
"Gimana? Enak pasti" ucap gilsha
"Em...." Ucapnya sambil mengunyah
"Ini lagi" gilsha memberikan suapannya lagi
"Em... Lumayan, tapi enak juga sih"
"Nah kan, coba tuh punya kamu, keburu dingin"
Sembari mulai menyentuh makanannya, doivi sibuk dengan mencari sendok
"Cari apa" tanya gilsha
"Sendok, garpu, apa sumpit-sumpit"
Gilsha tertawa...
"Ini tuh ikan bakar, enak pakai tangan"
"Tangan, jorok, kan tangan kotor"
"Ya kotor mana sama sendok, kamu gak tau kan bagaimana mereka mencuci sendok nya, apa bersih apa cuman disiram doang padahal bekas orang sebelumnya, tapi kalo tangan, kita bisa kan mastiin gimana kita bersiin tangan kita"
"Oh iya sih"
"Udah pakai tangan"
Saat sedang melahap, ia melirik kearah gilsha yang sedang lahap makan..
Ia berfikir, baru ini senyaman disamping seorang wanita..
Ia baru merasakan diperhatikan, gilsha memang orangnya baik, dan membuat doivi memang banyak menyita waktu untuk bisa bersama nya..
"Gimana, kenyang?"
"Lumayan.. tapi nyuci tangannya?"
"Ya tinggal cuci, itu disana ada sabun juga"
Lalu mereka menuju Kuta.. salah satu destinasi Bali yang banyak peminatnya
Mereka duduk di salah satu kursi dekat air laut.. dan doivi melihat gilsha yang sedang menarik nafas lega panjang-panjang membuatnya berfikir
"Ku jatuh cinta?" Ucap nya dalam hati..
Tau tidak, sehari bersama gilsha membuat doivi lupa akan rumahnya, dan lupa akan hal yang membuatnya jijik, yaa itu seketika hilang
Sekalipun gilsha sudah tak bersama dengannya, gilsha sudah ia antarkan pulang, tapi waktunya kembali tersita untuk memikirkan gilsha yang apa adanya
"Cewek itu bener beda, selama aku kenal cewek, cuman dia memang yang bisa membuat seorang doivi tersita pikirannya untuknya" ucapnya pelan..
"Apa kak, kakak suka sama cewek.. sejak kapan kak" ucap anita, adik kandung doivi
"Nita, ngagetin, ya kamu pikir kakak suka sama siapa"
"Ya siapa tau kak, kakak kan ngalahi cewek. Mana ada cewek mau"
"Buktinya banyak"
"Cuman mau harta kakak doang ini, hahahaha, aku bilangin Mama ah" ledek Anita
"Nitaaaaaaa" teriak doivi
Nita berlari menuju arah kamar mamanya
"Ma.. Mama tau gak, kak doivi suka sama cewek"
"Oh ya.. siapa?"
"Gak tau ma, tapi baru aja aku denger dia ngomong sendiri ma, halu"
"Nita" ucap doivi
"Eh, kamu beneran suka sama cewek, siapa., Mana Mama mau lihat"
"Apasih ma, mau aja ditipu Anita"
"Eh enak aja, orang aku denger sendiri kok"
"Eh... Jangan bilang anak Bali, kan kakak habis pergi berlibur ke Bali eh pulang-pulang udah jatuh cinta aja, aku gak setuju loh kak kalo orang Bali" ucap Anita
"Apa sih anak kecil" ucap doivi
"Iya vi, kalo gadis Bali mah Mama ragu, Bali kan imagenya jelek, ya tapi balik ke doivinya lagi kok" ucap mama doivi
Suara notifikasi diponsel doivi pun berbunyi dan memberikan informasi jika gilsha menuju ke terminal bis..
"Waduh, ma, doivi pamit dulu"
"Loh, mau kemana vi?"
"Ini ada perlu"
"Nita ikut kak.."
"Ngapain sih"
"Ayolah.."
"Kuliah mu?"
