
"wah serius pak, ya saya mau, terus apa pekerjaan nya hanya itu, berarti pekerjaan nya gampang.. cuman nemenin kan?" tanya zakia
"enggak, gak cuman itu, gak semua pekerjaan mudah, semua ada resiko, jika diluar aplikasi terjadi apa apa kami tidak bertanggung jawab, tapi tenang, diluar aplikasi ketika kamu sudah berada didalam rumah yang akan kamu tempati bersama teman lainnya" jelas pak gin
"lalu kalau sedang tidak ada pelanggan..?"
"terserah kamu mau apa, jalan jalan, tidur, nonton, dan lainnya tapi saya kira waktu tidak ada senggang untuk pekerja baru"
"baik pak saya akan lakukan"
"nanti kalau kamu dalam aplikasi waktu yang masih berjalan dengan pelanggan, pemesan lain akan wait, nunggu kamu, tergantung si pelanggan mau nunggu apa cancel"
"baik pak"
"dan untuk bayaran, jika saya mendapatkan komen positif selama sebulan, ya diatas 1,5juta sebulan, tapi kalau negatif bisa dibawa 1, 5 juta, bisa dibawa sejuta"
"siap pak"
"okeh deh, selamat datang dipekerjaan ini"
dan belum seminggu bahkan hanya dua hari, zakia memutuskan pindah tak lagi menlanjutkan kostnya..
"loh nak kia, ini terus uangnya bagaimana? kan masih ada untuk tiga minggu"
"gak papa pak, ambil bapak saja"
"waduh beneran kia?"
"iya pak, maksih pak ya selama ini bapak baik"
"ah iya, tenang aja.."
dan ketika sampai dirumah yang dimaksud pak gin
"masuk kia" sapa pak gin yang sudah ada didalam
dan pak gin memperkenalkan kia
dihari esok barulah kia aktif bekerja..
dan ketika esok nya ia mulai bekerja
"kia.. kamu udah bangun belum" teriak tity teman kerja kia
"sudah ti, bentar lagi"
"eh aku duluan, soalnya ada orderan"
ketika membuka pintu kamarnya
"kemana ti?"
"ada orderan keliling pakai sepeda gunung"
"yaudah hati hati ya"
"eh kia, aku sudah buatin sarapan, jangan lupa dimakan"
tity memang anak yang baik, tity senang ketika ia mendengar akan ada pekerja baru menemaninya
ditambah ia sama dengan zakia, terbilang ditengah keluarga yang kekurangan membuatnya harus pergi mencari pekerjaan
namun ketika sedang sarapan, zakia mendapatkan orderan, terlihat isi orderan dari seorang lelaki bernama nade
dan ketika ia takut terlambat akhirnya ia memilih membekal roti sanwitch bikinan tity
ketika sampai..
"pak nade ya?" sapa zakia
"iya" jawab nya singkat
"langsung saja pak?"
"iya"
namun nade menyodorkan pakaian
"apa ini"
"ganti, cari toilet, tidak mungkin saya bawa kamu dengan pakaian seragam kerja itu"
"baik pak"
dan ketika jalan ke arah salah satu cafe
ternyata bukan seperti yang dia tulis pada kolom alasan di aplikasi yang katanya memesan untuk makan siang.. namun hanya nongkrong karna iaalu temannya semua menggandeng perempuan
dan ketika ia dipersilahkan duduk oleh nade
"makasih"
nade yang sibuk berbincang dengan beberapa temannya, setelah mulai tenang, nade pun duduk didepan zakia, nade melihat kearah zakia yang sedang makan..
"pak nade mau?"
"enggak"
"kenapa?"
"gak mau"
"baik pak"
dan nade melihat, wanita didepannya dadalah perempuan polos..
