
ketua kelas membagi 7 kelompok yang setiap kelompoknya ada 5 orang karna jumlah anak dalam kelasnya ada 35 anak
dan yang masuk di kelompok nomor 5 nya ada Syahdu, Tinta, Sahrul, dan teman lainnya termasuk si ketua sendiri, Onil
mereka pun duduk secara berkelompok..
Tinta terbilang biasa saja, tidak terlalu pintar tapi cerdas tapi menariknya, Tinta memiliki gaya pakaian rapi dan sopan tapi tidak terlihat kampungan
dan setelah semua terangkum, tinggal tugas Syahdu yang mengetik ulang tulisan tangan Onil
"Syahdu, ini tugasmu, kamu ketik aja begini" kata Onil
"yee.." jawabnya singkat
karna yang lain sibuk, Sahrul dan aggota lainnya sibuk masing masing dan disanalah Tinta mulai mengajak ngobrol Syahdu
"sudah lama sekolah disini?" tanya Tinta
"iya.. kau baru kan? siapa nama mu?" tanya Syahdu
"Tinta"
"oh, emang apa arti nama itu? Tinta bukan isi dalam bulpoint?" tanya Syahdu meledeknya
"iya, emang, Tinta isi dalam bulpoint dan artinya memang benar, ingin seperti bulpoint yang bisa menjelaskan secara tertulis apa yang tidak bisa dikatakan secara lisan" jawab Tinta
"emm.. aseeek, haha iya iya, bagus sih, tapi aneh, ketawa mulu gue denger nama itu"
"emang kenapa?"
"unik, harusnya nama nama begitu ditaruh dalam lemari pajangan dimuseum, supaya tidak punah" ledek syahdu
dan ketika selesai semua tugas..
"wih anjir gila loh, pinter lu bikin sekeren ini tugas kita.." gerutu si ketua kelas, Onil
"ya lah" jawab Syahdu
dan ketika jam sekolah berakhir..
"Syahdu.. rumahmu dimana?" tanya Tinta
"ngapain lu, nanya nanya, rumah gue ya diem lah gak pindah pindah, lukira gue keong bawa tuh rumah kemana mana"
"ya kan siapa tau searah"
dan tak lama Risma, ibu Tinta menjemput anaknya
"ah lu sok nanya dimana rumah gue, eh lu aja di jemput begitu"
"yaa kalau mau bareng boleh kok"
ketika Risma menyapa
"ayo Tinta" sapa Risma
"bentar ma.. ayo ikut gak? nungguin dijemput kalo lama"
"udah biasa kok lama"
"iya gakpapa kok kalau mau ikut nak, ayo" sapa Risma
"gakpapa tante.. nunggu mama"
"dimana rumahnya?"
"belakang gedung merah"
"oh di lapangan pandaga?"
"iya.. dekat kok"
"saya sering kesana, gak searah tapi saya anter gakpapa" ajak Risma
"ah serius tante gakpapa, ini udah hampir sampai mama"
"namanya siapa?"
"Syahdu, tante"
"oh Syahdu? saya Risma, mama nya Tinta"
"oh iya tante salam kenal"
"gakpapa, kami temani sampai kamu dijemput ya?"
"oh sebentar lagi sampai kok mama saya, gakpapa tante tinggal"
tak lama Lirna datang, lalu turun
"loh kamu kan yang..." sapa Lirna menyapa Tinta
"iya tante.." jawab Tinta
"loh kenal?" tanya Syahdu
"iya, ini anak ngalah nyuruh mama duluan padahal dia duluan yang datang dan ngobrol sama pak Toha kan ya?"
"hehe iya tante"
jadi disana Syahdu mengenalkan mamanya juga kepada Risma, ibu Tinta
"ini mama ku, mama Lirna. kenalin tante" ucap nya
"yaa salam kenal bu" sapa Risma
"oh iya tante, saya Tinta" jawab Tinta
"saya mama nya Tinta" jawab Risma
__ADS_1
"iya ma, te Risma sama Tinta nemenin Syahdu nunggu mama jemput" jelas Syahdu
"waah makasih ya bu Risma?"
"em Risma aja bu, panggilnya biar dekat"
mereka pun pulang masing masing, sesampainya dirumah, Syahdu langsung masuk kamarnya
ketika jam menunjukkan jam 5 sorenya..
