
Memang Frans sering bermain kerumah Lila sengaja membawakan makanan kesukaan Lila
Hari-hari pun berlalu, hingga tiba saat nya Lila akan melahirkan bayi anak dari hubungan nya dengan Frans..
Lahir dengan normal dan sehat keduanya, ibu maupun bayi nya, membuat beberapa orang bernafas lega seperti rendra, mama Frans dan lainnya
Dengan keputusan Frans memberikan hak sepenuhnya untuk Lila memberikan nama bayi nya, Lila memberikan kan sebuah nama WINA WIKANA
ketika usia Wina beranjak tujuh bulan, Lila mendapat kabar jika rumah tangga Rendra berakhir, karna ketidakcocokan
"Ren, kamu serius cerai?" Tanya Lila
"Kamu tau?"
"Iya, denger denger doang kata temen-temen kampus sih, emang kenapa"
"Gak satu paham aja kok.."
"Yang sabar ya"
Lila membantu menenangkan
"Kamu gak perlu menenangkan gini, aku lihat kamu disini aja udah tenang kok la, karna aku lakukan ini untuk mengejar mu" ucap Rendra dalam hati
"Ren.. malah bengong, kepikiran ya. Aku ngerti kok diposisi kamu"
"Makasih la kamu udah baik sama aku"
"Haaa enggak lah, aku yang berterima kasih lah, kamu itu banyak banget bantuin aku"
Beberapa hari...
Ketika sudah mengurus semua perceraian, tak mau dibilang terlalu cepat, Rendra menuggu waktu tepat untuk melamar Lila
Rendra mengambil hati Lila melalui Wina..
Saat Lila sudah mulai menunjukkan rasa suka nya, Rendra pun mengatakan jika ia ingin melamar Lila
"Em.. sebenernya sih, aku.. em kamu mau gak nikah sama aku" ucap Rendra
Membuat Lila terdiam menatap kearah Rendra sejenak lalu pergi membawa Wina
"La... Kamu mau kemana" teriak Rendra
Lila membalikkan badan..
"Kamu melamar ku? Terus kamu pikir aku akan tolak kamu gitu" ucap Lila menggodai
"Maksudnya apa, kamu terima aku?"
"Iya lah, aku lihat Wina juga nyaman sama kamu"
"Serius kan, kamu gak bercanda kan?"
"Ya enggak lah, aku serius"
Rendra memeluk Lila kuat, dan mereka memulai persiapan pernikahan mereka
Namun ketika hampir 30% persiapan, Frans berencana ingin rujuk dengan Lila, karna banyak pertimbangan jika ia masih sangat mencintai Lila, dan ingin menebus keputusan bodoh yang diambilnya
Namun ketika membawa serangkai bunga di kantor Lila, tak sengaja ia mendengarkan percakapan Lila dengan seseorang
"Oh, iya paham kak, jadi kakak mau tiga warna saja, itu dekorasi putih jadi biar mate calour kan, oh iya" ucap seseorang itu
"Nah, nanti untuk undangan juga putih, saya pengen semua nuansa putih, penuh putih" ucap Lila
"Oh iya, siap kak, kalo costum, gimana, udah pas atau ada yang mau dirubah atau apa"
"Enggak, menu nya juga tetap ya, saya sudah koordinasi dengan Rendra, dia juga suka menu nya"
"Baik kak, semoga lancar semua kak"
"Amin, makasih"
Ketika seseorang itu keluar, masuklah Frans
"Hai la"
"Frans"
"Sibuk ya"
"Enggak kok, ada apa ya"
"Enggak, cuman mau kasih ini aja"
"Oh, untuk apa?"
"Tadi lewat, liat bunganya seger, ya aku beli aja"
"Oh, iya iya makasih ya"
Lila menaruhnya di vas bunga kosong di laci nya
Esoknya ketika ingin mengutarakan maksudnya, ia menuju rumah Lila, terlihat lagi disana ada lila, rendra, dengan seseorang yang kemaren dikantor Lila
"Udah jadi sekarang tinggal pengurusan souvenir, ini kak rekomendasi" ucap seseorang itu
"Oh iya, aku sih terserah Lila aja mbak, ya" ucap Rendra
"Ini, bagus tapi ada putih?"
