Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SR #1


__ADS_3

"itu pick up nya punya pak handi sama pak dandi"


"siapa mereka?" tanya dara


"itu pengurus sensus ma" jawab angga


"mereka orang pertama mengenalkan dirinya kesini" jelas seno


"oh.. "


dan melihat seksama


"apa ini yang sering aku dengar tentang adik pak handi sama pak dandi?" gerutunya dalam hati


dan ketika terbangun...


rita sudah bingung berada di tempat asing dan ia mendengar beberapa ucapan yang membuat nya terdengar lalu mengikuti arah suara..


"makanya kamu itu harus sering keluar keluar rumah, gak jadi kuper.. bukannya kamu cepet ya kalau berteman" ucap dara


"males ah ma"


"eh walaupun ini desa, tapi penduduknya juga gak ketinggalan jaman kok"


"iya sih iya, males intinya ma"


dan ketika rita menjatuhkan tasnya..


"eh sudah bangun" sapa dara


"emm buk, pak, maaf saya gak bermaksud menguping pembicaraan kok"


"oh gakpapa"


"kalau begitu saya permisi pak, buk, kang.. makasih"


"iya kami yang terima kasih"


"oh iya buk, pak, nanti pick upnya biar diambil sama kakak saya.."


"eh jangan, bawa aja"


"saya gak bisa naik nya pak"


"seno"


dara memberikan kode untuk seno mengantarkan rita..


"kok seno?" tanya seno


"udah sana, lelet" bentak dara dengan membisik


dan ketika seno pertama kalinya mengantar rita...


"rita.. makasih ya" ucap dara


"iya buk, pak, sama sama"


dan ketika masuk, keduanya tampak canggung


"oh seno itu kamu ya" sapa rita


"iya, kenapa?"


"enggak, aneh ya"


"maksudnya?"


"kak handi juga kak dandi sama sama kenal kamu, emak juga kenal kamu, bapak juga kenal, pernah ketemu juga pas lagi ke sawah, kan sawah bapak didekat rumah kamu,satu keluarga kenal cuma aku enggak" ucap rita


"iya ya.."


dan sejak itu keduanya dekat..


seno sering menceritakan tentang masalalu nya, kehidupan barunya, cerita dengan banyak wanita di kampusnya..


seno nyaman dengan rita..


rita adalah pendengar paling setia..


rita terbilang anak yang tidak terlalu ketinggalan zaman kok, buktinya ia sudah memiliki whatapp juga facebook juga ada BBM


"kamu kalau buka hape mu, untuk apa?" tanya seno


"ya mungkin ada orderan buah ke bapak, aku kan nawarin dagangan bapak ke online shop"


"oh lainnya, mungkin deket ama cowok, kenalan"


"aku gak kepikiran juga sih"


tapi ia menggunakan itu benar benar untuk yang sangat bermanfaat..


walaupun rita terbilang anak jaman now didesa, ia juga tidak ketinggalan zaman dan masa mudanya.. namun ia masih terbilang sangat sopan..

__ADS_1


"kemana mobilnya sen?" tanya rita


"bocor, males, harus panggil montirnya, tadi udah sih, mungkin udah beres juga sekarang"


"nih minum, yaudah aku anterin kerumah"


"jalan kaki?"


"iya.. gakpapa kan?"


"iya deh, daripada jalan juga sendirian"


karna setiap ia jalan, dan melihat ada orang entah itu sedang duduk, atau berpapasan, ia selalu menyapa, itulah membuat rita cukup dikenal di sana...


setiap seno bercerita, rita akan menghentikan segala urusan dengan ponselnya supaya seno bisa dengan leluasa menceritakan nya..


dan rita sebenarnya adalah orang yang tidak memikirkan soal percintaan, namun ia tak memungkiri ia menyukai seno, namun ia sadar siapa dirinya..


sementara seno sering menceritakan kisah nya dengan beberapa perempuan yang ia dekati


disitulah seno merasa rita adalah sahabat yang baik..


