
"kamu bilang sama orang tuaku jika kamu ayahnya, dan kamu akan menikahiku, tapi tenang, aku akan bilang, pernikahan kita diamdiam hanya kita berdua dan penghulu dan beberapa saksi aja"
"jangan gila kamu"
"mas pras..." ucap putih
putih ternyata berada ditempat yang sama, yaa putih memang datang ketempat itu karna ada undangan dari teman sekolah nya untuk temu kangen alias reuni namun itu hanyalah akal akalan seorang arya
bagaimana bisa??
yaa arya yang mengikuti perginya pras memanfaatkan keadaan yang terjadi, ia memakai nomor baru untuk mengundang putih datang hari itu juga, dan akhirnya putih datang tepat waktu
"putih" sapa pras
"dia hamil? anak kamu?"
"bukan putih"
"lalu kenapa dia minta kamu yang bertanggung jawab didepan keluarganya, kalo bukan kamu?"
"ola, permainan apa ini?" tanya ola
ola pun tak mengerti ini apa, karna ini semua sudah rencana arya..
"kamu kesini ngapain?"
"aku tadinya mau ke acara resmi reuni, tapi dapat kejutan lebih hebat dari itu"
"sayang, aku bisa jelasin kok"
"jelasin kamu sudah tidur dengannya, kamu sudah menghamilinya, begitu, pras, bahkan aku datang ke tempat resmi membawa anakmu, tidak seperti wanita kebanyakan yang menitipkan kepada saudara atau tetangganya"
"yang, kamu salah paham"
"put, kamu itu salah paham, gak gitu" ucap ola
"udah stop, kamu jangan ikut urusan aku dengan mas pras.. atau jangan jangan kamu memang sengaja melakukanini karna ingin merusak kita, udah jangan ganggu aku lagi ola, kamu mau sama dia, silahkan"
putih pun pergi, berlari dan pras mengejarnya namun keburu putih masuk taksi
tak tau kemana perginya putih, pras kembali masuk ke dalam cafe dan memarahi ola karna ia diam tak menjelaskan apapun
"ola, kenapa kamu diam, kenapa tidak menjelaskan?"
"pras, kan aku udah mau bilang eh kamu tau sendiri dia gimana, nyerocos aja tuh bibir bicara, mana bisa kujelaskan"
"ya usaha dong gimana caranya, think again, bagaimana caranya"
"pras, kok kamu marah sama aku?"
"kamu tanya? dan saya jawab yang pertama, dia istriku, kedua, kamu diam, yang utama, diluar sana ada lelaki yang mengincar putih, lalu putih berpaling kepada orang itu, apa tanggung jawabmu sama rumahtangga ku?" ucap pras
pras pun pergi, dan ola terdiam memikirkan mungkin yang dimaksud pras adalah lelaki kemaren yang bersama ola
pras pun menuju ke lantai gedung paling atas milik marix tapi tak menemukan..
yaa putih saat itu berlari ke arah belakang cafe, ia duduk di bangku pinggir taman belakang cafe yang cukup rame..
"putih" sapa hanri
"bang hanri?" ucap putih
"nih hapus tuh, kalo ga dihapus disangkanya gue ngapain lu"
"makasih bang"
"lu kenapa?"
"pusing bang, banyak banget difikiranku, kenapa ya bang si pras malah ketemu sama mantannya dibelakangku"
"pras? ya kan silahtuhrahmi kalo kata orang mah"
"silahturahmi sampek hamil gimana cerita nya"
"ha whahahah"
justru hanri nengetawai ucapan putih yang dirasanya lucu..
"baaaang, lucu yaaa.. sama aja mah nih"
"liat tuh muka biyan, bukannya sawan denger nyokabnya ditinggal selingkuh eh dia ketawa noh"
"bang, serius nah e"
"nah, loh, lu gue seriusin ya jadi yang kedua, repot kan?"