"Putih pemesanan khusus kayaknya, nanti saya coba hubungi lagi"
"Ah, ini kalo itu gak ada untuk putih kamu ambil aja yang ini, ada putih kan, ambil ini gak masalah"
"Oh gitu, baik kak"
Frans semakin bingung siapa dia, apa yang direncanakan keduanya
Hingga saat seorang itu berkata...
__ADS_1
"Kak Lila, sama kak rendra, semoga kalian longlasting ya, aku doain deh awet sampek Kakek nenek, juga sakinah mawadah warahmah" ucap nya
"Makasih ya, kamu juga saya doakan jadi WO terbaik" jawab Rendra
"Haha bisa aja kak rendra"
"Iya kan sama sama mendoakan"
"Iya kak"
Mendengar ucapan itu, Frans langsung kaget, apa yang baru saja ia dengar apa benar Lila akan menikah dengan Rendra
Ketika benar mendapat bukti jika Lila akan menikah dengan Rendra, Frans berpura-pura bertanya
"Hai la" sapa nya ketika Frans bertemu tak sengaja di cafe
"Hei, Frans"
"Lagi apa?"
"Cari koffe, kamu ngapain disini"
"Gak ngapain, kebetulan lewat jadi mampir, eh ketemu kamu, sama siapa kesini"
"Sendiri kok"
"Oh sendiri"
"Ehm, kamu beneran mau nikah ya sama rendra"
"Oh, iya, bentar lagi kok" jawab Lila terlihat begitu bahagia
"Oh, kapan?" tanyanya lagi
"Bulan depan"
"Selamat ya"
"Iya, makasih"
"Wina gimana"
"Wina baik kok"
"Maksudnya, Wina apa terima Rendra"
"Justru karna aku lihat Wina nyaman, jadi aku lanjutin aja ke jenjang lebih serius"
"Oh, yaudah, selamat ya"
"Iya, dari tadi selamat Mulu"
"Hehe, iya maaf"
"Eh, aku duluan ya, Rendra udah jemput"
"Oh, iya"
Mungkin ini rasa sakit lila, jadi aku harus bisa bersabar dan menerima ini, karna ini pantas jadi cobaan ku
Dan ketika hari itu digelar, Frans masih tak mendapatkan undangan pernikahan Lila dengan Rendra
Frans masih berusaha untuk menerima, memang ini pantas ia dapatkan
Ketika Wina beranjak dan memulai sekolah nya, Lila kembali mengandung anak pertama nya dengan Rendra
Berbeda dengan kondisi hamil Wina, hamil anak kedua membuatnya dibanjiri perhatian oleh Rendra
"Yang" sapa Lila ketika akan tidur
"Iya sayang"
"Kita gak ngundang Frans ya dipernikahan kita?" Tanya Lila
"Astaga iya, kamu kok inget"
"Ya baru inget ini yang"
"Iya ya, malah aku lihat Friska Dateng"
"Friska?"
"Iya Friska"
"Kamu ngundang dia"
"Enggak, Mama mungkin, kalo gak salah Mama minta 5 undangan untuk temen temennya"
"Oh, iya mungkin"
Minggu nya, ketika Rendra sedang libur, Rendra pergi bertiga dengan Lila dan juga Wina untuk makan diluar, tak sengaja bertemu Friska
"Friska" sapa Lila
"Hei la, kamu kok disini"
"Aku mau cari makan sih. Kamu sendiri kok?"
"Aku kan manager disini"
"Oh"
"Ayo silahkan duduk, mau pesen apa kalian"
Setelah memesan beberapa menu, Rendra mulai bertanya mengapa Friska sama sekali tak marah padanya apalagi pada Lila
"Em, sayang, bawa Wina main dulu ya. Ada yang mau aku bicarakan sama Friska" ucap Rendra
"Oh iya yang"
Ketika Lila sudah menghindar dengan Wina...
__ADS_1
"Kamu kok gak marah sama sekali" tanya Rendra singkat
"Marah? Untuk apa, justru aku takut kamu yang marah"
"Kenapa bisa aku?"