Syahdu bangun.. dan berubah menjadi dirinya kembali, yaitu Rindu
"ma.. sejak kapan Syahdu?" tanya Rindu
"sejak siang tadi, mama juga ditelfon sama kepala sekolah mu, dan sudah mama jelaskan, supaya mereka mengerti kondisi mu" jelas Lirna
"yasudah"
esoknya.. ketika menuju sekolah..
Rindu duduk dimeja nya yang selalu ia tempati biasanya, ketika itu pula Tinta bingung..
kenapa orang asing dan baru ia kenal duduk di meja yang sama dengan Syahdu
"itu apa kemaren tidak masuk sekolah, kenapa saya baru lihat" tanya Tinta kepada Sahrul
"oh itu, itu anak lama juga sama bareng aku, cuman kemaren gak tau kemana dia, apa izin pulang apa gimana, aku penasaran juga bentar aku tanya"
dan Sahrul menyapa Rindu
"hai rin, kemaren kemana?" tanya Sahrul
"ha? kemaren? ya sekolah lah, kemarin kan baru selasa bukan minggu ya pasti disekolah"
"ah masak, gak ada kok, cuman pagi doang, siangnya ada anak maksa banget ngaku Syahdu duduk disini, nih tugas sampek dia bikin namanya dia" jelas Sahrul
dan tertulis nama Syahdu memang, Rindu jelas kaget.. jelas dia tidak mengingat apa saja dia lakukan kemaren nya
ketika jam pertama masuk.. Nadia memanggil Onil selaku ketua kelas dan Sahrul selaku wakil kelas
mereka menuju ruang kepsek, dan kepsek menjelaskan tentang Rindu dan Syahdu..
setelah menjelaskan, Toha meminta sebisa mungkin menjaga rahasia, tidak perlu menutupi tapi cukup tidak usah menyebarkan..
mereka pun kembali ke kelas..
namun tak terlihat Rindu disana...
"Rindu kemana?" tanya Onil
"tadi sih ke toilet izin ke aku nil" jawab salah satu dari mereka disana
Onil pun menjelaskan karna kebetulan tidak ada Rindu, semuanya yang lain paham, namun Tinta masih bingung..
ia masih tidak tau apa yang dijelaskan oleh Onil dan Sahrul..
tak lama Rindu datang..
dan jam pelajaran berjalan sebagaimana mestinya..
sebulan berlalu, sebulan pula Tinta menjadi siswa disekolah dan kelas itu...
suatu ketika dimana sebulan itu pula Syahdu tak pernah muncul di sekolah dan Tinta baru mulai menyapa Rindu..
"hai rin.. tugas dari bu nadia sudah kamu?" tanya Tinta
"yang tugas satu kelompok ada tiga orang?"
"iya itu"
"sudah kok, cuman kemaren sudah kucari materinya, kurangkum yang pokok aja, sekarang tinggal ada di Sahrul kok"
"kamu jadi ambil apa?"
"aku ambil tumbuhan hijau, sama anak anak"
"oh "
"kamu apa?"
"aku sih ambil tanaman, tumbuhan tapi lebih ke banyak warna begitu"
"oh iya iya, soal apa itu? masukin aja reflesia, itu kan unik"
"bukan, fokus ke tulip kok"
"oh tulip"
dan mereka sangat nyambung.. sementara Tinta cukup nyaman dengan obrolan tentang materi, karna perbedaan lagi, Syahdu lebih ngegas bicaranya tapi Rindu lebih halus
"kamu istirahat aku lihat disini terus?"
"enggak juga sih, ke perpustakaan pinjem buku, ngerjain tugas tugas biar gak keteteran, kadang pinjem novel juga, tapi kubawa ke kelas sih bukunya"
"oh"
"males di perpustakaan, sebenernya enak sih. hening kan, cuman misal mau ngobrol, nanya aiueo gak bisa kan"
dan sejak itu Tinta merasa.. Tinta nyaman dengan pembicaraan nya bersama Rindu..
namun Syahdu lebih asik untuk mengobrol dan bersama, karna kan terbilang Syahdu anak hits..
walaupun dengan Syahdu baru sekali bertemu..
ketika suatu hari...
mendapat tugas dari kepala sekolah yang menggantikan guru olahraga sedang tidak hadir kebetulan Toha dulunya juga pernah ngajar olahraga, Toha membagi setiap anak menjadi berpasangan..
