
dan mereka pun kembali mengobrol, Gina berpamitan, sementara Agung masih menemani naya dengan Adiv disana..
"kamu apa kabar div, gimana kerjaan yang aku kasih itu?"
"untung gak kamu ambil, sumpah harus angkat berat banget dan banyak nay"
dan setelah cukup lama mereka mengobrol...
naya melirik kearah agung yang cukup lelah terlihat..
"eh... Adiv aku duluan ya"
"ya kemana? aku anter?"
"ada pak Agung.."
"eh iya.. kita pertemuan itu gak tukeran nomor telfon.. lupa aku, boleh minta?"
"eh iya ya, nih nomorku"
dan tak lama Naya pun pergi bersama Agung..
"pak.. apa saya yang bawa motornya?"
"ha.. jangan, aku aja, memang kamu bisa?"
"bisa pak, bapak dari tadi capek kan nunggu saya, mana kerjaan bapak banyak, saya aja pak"
dan Naya pun yang membonceng Agung..
Naya mengerti karna lelah menunggunya, Naya mengarahkan tangan Agung ke perutnya supaya Agung bisa bersender menunggu sampai dirumah Agung...
Agung sedari tadi hanya melikir dan memperhatikan wajah Naya dari spion dan memeluk Naya..
"andai kamu tau, sejak kamu kepesta dengan dandanan yang tipis, dan ditambah kamu membantu ayahku merelakan menaiki tangga asal ayahku yang tidak kecapean nunggu lift, sejak itu aku suka sama kamu" ucapnya dalam hati..
"pak.. sudah sampai" sapa Naya..
"eh iya nay.. kok kerumah saya, nanti kamu pulang gimana?"
"pakai ojol pak"
"jangan, grab aja"
"jangan pak, mahalan"
"saya yang bayar..."
"tapi"
"udah, kalau kamu kenapa napa saya dapat sanksi dari pemerintah, kan saya pemilik tempat kerjamu"
"iya pak"
dan tiga hari kemudian, Naya pun meminta izin kepada Agung untuk pulang ke jawa..
"loh kok ndadak?"
"iya pak, temen saya kemaren itu, si gina ngajak besok, apa bisa pak"
"bisa sih, cuman hari libur yang lain kamu masuk mau?"
"mau pak, saya siap"
"yaudah.. jadi tiga hari ya jangan kelewat batas"
"iya pak makasih pak"
Naya pun bergegas ke kost nya dan membawa beberapa pakaian..
namun ketika siap dan menunggu jam, suara telfon nya berbunyi..
"halo"
"halo, ini siapa?" tanya Naya
"ini Adiv nay, sibuk?"
"oh Adiv apa div?"
"sibuk gak?"
"aku lagi beres beres kost ni, mau pulkam"
"loh, kamu pulkam?"
"iya"
"kapan?"
"dua jam lagi"
"sama siapa?"
"temenku"
"yah tau gitu bareng, aku udah sampai dilaut ini"
"oh kamu pulang juga"
"iya.. ketemuan disana aja deh nanti ya, kabari kalo kamu nyampek nanti"
"iya.."
dan setelah dua jam..
Naya pun pergi ke terminal dan menghubungi Gina..
setelah itu mereka pun pergi pulang kejawa..
sesampainya di rumah Gina
"ayo masuk dulu nay"
"iya gin"
ibu Gina menceritakan kejadian dimana ia didatangi oleh kakak, ibu, dan adik Naya..
membuat Naya emosi dan marah.. setelah itu Naya pun bergegas ke rumah nya..
"boleh ikut nay" tanya Gina
Naya yang emosi tak menjawab pertanyaan Gina, Gina langsung berjalan membuntuti Naya..
__ADS_1
"kak Naya" sapa Nino adik Naya
"assalamualaikum, Nino, kemana mama?"
"mama didapur"
"siapa nin" teriak mama
"maa..." sapa Naya ketika mama nya berjalan kearah ruang tamu
"Naya"
"ma" sapa Naya mencium tangan mama nya
sikap mama dingin menyambut Naya..
dan tak lama Nardi, kakak naya datang..
