
bernama panjang Lidia Ariskia
gadis cantik yang masih remaja, ia terlahir dari keluarga kaya raya..
ayahnya pengusaha besar, ibunya pun pemegang saham online terbesar membuatnya terlahir serba berkelebihan..
apapun, yaa apapun yang lidi mau.. hanya tinggal mengatakan dan akan ia dapatkan..
namun tak membuat gadis yang baru lulus dari bangku persekolahan SMA itu bermalas malasan dalam mencari uang seperti kedua orangtuanya..
hingga suatu hari..
"lidi.." teriak farrel..
"iya.."
"jadi kerja dimana?"
"aku sih udah ambil kerjaan di toko baju dan peralatan sport"
"nah.. jadi kurir?"
"ya gak tau.."
"kenapa gak kerja di kantor bokap lu"
"ya gak Langsung masuk lah, lagian, aku butuh referensi pekerjaan yang berat, jadi ikut bokap ada masalah bisa gue tuntasin"
"iya bener sih, tapi apa lu gak kuliah kek, apa kek"
"part time sih, tahun ini kerja sama orang dulu, tahun depan kuliah sambilan kerja, bokap gue udah kasih salah satu usahanya kok"
"wah serius.. kabar kabar nah kalau ada kerjaan buat gue"
"tenang aja.."
beberapa hari kemudian....
ketika ia mulai masuk dan dibulan ketiga lidi mulai bekerja sebagai kepala keuangan menggantikan karyawan sebelumnya yang risent
ia pun mulai bekerja lebih giat..
setidaknya setahun ia bekerja sudah bisa membayar kuliahnya sendiri, apalagi part time kerja dan kuliah yang akan dijalani nya juga tidak akan membuat susah kedua orang tua untuk urusan perkuliahannya...
hingga di bulan ke sembilan ia bekerja..
yang artinya sudah kurang tiga bulan ia akan masuk perkuliahan..
ia pun mencari referensi tempat kuliah..
dan akhirnya ia mengambil jurusan ilmu manajemen fakultas ekonomi manajemen..
dan membuatnya rela membagi waktu kerja nya saat ini untuk mengurus daftar masuk perkuliahan yang terbilang universitas yang memang benar benar orang terpilih lah yang akan masuk ke UI (universitas indonesia)
dan ketika di bulan ke12 yang artinya setahun tepat lidi bekerja ditempat itu..
akhirnya ia menghadap ke atasan
"pak.." sapa lidi
"masuk lidi"
"begini pak, seperti yang saya akan bicarakan tepat pada intinya"
"yaa.. saya paham.. sebenarnya perusahaan akan butuh orang orang seperti kamu, kamu punya daya ikat tersendiri didunia bisnis, saya rasa kamu akan cepat menjulang sukses" jelas bos
"terimakasih pak, saya juga mendapatkan pengalaman berharga sebelum akhirnya saya terjun sendiri"
"kamu pekerja yang hebat.."
bukan tanpa alasan seorang atasan memuji bawahan jika tidak berprestasi..
yaa lidi adalah seorang pekerja yang memiliki daya ikat pelanggan, terbukti selama lidi bekerja, omset penjualan semakin meningkat..
aturan yang ia tegaskan pada dirinya membuat pekerjaannya sangat rapi dan teratur..
ditambah ia terlahir dari keluarga bisnis.. pasti hal kecil untuk lidi mengenal seluk beluk bisnis
dan ketika masa perkuliahan sedikit lagi berlangsung, ia pun datang ke kampus pertama kali sebagai mahasiswi baru..
ketika dibulan kedua, tepatnya tanggal 2
beberapa senior mendapat tugas dari dosen dan manager utama university untuk mengontrol setiap ruang kelas prodi adik junior mereka..
disinilah pertemuan pertama lidi dengan seniornya bernama affandi suherman..
afan panggilan pria itu, ia adalah lelaki yang terkenal sangat rajin, ia juga memiliki bisnis membuatnya mandiri membayar kebutuhan kuliah..
bukan dari kalangan orang kaya, namun afan memiliki jiwa yang sangat besar..
