Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
RFPR #1


__ADS_3

tak lama jane pun keluar


"saffa, kakak berangkat, hei fay, berangkat ya"


"iya kak, libur begini masuk"


"kan usaha sendiri mana ada kata libur.."


"semangat kak"


"ayo kapan main ke tempat ku?"


"nanti deh sorean, ya"


"yaudah.. kutunggu"


semua orang sudah pergi


termasuk irsa dan misha yang sudah pergi sejak semalam untuk pulang kerumahnya sementara saffa juga pergi jalan bersama pacarnya..


faye sendirian, saat ia duduk termenung di teras depan


"itu kak te sundari" ucapnya pelan


"tante.." panggil nya


"iya.."


"te sundari kan ya?"


"iya, siapa?"


"lupa nih tante, aku faye"


"faye?"


"anaknya papa sadewo"


"eh anaknya dewo.. ya ampun, kamu cantik ya sekarang, saya pangling gak ngenalin kamu"


nb. bapak dari kakek faye kakak dari nenek sundari.. intinya mereka bersaudara jauh


"iya tante.."


"kamu ngapain disini?"


"saya kost dirumah bu kustin"


"oh ya, lama?"


"dua bulanan"


"lama ya, saya gak tau, karna saya sibuk mungkin"


"iya gakpapa, saya juga lupa kalo rumah tante daerah sini, jadi saya santai aja gak nyarik"


"hehe.. ayo main kerumah.."


sesampainya dirumah tante sundari


"saya awalnya mau jalan,  refresing tante, gak jadi main kesini aja"


"hehe iyagitu dong, kamu udah lama kerja di bioskop itu?"


"ya empat bulanan sih"


"eh mama papa kamu gimana?"


"baik kok tante.."


"terakhir ketemu kapan ya.. lupa.. oh bulan puasa, kurang kurang seminggu dua tahun lalu, aduh lama sih"


"hehe iya.."


"eh katanya kamu pintar bikin kue?"


"biasa aja"


"kalo lagi gak sibuk main aja kesini, bikin kue bareng..."


tante sundari dikenal memang pembikin kue pesenan, ia sering membuat sus cream untuk beberapa oranf pesan untuk acara acara..


"iya deh kapan kapan tante"


melihat seseorang masuk dan memakirkan motornya didepan rumah sundari, faye pun meminta izin pulang


"eh tante, saya duluan ya, mau jalan ini"


"oh gitu, iya, lain kali main ya"


"iya..."


saat faye keluar, haidar, anak sundari yang terpesona melihat gadis baru saja keluar dari rumahnya..


"ma, siapa?" tanya haidar


"itu anaknya papa sadewo, inget gak, yang dulu waktu kamu SMP dia datang sama istrinya bawain mobil mobilan dari coklat"


"oh itu anaknya?"


"iya.."


haidar bergegas mengikuti faye karna penasaran


"eh mau kemana main pergi kamu" ucap sundari pada anaknya itu


"ke mini market depan ma"


"lewat sini dong lebih dekat.. situ muter kamu"


"bentar ma"


saat mengikuti, haidar mengetahui jika faye tinggal di kost.an milik kustin


"oh tinggal disini, dia nge kost, oh" ucapnya dalam hati


setelah faye mengunci pintu lalu pergi, haidar bergegas lari takut ketahuan oleh faye karna sedang mematai faye


"eh kamu datangdatangmalah lari" ucap sundari


"anu ma.. ini, kartoon kesukaan ku udah mulai, dah ma"


"dasar aneh"


faye pun berlalu..


ia jalan, makan diluar, belanja, dan utama mencari make up yang sudah menipis..

__ADS_1


hari terus berjalan, haidar masih sibuk dengan kondisi dimana ia menjadi pengagum rahasia faye..


tanpa ia sadari, jika ia salah, bagaimana pun faye masih ada golongan darah dari keluarga yang sama dengannya


"saffa, disini enak ya kost nya"


"enak gimana fay?"