"terus kalau deketin firda.. kamu mau putusin sassi gitu?" tanya rita


"iyalah, aku gini gini gak pernah pacarin dua orang sekaligus bersamaan" ucap seno


dan sejak persahabatan mereka..


setiap seno diminta untuk ceweknya datang kerumahnya.. ia takut ketahuan oleh cctv yang dipasang dara dan angga


akhirnya ia mengarahkan rumah rita disebutnya rumahnya..


dan mungkin karna terlalu banyak yang pergi meninggalkan nya karna rumah yang diakui nya rumahnya terlalu kumuh, ia mulai memandang rita..


"aku rasa hal yang sama.. ini rumah terlalu kumuh, dan terlalu kotor, lantainya lantai tanah aspal, dan hidup bergantung dengan gaji handi dan dandi" gerutu seno dalam hati


tak lama sejak ia berfikir seperti itu, ia pun mulai terbuka sejak rita sering membawakan nya makanan, menguruskan keperluannya selama di daerah itu.


dan menemani seno kemana pun ketika seno sedang akan pergi


dan ketika membuatnya jatuh cinta..


dimana ibu rita juga seperti menganggapnya anak sendiri sendiri, selalu dijamui dengan banyak kasih sayang...


ia mencoba menghubungi kedua orang tuanya..


dan kemudian, dua hari kedepan akan datang kerumahnya...


saat sampai digang rumah rita, kebetulan rita baru akan mengantarkan camilan pisang geprek susu bikinan nya


"eh, enggak rita, aku mau pulang ke mama"


"yah, eh dadakan sih, aku ada buah mangga, sebentar aku ambil"


dan ketika rita kembali membawa sekresek besar mangga


"banyak sekali rita"


"udah bawain buat buk dara"


"makasih ya, ini apa?"


"ini camilan, pisang geprek susu, buat kamu makan dijalan sudah"


"waduh makasih ya"


dan ketika seno melanjutkan perjalanan..


ia sampai dirumahnya..


dan menemui kedua orang tua nya..


ia meminta untuk dara dan angga membantu rita untuk bisa kuliah, dan bisa mengangkat derajat keluarga mereka..


dan karna dara memang sudah jatuh hati kepada kebaikan rita, ia pun tak mempermasalahkan..


dan ketika kembali kedesa, seno dan dara kebetulan angga berhalangan hadir langsung menemui rita, mengutarakan maksud kedatangannya..


"ah ibu serius" tanya rita


"iya saya serius, bapak sudah menyetujui, saya juga sudah suka sama kamu... sejak kita ketemu.. kamu pas untuk saya, udah ya jangan ditolak, saya mohon..." jelas dara


"waduh bu, tapi saya masih gak kebayang bu untuk kuliah"


"kamu tenang saja, saya yang bayar semua"


"tapi"


"udah, plis, tante mohon, kamu hargai saya"


"saya hargai tante kok, tapi"


"cara menghargai yang tidak menolak"

__ADS_1


dan akhirnya rita pun menerima..


ia pun kuliah, sementara seno yang baru lulus dari S2 tehnik desaign melanjutkan kuliahnya di S3 arsitek, sementara rita yang langsung masuk ke S3 agronomi bisnis pun akhirnya sering jalan bersama dengan seno...


"rita.. aku boleh bicara sesuatu?" tanya seno


ketika seno berani menyatakan perasaannya..


ia semakin yakin, sesibuk apapun rita saat ini didunia perkuliahan, yang benar benar diketahui oleh seno bagaimana padatnya tugas, tak membuat seorang rita berubah sikap, ia masih sama dengan rita dulu


selalu menasehati, selalu menegur kesalahan seno, selalu mengarahkan ke hal hal baik dan positif, tidak sombong, terpenting masih bisa jadi tempat curhat ternyaman..


"bicarakan saja sen, kan kamu sering langsung ngomong.."


"aku suka sama kamu"


"ha.."


"rita.. aku serius"


"sejak kapan?"


