
Assalamualaikum.. saya datang lagi nih dengan cerita baru nan fresh buat kalian kalian hehe..
kisah remaja penuh air mata di hubungan percintaan mereka.. bagaimana kisahnya? Kita langsung aja..
Nirmalla Aditya.. itu nama panjangnya, Malla memiliki sahabat-sahabat hebat, antara lain Nino ardiaz dengan Noni ardiza
mereka adalah saudara kembar tak identik (tak sama seperti kembaran lain yang sering memakai barang-barang pun kembar) dan satu lagi sahabat Malla yang satu lagi yaitu Diandara..
yaa mereka berempat saling berbagi kisah tapi lebih intens, antara Malla dengan Diandara..
Jadi.. awal perkenalan dengan Diandara saat itu diceritakan dulu sebagai awal perkenalan
"Hei, pakai mata gak jalannya?" ucap Diandara kala itu
Diandara disebut-sebut cewek rebutan lelaki tampan di kampus, bagaimana tidak, kerjanya yang menjadi model majalah dewasa memang membuat banyak lelaki menginginkannya..
"Maaf gak sengaja, mungkin kau juga perlu pakai mata" jawab Malla
"Lu baru di kampus ini?" tanya Diandara
"Lama"
"Gue baru tau?"
"Saya hanya mahasiswa minoritas"
"Oh oke.. lu bisa gak bantuin gue"
"Bantuin?"
"Iya, udah gak perlu jawab, lu harus mau"
"Emang bantuan apa yang kamu butuh"
Kala itu Diandara menjelaskan, bahwa Malla harus membantunya untuk melepaskan jeratan dari seorang lelaki yang membuatnya susah bergerak, lelaki yang mengaku menginginkannya, lelaki itu Dipo..
"Kenapa harus saya ya?" Tanya Malla
"Kamu dipoles dikit pun sudah mirip gue, cantiknya ada bakat kok"
emang Noni sempat mengatakan Malla mirip dengan model dewasa terkenal dikampusnya itu, tapi karna Malla tak tau siapa Diandara waktu itu Noni menceritakan, jadi Malla diam saja
,
"OH"
"masak?"
"Iyakah?"
Ya hanya sebatas itu jawabannya..
Esoknya tak lama saat jam kuliah selesai dan menunggu jam kuliah selanjutnya, karna waktu mepet jadi malas untuk pulang, tinggal saja tas di meja dan aku pergi ke kantin
Tak lama Malla kembali ke ruang kelas nya, teman satu kelasnya memanggilnya
"Itu kak, yang namanya Malla" ucap murid yang sama dari kelas Malla
"Kenapa si?" Tanya Malla
"Tau, sono lu dicari tuh" ucap teman Malla itu tadi bisik
Malla pun mendekati nya..
"Ada apa ya?" Tanya Malla
"Lu yang namanya Malla?" Tanya nya
"Iya.. aku.."
"kenalin, gue Dipo" kata lelaki itu
Pertama kali nya ada seorang tampan mendekati Malla dan mengenali namanya walau Malla tau dia pasti dari Diandara
"salam kenal deh, aku memang Malla" ucap Malla
"Udah tau" jawabnya
"Ada apa ya kak" tanya Malla
"Mungkin lain kali, sekarang cukup perkenalan" ucapnya
Dipo pun pergi meninggalkan ruang prodi Malla begitu saja
"Siapa dia mall?" Tanya Noni
"Dipo katanya"
"Dipo itu siapa?"
"Panjang ceritanya"
"Masih ada waktu satu jam kok mall"
jadilah disana Malla pun menceritakan semua mulai dari pertemuan nya dengan Diandara dan permintaan itu
"Lalu kamu mau?" Tanya Noni
"Bagaimana lagi"
"Ih tuh anak mentang-mentang hits"
"Udah gak apa-apa"
"Gini lu, bikin males gue aja"
__ADS_1
Yaa, menurut Noni, Malla terlalu polos, selalu memikirkan hal positif, bukannya itu benar ya?
Setelah jam kuliah berakhir..
Malla keluar ruangan dengan lega, karna beberapa tugas materi sudah terselesaikan
Tapi masalah baru datang..
"Ikut gua" ucap Dipo menariknya
"Kemana?" Tanya Noni
"Gue pinjem, lu bisa pulang dulu" ucap Dipo
Ia menarik Malla, memaksanya tanpa bertanya terlebih dulu Malla mau atau tidak ikut dengannya..