"enak, disini ada minimarket pake wifi lagi, agak kesana ada alun alun pusat, yang ramenya seperti kerumunan semut kalo malem minggu sampek minggu pagi, deket juga sama tempat kerja itu penting.. eh disana ada toko buku, lengkap gak?" tanya faye


"toko buku terlengkap disana, kamu udah pernah kesana?" tanya saffa


"belum, ada komik romansa gak ya"


"disitu justru terlengkap komik nya, novel percintaan pokoknya semua lengkap"


"ahhh kesana yuk..."


"boleh, aku siap gini aja, kapan?"


"sekarang, ayuk"


"yakin, kamu gak pake make up begitu?"


"ah iya, astaga, malas pula ribet pakai make up cuma kesana aja, gakpapa deh ayok"


"bener ya"


"iya, cari buku yang ku pengen sejak lama, adanya pasti ditempattempat besar begitu"


sesampainya disana...


"bagian komiknya dimana ya.." tanya faye


"pojok depan sana diujung, aku kesinu ya nyari buku inspirasi"


"yaudah, aku kesana"


melihat buku yang ia inginkan


"ya ampun itu dia.."


tapi seseorang lain mengambilnya terlebih dulu


"ah kan aku yang melihat itu duluan" ucap faye


"kan aku yang sampai duluan, siapa cepat sia dapat" ucap lelaki itu


melihat ke arah lelaki itu, faye langsung sawan..


badannya yamg tinggi benar benar tinggi bahkan faye hanya setinggi lengan tengahnya.. putih, tampan, bak artis korea sayang wajahnya tanpa espresi.. datar..


"ngalah dong sama cewek" ucap faye


"ya kan saya duluan, bukan soal ngalah dan gimana nya"


"hemmmm..."


faye melirik tajam..


tapi lelaki itu pergi membayar buku dan berlalu..


"mbak, buku komik barusan itu hanya ada satu?" tanya faye didepan lelaki itu


"iya mbak, tinggal satu"


"kapan ya terbit lagi"


faye hanya melihati buku itu yang semakin jauh dari matanya..


"liatin apa?" tanya saffa


"buku nyaaaa...."


"gak nemu?"


"ketemu tapi udah dibawa lelaki itu, dasar lelaki keras kepala"


"yaudah lah, belum jodohnya.."


"jodoh apanya.. aku gak suka.."


"maksudnya jodoh sama bukunya.."


"oh..."


"coba saja pakai make up, pasti ia memberikan padaku" ucapnya dalam hati


beberapa hari kemudian, faye kembali ke toko buku itu sendirian, juga tanpa make up..


"wah ini kan buku yang direkomendasi sama kak mita disekolah, horor nya kan keren abis aku baca sinopsis nya.."


karna posisi buku terlalu tinggi, ia pun tak dapat mengambilnya


"astaga apa disini tak ada untuk penyangga kaki untuk pelanggan yang tak terlalu tinggi seperti ku?" gerutunya tengok kanan kiri


masih berusaha, ia pun mencoba lagi mengambil namun terjatuh, dan kesal nya ia melihat seorang lelaki mengambil buku itu dan menolong faye bangun dari jatuhnya..


faye kira lelaki itu akan menolong nya sekaligus memberikan buku itu kepada faye, tapi salah, lelaki yang kemaren itu hanya menolong faye lalu membayar bukunya untuk dirinya sendiri


"ah astaga ku kira dia mau memberikan padaku" ucapnya dalam hati


"hei, ku kira buku itu kau berikan untukku" teriak faye


"kau fikir kau siapa, aku juga pelanggan, hak ku membeli yang mana"


"dasar ya lelaki jahat"


lelaki itupun berlalu..


dua hari kemudian, faye kembali ke tempat buku itu tanpa make up


"awas aja ketemu lagi" gerutunya sepanjang jalannya


sesampainya, faye clingukan melihat sana sini keberadaan lelaki itu


ia pun bernafas lega karna tak melihat lelaki itu disekitar toko itu


tapi saat ia masuk, iya melihat lelaki itu ternyata sudah ada didalam toko itu


"ah kukira, dia tak ada, sepertinya ia pekerja disini, setiap hariada disini"


faye pun mulai mencari gara gara kepada lelaki itu..


faye mengambil buku yang akan diambil oleh lelaki itu


"apaan kau" ucapnya

__ADS_1


"kan kamu bilang siapa cepat dia dapat" ucap faye..