"Ya karna sebelum kita Cerai, aku udah Deket sama sahabat kamu, Ovi"
"Kamu selingkuh sama Ovi?"
"Iya, maafin aku ya"
Rendra terdiam...
Seolah tak merasa dikecewakan ataupun sakit hati, ia justru berlapang dada menerima
"Aneh, kenapa aku biasa aja ya, harusnya sakit hati lah, Friska kan main belakang. Sementara aku, enggak" ucap nya dalam hati
"Hei, bengong"
"Em, iya"
"Kamu bahagia ya sama dia, pasti bahagia banget, kelihatan kok"
"Hem, begitulah"
Dan malamnya ketika akan tidur, Rendra menceritakan pada Lila apa yang dibicarakan nya dengan Friska di cafee tadi
17 tahun kemudian...
Hari hari pun berlalu, tak terasa usia Wina sudah beranjak dewasa, ia baru saja lulus seolah, dan akan melanjutkan pendidikan ke universitas
"Sayang, jadi kuliah Indonesia, gak ke Korea aja?" Tanya Lila
"Iya ma, Wina kan cinta sama Indonesia, Wina pengen sih kuliah diluar, tapi nanti Mama sama siapa, kan papa sibuk terus"
"Nak, jangan mikirin Mama lah, mikir kamu itu harus bisa sukses"
"Ya sukses di negri sendiri kan lebih baik ma"
"Dasar kamu anak kerasa kepala ya, sama kaya papa kamu"
"Mama juga kadang kan"
"Hem, iya iyaa"
Keputusan bulat diambil Wina untuk kuliah di Indonesia pun berjalan baik, ia kuliah di universitas yang pernah dimiliki oleh Mama nya, lila.
Wina benar-benar melanjutkan impian Lila menjadi jusnalis
Dan ketika frans mengetahui jika anaknya mulai beranjak dewasa, ia mulai mendekati Wina
"Hai" sapa Frans
"Em, iya"
"Boleh saya duduk disini"
"Boleh kok"
"Nama kamu siapa?"
"Wina, kamu siapa ya"
"Saya Frans, panggil aja Om"
"Oh, apa sebelumnya kita pernah bertemu"
"Enggak kok, cuman saya melihat kamu teringat mantan istri saya aja"
Sejak itu, Wina dekat dengan Frans...
Salah mengartikan kebaikan Frans, justru Wina jatuh hati pada Frans, maksud dari Frans sendrii adalah sekedar memberikan perhatian untuk anaknya
Hingga cinta terlarang dari Wina pun bertumbuh semakin besar, Wina rela meninggalkan kekasihnya untuk Frans, tak terima dengan keputusan Wina, Aga kekasih Wina pun mencari tau
Aga mulai mengikuti diam-diam kegiatan Wina yang ternyata bertemu dengan Frans di sebuah restoran
Terlihat, Frans memberikan sebuah boneka berukuran sedang kepada Wina
"Hai Om Frans, lama ya?"
"Hai win, enggak kok, nungguin kamu setahun juga Om rela" ucap Frans
"Ah Om ini bisa aja"
"Iya, beneran"
Tak terima membuatnya gelap mata, Aga pun melabrak
"Oh gini jadi, alesan kamu kenapa ninggalin aku tanpa sebab, ha?"
"Aga?"
"Kenapa? Baru tau aku ya selera kamu tinggi, sangking tingginya, Om Om yang udah tuwir juga kamu embat"
"Eh, bicara apa kamu" ucap Frans
"Halah, kamu yang apa-apaan bisa-bisa nya deketin anak yang jauh umurnya dari kamu, dasar Om Om hidung belang"
Wina menampar Aga, dan menarik Frans keluar dari restoran itu
"Maaf ya Om, dia memang begitu" ucap Wina
"Siapa dia?"
"Dia pacar aku, em tapi udah lama putus kok"
"Oh pacar kamu, pantes mungkin dia salah paham soal kita"
"Udah Om, biarin dia mau apa, males juga akunya"
__ADS_1
Terbilang memang Frans sering membelikan beberapa barang kepada Wina, jika orang luar melihat maka tidak salah jika salah paham