
POV CAST
aku anak yang terbilang biasa saja, tidak sama dengan yang lain lebih menonjol karna keunikan masing-masing..
aku lebih kepada pendiam, terkadang aku mengikuti alur temanku jika mereka mengajakku nakal..
terkadang juga aku ikut alur temanku jika mereka sedang rajin, pendiam, dan penurut akupun sama..
tapi aku tidak mau dibilang anak labil, kelebihanku memang lebih bisa menempatkan diri ketika aku sedang apa disituasi apa dan aku harus apa
"Embuun" teriak kakak ku
"ya kak" jawabku
"mana sarapan ku?"
"sebentar lagi jadi kak, bentar ya"
aku harus segera menuju ke kakak ku yang sudah menungguku sejak tadi untuk makan..
"lama sih" tanyanya
"ya mana bisa cepet kak kalo masak beginian.. kecuali makanan kemasan"
"yaudah deh yaudah, sana sana"
setelah aku keluar dari kamar kakakku, aku melihat kamar adikku terbuka dan benar saja, adikku keluar dari kamarnya.. itu bahaya..
aku berlari mendekati adikku dan menggendongnya menaikkan keatas ranjang dan menepuk nepuknya pantat nya supaya tidur..
"kakak, kalo aku mau jalan jalan, kapan kakak ajak aku jalan jalan.." tanya adikku
"besok deh ya sayang... kakak kan masih harus sekolah"
"ya udah deh"
dan setelah adikku tertidur barulah aku bisa berleha leha duduk manis didepan televisi dengan segelas es kopi susu buatan ku..
"eh.. Embun... kok mama... makan sama nasi tadi agak manis nasinya.." tanya mama ku
"ha.. mamaa makan apa? kan aku belum masak?"
"mama makan nasih tadi panas... nasi yang kentel"
"oh buburnya kakak ma.. mamaa makan? yaudah, itu gurih emang ma bukan manis tapi sedikit manis"
"gimana kalo tambahin gula?"
"gula? ya jangan dong maaa"
"hah hahahahah iya iya tambahin aja gula biar manis.."
"jangan ma.. yaudah biar aku yang nambahin gula nya"
"iya, sana, tambahin.."
dan ketika akan menyiapkan untuk ayahnya sarapan
baru dituang ke mangkuk, aku mencicipi, sangat manis bubur tersebut
wah mama pasti sudah memasukkan gula
dan aku lihat ternyata benar..
begitulah sedikit tentang keluargaku..
yaa.. aku terlahir ditengah tengah keluarga ubnormal, mengapa?
yang pertama.. ayahku..
ayahku bernama Kusman biasa dipanggil pak Man kini usia ayah 60th
__ADS_1
ayah ku mengalani penyakit stroke, ia menderita stroke terbilang masih baru berjalan setahun, sebelumnya ayah adalah orang yang tegas, ayah yang memiliki usaha kost, dan ayah selalu dikenal dengan sikap tegasnya dengan para anak kost nya
sampai saat dimana ayahnya mengalami stroke ringan dan karna sering meremehkan, stroke ayah semakin parah..
sementara ibuku bernama Triastika banyak yang memanggil dengan sebutan bu Man, tapi juga lebih banyak dengan panggilan bu Tika
dan ia berusia 55th tetapi entah mengapa ia masih terlihat lebih muda dari usianya..
ibuku mengalami depresi, kadang aku juga sering memasungnya jika ia melakukan hal yang parah..
seperti mengamuk, memukuk mukul kepala nya sendiri dan sebagainya..
ibuku mengalami itu sejak sebulan kelahiran adikku yang terakhir..
mungkin karna ibuku bukan orang yang tak kuat mental, disatu sisi ia harus mengurus kakak dan adik pertamaku, juga harus mengurus ayah, ditambah ibuku setiap melahirkan selalu mengalami babbyblush setiap habis melahirkan bayinya
kupikir, babbyblush hanya akan terjadi sekali ketika ibu pertama kali melahirkan, tapi tidak dengan ibuku yang setiap kelahiran pasti mengalami babbyblush
hal itu membuat kondisi ibu memburuk dan akhirnya gangguan jiwa..
jadi untuk list nama keluargaku adalah..