"Libur, free hari ini"
"Yaudah ah elah, buruan"
"Iya"
Anita dan doivi pun menuju kearah terminal bis, namun saat melihat gilsha sudah masuk ke dalam bis, dan bis mulai berjalan, terpaksa doivi hanya mengikuti laju mobil
"Itu" ucap doivi
"Mana, mana sih kak"
"Udah ah diem aja kamu"
__ADS_1
"Kak, yakin ngikuti bis ini, emang dia didalam"
"Iya cereweeeet"
Tapi karna sebuah halangan membuat doivi tak lagi bisa mengejar bis tersebut
"Untung aja aku tempelin gps" ucap doivi pelan
"Apa kak, tempelin gps, wah parah lu men, parah lu"
"Hem... Diem ah ni bocah"
Saat tau tempat pemberhentian gilsha di salah satu rumah sakit jiwa membuat doivi dan Nita kaget
"Rumah sakit jiwa" ucap doivi pelan
"Iya kak, RSJ, ngapain ya.."
"Hmm"
"Jangan-jangan dia..."
"Jangan-jangan dia apa?"
"Dia sebenernya gila kak, atau mungkin dia dokter"
"Turun aja, daripada nebak gak jelas"
Mereka pun turun..
Dan melihat gilsha masuk kedalam salah satu ruangan dimana ada pasien sakit jiwa yang ngamuk dan tiba-tiba saja terdiam saat melihat kedatangan gilsha
"Rangga... Ini gilsha datang" ucap dokter
"Enggak, bohong, pembohong, aku mau pulang" teriak Rangga
"Rangga.. ini gilsha" ucap gilsha
"Gilsha?"
"Iya gilsha, Rangga marah kenapa?"
"Rangga sakit gilsha, dikasih suntik suntik jarum, sakit" ucap nya
"Sakit ya. Kan biar Rangga sembuh"
"Rangga sakit apa sih?"
"Rangga sakit pusing, Rangga sering pusing kan?"
"Iya.. Rangga pusing"
"Nah pengen sembuh kan? Disuntik, kalo lain suntik ya minum obat"
"Iya obat ajah, daripada disuntik itu sakit"
"Iya deh, sus denger kan, kasih aja obat, jangan lagi disuntik" ucap gilsha
"Baik mbak"
"Dok" panggil doivi
"Ya"
"Pasien itu itu siapanya perempuan itu?"
"Oh pak rangga, itu teman dari mbak gilsha.."
"Teman? Bukan dokter? Tapi kenapa bisa ngatasin pasien itu" tanya Anita
"Nah, kebetulan cuman gilsha memang yang bisa mengatasi pasien rangga, Rangga hanya akan mendengar kan ucapan dari gilsha.." jelas dokter
Tak lama dokter pun dipanggil salah satu suster
"Saya tinggal pak" ucap dokter
"Baik, makasih"
"Kak, anaknya baik ya, gaktau ya sejak dokter ngejelasin itu, aku aja suka kak, Untung adikmu ini cewek. Kalo cowok beda lagi ceritanya mungkin aku suka"
"Hem... Salah gak kakak"
"Bener dah kak, kejar kak"
Keduanya pun sama sama memandangi gilsha yang memeluk rangga
Lalu beberapa menit juga gilsha pun keluar
"Loh, kamu" ucap gilsha
"Iya, aku ikuti kamu, aku panggilin keburu naik ke bis, jadi aku ikuti aja"
"Oh, waduh maaf ya gak tau saya"
"Iyaa"
"Em.. oh iya, ini adik aku"
"Hai, Nita" ucap Nita
"Gilsha" jawab gilsha
"Em... Itu siapa nya kak?"
"Temen ku, kebetulan sedang gangguan jiwa"
"Kalo boleh tau, memang kenapa"
Gilsha pun menjelaskan tentang siapa Rangga
"Kakak yang sabar ya.. semua kan ada hikmahnya" ucap Nita memeluk gilsha
"Makasih, kamu cantik, juga baik ya"
"Ah bisa aja nih.."
__ADS_1
Mereka pun kembali, dan doivi mengantarkan gilsha kembali ke kost tempatnya bekerja
"Da kak.." ucap Anita
"Iya, hati-hati ya"
"Iya"
Selama perjalanan, barulah Anita menyadari baiknya seorang gilsha, cantik pula
"Baik kak, beneran, aku yang nyesel kakak gak dapat dia, mungkin 2 banding berjuta juta" ucap Anita
"Dua? Emang dia sama siapa"
"Aku"
"Ajegileh"
Sesampainya dirumah..
"Udah pada Dateng ya.. beberes badan gih" ucap Mama doivi
Doivi menuju kamarnya tapi Anita justru menemui ibu nya..
