Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MNA #3


__ADS_3

"Eh eh eh lo siapa gausah ikut urusan gue"


"Selama bersangkutan sama syifa ya urusan gue juga"


"Oh iya.. satu hal lagi, sekali lagi kamu ganggu dia, aku yang akan buatmu menderita, kau tau siapa aku kan" ucap lani


Melihat perlakuan Bella kepadaku membuat lani marah dan menarik tanganku


"Resiko mu ini fa" ucap linda


"Ya aku paham itu" ucapku menundukkan kepalaku


Mereka memelukku


Yaa mereka Sahabat terbaikku,


Beberapa menit kemudian, Roy menghampiri ku


"Kamu gakpapa fa?"


"Roy?"


"Elu, ngapain kesini" tanya lani


"Aku kesini tanya kabar syifa.. kamu gakpapa fa.. biar aku temui Bella sekarang"


Roy pergi menuju arah Bella


Beberapa menit lagi datang


"Kamu tau dari siapa"


"Sofi"


"Sofi? Sekarang mana dia?"


"Gak tau, Sofi siapa"


"Sofi pacar syifa" jawab lani"


"Dia bilang ke gue soal Bella dan syifa.. dia juga mengajar ku"


"Bagus deh" ucap linda


"Sekarang lu pergi gausa ganggu lagi" lani


Aku belum tau sama sekali sofi. Malah Roy sudah tau


Pesan masuk di ponselku dari Sofi


"Aku akan selalu ada untukmu. Dimana pun"


Karna memang sedang pusing dengan kondisi ini membuatku tak sempat membalas pesan nya


"Yaudah Sekarang kita pulang, tidur.. sesekali lah gausah masuk jam kuliah, istirahat"


"Kita temenin kok fa"


Aku lani dan Linda menuju rumahku


Sesampainya dirumah, aku merebahkan tubuhku, dan melihat ke arah langit-langit kamar.. sedikit demi sedikit aku tertidur


Dan saat aku bangun, waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi


Aku melihat kanan kiri sudah ada Linda dan lani


Aku bangun dari tidur dan turun dari kasur ku menuju toilet, setelah itu aku mengambil air dan meminumnya perlahan sembari memikirkan yang kemaren terjadi


Tiba-tiba lani Linda menghampiri ku


"Fa.."


"Eh Lin.. tumben kamu bisa bangun"


"Tauk nih, lani juga udah bangun, tuh lagi main handphone nya, tar fa aku ke toilet"


"Hem.."


Tak lama Linda kembali dari toilet bersamaan dengan lani yang keluar dari kamar


"Eh fa.. lin.. kita shopping yuk, jalan gitu apa makan kek, atau ke Jessica yuk. Aku pengen deh minta Jessica merubah syifa total seperti syifa rubah Roy" ucap lani


"Maksutnya" tanya ku


"Udah ayok mandi deh.."


Dan kebiasaan bertiga daripada saling tunggu karna toilet hanya tersedia satu di rumahku, ya mau tidak mau mandi bersama bertiga dan itu sering kami lakukan jika sama-sama sibuk dan ada urusan atau sibuk masing-masing


Setelah semua siap, aku, lani, dan Linda menuju ke tempat Jessica..


Sesampainya


"Hai jes"


"Ehm ya, hai hai, tumben lengkap"


Karna memang ke tempat Jessica jarang bareng bertiga kalau gak berdua aku dengan lani, ya aku dengan Linda, Linda dan lani


"Eh jes.. bisa gak bat nih temen gue yang polos jadi pelangi.." ucap linda


"Gampil mah"


"Pelangi maksutnya ?" Tanya ku


"Uuust udah nurut"


Setelah dua jam lamanya aku dan Jessica. Aku keluar dengan penampilan berbeda dan Jessica sendiri saja sudah tidak percaya aku bisa begini kerennya apalagi Linda dan lani


"Jeng jeng.. finishing" ucap Jessica


Aku keluar dari balik tirai. Dan melihat ku lani dan Linda seperti melihat ku lekat


"Kamu.. ya ampun fa.. udah liat belum" tanya Linda


"Eh sampek lupa. Sini liat penampakannya kamu sendiri di kaca full" ucap Jessica


Saat aku melihat diriku dikaca..


