Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
AAW #2


__ADS_3

mungkin ketika orang asing melihat Leon, mereka akan familiar dengan wajah hidung belang yang sering mencuri pandang kepada wanita tapi bagi Leon itu hanya semata mata cuci mata


"liat tuh, kamu diomong" ucap Ayanna


"apaan, biarin kali, didenger aja mereka netizen, netizen jaman now kan maha benar, merasa dia paling benar, yang penting kamu tau aku gak gitu" kata Leon


"ya mata kamu makanya jangan lirik sini lirik sana, tiap lewat cewek dikit matamu mengerikan"


"idih cemburu, masih kurang tiap malem aku lemburannya?"


Ayanna menampar pelan pipi suaminya


"loh kan lagian ya sayang... aku kan cuman liat mereka, wajar lah lelaki liat cewek lirik cewek apalagi seksi noh kaya begono, tapi kan tetep aku gak macem macem diluar sama mereka, aku macem macem sama kamu doang"


"idih bisaan kamu" jawab Ayanna


Leon pun mencium pipi istrinya dan sesampainya di Tiyanna cafrest, Ayanna dan Leon memang memilih untuk jalan dari rumah ke Tiyanna cafrest karna kebiasaan Leon ke luar negri yang lebih banyak penduduknya berjalan kaki daripada berkendara


tapi di indonesia nya negara paling banyak berkendara daripada berjalan kaki...


"kak.. Tiya dah dateng?" tanya Ayanna


Leon duduk disalah satu meja..


"sudah ce.. cuman bentar.. katanya mau menemin ko Romi"


ketika itu Tiya dan Romi masih baru empat bulan berpacaran


"emm... didapur shift siapa? tolong bikinkan saya sama ko Leon ya"


"oh nanti saya suruh kesana ce"


tak lama..


pelayan bagian dapur datang..


"jadi pesen apa ce?" tanya pelayan


seluruh pelayan / pekerja di Tiyanna cafrest memanggil Libra, Ayanna, Tiya dengan sebutan cece yang artinya kakak dalam panggilan cina..


begitupun kepada Seno suami Libra, Lion suami Ayanna dan Romi pacar Tiya..


"dua sandwich daging sapi, satu porsi nartabak level B, sama pie daging jumbo, salad buah nya dua mangkuk, sama mie lari nya satu mie jalan dua, minumnya susu dingin dua sama jeruk manis dingin dua" jelas Ayanna memesan makanan


"baik ce"


"eh mbak, sama tambahin jamur paprika sama puding susu" jawab Leon


yaa begitulah mereka..


seperti memiliki usus berukuran jumbo untuk menampung makanan sebanyak apapun...


kedua nya cocok, ketika urusan makanan..


Ayanna memang sejak kecil makan dengan porsi banyak namun badannya tetap kecil, berbeda dengan kakaknya, Libra, yang sering menjaga makan agar tidar gendut sementara Tiya lebih kepada tubuh proposional namun Tiya tidak mau membatasi dalam hal makanan


dan ketika selesai makan...


ketika itu Libra dan Seno datang..


"makan?" sapa Libra


"kak.. makan kak, kakak udah makan?"


"udah tadi.. emm Ay.. apa Tiya sudah berbicara padamu soal dia akan serius?"


"serius?"


"iya.. beberapa hari lalu aku lihat Romi mengobrol dengan papa deh.."


"ngobrolin apa?"


"gak tau, kakak keburu keluar sama Seno, tapi malam nya ayah bilang.. katanya si Romi mau serius.. cuman ayah bilang sama Romi jika seperti itu mintanya tunggu aku sama kamu"


"em... ya nanti aku tanyain aja deh"


"silahkan ce.. mau dibuatkan makanan apa?" sapa pelayan


"yang.. makan apa kamu?" tanya Libra pada Seno


"pengen puding nya aja... baru aja cicip punya Leon enak"


"yaudah mbak, puding susu nya satu, saya juga"


"baik ce"


dan setelah yanna menemui Tiya, Tiya membenarkan, dan akhirnya Romi menemui seluruh keluarga Tiya, ia juga mencari keberadaan ibu kandung Tiya untuk sekedar mengenal..