__ADS_1
"pekerjaan ini tak seharus nya untukmu, tapi pekerjaan ini terbilang happy, tak masalah wanita dengan pekerjaan ini, aku cukup lama menjadi pelanggan disini" gerutu nade dalam hati
dan ketika nade selesai memesan jasa seorang zakia, nade terkesan, tapi ia diam, perasaan selama bersama dengan zakia membuatnya nyaman..
zakia terus berbicara, bercerita, lepas menceritakan penatnya, padahal sikap nade terbilang diam dan cukup cuek
dan ia memberikan bintang hanya satu kepada zakia sebagai penilaian nya
ketika zakia sedang berada pada pesanan lain..
nade tetap menunggu tanpa mengcancel..
dan ketika selesai.. nade langsung mengorder ulang.. ketika zakia datang..
"pak nade" sapa kia
"iya, masuk"
dan ketika zakia dipersilahkan duduk didepan..
namun ketika sampai pada salah satu cafe ternyata nade sedang menjemput girlfriend nya
"pindah kebelakang" perintah nade dan zakia menurutinya
hampir empat jam kebersamaan zakia dengan nade, membuat nade terus mengerjai zakia, membuat nade bisa membuktikan jika zakia adalah orang yang benar benar polos, sabar, terima perlakuan dari nade
mulai dari meminta zakia duduk dibelakang ketika teman perempuan nade datang, lalu meminta zakia untuk duduk diluar menunggunya makan siang
dan ketika itu zakia benar benar menunggu tanpa memesan apapun, entah makanan bahkan minuman..
lalu nade meminta zakia untuk jalan, mulai dari cafe ke rumahnya, dan ketika sampai dirumahnya, nade meminta untuk zakia membelanjakan Keperluanny selama sebulan dengan catatan yang sudah ia tulis
dan ketika jam tiga sore masa order habis, zakia pun berpamitan kepada nade
"pak. saya permisi, pamit pulang" ucap zakia
"oh iya, iya..."
dan ketika kia menyalakan motor nya
"kia" panggil nade
"ya pak"
"makasih"
"untuk apa pak?"
"ya terimakasih ajah, sudah melakukan pekerjaan mu dengan baik, saya suka cara kerjamu"
dan ketika nade terus menghindar tentang isi hatinya yang nyaman ketika bersama zakia padahal ia sering memesan jasa kia, namun ia memilih untuk memesan sekedar memesan walaupun hanya diam
"pak" sapa kia
"boleh tanya?"
"apa"
"pekerjaan bapak apa sih?"
seketika nade melirik arah zakia dengan wajah asamnya
"oh iya pak maaf" ucap zakia seolah tau
dan setelah zakia menyelesaikan pekerjaan nya, ia menuju rumah tempatnya kini tinggal bersama keempat temannya..
beru saja zakia selesai beberes, tity pun baru datang..
tak lama kelima pekerja pun berkumpul karna jam sudah tak ada orderan
"kia.. kenapa kamu mau masuk kesini?" tanya tity
"aku mah apa aja ti, asal bisa ngirim uang ke ibuk bapak dikampung"
"dulu sih aku pikir enak tau kerja disini, tapi aku lama lama tau, pekerjaan ini gak 24 jam.. jadi ada pelanggan tengah malam ya kita sedia"
"iya nama juga kerja ti" sambar teman lelaki tity dan zakia..
tak cuman tity dan zakia yang ada dipekerjaan itu, ada tiga lelaki lagi yang jauh lebih lama sebelum tity dan zakia
bernama dirga, soni, dan antara
namun ketiga dari mereka ternyata tara menyukai zakia..
terlihat setiap zakia mengobrol, bercanda, bicara dengan yang lainnya tara selalu hanya menatap arah wajah zakia, dengan memperhatikan wajah zakia..
"woi bengong doang tadi" sapa soni
"ha.. enggak kok biasa"
"lu ngaku tity apa zakia?" tanya soni
"apanya"
"lu suka lu diantara tity ama zakia lu, yakin gue"
"apasih"
"enggak, jujur aja bro, berapa tahun kita kerja bareng, partner, kaga ada pembohongan dari gue"
"yaudah jangan berisik"
"terus siapa?"
