Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
WPD #11


__ADS_3

ia hanya diam


"apa kamu tidak pernah menganggap aku ada? apa kamu tidak menganggap aku berdiri disini untukmu?" tanya wangi dengan nada rendah karna kecewa


"aku hanya tak ingin merepotkan mu, akhir akhir ini aku sering tidak bekerja, dan kamu iklas bekerja untukku dan sapta.." jawab santa


"kamu tidak akan sendirian, jika kamu mengatakan dari awal, aku akan hanya menjadi orang yang tidak berguna untuk suami sendiri" ucap wangi


dan beberapa bulan rutin wangi mengantarkan santa berobat dan terapi dan pertumbuhan kanker berjalan lambat tak secepat kemaren..


"dukungan istri pak, memang sangat manjur untuk para suami menjalani masa hidup sulit" ucap suster


suster menemani santa dan wangi yang mengunggu giliran cek up


"iya sus, saya juga kadang berfikir mungkin kurang berhati hati dalam segala sesuatu membuat saya diganjar penyakit ini"


"ya jangan dihubungkan dengan hal seperti itu pak, santai saja... bapak anggap saja ini perjalanan"


beberapa hari kemudian..


ketika masih berkutat dan melawan segala situasi yang dia alami..


santa membuat rekord video untuk sapta.. anaknya.. yang akan masuk sekolah..


dengan ucapan..


"sayang... mungkin selama ini kita bermain petak umpet papa selalu kalah dan kamu dapat menemui papa, untuk sekarang kita bermain petak umpet, papa akan bersembunyi... cukup lama.. yaaa lamaa... nanti dihari ualng tahunmu yang akan mama rayakan setiap tahun nya... dan diulang tahun ke-10 setelah ayah bersembunyi, barulah kamu bertanya pada mama dimana ayah bersembunyi.. ketika mama masih tidak memberitahumu, carilah teman mama yang bernama om enggar, dia adalah papa, papa berubah menjadi om enggar diulang tahun mu yang ke 18 nanti.. yakinkan dia jika dia adalah papa karna papa akan lupa, ingatkan dia akan masa masa kita sampai ia merangkulmu, dan ia adalah papa"


ucap santa dalam video tersebut..


setelah membuat itu, santa pergi mencari enggar namun tak sama sekali bertemu, ia menuju rumahnya yang disambut juga dengan ayna dan suaminya..


"enggar mya ada?" tanya santa


"kak enggar keluar kota kak, sejak ayna menikah, dia pergi keluar kota me cari pekerjaan" jelas ayn


hingga akhirnya ia drop kelelahan dengan aktifitasnya yang banyak meluangkan waktu untuk bermain dengan sapta sebelum sapta mulai bersekolah


santa menyodorkan kamera kepada wangi


"katakan pada sapta jika petak umpet dimulai" ucap santa..


dan merasa khawatir, wangi membawanya kerumah sakit namun sayang.. dokter dan suster suster yang sudah maksimal tidak bisa melawan kehendak tuhan..


sapta harus pergi selama lamanya..


wangi berteriak histeris ditemani kedua orang tua santa yang kebetulan hari itu anaknya dititipkan kepada orang tua wangi


wangi menangis sejadi jadinya..


tak percaya ia terus mengoyak tubuh dokter untuk mengatakan jika dokter bercanda


"dokter bercanda kan dok, kan santa stadium 3, dan terakhir hasil kontrol dari dokter tidak ada peningkatan virus kankernya" jelas wangi


dokter hanya diam..


"dokter, kenapa dokter diam?" bentak wangi


wangi pun masuk kedalam ruang perawatan dan melihat suaminya yang sudah tertutup kain disekujur tubuhnya hingga kepalanya


kedua orang tua santa menenangkan wangi atas kepergian santa


hari berlalu..


ketika wangi harus berusaha untuk menjalankan pesan suami nya kepada anaknya..


ia sering kali menangis ketika mencoba meyakinkan anak nya jika ayahnya bersembunyi karna bermain petak umpet...


dan dihari ketiga perginya santa..


enggar yang kelelahan karna lembur pekerjaan pun langsung naik keatas ranjangnya dan tidur..


namun baru saja ia tertidur, ia langsung bermimpi jika santa menemuinya dalam mimpinya..