"Mau kemana" tanya Malla lagi
"Gua lapar"
"Lalu hubungan nya?"
"Udah masuk mobil, jangan banyak tanya"
yaa jadilah Malla pun masuk mobil nya, dan menuju restoran dekat kampus
"Ayok turun" ucap nya
Setelah masuk dan memesan makanan, Malla dan Dipo duduk berdua..
"Kamu tau, sejak tadi aku bertemu pertama kali, aku tak bisa lupa wajahmu, kau penyebab aku gagal fokus kuliah" ucapnya
"Kenapa tiba-tiba salahkan aku?"
"Udah diam aja, makan"
Makanan pesanan pun datang..
Esoknya, Diandara mendatangi Malla dikelas nya
"Gimana jalan kemaren?" tanya Diandara
"Jalannya?"
"Iya, bukannya kalian makan siang bareng? maksudnya elu sama Dipo kan?"
"iyaa"
"Biasa ya, gak ngerasa begok gak sih lu jalan bareng dia, kek yang tawanan gitu" ucapnya
Bagaimana Malla tidak kaget dan mendelik seolah dia tau jadi Malla kemaren siang..
Beberapa waktu berlalu, selama itu kedekatan Malla dengan Dipo juga masih terjaga, semakin Malla mengerti sifatnya, semua hanya karna kedua orang tuanya hanya memikirkan pekerjaan nya dan memanjakan Dipo dengan kekayaan, tak lama Diandara mendatangi Malla
"Rupanya makin dekat?" jawab Diandara
Tiba-tiba Diandara menjulurkan tangannya sebagai tanda berterimakasih nya karna bersedia membantunya
"ada apa?" tanya Malla
"pertama terimakasih, sudah membuat ku lepas dari Dipo, kedua, bersabarlah, mungkin kau orang yang tepat untuknya, ketiga, mau kah kau jadi sahabatku?" tanyanya
apa? Seorang Diandara mengajak seorang Malla bersahabat? Sejak itu kedekatan nya dengan Diandara terjalin sedikit lebih dekat
tapi sayang, sejak dekat dengan Diandara, Noni dan adik kembarnya yaitu Nino sedikit memberikan jarak pada Malla
maklum, mereka memang tidak suka dengan Diandara, tapi mereka menghargai Malla jadi tidak terlalu menonjolkan ketidaksukaan nya
"Temen lu kenapa sih" tanya Diandara
"Gak paham aku pun, mungkin sibuk"
"Ou.."
diakui, semakin lama Malla dekat dengan Dipo, semakin ia merasa nyaman dekat dengannya, dirasa diapun sama, karna apa?
Karna Dipo pun tak bisa jalan, makan, nonton, nongkrong tanpa bareng Malla
Sorenya, saat ada kuliah tambahan, teman satu prodi Malla menarik kursi ke dekatnya
"ehh Sam.." ucap Malla
Ya, Malla sudah terbiasa karna memang dia teman Malla, mulai awal masuk kuliah..
Namanya Sami, anak nya juga tak kalah tampan dengan Dipo, tapi tetap, lebih menawan Dipo
"Aku boleh jujur gak sama kamu?" Ucap nya
"Boleh"
"Aku suka sama kamu"
Gila, gila, gila, anggap saja dia menembak Malla disana karna menyatakan perasaannya
"Suka? Wajar kan?" Ucap Malla santai
"Kamu mau jadi pacarku"
"Pacar?"
"Iya.."
"Em, aku pikirkan lagi deh"
"Okeh, besok, aku tunggu jawaban mu"
"Lusa"
__ADS_1
"Okeh lusa"
Karna banyak pertimbangan, Malla pun memutuskan untuk menerima ajakan Sami..
esoknya..
"Gimana jawabannya?" tanya Sami
"Iya, aku mau"
"Serius??"
"Iya, serius"
"Tapi bisa gak kita pacaran backstreet aja"
"Backstreet? Kenapa?"
"Gak papa, gak enak sama yang lain tau kalo kita publikasi kan, apalagi kita satu prodi"
Sedikit ada kecurigaan disaat itu juga saat ia mengatakan hal itu, tapi yasudah lah, jawaban Malla pun sudah menerima nya
"Iya.." ucap Malla rendah
"Makasih sayang" jawab Sami
Sami mencium kening Malla, yaa karna di dalam prodi hanya ada mereka saja..