Betapa terkejut nya aku, beda sekali dengan aku yang dua jam lalu baru masuk salon Jessica

__ADS_1


"Inget.. penampilan mu sekarang begini. Biar sama ma kita dan jauh diatas bella, buat dunia yakin kamu akan maju" ucap lani


Aku mengangguk


Perubahan ku, ya.. dari seorang perempuan yang hanya dengan rambut ikat ekor kuda, dengan kacamata, dan baju yang simpel kini jadi lebih hits.. dengan rambut kriting gantung, soflens khusus, mini dress, make up


Seminggu sudah aku dengan dandanan ku. Menuju kampus seolah banyak pasang mata menyoroti ku


"Lani. Aku menor ya" tanya ku


"Enggak"


"Mereka kok liatnya gitu"


"Ya surprise kali"


Seperti biasa, saat masuk dan duduk di kursi ku. Aku mendapatkan pesan dari Sofi


"Kamu cantik, aku makin sayang.. tapi aku gak suka mata lelaki lelaki tadi melihatku penuh keinginan dan nakal" isi pesannya


"Makasih kamu masih mau menjagaku dari kejauhan, tetaplah begini" balasku


"Aku mencintaimu, selamat belajar" balasnya lagi


Beberapa hari berlalu.. roy melihat perubahan ku, membuat yakin Roy semakin mengejar ku, tapi aku masih perduli untuk Bella.. aku tak ingin merebut Roy dari Bella


Sekalipunaku tau, Roy mencintaiku bukan bella


Dan untuk hatiku tentunya Sofi, Sofi, Sofi


Ingat Roni?


Roni lelaki pertama yang aku sukai waktu sekolah dulu, tapi responnya negatif


Ya entahlah dari mana dia tau posisi ku hari ini, tiba-tiba saja dia didepanku, dan mengatakan ingin jalan denganku


Untuk kali ini aku bebas karna Linda..


"siapa suruh lu Dateng tiba-tiba lalu ngajak jalan temen gue"


"Plis fa.. jalan sama aku.."


"Ya.. ak-" jawabku terpotong oleh Linda


"Dia sibuk, ada urusan lain lebih penting"


Dengan misterius nya dia pergi tiba-tiba


"Hoo dasar aneh.." ledek Linda


"Kenapa dia tiba-tiba Dateng fa.." tanya lani


"Mana kutau Linda.." jawab lani


"Eh eh, jangan pernah lu memerahin pipi lu" ledek Linda padaku


"Apa sih Lin" ucapku


Beberapa menit kemudian, Roni mengirimkan pesan padaku


"Fa.. plis kapan-kapan jalan sama aku, plis aku pengen minta maaf aja kok sama kamu"


Karna niatnya baik untuk meminta maaf, aku memaafkan


"Yaudah kita jalan tanda maaf ku, kalo kamu gak mau ya kamu gak maafin aku donk" balasnya lagi


"Yaudah kapan Ron"


"Nantik malam"


"Ya.."


"Yaudah aku jemput di depan pertigaan deket rumahmu ya, jangan kasih tau siapa-siapa kita ketemuan"


"Iya"


Malamnya, aku menuju ketempat yang dituju oleh Roni


"Roni" panggilku


"Hai fa.. langsung aja"


Entah malam ini mau kemana asalkan dengan Roni, pertama kalinya meskipun rasa yang udah lama terpendam setidaknya aku pernah mencintai nya dan aku akan tetap menghargai nya


"Fa.."


"Kenapa Ron"


"Aku suka"


"Sama apa"


"Perubahan kamu"


"Oh"


"Maafin aku ya" sapanya


"Maafin aku ya.." ucapnya lagi


"Fa ."


"Iya Ron aku maafin"


"Kamu mau jadi pacarku"


"Maaf Ron untuk itu, aku punya cowok"


"Siapa"


"Kamu gak perlu tau"


"Aku gak peduli fa.. aku mau kamu jadi pacarku"


"Gak bisa Ron"


Aku melepaskan tanganku dari genggaman Roni dan aku pergi meninggalkan Roni disana


Aku pulang menuju rumah, sesampainya sudah ada Linda dan lani

__ADS_1


"Aduh hemm santai aja fa.." ucapku pelan pada diriku sendiri


"Syifa.. dari mana aja sih"


"Hah.. kerumah sefa.."