"bang, ih" putih menepuk pundak hanri pelan yang sedang menertawainya
"yaaa okay okay, kita serius, ehemm jadi gimana ceritanya?"
"jadi gini bang, gue kan liat dia di cafe ini sama mantan tunangannya, gue denger si mantannya ini hamil bang, minta pras bilang sama keluarganya mantannya kalo pras mau tanggung jawab"
putih pun menjelaskan..
"yakin, siapa tau hanya cerita, tapi kalo emang begitu, bener, gue gak bakalan kasih dia ampun buat pembalasan, gila aja sahabat gue dia beginiin" ucap hanri
putih mengeluarkan kotak rokok dan mengambilnya sebatang
"wah lu gila aja, sini biyan kasih gue, gila lu anak bayi begini lu nya ngerokok di depan muka nya"
__ADS_1
biyan pun berganti tangan ke tangan hanri sementara putih menghisap sedikit demi sedikit rokoknya
"terus habis ini lu kemana"
"yang jelas gue gak bakal balik kerumah"
"emmm, lu dirumah gue aja"
"nanti pacarlu liat gue gimana"
"gue handle.. udah gampang mah"
"serius nih ya gue tinggal dirumah lu"
"iya ah elah lu, lu kan gue anggep adik gue"
"thanks bang"
putih menuju rumah hanri
ia tidur bersama biyan dan menatap langit kamar hanri
"nih lu makan, seadanya deh, namanya anak kontrakan.. ya sedianya mie doang"
"makasih bang"
"anak lu asi?"
"kaga bang"
"emmm... udah lu makan, gue yang jagain si biyan"
"iyaaa..."
tak lama, ia pun selesai makan
"udah bang, lu kaga makan?"
"mager gua, nanti deh"
"ntar sakit lu baru tau rasa"
"kebal gue"
"eh bang, ntar ada yang tanya gue dimana jangan lu kasih tau ya, apalagi si pras"
"lah, emang dia tau rumah gue? emang dia punya nomor gue"
"oh kaga punya ye"
"hm, gampang urusan itu lah"
esok sorenya
"ikut biyan ikut dong, mana mungkin bawa bayi bang"
"yaudah lah, lu diem dirumah aja"
"yaudah, makasih bang"
"bosen makasih mulu"
"abang nah"
beberapa hari berlalu, pras benarbenar lost contact dan kehilangan putih saat ini, pras berfikir jika arya yang membawa putih, pras menemui arya di kantor nya karna emang pras tak mengetahui dimana rumah arya
"siang dokter arya" ucap pras
"siang.. anda ada keperluan apa?"
"apa istri saya bersama anda?"
"putih? kau bisa lihat dengan mata kepala sendiri bukan, lihatlah sekelilingmu, apa ada putih?"
"cobalah menjawabku dengan tegas, dimana istri saya"
arya menatap tajam arah pras
"saya tidak tau istri anda" ucap arya
"coba saya ingin ke rumah anda, pasti ada disana.."
"oh silahkan, saya temani anda kerumah saya"
saat akan keluar dari ruangan kerja arya, pras merampas ponsel di saku celana arya
"hei, apa yang kau lakukan"tanya arya
pras menngecek percakapan whatsapp terakhir antara arya dan putih tapi menunjukkan sudah tiga minggu mereka tak lagi chating
"tadinya sekedar cek aja chat mu dengan putih, tapi saya pegang buat jagajaga, taunya nanti kamu kabari putih untuk menyembunyikan dirinya dariku" ucap pras
"peganglah sudah, terserah"
sesampainya dirumah arya..
pras turun seorang dan menjelajah seisi rumah arya tapi tak menemukan putih
"ketemu?" tanya arya
__ADS_1
pras hanya duduk terdiam didepan pagar besirumah arya
"saya memang suka dan mengincar putih, tapi sejak putih meminta saya untuk tak lagi mengganggunya, saya takkan mengganggunya lagi, karna saya hanya akan mendengar kan apa yang diminta putih" jelas arya
pras hanya terdiam...