__ADS_1


skip


beberapa hari setelah pernikahan Tiya..


kini tiga gadis kecil yang diasuh oleh dua orang yang besar hati telah bisa membangun rumah tangganya..


ketika suatu hari.. terlihat Leon bersama Romi disana


Libra datang bersama suaminya..


Libra menyentuh tangan suaminnya dan menghentikan jalannya..


"yang, lihat itu, ada si Leon" ucap Libra


"ya terus?"


"aku heran deh sama Leon yang, untungnya aku orang dalam, kalau aku orang luar. aku berfikiran sama dengan orang orang diluar sana"


"em.."


"keliatan sih kalo Leon itu kayaknya playboy, arrogant, yakan?"


"ya kalo laki yank, yaa cuman sampul begitu"


"ya tau, paham aku paham, kamu juga gitu, dia juga gitu, cuman apa kamu yakin gaya gaya seperti dia kalau diluar digodain cewek bakalan no respect?"


"emm.. test aja"


"test apa?"


"ya di test, bener gak pemikiran mu yank.. misalkan kamu bayar saja cewek, cantik, berani. seksi, buat godain dia"


"waduh, kalo dia ngikut tuh cewek.. bahaya, aku dong yang perusak rumah tangga adikku"


"aku sih kenal ya sama Leon, walaupun baru baru ini sejak dia nikah sama adikmu, tapi gak tau ya aku liat dia itu tulus gitu sama Ayanna"


"masak sih?"


"test aja.. aku juga penasaran sih yang"


"ah jangan aneh aneh, bahaya"


"enggak, belum dicoba"


"kalo dia ninggalin yanna?"


"ah serius, bercanda kamu, udah ah jangan.. orang aku cuman nanya malah kasih ide buruk"


ternyata diam diam Seno melakukan yang jadi idenya..


ia membayar salah satu teman kuliahnya yang memang terkenal gampang menaklukan lelaki..


apalagi menggoda dan ketika hari itu tiba..


dimana Leon berada disalah satu tempat karaoke ketika itu memang sengaja diajak oleh Seno..


tak lama Seno meminta izin ke toilet, dan Seno menghubungi wanita itu untuk masuk


ketika sudah masuk, Seno siap dengan video rekord nya untuk bukti bagaimana sifat nyata Leon..


awalnya memang Leon melirik menikmati keseksian wanita itu karna Leon memang begitu


namun ketika wanita itu joget seksi.. yang normalnya lelaki akan terangsang karna goyangan yang hampir membuka bagian sensitifnya itu, tapi justru Leon menertawakan..


wanita itu terdiam sejenak lalu kembali joget dengan beberapa gerakan erotis


"hahaha kenape lu" jawab Leon


"ih" ucap wanita itu


"kek cacing kepanasan.. tuh pantat kemasukan cacing yang lagi kepanasan yak?" ledek Leon


"ih kamu nih"


"apaaa?"


dan masuklah Seno..


masih dengan kamera yang merekam, mungkin Seno lupa mematikannya..


"haha... dasar bloon ih" ucap Seno


"tiba tiba dia masuk main joget joget ko, dia pikir keren, nih koko gue mau kali"


"mana ada.. kaga mau gue, udah ada bini, minta bini aja kaga bayar gratis"


terlihat wanita itu duduk dan seperti menempel nempelkan dadanya ke lengan Leon tapi kembali lagi Leon menertawakannya

__ADS_1


"dih dih, jangan nempel, gedean punya bini gue, montokan punya bini gue, gue gak doyan punya cewek lain, gue doyan punya bini gue"


"ya kan itu dirumah, diluar kan beda"


"dih, diluar kek, dirumah kek, dikantor kek, mo disini juga kek, kalo gue mau ya tinggal pulang ngajak istri gue.. servisan enakan istri gue.. lu gatel, gue takut ketularan gatel, istri gue kan kaga gatel"


cewek itupun keluar karna ucapan dari Leon memang sangat menyakitkan dan betapa salut nya Seno kepada Leon atas sikapnya itu


sekarang tau siapa Leon, dan saat memeluk Leon, video rekord itu baru kepencet untuk menghentikan video...


beberapa hari kemudian, Seno mengumpulkan Ayanna, Libra dan Tiya namun tak dihadiri Leon dan Romi ketika itu..