Kusman - ayahku
Triastika - ibuku
Sinar Kustika - kakak pertamaku, 30th
aku anak keduanya, 25th
Mentari Kustika, 18th
Kejora Triastika, 10th
jadi memang diambil simple melihat sikap ibu ibuku yang sedikit kurang baik kondisinya jadi tidak mau sibuk mengambil pusing untuk nama panjang anak anaknya jadi hanya nama depan yang berbeda, nama belakang semua diambil dari nama ibu dan ayah ku
tapi hanya anak pertama dan ketiga yang mengambil nama dari gabungan ayah dan ibuku, yaitu Kustika yang artinya Kusman dan Triastika, sementara aku anak kedua dan adikku paling kecil ambil sepenuhnya atas nama ibuku
simple tapi aku sebagai anak bisa memahami dengan kondisi ibuku, terserah orang luar mau menjudge namaku
yaa dia berusia 30th saat ini karna aku 25th
ibu melahirkan kakak diusianya menginjak 20tahun.. karna mama menikah dengan ayah ketika masih sangat belia, kak Sinar sejauh ini normal, pemikirannya logis dengan pikiran orang lain, gaya bahasa dan lainnya juga terlihat seperti orang normal
namun jika mengenal lebih dekat dengan kak Sinar..
kak Sinar adalah orang yang sering lupa, pelupa berat, jika ia lupa sesuatu hal, ia akan berusaha mengingatnya dengan cara yang konyol
karna peristiwa ia lupa sesuatu juga konyol misalkan pertiwa ketika ia lupa menyimpan ponselnya padahal ponselnya ada disakunya malah ia cari kemana mana
yaa lepas dari itu, kak Sinar adalah orang yang normal dibandingkan adik dan ibuku
tapi dilain itu juga tentang kak Sinar akan teriak histeris dan lompat lompat tak jelas
apalagi soal makan, baru saja ia selesai makan, ia bisa saja lupa jika sudah makan, jadi harus dicatat apasaja yang sudah ia lakukan seharian
"Embun.. kamu lihat dimana aku meletakkan tasku? tadi aku disini letakkan aku mau berangkat ini" kata kak Sinar
"tas kak? dimana kak? kakak taruh mana tadi?"
"disini nih, jelas kok"
"tas apa?"
"yang ada gambar bunga matahari ditengah itu loh"
"dipakai ini kah?"
"astaga iya, iya sudah aku pergi dulu"
tas yang dicari padahal sudah ia pakai di punggungnya dan ia mencarinya, separah itu kakakku
kak Sinar juga mengidap penyakit dimana ketika ia tidur, ia akan lupa dengan yang terjadi, dokter mengatakan jika kakaknya seperti depresi namun ringan, tingkatan terendah, sementara ibunya dengan tingkatan cukup tinggi
__ADS_1
adikku bernama Mentari, panggil saja dengan panggilan Tari, ia berjarak 7 tahun dariku, jadi umurnya adalah 17 hampir 18 tahun
Mentari adikku yang pertama..
dokter berkata adikku yang satu ini memiliki imun sangat rendah, sering sakit, kalau ada yang pilek dekatnya ia akan pilek juga
"kamu muntah muntah terus" kata ku
"iya kak, ini kepalaku pusing, guruku tadi pusing, dia muntah muntah"
"lah, istirahat, ini kakak ambil minumnya"
"iyaa"
mengapa? karna ia memang gampang tertular penyakit yang diakibatkan virus semisal, temannya mengalami batuk juga cepat tertularnya, tapi jika penyakit lain semisal, melihat orang pusing, adikku takkan membantu orang itu, justru ia ikut merasakan pusing itu, ahh itu sugesti sepertinya
jika ada seseorang demam, ia akan tertular juga, kemungkinan jika ada orang diare, sakit karna benturan, dll ia akan merasakan juga, tapi jika sugesti kenapa bisa setiap harinya sejak adikku masih kecil?