"hei, kau sedang ada masalah?" tanya arya
"putih pergi dari rumah, ia tak pulang"
"duduklah, ceritakan ada apa?"
"terimakasih, saya permisi, maaf jika saya merepotkan mu apalagi menyita waktumu, termasuk menuduhmu" ucap pras
pras mencari taksi dan berlalu..
"putih pergi? ada apa dengan mereka? kenapa saya tidak tau hal apapun, atau ini ulah wanita itu, mantan tunangan pras.. arrgh saya tak ada kontaknya pula, siapa dia, aku cari dia kemana?" ucap arya dalam hati
sementara putih...
"hai put" sapa hanri
"hai, bang baru pulang, gimana kerjaannya?"
"lancar"
"udah makan belum bang, aku masakin tuh omelet"
"emm.."
hanri menuju meja makannya
"biyan dah tidur?"
"udah bang"
"gue berasa punya istri"
"masak sih"
"gue datang lu sambut, tanya makan, ngajak makan, gue tanya anak lu, sama banget kan sama yang punya istri"
"haha bisa aja, gue kan cuman mau bales apa yang abang bantu buat gue, oh iya bang, gue mau kerja lagi nge dj"
"terus biyan?"
"nah itu bang jadi pikiranku"
"em... bentar.."
hanri membuka layar ponselnya seperti sedang mencari sesuatu
"em, ada, ini tante gua, dia terima penitipan bayi sih, lu kasih aja perlengkapan yang pas buat biyan, tar lu titip ke dia, sumpah murah, seharian 250 gue jamin kalo sama gue, dan lo, bisa kerja"
"boleh deh, besok anter ya bang"
"tapi lu mesti jalan selama tiga jam, gimana?"
"terus ada chanel nge dj daerah sana kaga?"
"woh... aman"
esok sorenya putih bersama hanri pun menuju ke tempat penitipan biyan...
dan sekaligus mencari chanel untuk putih nge dj lagi
karna memang hanri orang yang cukup dikenal kebanyakan orang dari dunia club malam, tak sulit untuk putih dapat job nge dj lagi
beberapa hari aktifitas berjalan..
saat putih pulang tak ada job, putih yang dapat ponsel bekas hanri dan nomor lama hanri pun janjian bertemu dengan hanri disalah satu hotel dekat tempat kerjanya..
tak berfikir negatif, putih pun datang tepat waktu yang diminta hanri..
saat masuk kedalam kamar yang dimaksud, betapa kagetnya putih mendapatkan sureprize dari hanri, yaa makan malam bersama temanteman hanri..
begitu romantis, dengan hiasan bunga dan beberapa lilin di seluruh sudut ruangan..
putih hanya bisa menangis dan menutup wajahnya malu didepan temanteman hanri
hanri memeluk putih, yaa hanri memang sempat suka pada putih, sejak awal putih meminta job ber-dj kepada hanri..
tapi ia menyimpan dan melupakan sesaat setelah putih memutuskan dekat dengan pras dan menikah..
ditambah ia dekat dengan sosok wanita baru..
dan kini tibatiba tanpa ia minta, tanpa ia paksa, putih datang dengan sendirinya.. membuatnya lupa akan semua cerita sebelumnya...
tak sampai disini, beberapa hari kemudian, putih dikejutkan dengan kedatangan dj marsmellow.. dimana dia adalah fans berat putih..
putih dengan begitu senangnya pun berfoto ria, meminta tanda tangan, bahkan ber-dj bersama dj marsmellow..
setelah puas, putih memeluk erat tubuh hanri sebagai tanda terimakasih
"makasih makasih makasih, ini takkan pernah ku lupakan" Ucap putih
"iya" hanri memeluk dan mencium kening putih
capek dengan segala aktifitasnya seharian, sesampainya dirumah hanri, putih langsung tertidur pulas tak butuh waktu lama
__ADS_1