
"dua duanya.. itu yang satunya punya pak yunan, gakpapa masuk aja"
"oh ya bu"
dan setelah selesai..
"yunan bentar ya, yang sekotak punya sekertarisku bentar ya, aku anter bentar"
"yaudah"
dan ketika lidi kembali..
ia duduk disofa ruang kerja dan menikmati makanan pesanannya bersama yunan..
"tadi mau cerita jadi sekarang ya" ucap yunan
"iya.. kenapa?"
"aku suka sama cewek"
"serius?" tanya lidi kaget ia pun mendelik
"iya serius tapi... ada kendala"
"apa?"
"ya sama ma om dito lah, papa gak mau, padahal dia mintanya taaruf"
"wah serius gak sih kamu, beneran kan? kamu serius kan?"
"iya serius"
"serius lid..."
"lu cinta gak sama dia maksud ku"
"ya lah"
"yakin? gak karna larian kamu"
yunan mengelus kepala lidi
"aku serius anak kecil...." ledek yunan
"emmm... yaudah kalau serius kita bareng berjuang, untuk pasangan kita, tapi dia tau soal kamu kan?"
"belum"
"loh ya harus tau lah, kamu ceritakan semua dulu, supaya dia ngerti.."
ketika keduanya sepakat berjuang bersama demi pasangan masing masing..
keduanya saling membantu menjelaskan kepada ayah masing masing tapi kedua ayah mereka tetap kekeh pada pilihannya..
"susah lid, aku sumpah ya berjuang demi wanita baru sekarang debat sama papa, papa biasanya sih yaa santai santai aja, karna dia udah srek ke kamu sama om dito itu dah" jelas yunan
"ah kamu, belum setahun juga masih berapa bulan udah nyerah, kamu tau aku sama afan gimana"
"iya ternyata gak mudah"
"iya lah, siapa bilang mudah, apalagi urusan sama orang tua sendiri"
"terus nih gimana, kasih solusi nah, kamu kan mahasiswa terpintar"
"apaan sih, biasa ja keles"
dan ketika keduanya duduk sama sama memikirkan jalan..
"aku tau" ucap lidi
"apa?"
"kita temuin papa kamu sama papaku, ajak janjian makan malam, dan kita bawa pasangan masing masing" jelas lidi
"setelah itu?"
"ah setelah itu urusan kamu, kalau aku akan perjuangkan afan.. aku akan bicarakan pada afan, aku duluan ya"
dan ketika yunan mengiyakan..
akhirnya waktu dimana kedua orang tua dipertemukan...
__ADS_1
"yunan sama lidi kemana?" tanya dito
"dijalan pa, ini masih baru otw lepas kantor" jelas rira..
tak lama kedua orang tua yunan turut datang
"lah, saya kira saya paling lama ini datang" ucap ayah yunan
"haha iya brlum kok, anak anak juga belum pada sampek" jelas dito
"duduk mbak, mas" sapa rira
"ph iya iya makasih" jawab ibu yunan
"waduh anak dua ini apa mereka akan jadi hari ini?" tanya dito
"papa" ucap rira
"kenapa ma, kan bener ma?"
"iya bener, udah ah... jangan ngomong yang belum pasti, nanti aja nunggu anaknya, ini ada apa"
tak lama datanglah lidi bersama afan...
"lidi..." ucap dito kaget
dito tarik tangan lidi..
"kenapa sekarang bawa dia. ini kan acara kamu sama yunan" tanya dito
"ya kenapa pa, ada yang mau aku jelasin ke papa sekalian ke ayahnya yunan"
"jelasin jelasin gimana? yunan itu cinta sama kamu, papa sudah sering dengar yunan cerita ke papa nya"
"iya itu dulu, udah pa kita balik aja"
mereka kembali..
"om, ini afan.. temen lidi" ucap lidi
"oh iya..."
rira mengajak lidi dan afan duduk..
"serius?" tanya dito
"iya dit, yunan itu pernah kasih tunjuk, tapi aku malas, pikirku udah paling cocok sama lidi" ucap ayah yunan
"aku sama, aku pikir juga seperti itu" sambar dito
dan lidi menggenggam tangan afan sebagai tanda memberikan kekuatan..
tak lama dari itu.. yunan pun turut datang bersama perempuan yang sedang dekat dengannya, bernama Eni...
kesan pertama baik kedua orang tua yunan, lidi dan dan afan, juga kedua orang tua lidi adalah eni berhijap sangat anggun, ia juga terlihat tak seperti wanita biasa saja, tas di lengannya jelas terlihat bermerek..
ketika memperkenalkan..
"selamat malam om dito, tante rira.." sapa yunan
"iya yunan, langsung duduk aja yunan" jawab rira..
"iya tante.. intinya disini kan sudah datang lidi sama afan, saya bawa eni, eni ini perempuan yang akan saya nikahin dalam waktu secepat mungkin" jelas yunan
dito melirik arah ayah yunan yang hanya diam menunduk...
"yaa ke mama sama papa ku yang seperti aku sudah bilang, aku tetap akan menikah dengan eni, aku sudah temui ayah eni, keluarga eni, dan mereka menerima ku asal taaruf..." jelas yunan
"gini pa.. om.. pada intinya, aku juga yunan sama sama dewasa yang tau seperti apa kita harus cari pendamping" jelas lidi
"aku tetap pa, om, menikahi eni, dengan atau tanpa kedatangan papa" jelas yunan..
