
dan menemui andi dirumahnya
"mas andi ada?" tanya nuni kepada anak andi dengan istri keduanya
"ada.. sebentar"
tak lama istri keduanya keluar
"kamu"
"maaf ganggu saya cuman ada perlu sama mas andi"
"yaudah masuk"
meskipun begitu, nita, istri kedua andi tidak semenah menah bersikap kepada nuni, karna sebenarnya nuta adalah orang yang baik
bahkan ia sempat hampir membatalkan pernikahan nya dengan andi karna tak mau nuni sakit hati, dan sejak ia menerima pinangan andi, ia seperti menjaga sikap karna tak enak hati pada nuni..
jadi intinya tak ada masalah diantara nuni dan nita sebagai istri baru dari andi
"kamu nuni?" tanya andi, karna masih baru sembuh, andi masih belepotan untuk bicara
"iya mas.. aku cuman mau bilang, aku ketemu sama rayya"
"rayya?"
"rayya, anak kita yang dibawa sama mama"
"dimana dia?"
"dia ada dirumah aku sekarang.. tapi dia buta.."
nuni menceritakan kondisi rayya...
"aku pengen ketemu sama rayya" ucap andi
serasa sadar siri, nuni menoleh kearah nita ternyata ia mengangguk memberikan izin
dan ketika esoknya mereka bertemu..
yaaa... rayya bertemu untuk pertama kalinya dengan ayahnya..
"rayya" sapa andi yang duduk di kursi roda menyentuh pipi anaknya
"ini papa?" tanya rayya menyentuh tangan andi
"iya nak, papa"
"papa dikursi roda?"
"iya.. papa kangen sama kamu, kenapa dengan mata mu?"
"itu gara gara rayyi pa, rayyi yang nabrak rayya" ucap rayyi
ayahnya tak marah atau kaget karna ia sudah tau cerita dari nuni..
rayya tak kuasa menangis memeluk ayahnya dan ibunya bersamaan
dilanjut pelukan dari rayyi..
dan istri kedua papa nya pun tak dapat membendung kesedihan nya..
setelah cukup lama sekitar sebulan berlalu, nita, memberitahukan kepada nuni jika andi masuk rumah sakit
dan nuni pun datang.. sesampainya dirumah sakit memastikan jika andi benar benar dirumah sakit, nuni menelfon rayyi untuk datang bersama rayya
dan ketika selesai memberitahukan kepada kedua anaknya, nuni pun menuju ke ruang rawat yang sudah ditunggu oleh andi
"nuni, maafkan aku.. jika aku pernah menyakiti kamu, meninggalkan kamu dan rayyi, maafkan aku dan maafkan kebanyakan dosaku " ucap andi
"aku sudah memaafkan kok mas"
"aku nitip rayyi dan rayya juga anak anak ku bersama nita.." ucap andi
tak lama andi pun menghembuskan napas terakhirnya..
dan ternyata beberapa hari lalu, ketika andi mengatakan kepada nita niatnya mendonorkan mata nya untuk rayya.. ternyata tepat dihari itu, dokter pun mengoperasi untuk pengangkatan untuk donor mata rayya dari andi, papa kandungnya..
setelah rayya dan rayyi datang..
"papa kok ditutup ma?" tanya rayyi
"ha, papa kenapa ma?" tanya rayya
"papa sudah tenang dialam sana"
"papa meninggal ma?" tanya rayya kaget
"dok.. papa gakpapa kan dok?" tanya rayya pada dokter
"pak andi sudah tenang disana, ia butuh doa saja.. dari keluarganya" jawab dokter
__ADS_1
rayya pun menangis sejadi jadinya
"maaa... rayya belum bisa lihat papa, kenapa papa udah pergi, paaa.. rayya belum bisa lihat papa, bangun pa, tunggu rayya bisa lihat papa" teriak histeris rayya
rayyi mencoba menenangkan rayya dengan memeluknya..
"pak andi titip mata untuk donorkan pada rayya" ucap dokter
"papa mendonorkan matanya?" tanya rayya
"iya, jika perlu, tolong untuk lebih cepat, karna donor mata tidak bertahan lama" jawab dokter lagi
"kapan terus saya bisa dok?"
"hari ini?"
dan sorenya ketika ayahnya dikebumikan, rayya tak bisa hadir karna menjalani operasi matanya
dan menunggu 12 jam sebelum akhirnya rayya bisa membuka matanya, ia awalnya memaksa untuk bisa datang ke makam ayahnya, namun dokter meyakinkan rayya untuk memperbanyak dulu istirahat baru jika sudah bisa dilepas perban dimatanya barulah rayya bisa datang sepuas hatinya berlama lama disana
*12jam kemudian
"saya buka perbannya nanti jangan langsung dibuka ya, saya kasih aba aba hitungan baru bisa dibuka perlahan" jelas dokter
"iya dok"
rayyi pun menggenggam tangan kakaknya yang lahir 7 menit sebelumnya
ketika rayya mulai membuka perlahan mata nya dan akhirnya ia bisa dengan jelas melihat sekelilingnya...
ia melihat sudah banyak orang disana
ia baru bisa melihat wajah orang tua yang melahirkannya dan betapa sennang nya ketika ia bisa melihat rayyi
"bisa kan ray?" tanya nuni
"mama nuni?" ucap rayya memeluk nuni
"iya mama, alhamdulilah kamu bisa melihat lagi sayang.."