"kak, kamu ngapain?" teriaknya
"kakak lagi pilek ini, jangan masuk, kamu ada apa?"
"aku pinjam bukunya, punya buku kosong tidak? besok aku sekolah, aku yang beli baru gantinya punya kakak"
"ada ini"
aku hanya membuka pintu sedikit untuk melemparkan buku itu keluar, yaa memang harus begitu kebiasaan aku dengan Mentari ketika aku sakit ya seperti yang aku lakukan saat aku sakit dan dia berusaha menemuiku
tapi dokter juga mengatakan hal sama menurut mereka itu hanya sugesti pemikiran dan tidak ada obat.. mungkin lebih ke pemikiran nya yang harus minta diarahkan ke hal yang baik lagi
tapi aku berusaha itu tidak bisa.. dokter meminta ku untuk bersabar dan menerima kondisi Mentari
untuk itu mengapa aku sedikit saja merasa tidak enak badan, aku tidak akan menemui adikku tersebut
adikku kedua yaitu Kejora, ia masih baru berusia 10 tahun..
Kejora adikku yang satu ini didiagnosa dokter autisme.. diusianya ke 10 tahun, ia sering mengalami demam hingga kejang, dan dua tahun terakhir ia baru dinyatakan jika dirinya autisme
ketika Kejora dinyatakan autisme itu mama dan papa masih normal tapi mama sudah mulai down parah karna itu
jadi aku sempat merasakan kasih sayang dari mereka dengan utuh dengan kehidupan normal sebelum sekarang yang kualami ini
terkadang aku berfikir aku malu hidup ditengah tengah mereka... sempat juga prustasi... bunuh diri jalan terbaik apa itu yang dikatakan kehidupan? padahal aku berpikir, aku ingin hidup lebih lama lagi mengurus semua keluargaku
beberapa kali aku hampir mencoba menghabisi nyawaku sendiri..
namun berkali kali juga Tuhan menghalangi niatku melalui keluargaku itu lagi..
dimana setiap usaha bunuh diri itu yang kedua adikku rewel, yang kakakku ngamuk ngamuk, yang mamaku marah marah diluar, yang papaku kambuh sampek terjatuh dari kursi rodanya, adaaaa saja yang membuatku tidak jadi untuk lanjutkan bunuh diri itu
dan disaat terakhir percobaan pembunuhan diri sendiri yang akan aku jalani, digagalkan oleh kakakku yang tiba tiba masuk kedalam kamarku ketika aku hampir meminum obat tikus...
"Embun.. kamu minum apa? minuman enak gak itu?" tanya kak Sinar
"bukan mau minum kok kak"
"Embun, ini makanan tikus ini kan, kamu kenapa mau makan ini?"
"enggak kak, gak mau makan, aku cuman tadinya liat doang, gak makan"
"Embun" teriak kak Sinar mengguyang tubuhku
"iya kak, tidak kak, aku tidak meminumnya"
"Embun, jangan bunuh diri Embun, kamu mati kakak sama siapa? siapa yang siapin kakak makan, siapa yang ngingetin kakak lagi kalo pas lupa? siapa Embun?"
"kaaaak aku bukan mau minum untuk bunuh diri, aku udah jelasin untuk liat isi dalam nya karna ada tugas dari sekolah" jawab ku berbohong saja
"oh iya iya, bener ya, yaudah sini mana, aku bawa aja.. mau aku buang, bahaya, nanti kamu liat pas kamu minum"
dan kak Sinar benar benar melemparnya dari jendela kamarku dan kesekian kalinya gagal...
disitu terkadang aku berfikir...
__ADS_1
benar kak Sinar jika aku mati, siapa lagi orang yang membantu keluarga ini untuk bertahan?