__ADS_1


seperti berkata, menitipkan wangi, temui wangi, meminta bantuannya untuk menjaga wangi, merasa aneh dengan pesan itu, enggar pun terbangun.. melihat kearah jam ternyata sudah seharian penuh enggar tidur tak bekerja, tak makan, tak mandi selama sehari penuh padahal dalam mimpi nya, ia hanya bermimpi duduk berdua dengan santa dan mengobrol, diakhir obrolan, santa menitipkan wangi dan anaknya..


didalam mimpinya juga, santa berkata


"berjalan 10 tahun dari kamu terbangun tidur ini, kamu harus menjadi ayah dari sapta karna sapta akan mencarimu dengan sebutan saya.. ayahnya"


seketika itu enggar terbangun kaget


mimpinya seolah nyata dirasakannya..


jantungnya berdebar seakan ia baru saja bertemu dengan santa namun entah mengapa bisa hanya mimpi ia terbangun dengan jantung deg-degan..


suara ponsel enggar berbunyi, telfon dari ayna adiknya


"halo" sapa enggar


"kak... kerja ya? kemana aja sih seharian ini aku telfon nomor aktif tapi gak diangkat?"


"ha...seharian... loh ini kan baru jam 6 sore... baru kakak tidur jam empat" ucap enggar


"jam empat kapan, kemaren kali, kak orang dari jam tujuh semalem aku telfon kakak"


"ha.. sekarang tanggal berapa?"


"sekarang tanggal 11 kak.."


"lah.. tanggal 11 malem? kakak gak kerja? waduh"


"ih kakak gimana molor lama amat?"


enggar masih teringat dengan mimpinya itu... ia terus berfikiran kepada santa..


"kak.. yeh molor lagi sih?" ucap ayna


"engga engga, apa?" tanya enggar


"aku mau kasih kabar ke kakak kalo kak santa meninggal" ucap ayna


"ha.." ucap enggar dengan nada keras


"memang dia kenapa?"


"aku juga baru tau kemaren pas kerumah wangi, wangi bilang kak santa meninggal karna kanker tulang"


hari itu juga, enggar memutuskan untuk pulang dan meminta izin kepada bossnya untuk cuti dua hari..


"apa? dua hari, kemaren seharian kamu gak dateng kerja, sekarang malah minta libur jatah dua hari, gak ada ya pekerjaan yang seenak kamu begini" bentak bossnya


"tapi pak bos, temen saya meninggal"


"yasudah, saya kasih ijin kamu pergi, dan jangan lagi kembali"


seolah tak mempermasalahkan itu, enggar pun menerima pemecatan, asal bisa bertemu wangi


sesampainya dirumahnya..


enggar duduk dan menghirup aroma yang masih segar seperti pewangi ruangan yang sering dipakainya..


ia melirik kearah bingkisan yang tak pernah ia buka kado ulang tahunnya dari wangi yang ia buang..


ingatannya seolah mengingat kembali suatu hari itu santa menyapa nya dan sempat menitipkan wangi padanya..


dan setelah dihari ia bersiap untuk datang kerumah wangi, bersama ayna..


restu menjemput ayna..


"enggar? kapan dateng?" tanya restu


"tadi subuh, langsung kesini, dan istirahat bentar sekarang mau ke wangi, kamu ngapain?"


"tadi di chat sama ayna mau kerumah wangi, sekalian aku anterin irza kan dia belum kewangi" jelas restu


"oh kak irza belum ya, iya sih kemaren aku ajakin"

__ADS_1


dan mereka pun menjeput irza lalu berangkat bersama menuju rumah wangi


ketika pembantu wangi menyambut dan menjamui dengan minuman, wangi pun keluar dari kamarnya


"wangi" panggil ayna


"ayna, irza, restu?"