__ADS_1
obsesinya untuk membesarkan keluarga dan tak mau dipandang remeh membuatnya benar benar fokus bekerja dan akhirnya kuliah dari hasil usahanya..
awalnya afan bukan orang pertama menyapa lidi.. ia hanya ikut dengan kelompoknya untuk mengurus junior untuk mengontrol setiap ruang prodi masing masing dan ketika setahun berjalan..
dimana selama itu pula lidi benar benar menolak untuk memiliki ikatan hubungan seperti berpacaran atau lainnya..
fokus nya hanya akan tertuju pada pendidikannya..
salah satu teman sejak kecil.. farrel..
sejak perpisahan sekolah yang keduanya jarang lagi jalan bareng, belajar bareng, akhirnya dipertemukan kembali dalam waktu yang cukup lama..
"lidi... akhirnya ya kita sama sama ada waktu jalan seperti dulu" ucap farrel
"iya, kangen tau sama kita yang dulu, aku rasa dulu tidak ada masalah kecuali pikiran tentang PR sekolah dan tugas belum dikerjakan, sekarang mah numpuk semua ya.. jadi pengen balik masa sekolah" ucap lidi
ketika mengobrol disana, mereka pun saling tukar cerita dan pengalaman...
hingga waktu berjalan, sejak pertemuan farrel dan lidi membuat keduanya sering menyempatkan waktu jalan berdua..
hingga lidi mengetahui jika farrel ternyata sedang berpacaran dengan cewek lain..
"farrel?" sapa lidi
"loh, lidi"
"kamu kok gak pernah bilang ada pacar?"
"aku.."
"aku lidi, teman sekolah farrel" ucap lidi mengenalkan dirinya pada perempuan yang bersama dengan farrel..
berjalan nya waktu..
terry.. pacar farrel merasa jika ia dinomor duakan sejak farrel kembali dekat dengan lidi
membuat terry memberikan pilihan kepada farrel untuk pilih mana antara dirinya dan lidi
lidi yang ternyata mendengarkan keributan itu pun turun tangan dan mendekati keduanya..
"tenang aja terry.. dia akan pilih kamu kok, aku sama dia hanya teman.." jawab lidi
"ya tapi wanita mana kak, aku pacarnya, dulu dia snagat romantis dan akhirnya dia cuek sejak ketemu teman lamanya.." jelas terry
"kamu tenang aja terry.. walaupun dia akan pilih aku daripada kamu, aku tidak akan bersama nya.. aku fokus kuliah ku, aku fokus mencapai karier, dan farrel bukan lelaki tipe ku.. seperti yang farrel tau, tipe ku lelaki yang pekerja keras" jelas lidi
dan ketika akhirnya terry membatalkan untuk farrel memilih antara dirinya dengan lidi, terry pun akhirnya memutuskan hubungannya dengan kekasihnya itu memilih mengikuti jejak lidi..
yaa.. terry pun menganut paham yang sama dengan lidi dimana pendidikan hal utama...
sementara farrel pun juga sibuk dengan kuliah nya
"lidi.. jadi bulan berapa kamu wisuda?" tanya terry
"bulan delapan sih, masih tiga bulan lagi"
"emm... eh refresing yuk, kemana gitu"
"kemana?"
"udah, aku liat kamu fokus banget lurus banget, sesekali berhenti untuk ngopi santuy gitu"
"emang mau kemana?"
"ya ke toko roti kek, atau coffee shop gitu"
dan ketika sabtu malam keduanya memutuskan hangout bersama, dimana sejak persahabatan keduanya berlangsung hampir setahun, baru kali ini lah keduanya sempat untuk jalan berdua..
mereka pun keluar hangout sembari menghilangkan penat tugas wajib di kuliah
ketika keduanya memilih untuk berhenti di caffe shop, mereka memilih meja di lantai atas yang menunjukkan view perkotaan dimalam hari..
"bentar aku pesenin dulu ya" ucap terry
dan tak lama terry pun kembali bersama pelayan yang membawakan pesanannya..
ketika menikmati kopi pesanan..