"Naya"
"kak" sapa Naya
"apa kerja mu dibali? purel? atau psk? atau mucikarinya?"
"kak"
"atau kalau yang gak begituan, kerjaan palingan ya babu atau kuli"
"aku kerja di sava"
"sava hotel? oh jadi OB? atau pesuruh?"
"kak"
"apa? kuli panggul yang angkatin barang barang tamu?"
"ya mama yakin kamu gak akan sukses lebih dari seorang kuli nay"
"aku kesini cuman mau meluruskan atas tuduhan kalian kepada gina, saya perjelas, bukan naya yang ajak saya ke bali, tapi saya yang maksa ikut dengan dia... satu lagi kak nardi, naya tidak akan keluar dari rumah, kalau tidak mama yang mengusir naya" jelas Naya
Nardi kaget dengan penjelasan itu..
Nardi melirik kearah mama nya...
"tolong jangan salah kan gina apalagi menyalahkan keluarga gina.. bukan salah Gina"
Nardi masih melirik tajam arah ibunya...
"ya kamu, kenapa masalah sedikit aja kamu udah main pergi dari rumah" jelas Liana
"ma, yang mulai siapa? mama kan, mama yang ngusir naya, mama yang udah tidak mau naya anggap ibu, dan kak nardi, sekarang buka bukaan ya sekalian"
"nay aku pamit" bisik Gina karna Gina tau itu sudah bukan urusannya
"iya makasih gin, tas ku masih dikamarmu nitip ya"
"iya"
Naya kembali fokus dengan Nardi
"asal kakak tau, naya tau mama pergi malem pulang subuh, sering bawa laki kedalam warung, Naya diem, apalagi Nino yang sering ngomong kasar ke mama, ngehina mama, ngehina kakak, Naya diem, sekarang biar semua terbuka.. ini ada 30 video perbuatan mama dan Nino selama ini, ini belum seberapa kak, biar kakak tau aja, aku kirim semua ke chat kakk" jelas Naya
setelah mengirim.. Naya kembali berbicara
dan Naya pun kembali pergi..
Naya tau Nardi berusaha mencegahnya tapi Naya kekeh dengan keputusannya tetap pergi..
"permisi kak, tugas saya belum selesai sampai pembuktian itu sudah saya lakukan didepan mu"
dan Naya kembali kerumah Gina, dihari kedua, esoknya, naya yang baru sadar jika hape nya sudah kehabisan baterai, dan ia lupa membawa chas, akhirnya meminjam chas milik gina..
dan 40 chat beserta panggilan masuk tak terjawab langsung memasuki ruang ponselnya
semua dari adiv dan agung..
ia memutuskan untuk menghubungi kedua nya bersamaan melalui chat..
dan yang membalas lebih dulu ternyata adiv.. ya mungkin pak agung sedang kerja, ini kan jam jam kerja..
"halo div"
"kamu dari kemaren ditelfon gak masuk, kamu gak bawa chas?"
"iya div lupa, ini baru inget aku, pinjem chas temenku"
"kamu dimana?"
"aku dirumah temenku"
"kenapa gak dirumah mu sendiri?"
"udah selesai urusanku div"
"oh gitu, memang urusan apa sebentar sekali, bukannya cutimu tiga hari?"
"urusan dalam div"
"oh iya sih, maaf ya"
"iya, eh kamu dimana?"
"aku dirumah"
"aku aja kerumahmu ya"
"serius?"
"iya... yaudah aku berangkat"
dan setelah cukup lama mencari, akhirnya naya bertemu dengan adiv..
"dimana rumahmu?" tanya naya
"ini masuk digang ini, sini aku yang nuntun sepedanya"
dan setelah masuk
"maaf ya berantakan"
"iya.. gakpapa"
"ini sepeda kamu nay?"
__ADS_1
"sepeda temen aku"
"temen kamu?"