"iya, aku kesini lagi, udah kesini padahal, anterin kak enggar"


"enggar.. "


"gimana kabar kamu?"


"baik"


"gimana ceritanya, kemaren kamu kan cerita ke ayna" ucap irza


wangi menceritakan mulai dari awal penyakit yang diderita santa tak ia ketahui hingga ia baru tau distadium tiga


"dia terus mengelak, tapi ketika semua bocor hingga didepan mata kepalaku, akupun memilih untuk menemaninya meluangkan waktu disela sela kerja ku, hasil mengatakan hari demi hari baik, dan tidak ada lagi peningkatan virusnya, tapi kenapa justru tuhan memanggilnya" ucap wangi


irza takkuasa memeluk wangi disusul ayna turut memeluk..


"eh udah udah jangan sedih" ucap ayna


"iya ngapain sedih, nanti santa gak tenang dialam barunya..  eh iya, sapta mana wangi?"


"sapta ada bersama neneknya, aku menitipkannya karna aku cukup sibuk disini banyak teman santa yang datang kesini"


"oh iya.. kamu tau enggak, kita disini berkumpul sudah berbeda jauh dari terakhir kita kumpul, aku, nikah anakku dua, irza juga sekarang lagi hamil tiga bulan, restu juga menikah anaknya satu dan akan masuk sekolah" jelas ayna


"oh iya.. aku ngikuti kalian disosmed" ucap wangi


"emm aku juga" jawab irza


"terus enggar?" tanya irza lagi


"enggar..." ayna hanya melirik kearah enggar dan menunduk


"aku masih mengejar uang" jawab santai enggar


dan setelah hari itu ia lega bertemu dengan wangi, ia kembali mencari pekerjaan dipantai kuta bali


karna selain ia tak mau teringat masa lalu, ia tak mau menyusahkan adiknya


10tahun kemudian


wangi yang sudah berjanji akan memberitahu kepada sapta dimana ayahnya bersembunyi, tak mampu mengatakan, bibirnya seolah membeku tak bisa bergerak mengucapkan kalimat itu kepada anaknya


sapta berhasil mengemban permintaan ayah nya yang meminta nya untuk menjaga mama selama ayah bersembunyi, sapta berhasil tumbuh dengan jadi anak pintar yang sayang mama nya berkat permintaan ayahnya yang sedang bersembunyi memain kan petak umpet


wangi hanya memberikan rekord video kepada santa dihari kedua sebelum dirinya ulang tahun


ketika menonton, sapta hanya memperhatikan video itu, terlihat mata nya memerah, namun ia tak meneteskan airmata


jika ia meneteskan air mata ia akan kalah karna peraturan utama dilarang seorang sapta menangis sampai akhirnya tau dimana ayahnya bersembunyi


dan ia kini bisa menerima kenyataan dimana ayahnya bersembunyi..


ia membuat rekord sebagai tanda bahwa ia tahu dimana ayahnya bersembunyi selama ini


"pa... sapta tau sekarang dimana ayah bersembunyi.. kamu bersembunyi ditempat terinda disisi tuhan.. paa makasih atas permainan itu kamu memberikan aku kekuatan dan rasa yang tak perna mudah menyerah.. selama ini aku selalu membujuk mama supaya tidak melanggar aturan main kita dilarang menangis... tapi karna permainan selesai, dan aku tau dimana kamu bersembunyi, maafkan aku pa, aku tak bisa menahan rasa rindu yang hanya bisa kuungkao dengan tangisan.. aku menang pa, aku tau dimana kamu, kamu ada dikenangan kita, kamu ada dimata ku dan mama, kamu akan ada.. dan aku akan mencarimu pada sosok orang yang dimaksud olehmu" ucap sapta..


dan setelah membuat itu, sapta mendekati beberapa teman mama nya..


hingga ia bertemu irza..


"tante.." sapa sapta ketika makan siang di toko usaha milik restu dan irza


"sapta.. sama siapa kamu?"


"sendirian te"

__ADS_1


"mama kemana?"


__ADS_2