"zakia"
__ADS_1
dan ketika dirga yang mendengarnya karna baru masuk dari dapur membuat kopi
"lah lu suka ama kia?" tanya dirga
"hsssst jangan keras"
"lu saingan gue lu" jawab dirga
"ha.. serius ga" tanya soni
tak lama pak gin datang..
"waduh yang diomongin kayaknya saya kenal" sapa pak gin
"pak gin, hehe iya pak"jawab soni
"oh ya tara.. besok siang kamu dateng ke rumah geprek ya, yang selatannya aksesoris warna itu, disana ada tamu dari surabaya, dia tidak mau pakai aplikasi, cuman saya rekomen karyawan yang kerja bagus" jelas pak gin
"baik pak"
dan setelah beberapa hari kemudian..
waktu membuat tara dan zakia sama sama senggang, ketika itu nade yang akan menuju ke asrama zakia, melihat zakia sedang berbincang dengan tara
"terus kalau kamu gak pernah pacaran masak iya kamu gak pengen nyoba gitu" tanya tara
"enggak deh tar.. aku kerja aja fokus, msalah hati bisa mengikuti kok, kan sudah ada takdir"
"iya sih"
nade melihat jika tatapan mata tara tak seperti pada umumnya, atau seperti teman ke teman...
lebih dari itu, nade yakin tara menyukai zakia..
nade pun pergi dan membuang buku novel yang pernah dibicarakan oleh zakia padanya..
sorenya, ketika zakia membuang sampah, ia melihat ada buku masih rapi dengan plastiknya
"wah ini kan buku yang aku suka, kenapa disini, kan sayang, masih limited nih" gerutu zakia
beberapa hari kemudian..
ketika kia melihat nade..
"pak nade" teriak kia
"eh kia"
"kenapa bapak buang, gak kasih saya" ucap zakia memperlihatkan buku novel
"kok kamu bisa dapat?"
"saya gak sengaja lihat ada ini, kemarin bapak dateng ke asrama ya?"
"enggak" elak nade
"yqkin pak? saya cerita kalau suka ini cuma sama bapak aja loh"
"dih kamu apaan coba.. jang..." ucapan nade terpotong karna tara
"kia.. nanti sore kata tity makan diluar, tadi pak gin sudah kasih booking untuk kita makan"
"wah bener tuh tar? boleh deh, aku bareng kamu ya"
dan ketika tara sudah pergi
"dia pacarmu?" tanya nade
"bukan sih pak, cuman aku suka aja padanya"
"kamu suka?"
"yaa suka tapi maksudnya suka yang kaya dia itu baik, perhatian"
"terus?"
"yaa dibanding yang lain sih, yang awalnya perbedaan bagi kita jadi kesamaan kita, maksudnya yang kayak dia sering aktifitas jogging sore sementara pikiranku jogging ya pagi tapi aku terbiasa ngikuti dia, begitu sebaliknya"
dan dengan sikap cueknya..
"sudah?" tanya nade singkat
"apanya pak?"
"ceritanya?"
"oh sudah pak, sudah"
Antara Nyimas Prastio adalah orang yang berasal dari keluarga yang sama dengan zakia..
nyimas begitu sapaan nya dilingkungan rumahnya yang jauh dari panggilan nya di lingkungan kerja yaitu tara
*jadi kita bahas pakai nama tara saja
tara memang sering berdua dengan kia sejak seminggu zakia berada diasrama yang sama dengan tara dan mereka sering menghabiskan waktu diluar orderan berdua..
kebiasaan tara yang sering ia lakukan namun tak pernah zakia lakukan kini mereka lakukan bersama...
bahkan mereka memiliki sebuah kosa kata
"teman jalan sejalan, teman hati sejati, kita teman berjuang demi sukses nanti, kita akan bersama selalu menjadi teman"
yaa itu sering mereka ucapkan ketika mereka jalan berdua, makan, nonton, atau apapun lainnya
hari benar berjalan, semua pekerjaan tentu ada naik dan ada turun, sama dengan laut yang ada pasang juga surut..
__ADS_1