aku dikamar.
"kau menangis?" tanya Man Nna
"tanganmu sakit?" tanya Sun Mih
"lebih sakit ketika aku tau ternyata Zang Mheng menaruh paki itu"
"haa? terus Xieng Yuang?"
"dia mengaku supaya puas melihatku kesakitan"
"sial, mereka benar benar tidak berhati"
dan ketika kembali ke kelas..
aku melihat sudah ada Xieng Yuang disana
aku menatap tajam arahnya..
"kau" ucapku
"selamat pagi, selamat datang, semoga harimu cerah" ucapnya...
aku mendekati wajahnya..
"kau sedang merencanakan sesuatu hal buruk ya?" tanyaku
"hemm... muka mu terlalu dekat, aku takut kamu jatuh cinta padaku" ucapnya
"sial kau"
aku mencari hal mencurigakan di sekitar meja belajarku..
"nada? ada yang kau cari?" tanya Man Nna yang baru datang bersama Sun Mih
"enggak kok"
dan setelah beberapa hari..
ketika aku duduk berdua dengan Chu Zuhn, salah satu teman ku laki laki yang cukup pintar juga dikelas..
tiba tiba seseorang memanggil Chu Zuhn meminta bantuan..
ketika aku ingin mengikutinya, salah satu mereka melarangku dengan alasan soal lelaki
ketika tak lama aku duduk.. Chu Zuhn juga tak juga datang...
tiba tiba Chu Zuhn mengirimkan alamat dan aku langsung datang..
kupikir takkan terjadi apa apa..
"boleh minta tanda pengenal?" tanya satpam penjaga
"tanda pengenal?"
"iya sim card pengenal dari tempat ini?"
"aku diundang teman pak"
"diundang? oh kamu nada?"
"ya saya nada"
ketika aku menyadari setelah aku masuk...
ternyata tempat itu adalah tempat bar..
__ADS_1
dengan samar samar seseorang menarikku dengan paksa dan ketika terlihat wajah Zang Mheng