"gak ada, siniin, itu buku tadi sudah kupilih, kutaruh lagi karna aku lihat yang lain"


"gak bisa" ucap faye meledek lelaki itu


faye bergegas membayar buku itu


"sini bukunya" ucap lelaki itu


"apa sih, aku udah bayar, jadi milik aku"


"mana ada, aku yang dapetin dulu, siniin gak"


"enggak sana minggir aku lewat"


saat akan pergi, kaki faye tergelincir..


dan lelaki itu sontak dengan cepat menangkap faye..


"ih apa sih lepas..." ucap faye deg-degan


saat melepaskan faye, gantungan tas milik faye terjatuh...


dan lelaki itu mengambilnya..


dan menyimpannya


saat ia bertemu lagi beberapa hari kemudian..


kebetulan faye datang dengan full make up nya menuju toko buku itu


awalnya lelaki itu biasa saja dengan kecantikan wajah faye..


dan saat faye masuk, faye mengibaskan rambut panjangnya didepan lelaki itu


dan saat mengenali tas yang dipakai


"itu tas kan milik perempuan itu" ucap lelaki itu dalam hati


"hei" panggil lelaki itu


"ah pasti dia meminta berkenalan denganku, dan saat itujuga aku akan menolaknya mentah mentah" gerutunya pelan


"ya"


tanpa basa basi, lelaki itu menyodorkan gantungan kunci yang lepas dari tas faye..


"ini"


"punyamu kan"


"kenapa dia tau ini punyaku, apa dia mengenali ku sekalipun dengan make up ku?" ucapnya dalam hati


saat lelaki itu membalikkan badan


"em.. makasih" ucap faye


lelaki itu terus berjalan..


faye pun kembali ke jane..


"udah?"


"udah ayok" ucap jane


"ya kak"


sesampainya ditempat kerja kak jane


"beginilah ruang kerja ku fay"


"em minimalis tapi terkesannya garang ya kak"


"namanya juga rumah tatto"


"em... berapa lama kak disini?"


"lama banget, empat tahunan, dulu sih tinggalnya disini, tapi karna penghasilan lumayan, mending nambah peralatan sementara aku cari kost aja..."


"emmm....kalo kostnya udah berapa lama?"


"tiga tahun lebih lah"


"oh... barengannya mbak ovi ya"


"nah ovi itu temen sekolah ku"


"oh.. kak aku beruntung tau punya temen kost kaya punya keluarga baru"


"masak sih"


"kalian itu baik sama aku"


"ya.. baguslah kita jadi keluarga baru.. aku beruntung tau gak tinggal di kost milik bu kustin itu, orangnya baik banget"


"eh iya bu kustin itu tinggal dimana sih kak?"


"dua jam perjalanan dari sini sih, jadi jarang dia kesini"


"pernah kesana kak?"


"sering dulu diajak.. dia punya anak kece banget, keren gayanya lah.."


"oh ya.."


"anaknya mirip korea korea gitu, aku gak pernah tau suami mama kustin gimana tapi pasti agak korea korea kayak anak nya..."


"emm..."


tak lama misha datang..


"kak jane, hai faye" sapa misha


"misha, ngapain kamu?"


"bawain titipan kakak, kakak kan pengen ini beberapa hari?"


"waduh omelet ya, baik kamu, berapa duit, aku ganti"


"gak usah kak, akulagi banyak duitz nanti aku bokek kan dibelikan sama kakak"


"makasih"


"merekapun makan bersama"


beberapa hari berlalu...

__ADS_1


ketika haidar sudah tak sibuk dengan kuliahnya.. haidar kembali mencoba mendekati faye..


saat tau faye akan ke mini market depan..


__ADS_2