"sejak aku sadar lah"


"serius ih, ah palingan juga kamu bercanda"


seno menegapkan dadanya..


"aku serius.. aku baru sadar, kamu orang yang sempurna.. kamu bisa mengimbangi aku, kamu selalu menasehati aku, kamu nemenin aku kemana mana, you are so perfect"


"ah enggak, aku kenal kamu seno, mana mungkin seleramu jatuh, gak mungkin lah kalau kepada aku"


"rita, ayolah, coba berfikir lebih keras.. apa kamu tidak menyadari itu?"


"apa buktinya?" tanya rita


"bukti? kamu mau tau bukti terbesar ku?"


rita mengangguk


"aku yang memperjuangkan kamu berada dititik ini, aku meminta ayah ibuku untukmu bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi, aku benar benar merasa sangat nyaman dekat kamu, aku sadar siapa kamu, dan apa peranmu" jelas seno


dan seketika rita kaget, ternyata ia berdiri sekarang atas perjuangan seno..


"kamu harusnya peka rita.. aku tidak pernah cerita tentang cewek lain sejak kita kuliah bareng... dan sejak itu juga aku sadar karna wanita cuman satu yang berhasil memainkan perannya dengan sangat baik, yaitu kamu" jelas seno


"kamu pengalih dunia ku, segala duniaku, bahkan aku fokus hanya untukmu, kamu harus nya paham hal itu"


dan rita memeluk seno..


"kamu minta aku peka.. kamu harusnya lebih peka dari aku.. aku pernah suka padamu, tapi aku berhasil mengurungkan itu karna aku sadar siapa aku" jelas rita


"ha.. kamu serius?"


"iya serius"


"kamu harus lihat bagaimana aku sering menemani kamu, meminta mu melakukan hal baik dan bermafaat, bagaimana aku sering mengantarkan makanan kerumah mu padahal kamu tidak memintaku dan tidak memberiku uang untuk makanan itu" ledek rita


"ah kamu, bisa aja" ucap seno..


"hemm.. aku dari dulu pengen banget kamu tau tentang perasaan aku, yaa sekedar tau sudah cukup, tapi aku berfikir kamu akan tinggalkan aku ketika kamu tau" ucap rita..


seno pun kembali memeluk rita


"aaah.. auh.. sakit" ucap rita


"ha.. sakit?"


"iya lah, kamu nih, dicubit sakit lah"


"ah sakit? aku gak mimpi dong"


"eh dasar ya"


dan mereka pun resmi berpacaran..


sebelum mengatakan cinta kepada rita.. seno sudah membicarakan ini kepada handi dan dandi, lalu ia mengatakan kepada kedua orang tuanya, dara dan angga yang keempat orang memberikan signal positif


"akhirnya aku berani, juga karna dukungan dari mereka" ucap seno


ketika 5 tahun harus ditempuh keduanya untuk mendapatkan gelar sarjana, ditahun kedua hubungan keduanya cukup dikenal diseluruh kampus mereka..


pasalnya gaya pacaran yang membuat banyak orang kesal dengan cemburu seno yang sangat besar sementara rita adalah gadis yang sangat suka menyapa siapapun orang termasuk tak ia kenal..


"eh, mereka itu sebenernya pacaran model gimana yak, udah tau laki nya cemburuan gede, cewek nya tiap ada orang dia sapa" bisik nanda salah satu teman satu organisasi dengan seno dan rita


"iya yah.. mana si rita emang begitu sih gampang banget akrab sama orang coba deh lu tanyain siapa coba yang gak kenal tuh anak, eh pacarnya cuek gila.." gerutu teman nanda


dan memang banyak yang mengenal rita karna suple nya.. namun semua akan kaget ketika tau rita pacaran dengan lelaki cemburu super sadis..


suatu ketika..


rita sedang mengobrol dengan teman satu kelas prodi, dengan jennifer juga, membicarakan tentang laporan akhir semester yang sudah menjadi tugas utama mereka..

__ADS_1


tiba tiba seno datang..


__ADS_2