Seno memberikan rekaman video hasilnya beberapa hari lalu..


dan ketika Libra menonton, ia kaget rencana Seno ternyata dilakukan benar benar oleh suaminya


Libra mencubit lengan Seno..


"sayangggg"


"aduh aau au sakit"


"kamu nih, dibilangin jangan, jangan" bisik Libra


dan Ayanna pun berbangga, turut tertawa dengan sahutan dan celetukan suaminya didalam video itu


"sayang" sapa Leon mencium kening Ayanna


Ayanna melirik sadis kearah nya..


"dih ko, ini kan" ucap Leon..


"hehe iya"


namun ketika video memutar bagian yang terakhir, bahkan Seno pun kaget mengapa itu bisa terekam dan Ayanna melirik kearah Leon


yanna menarik telinga Leon begitupun Libra mencubit lengan Seno..


sementara Romi yang baru masuk dan tak tahu apa apa langsung ditarik untuk keluar oleh Tiya


"eh.. sayaaang... kita keluar aja" ucap Tiya


"loh kenapa?"


"udah aku cerita dimobil"


dan disana Libra menarik terus mencubit lengan Seno begitupun Ayanna menarik telinga Leon


"ya kan apa yang salah, aku gak nyentuh dia kan"


"ya gak nyentuh, kenapa harus bilang lebih gede punya aku, montok punya aku, kan malu, mana kamu sama kak Seno"


"ya kan faktanya.."


"tauk ah.."


sejak Libra, Ayanna, dan bahkan Tiya menikah, mereka memutuskan untuk berhenti dari segala macam kesibukan diluar selain didalam Tiyanna cafrest..


ketiganya memilih untuk mengurus Tiyanna cafrest bertiga, sementara para suami yang bekerja..


bahkan kini mereka memperbesar Tiyanna cafrest dengan menambahi lift transparan tanpa penyekat di luar cafrest dan juga eskalator naik turun didalam, juga ditambah drive thru agar pemesan yang tak mampir bisa juga memesan dari bar luar..


sementara Libra hanya sebagai pengawas utama


Tiya pengendali keuangan


Ayanna pengurusan kualitas makanan


tak lupa pelayanan juga diterapkan maksimal karna menu dan harga yang mereka tawarkan bukan abal abal..


dan disisi lain, ketiganya membangun rumah yang cukup sederhana namun lengkap, untuk kedua orang tuanya, supaya ketiganya bisa lebih sering mengawasi orangtua mereka yang sudah mulai tua....


"apa tidak mengganggu pekerjaan mu nantinya?" tanya Rudy pada Libra


"enggak lah pa.. justru kalau dekat, setidaknya kami bisa mengawasi kalian, juga kalian bisa kan duduk santai menghirup udara dikeramaian Tiyanna cafrest.." jelas Libra


"iya pa.. kalian gak akan menganggu kita" jawab Tiya


dan Tiya memberikan dua mangkuk bubur buatannya untuk kedua orang tuanya...


"tapi kalian gak malu dilihat sama pelanggan kalian ada orang tua bangka seperti kami duduk di restoran mahal" tanya Asna, ibu mereka


"kami cuman gak mau nyusahin kamu dan dua adikmu libra" sambar Rudy


"ya mana ada seperti itu, harusnya kami yang malu, aku dihidupi kalian, aku bukan anak mama Asna tapi mau merawatku" jawab Tiya


"papa bukan ayah kandung kenapa mau merawatku, harus nya aku malu " jawab Ayanna

__ADS_1


__ADS_2