"kamu..." rayya menunjuk arah nita
"ini istri baru papa kamu, kalo dia gak mengizinkan papa mendonorkan mata nya, kamu tidak akan seperti saat ini"
"makasih mama tante.. sudah mengizinkan saya menerima donor mata papa" rayya pun mengulurkan tangannya tanda ingin memeluk nita
"iya, tante seneng kamu bisa lihat"
"rayyi, aku rayyi" jawab rayyi
"pantes banyak yang bilang mirip, emang kita mirip banget, aku lihat kamu pertama kali ini udah seperti ngaca cuma bedanya kamu lelaki"
rayyi memeluk rayya erat..
betapa terharunya rayya akan semua hidayah yang ia dapat..
hari esoknya beberapa tetangga, pelanggan, yang yang utama kak salsa, kak sabila, dan kak alga menjenguknya
dan ketika hari kedua setelah pemulihan pasca operasi, rayya ditemani rayyi, mama nuni, dan tante nita menuju makam papa andi
ketika sudah sampai dan duduk tepat disamping nisan papa nya..
"makasih pa.. memberikan matamu untukku, aku tidak pernah menyesali memiliki ayah sepertimu"
dan hari benar benar berlalu, kini tinggal menghitung hari di hari pernikahannya...
tapi mama nuni, rayyi, dan rayya bingung, membatalkan takut membuat kecewa para undangan, tapi sisi lain ia tak mungkin meneruskan itu...
diwaktu yang tepat, ketika nuni, rayya, rayyi, salsa, sabila, dan alga sedang mencari jalan keluar
tibalah seorang laki laki menawarkan diri
"aku bisa bantu" jawab irham
"irham.." sapa rayyi
"dia siapa?" tanya rayya
"dia irham"
"irham"
rayya pun berdiri dan menatap dalam mata irham..
"kamu serius, ini bukan candaan irham" ucap salsa
"aku serius.."
"aku saksi dia serius kak salsa" sambar alga
melihat wajah bingung dari kedua kakaknya dan rayya
__ADS_1
alga menjelaskan jika ia tau betul tentang perasaan irham jauh sebelum rayya bisa melihat alga turut meyakinkan jika irham tulus kepada rayya dengan bukti jika irham menunggu rayya ealaupun tau akan menikah..
"irham tiga kali di sakiti dengan cara yang sama, tapi irham bertahan kepada rayya untuk terakhir kalinya menunggu keseriusan datang kepadanya, jika tidak dengan rayya ia sudah memantapkan hati tidak dengan yang lain juga" jelas alga
rayya mendekati arah irham menatap tajam irham
"gimana rayya? cuman jalan satu satunya ya ini" ucap nuni
"aku mau ma" jawab rayya
"kamu mau menikah dengannku?" tanya irham
rayya mengangguk dan irham memeluk rayya
rayyi memukul tangan irham
"why?" tanya irham
"belum muhrim, pelak peluk"
"hehe iya maap, aku seneng, apa yang membuat kamu mau menerima aku?"
"aku tau, orang yang menjadi suka relawan di panti zoo adalah kamu"
rayya beberapa hari lalu sempat datang ke panti zoo untuk mencek informasi tentang jalan panti zoo
dan salah satu cctv pun membuktikan jika irham sering datang ke panti zoo membantu karyawan disana tanpa meminta bayaran...
"kenapa kamu gak bilang kalo kamu bantu disana?" tanya rayya
"ya aku gak mau ganggu rencana pernikahan mu waktu itu, jika aku bilang ke kamu, kamu akan fokus denganku" jelas irham
dan tiba lima hari kemudian, setelah kemaren mama uni berkonsultasi dengan penghulu untuk mengganti mempelai pria nya..
penghulu yang juga seorang kyai/ustad pun mengatakan tidak ada masalah untuk hal itu, hnya saja kita mereka perlu meluruskan dan menjelaskan sejelas mungkin kepada pada undangan
dan dihari itu yang ditunggu, sebelum di laksanakan untuk akad nikahan nya, rayya dan irham menjelaskan semuanya secara gamblang dan akhirnya para tamu pun memaklumi walaupun sebagian masih bingung dan merasa aneh
pernikahan pun berlalu dengan kelancaran..
rayya pun akhirnya menikah dan menjalan kan hidupnya..
rayya fokus dengan toko kainnya yang semakin besar dan berkembang, sementara irham mengurus di panti zoo
ia mengelola keseluruhan panti zoo, dan hidup keduanya semakin berubah bernasib baik...
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
List Cast :
Rayya Chintya Firlina - Rayya
Rayyi Chandra Firlana - Rayyi
Nuni - ibu kandung Rayya Rayyi
Andi - ayah kandung Rayya Rayyi
Nita - istri baru Andi
Irham - suami Rayya
Tarsih - ibu penjual kain
Alga - anak 3 Tarsih
Sabila - anak 2 Tarsih
Salsa - anak 1 Tarsih
hendro - sepupu Irham
Nina - tetangga 1 Rayya
Saleha - tetangga 2 Rayya
hilda - pemilik kucing yang mati
__ADS_1