"Tapi bagaimana dengan Dipo?" Tanya Malla ke arah Sami
Malla bertanya karna memang satu universitas pun tau kedekatan Malla dengan lelaki itu
"Sekarang kan kamu pacar ku, gak usah mikiri Dipo, kalo mau jalan sama dia, boleh jika izin sama aku dan aku memberimu izin" ucap Sami
"Oh" jawab Malla rendah
Sejak itu, mereka sepakat menutupi hubungan ini, waktu pun berjalan, yang namanya bangkai ditutupi dengan berlian pun akan tercium busuknya..
itulah yang Malla alami, Malla tau dari beberapa teman di kampus nya, Sami mantan dari Diandara..
Tau hal ini, Malla menceritakan kepada Noni..
Dari awal pacaran, sampai sekarang semuanya memang di ceritakan pada Noni, walaupun sebenarnya tak boleh oleh Sami, tapi peranan Noni sebagai sahabat memang perlu tau informasi ini bukan?
"jadi Diandara, itu mantan dari Samu?" tanya Noni
"iyaa, memang seperti itu"
"Fiks sudah itu malla, berarti si Sami malu kalo pacaran sama kamu, padahal sebelumnya sama Diandara"
"Maksudnya?"
"Ya maksudnya, Sami malu karna dulu pacaran sama Diandara kan, sekarang sama kamu, malu sama Diandara nya karna dapat dibawah standard nya"
capan Noni memang membuatnya kepikiran
dua hari berlalu pun masih teringat ucapan sahabatnya itu akhirnya Malla memutuskan untuk menemui Samu dan meminta kepastian
"sayaang.. ngapain kesini" ucap Sami
waktu itu Sami sedang berkumpul dengan temannya yang dari beda fakultas di kantin utama
"Aku mau kamu kenalin aku sebagai pacarmu di depan teman-temanmu sekarang" kata Malla
"Kan udah sepakat untuk backstreet sayang, kenapa malah minta begini kamu" jawab Sami
"Kenapa harus backstreet? Karna kamu mantan Diandara? Karna kamu malu sama Diandara pacaran sama aku? Aku udah tau semuanya Sam.." ucap Nirmalla, melepaskan genggaman tangan Sami
"Enggak, aku jelasin, gak gitu, kita backstreet biar gak ganggu yang lain kan udah aku jelasin"
"Aku tau kamu malu sama Diandara, harus pacaran sama cewek yang jauh dibawah standar dari mantan mu sebelum nya, udah semua terbukti"
"Siapa yang bilang nya?"
"Satu kampus pun sudah tau cerita itu, aku saja yang kuper, sekarang pilih, publikasi kita atau selesailah kita" ucap Nirmalla
"Sayang, ayolah, jangan kaya anak kecil begini"
"Kamu bilang aku anak kecil? Lalu buat apa kamu pacarin aku? Bilang sayang sama aku, untuk apa semuanya? Untuk menyakiti ku? Kalo kau tidak mengambil keputusan, biar aku yang mengambil keputusan, kita putus"
"Sayang, jangan, cool down... Ayolah, berfikir dingin dulu"
"Lepasin gak"
entah apa yang dipikirkan Sami, sehingga dia memilih mendatangi temannya ketimbang mengejar Nirmalla..
hari hari berikutnya, Nimalla menghindar memang dari Sami, tapi beberapa hari kemudian, Diandara mendatangi nya
"Malla..." Panggilnya dari pintu
"Diandara? Ada apa?" Tanya Nirmala
"Kamu pacaran sama Sami?" Tanyanya
kenapa Diandara tau, apa semua orang di sini sudah tau? Aneh, bukannya justru Sami menutupi dari Diandara
"sudah putus" jawabnya singkat
"kenapa?"
tak lama Sami datang
"sebelum aku mengucap putus juga kita tidak akan putus" ucap Sami
dan Nirmalla menarik tangan Sami
"kenapa Diandara tau? Bukannya kamu malu kalo sampek dia tau?"
__ADS_1
"enggak, aku gak malu, aku juga gak kasih tau ke Diandara, aku cuman kasih tau ke temen ku kemaren, mungkin kesebar"