"ter" panggil lidi
"emm.."
"kamu kenapa mau temenan sama aku?" tanya lidi
"ya kenapa?"
"kalau liat awal perkenalan kita, 99% kita bakal jadi musuh"
"kan masih ada 1%, berarti satu persennya itu ya gue, lagian kenapa sih, aku liat kamu itu seneng gitu, bukan apa, kamu bener bener orang yang semangatnya tinggi, aku butuh teman seperti kamu ketika up and down.. selalu memberikan hal positif"
dan ketika pembahasan serius..
__ADS_1
"tapi sekarang aku yang mau tanya..." ucap terry
"apa?"
"kenapa nama nya lidia? lidia ariskia? ya sepintas tau nama kamu lidi sih ingatnya sama sapu korek ya.. kan aku dari jawa, jadi aku bener bener mintasin lidi itu ya sapu korek" jelas terry
"lidia oh lidiaaa.. yaa.. bener kamu, intinya, arti dari nama ku ya ingin seperti sapu korek.. yang bisa membersihkan, membersihkan pikiran kmu juga" ledek lidi
"dih bisaan"
mereka pun mengobrol..
dan tiba tiba..
"lidi ya?" ucap seseorang
"iya.."
"amir.. senior yang beberapa waktu lalu aku pilih kamu perwakilan kelas untuk menjelaskan konsep konsep utama pembahasan materi di seminar"
"oh.. iya kak.. apa kabar?"
"baik kok, kamu disini?"
"iya kak, ini kak kenalin, terry, temen ku, masih kuliah ui kok, cuman dia yang bisnis ekonomi pembangunan" jelas lidi
"wah arsitek ini"
"haha bisa aja kak" sambar terry
"oh iya ini afan.. kenalin"
"afan"
"terry"
"afan"
"lidi"
"yaudah, kalian lanjut deh" ucap amir
"oh kakak udahan?"
"enggak sih, baru sampek ini mau nyari meja"
"disini aja gabung kak" jawab lidi
"iya, bareng aja kak" sambar terry
"boleh nih?"
dan akhirnya amir dan afan pun duduk dimeja yang sama dengan terry dan lidi..
perkenalan malam itu, membuat keakraban terjalin antara afan dan lidi...
ketika afan dikenal tak memikirkan soal perempuan, dan diperkenalan afan dengan lidi membuat afan tertarik mendekati lidi..
afan pun sering datang menemui lidi ke kelas prodinya
seperti yang difikirkan lidi, afan memang orang yang asik untuk tempat curhat, ditambah lidi orang yang cepat percaya pada orang lain tanpa memandang asal dan usul orang itu...
"afan.. denger dengar, lu deket sama cewek?" tanya salah satu teman seruang prodi afan
"emm.. deket biasa aja"
"yakin deket biasa, gue dengernya sih kek pacaran, ah masak sih lu pacaran.. jadi pengen tau sama ceweknya, cantik gak?"
"cantik lah" ucap afan keceplosan..
"nah lu, hayo ngaku, fakultas ini ya?"
"bukan"
"tapi anak ui?"
"iya"
tiba tiba amir datang
"eh fan.. banyak yang bilang lu katanya pacaran sama si lidi?" tanya amir
"ah siapa bilang? gak pacaran, deket biasa"
"emh lu juga tau cemceman si afan?" tanya teman mereka
"kenal, cantik kok anaknya, baik lagi, dewasa gitu, padahal liat cover nya ya palingan kek anak kecil, tapi sifat aslinya eenggak sama sekali" jelaa amir
dan ketika mereka ribut, amir memberikan foto tentang sosok yang dekat dengan afan
"ah.. gila ma, gue gak pernah tau ada junior kita begini? kekorea korea.an mukanya"
__ADS_1
"ya ini, anak fakultas bisnis menejemen, dia dari fakultas itu" jelas Amir
"pinter banget lu pilih cewek, jarang mau pacaran sama cewek, deket aja gak ada eh tau tau dapetnya sekelas mercy tiger dong, uhuy mulussss"