"Ma.. Mama tau enggak siapa gilsha"
"Gilsha?"
"Iy, itu cewek yang kataku disuka sama kak doivi, ternyata emang anaknya baik. Tadi kita banyak cerita loh, ternyata dia itu seumuran sama Nita.. baik orangnya. Cantik juga"
"Kamu srek"
"Srek ma, banget srek nya"
"Ya udah Mama sedikit lega kamu srek"
"Pokok Mama harus ketemu. Baik loh orangnya, lembut"
Tak lama notifikasi jika gilsha dalam bahaya pun masuk ke ponsel doivi
"Kak, mau kemana lagi" tanya anita
"Ada urusan"
Baru saja ia sampai dirumah, ia harus kembali ke Bali untuk mencek kondisi gilsha
Sementara gilsha yang sedang dalam pengawasan Jordi pun tak curiga jika ia diawasi oleh seseorang Nara pidana
Jordi pun berdiri didepan pintu kamar kost gilsha, saat gilsha membukanya betapa kagetnya ia..
"Jordi" ucapnya berjalan mundur perlahan
"Iya, apa kabar kamu gilsha, saya kangen"
"Kamu bisa keluar dari sel gimana caranya"
"Itu biar jadi urusanku"
"Tapi"
Jordi memberikan obat bius dan membawa nya ke rumah Jordi
Karna ponsel gilsha yang berada disaku celana gilsha masih aktif, membuat doivi bisa melihat kemana doivi membawa nya pergi
Sesampainya di rumah Jordi yang sudah lama tak ditempatin, ia pun mengikat tangan sekaligus menutup mulut gilsha, tak lama gilsha terbangun
"Emmm" ucap gilsha
"Hai sayang, udah bangun, selamat pagi... Ini udah pagi loh" ucap Jordi
"Emmm... Emmm.." gilsha tak bisa bersuara
"Tenang aja, aku gak akan nyakiti kamu, sedikitpun, aku sayang kok sama kamu, masak iya aku nyakiti kamu, tapi aku justru akan membunuh orang yang mengganggumu" ucapnya
"Emmmm"
Diperjalanan, doivi sembari menghubungi polisi dan memberikan alamatnya, bersamaan dengan datangnya polisi ia sampai ditempat penculikan gilsha
"Angkat tangan.. Anda sudah terkepung" ucap komandan polisi
Jordi pun mengangkat tangannya dan diringkus oleh beberapa polisi membawa nya ke mobil polisi
Setelah melepaskan ikatan gilsha. Polisi berterima kasih atas apa yang dibantu oleh doivi
"Terima kasih pak, karna bapak membantu kami pihak kepolisian, untuk menangkap buronan kami, karna tahanan barusan memang kabur dari sel" jelas polisi
"Buronan pak?"
"Iya, Jordi adalah seorang Nara pidana dijatuhkan hukuman 10 tahun penjara atas pembunuhan kakak beradik, dan kebetulan nona gilsha ini lah salah satu korban"
"Korban? Bagaimana ya maksudnya"
"Yaaa, Jordi ini adalah pembunuh seorang lelaki yang menjadi calon suami nya dan Jordi membunuh bersamaan dengan calon kakak ipar nona gilsha secara bersamaan didepan gilsha, makanya Kami jatuh kan 10 tahun"
"Apa bisa ditambah untuk masa tahanan, berapapun saya bayar"
"Bisa, silahkan menuju kantor kami, ini alamatnya"
"Baik pak"
Setelah polisi keluar membawa Jordi, barulah Sadar jika gilsha sedari tadi memegang erat tangannya karna rasa takutnya
"Maaf, saya reflek" ucap gilsha
"Gakpapa"
Doivi pun membawa gilsha ke sebuah danau kecil ditengah tengah taman yang cukup indah
"Kamu kok bisa kenal sama buronan begitu" tanya doivi
"Awalnya dia baik kok sama aku, dia kan mantan bos ku dulu, baik orangnya, tapi ya mana aku tau kalo ada maksud sama tujuan berbeda.. panjang ceritanya"
Gilsha pun mencerita kan serangkuman mulai dari siapa Jordi, pandu, sampai ke Rangga..
"Oh gitu" ucap doivi pelan
__ADS_1
Dan kini barulah tugas seorang doivi membuat gilsha lupakan hal baru saja ia alami