Sefa teman satu prodi yang dekat denganku


"Oh, tapi rapi amat"


"Ya kata kamu harus begini mulu dandanan nya"


"Iya sih"


"eh ya dah ayok kita kerjain yang mau diseleksi Minggu depan kan ada seminar, siaap yang Dateng"


"Yaudah ayok"


Aku, lani dan Linda mengatur untuk beberapa seminar, karna pengurusan memang kebetulan aku ketua, lani dan Linda yang kebetulan koordinator


Esoknya, Roni menghampiri ku di caffe dekat rumah ku kebetulan aku dengan Linda, lani sedang ada jam kuliah


"Fa.."


"Elu lagi lagi lagi, gak capek apa?"


"Gue ada perlu sama syifa"


"Ngomong aja kenapa disini, susah amat"


"Waktu pulang dari kita diner beberapa hari lalu, aku didatengin lelaki, mungkin itu pacar kamu"


"Siapa"


"Sofi"


"Ngapain dia"


"Menghajar ku, liat nih lebam-lebam"


"Karna apa?"


"Dia bilang jangan gangguin kamu lagi"


"Ya bagus donk, artinya lu harus peka" ledek Linda


Roy dan Roni sering kali saling mengejar ku, padahal banyak peringatan yang sofi berikan pada mereka..


Dan anehnya, sampai sekarang pun aku tak tau bagaimana wajah Sofi


Hingga akhirnya sebulan lah. Setelah semua aktivitas kampus ku mulai sedikit kendor


Aku merasa, aku menyukai Roni


Sangat mencintai nya.. aku sadar betul aku sangat menyukainya seperti dahulu kala


Sofi.  Bukan apa-apa lagi bagiku


Setiap ketemu Roni, hanya bahagia.. seakan rela Roni berlaku apapun


Hingga Linda dan lani yang sering kali menyadarkanku tentang Roni dulu seolah sirna tak bergeming bagiku


"Fa.. sadar fa.  Ingat dia yang nyakitin kamu, kamu sering dihina dia dulu, inget fa.."


Banyak yang memberiku Pengertian..


Dan sabarnya Linda maupun lani menemani ku


Suatu malam, roni mengajak ku bertemu


Setelah ketemu seolah aku terhipnotis, apapun ucapannya aku turuti


Ya.  Yang aku tau aku bahagia dekat Roni akhir-akhir ini


Ada rasa seperti tak bisa menolak apapun jika saat menatap matanya


"Fa.. kamu mau kan jadi pacar aku" tanya Roni


"Mau" jawabku singkat


"Kita jadian ya.."


"Iya.."


Sebulan kemudian, hari itu adalah hari pertama puasa.. aku, Linda dan lani seperti biasa, masak-masak dirumah lani, dengan kumpulnya keluarga lani


seminggu setelah puasa berjalan.. Roni menjemput ku untuk mengajak buka bersama dirumahnya yaa sekalian hari pertama perkenalan ku dengan orang tua Roni


Seminggu kemudian


Roni menjemput ku dirumah ku


Lani dan Linda yang emang sudah ada dirumah, terkejut kedatangan Roni, padahal dari siang tadi memang aku sudah bilang kalau aku akan keluar sore ini buka bersama keluarga Roni


"Syang.. kita jadi kerumah?" Ucap roni


"Apa, sayang, darimana"


"Dari kemaren, aku sama syifa udah resmi jadian dan sekarang kita mau ketemu sama keluarga gue buat minta Restu nikah".


"Serius fa.." tanya lani


"Iya.."


"Fa sadar fa.." ucap lani lagi


"Aku sadar, emang aku kenapa?"


"Ya ampun fa . Yakin deh aku, kamu kenapa-napa"


"Udah aku mau jalan dulu nanti kesorean"


"Fa.."


Aku pergi meninggalkan ocehan mereka disana.. selama perjalanan


"Sayang.. kamu cantik"


"Makasih sayang"

__ADS_1


"Ehm, kan belum waktu buka.. ke warung ibuku ya"


"Boleh"


__ADS_2