"ya kalau aku karna aku perempuan, dan afan memintaku untuk tidak melakukan hal sama dengan yang dilakukan yunan, aku tunggu keputusan om tentang hubungan yunan sama eni, dan keputusan itu sedikitnya akan memengaruhi keputusan papa dito" jelas lidi
"jujur dit, yunan anak ku terakhir.. kakaknya menikah memang tidak pernah aku spesifikasi kan harus bagaimana, biar apa, dll, untuk sekarang karna memang lidi sudah ada, aku akan merestui anakku" jawab ayah yunan
"papa serius?" tanya yunan..
"iya serius"
karna keputusan itu, dito berdiri dan pergi meninggalkan restoran itu bersama rira
__ADS_1
sesampainya dirumah..
ternyata lidi dan afan turut ikuti mobil dito dibelakang.....
"papa restuin kalian, dengan syarat tunggu sampai eni dan yunan benar benar jadi menikah" ucap dito
"berarti papa ngerestuin?" tanya lidi
"tapi liat dulu, apa yunan benar benar jadi kepelaminan sama eni eni itu"
"okeh kita tunggu aja pa"
dan ketika menghadiri persiapan pernikahan yunan dan eni..
"gimana lid sama om dito?" tanya yunan
"sumpah aku seneng banget sih, asli.. papa ngerestuin kok, cuman ya itu, dia mau mastiin dulu kamu benar benar menikah atau tidak"
"kenapa gitu?"
"biasa lah papa, palingan mau pembuktian aja kamu bilang nikahin eni karna cinta atau karna bantuin aku doang katanya.."
"oalah.. yaudah deh tungguin aja haha"
dan karna mendengar ucapan itu, baik lidi maupun afan dengan antusias membeli tanah beserta rumah untuk mereka tinggal, dan tinggal di negara yang selama ini mereka ingin tinggali yaitu amerika...
namun saking sibuknya, alhasil keduanya memberikan sepenuhnya kepada tangan kanan keduanya yang tinggal di amerika untuk memilah milih yang menggambarkan keinginan desain lidi maupun afan..
di minggu ketingga, dimana pernikahan antara yunan dan eni hanya kurang 7 hari lagi..
lidi maupun afan dihubungi oleh sahabat mereka yang bernama rigro...
dan akhirnya keduanya menyempatkan datang ke amerika dalam waktu sesingkat mungkin..
namun ketika tau rumah yang dipilih rigro...
"yaaa aku suka sih.. beneran.. aku memang ambil yang lebih banyak outdoor daripada indoor.. tapi gak gini juga kali di indoor nya.." gerutu lidi
yaa.. rumah yang dipilih rigro adalah rumah yang terpisah pintu utama dan terpisah rumah satu ke rumah satunya, tapi tetap satu atap..
paham tidak?
yaaa pokoknya begitulah...
"ya aku susah lagi, ambil yang dominan apa gimana, kalian permintaan beda" jelas rigro
"ya mix aja, ambil tengahnya.." jelas lidi
"yaaa.. gini, lihat aja, ini beda nya cuman di bagian ini view depan rumah kan kolam persegi panjang ada tepat olah raga juga gazebo dan dalam nya full elektronik kece, permintaan kamu kan fan, yang ini lid, lihat, ini permintaan kamu, air mancur, samping kolam, samping kolam ikan, juga ada mini zoo.." jelas rigro
"ya masak iya kita tinggal kepisah sih?" tanya afan
"ya ambil tengahnya aja.. ini sudah setengah jadi dibagian hadap depannya, kan tadi samping kanan kiri, ini aku suruh bangun lagi karna ada lahan kosong, jadi positif nya dua rumah bisa lah buat warisan ya gk sih.. " ucap rigro
dan karna mengerti pengorbanan dan penjelasan rigro, afan membantu untuk menjelaskan kepada lidi..
dan akhirnya lidi pun menerima..
"yaudah aku gak mau tau ya.. ini rumah deadline pake kerja full time, karna setelah temen ku menikah, aku langsungkan pernikahan juga dan niatku gak mau lama lama diindonesia, karna usahaku sama afan adanya disini" jelas lidi
"siap big boss girl.." ucap rigro tegas..
"udah, kamu kerjakan semua aja, kasih kabar habis apa kurang apa bisa kita transfer dan kirim foto tanda bukti jika membeli bahan bahan nya" jelas afan
"iya.. soal kamu nanti, kalau udah beres dan pas, bonus gede" tambah lidi
"ahhh.. siap deh big bos ku.. aku percaya kok, orang kaya mah bebas.. musuh sultan bisa apa? bisa happy every day"
dan tak mau kecewa dua kali, lidi lebih sering mengirim gambaran harus bagaimana rumah yang masih dibangun itu..
dan ketika kembali ke indonesia, dan dua hari lagi akad pernikahan yunan dan eni, langsung dilanjut acara resepsi, baik afan dan lidi memberikan full timenya untuk yunan dan eni..
hingga setelah pernikahan keduanya..
yang sama sama mengimpikan tinggal di luar negri, yunan dan eni pun yang mulai merintis bisnis nya di turki dan akan tinggal di turki pula..
"pa.. seperti janji papa, ini udah seminggu sejak yunan sama eni pindah ke turki dan sebulan sejak pernikahan keduanya.. papa pernah janji? inget?" tanya lidi yang sedang bersama afan
"inget, yaudah kapan bisa ketemu sama keluarga kamu?" tanya dito pada afan
lidi dan afan saling tatap penuh kebahagiaan..
__ADS_1
dan akhirnya mimpi itu, perjalanan itu, perjuangan itu, akan berakhir pada kebahagiaan..
"lusa om, lusa kebetulan tante saya akan datang ke sini dan membawa ibu juga anak dan suaminya, nanti biar saya kabari saja untuk membawa semua keluarga juga" jelas afan