"itu loh yang kita ketemu untuk kedua kali di resto, aku kan sama pak agung sama tmen aku, gina"
"oh itu.. iya iya"
dan setelah cukup lama mengobrol
"oh ini nak naya?" tanya ibu adiv
"iya bu, gimana kabar nya?"
"baik nak, adiv sering cerita soal kamu, hampir tiap malam"
"haha iya kah, bisa aja ibu"
"bener, seriusan"
dan mereka pun mengobrol..
setelah tiga hari, naya pun harus pulang..
naya pun pergi ke minimarket membeli camilan untuk dijalan..
"kemana nay?"
"ini ke minimarket dulu, beli camilan, kalo dijalan mahal, nitip?"
"oh iya, enggak deh, aku kan gak pulang malam ini"
"iya sih, enak kamu masih ada waktu 5 hari ya"
"iya nih, seminggu aku nay"
dan setelah pulang dari minimarket, naya mendapati ayah gina memarahi gina karna berteman dengan naya
"bapak sudah bilang apa, dari dulu, bapak gak suka kamu berteman sama naya, kamu masih aja berteman" jelas ayah gina
"kan naya udah bantu bicara sama keluarga nya pak"
"tetep, dari dulu bapak gak suka kamu bermain dan dekat dengan dia"
naya pun masuk..
"tenang pak, saya pulang malam ini, besok sudah mulai kerja lagi"
dan ketika naya pamit malamnya..
tiba tiba seseorang menyetop ojol yang membawa naya..
"pak stop pak" ucap naya
"nay, aku pulang juga"
"loh katanya masih ada dua hari?"
"ada meeting dadakan nay dikantor"
"oh... yaudah, aku pesenin ojol ya"
dan mereka pun pulang bersama..
setelah duduk didalam bis.. naya duduk berdua dengan adiv..
sebenarnya adiv tidak pulang hari itu, ia sengaja berbohong alasan meeting kepada naya supaya naya tidak melarang adiv menemani dirinya..
setelah sampai laut..
"nay sampai laut mau turun?"
"enggak"
"yaudah aku turun bentar beli pop mie"
"iyaa"
dan setelah selesai menyebrang lautan, bis mereka kembali melaju..
"nay makan dulu, mie nya keburu dingin"
naya pun bangun dan mengucek matanya..
"makasih ya" ucap naya
"iya"
dan setelah mereka makan, beberapa menit lagi mereka akan sampai..
dan setelah itu mereka pun pulang masing masing...
setelah sampai dirumah masing masing. .
naya langsung mengisi sisa waktunya kurang dua jam untuk tidur sebelum nantinya dia akan kembali bekerja..
baru saja tidur, agung mengetuk beberapa kali tak ada jawaban, ketika membuka pintu ternyata tak terkunci..
agung melihat kearah kamar pertama kamar naya.. ternyata tertidur..
agung pun langsung menuju dapur memasakan sarapan, waktu menunjukkan pukul 04.10 pagi dan 20 menit lagi naya akan bangun untuk bersiap siap ke hotel .
dengan cepat agung membuatkan sarapan nasi goreng ala dia yang tak pernah ia beritahu kepada siapapun jika ia bisa memasak nasgor terenak...
ini pula alasan agung mampu memilah memilih koki andalan untuk resto dan resort dihotelnya
selesai memasak, ia menyelipkan selembar kertas kecil dengan tulisan "happy breakfeast"
setelah selesai ia melihat jam naya pasti bangun dan dia terburu pergi
naya pun bangun dan menuju ke dapur untuk memasak sarapan..
"ha.. nasi goreng?" ucap naya pelan dengan melirik sekeliling...
"apa anak anak ya?"
ketika membaca...
"oh bukan anak anak nih pasti.. apa pak agung?"
dan tak berpanjang pikir, naya pun segera memakan dan langsung mandi
akhirnya sesampai nya di hotel juga..
__ADS_1
"pagi pak" sapa naya kepada agung yang sedang mengawasi bagian gudang yang dilewati oleh naya