"okeh sekarang duduk berdasarkan dengan pasangan ketentuan tadi" jelas Toha
__ADS_1
dan jodoh akan tetap bertemu itulah penggalan kata yang tepat untuk Tinta dan Rindu karna mereka dipasangkan
"okeh, kalian sudah menjadi 17 pasangan ya.. ini 20 kesenian, ketrampilan, dan olahraga yang harus kalian rangkum, tulis menjadi makalah, dan nanti harus bisa mempraktekkan" kata Toha
karna jumlah murid nya 35, jadi ketua kelas mengalah harus mengerjakan materi sendirian
Tinta dan Rindu mendapat bagian lukisan kaca..
dan hal itu yang pintar ya Syahdu..
"ha.. apa kamu bisa?" tanya Rindu
"aku gak bisa.. terus gimana?"
"sebenernya..."
"sebenernya apa?" tanya Tinta
"nanti deh, kerumah ku ya, gimana?"
"oh yaudah kamu bilang ke mama kamu gausah jemput biar kita bareng pulangnya"
"oh iya, aku kabari dulu"
dan setelah mengabari..
"halo ma" sapa Rindu
"iya ada apa Rindu?"
"ma.. nanti pulang jangan jemput, Rindu pulang sendiri"
"loh naik apa kamu pulang, sama siapa?"
"sama Tinta ma"
"ooh Tinta?"
"iya Tinta yang kata mama ketemu di ruang kepala sekolah"
"oh itu, beneran dianterin?"
"iya ma.. sekalian nugas"
"oh yaudah, hati hati nak"
ketika sepulang sekolah..
pertama kalinya Rindu jalan berdua dengan seorang lelaki, bukan soal hanya berdua dengan lelaki sih, Rindu sering jalan atau pulang bareng lelaki tapi mengendarai mobil atau taksi
pertama kalinya ia pulang bersama lelaki mengendarai motor...
"ha.. serius kamu belum pernah naik motor?" tanya Tinta
"iya.. aku biasa nya ya naik mobil atau taksi, sering sekarang grab juga"
"ah masak sih, tapi bagus dong pengalaman pertama"
"iya sih, jangan ngebut ya"
"tenang aja.."
dan ketika sampai di parkiran motor
"ha.. ini?" tanya Rindu
"iya.. kenapa?"
"ini tinggi banget.."
"ya bisa lah kaki kiri naik dulu disini baru yang kanan"
yaa.. namanya motor ninja.. jelas tinggi dan besar. . .
itupun untung saja yang dibawa Tinta motornya yang ninja bukan motor tril.. yang tingginya lebih dari itu hanya sedikit langsing
ketika sampai dirumah Rindu..
"ah pantas saja dia tidak pernah naik motor.. pantas lah jika dia sering naik mobil, rumahnya segede ini" gerutu Tinta dalam hati
"ayo masuk" ajak Rindu
dan ketika masuk..
ruangan sejuk menyegarkan baju hingga kulit Tinta karna sebelumnya memang jalan dibawah teriknya matahari..
"sebentar... aku panggil mama dulu, sambil ku suruh bibi bikin minum"
Lirna pun menyambut Tinta dengan membawa segelas air jeruk dingin
"loh kok tante yang bikin?" sapa Tinta
"oh ini bibi bikin kan sekalian tante nemuin kamu"
"waaah makasih tante"
"iya.. ayo diminum"
beberapa menit kemudian..
"bi.. Rindu kok gak turun? kemana?" teriak Lirna
bibi pun membisikkan jika Rindu mencari barang di kamar Syahdu
"oh gakpapa bi, bilang gausah bisik bisik, ini teman nya Rindu, sudah tau kok tentang Rindu sama Syahdu"
"oh saya kira belum tau buk, maaf ya nak, bibi gak tau" ucap bibi disana
dan tak lama Rindu kembali turun
__ADS_1
"ya gak tau lagi aku dimana" gerutu Rindu
"yaudah gakpapa.." jawab Tinta