
Ditemani sang suami saat proses persalinan, bayi lahir normal berjenis kelamin laki-laki..
Banyak hadiah dan ucapan selamat dari beberapa penggemar hingga teman dan keluarga bahkan klien dan costomer
4 tahun berlalu
Tepat diusia 5 tahun bayi Vian dan Agatha yang diberi nama angkasa priawang yang dipanggil dengan sebutan Kaka
Kaka yang terlahir dari keluarga tajir melintas tak habis tujuh turunan pun tak sungkan berpose ria dengan beberapa baju dari desainer kenamaan yang super mahal
Tapi terlihat dari banyak stori video yang dibagikan vian maupun Agatha, Kaka tumbuh dengan bermasyarakat
Dekat dengan banyak orang.. cepat tanggap dan rajin dalam hal olahraga karna selalu diajak ayahnya untuk berolahraga
Tak sampai disini cerita berakhir..
Dengan pintar dan bulusnya mengambil hati kaka, membuat Agatha suka pada gina.. namun tidak dengan Vian..
Vian tau siapa gina, namun selalu di salahkan oleh Agatha jika berbicara yang jelek tentang gina..
Godaan pun dimulai
Dimana kaka yang sering dibawa pulang oleh omah nya, membuat waktu yang seharusnya lebih senggang dengan Vian tak digunakan
"Om.. aku ke Club ya" ucap Agatha
"Club, sama siapa?"
"Sama gina"
"Kamu tau tempat apa klub?"
"Tau, restoran kan, cuma makan malem ini"
"Te. Aku tau ya itu tempat apa.."
"Yaudah izinin ya"
"Enggak"
Pintu pun dikunci dan kunci disembunyikan oleh Vian
Tak berhasil hari kemaren, bukan berarti masih gagal dihari ini..
Malamnya ia mengendap-endap keluar rumah dan Vian pun akhirnya kecolongan
Mengetahui istrinya tak dirumah, membuat Vian kelagapan dan langsung mencari istrinya melalui gps yang terpasang diponselnya..
Ketika sekali di telfon tak diangkat, kedua kali nya ponsel sudah berada diluar jangkauan, Untung saja Vian sudah menyimpan dimana titik lokasi terakhir Agatha
Diperjalanan ia bertemu dengan Bustomi yang kebetulan sedang menanti bantuan karna ban mobilnya pecah, kebetulan ia bersama dengan kekasihnya yang juga kenal dekat dan sudah lama berteman dengan Agatha
"Bus" panggil Vian
"Pak Vian"
"Bus, ngapain"
"Ban gue bocor"
"Yaudah gue telfon bengkel 24jam,"
"Lu kemana?"
"Nyari Agatha"
"Kemana dia"
"Dia ke klub daerah lapangan merah"
"Deket dong, gue ikut deh, gue temenin"
"Serius?"
"Ya lah"
Bustomi dan kekasihnya pun ikut mobil Vian
Sesampainya.. setelah ia berhasil masuk ke dalam klub, dan mencari sekeliling dan ia mendapatkan jika istri nya sudah mabuk tak sadar kan dirinya, ditambah Vian melihat istrinya yang disentuh banyak pria pun dengan cepat mendekati arah dj dan bertanya kemana pemilik diskotik itu
"Bang.. tanya, kemana pemilik?"
"Pemilik ini? Itu pojok baju item blezer kuning kunyit"
"Oh makasih"
"bang" sapa nya sembari teriak
"Wey, boy, watap?"
"Bos.. dijual berapa ini bar?"
"What? Are you seriously?"
"Yeah"
"Gue butuh dana 170 juta chas.."
Vian mengeluarkan cek dan memberikan tanda tangannya sekaligus nominal yang diminta, ia menyuruh pemilik mencairkan langsung, dan sebagai bukti, Bustomi menulis kan perjanjian pergantian pemilik bar berpindah kepada Vian
"Sekarang saya minta kamu umumkan siapa saya pada semua yang hadir disini" ucap Vian
"Siap bos, eh bos tapi saya boleh kerja disini"
"Bisa, kamu jadi apa aja disini terserah, terpenting ini milik saya"
"Siap bos"
Pemilik langsung mengumumkan siapa Vian
"Para hadirin, saya minta perhatian nya.. disini saya mau mengumumkan pemilik bar ini sekarang adalah Vian, silahkan keatas panggung" ucap pemilik menyambut Vian
Gina pun kaget mendengar siapa nama disebut..
Gina pergi berlari meninggalkan bar, sempat dihalangi oleh penjaga, gina hanya menjawab ia sedang ada perlu lain
Melihat Agatha semakin tak berdaya pun Vian mengangkat tubuhnya dan menuju mobil
__ADS_1
Sesampainya dirumah, Agatha tertidur hingga pagi, dan sampai pagi pun ia tak terbangun alhasil Vian yang harus menyelesaikan ini meminta mamanya untuk menjaga Agatha
"Pagi pak Vian" sapa Bustomi
Lalu Vian menuju kantornya, yang sesampainya disambut oleh Bustomi namun tak di anggap oleh Vian
Lalu ia menuju meja kerja gina diikuti oleh Bustomi
"Hei, Anda" ucap Vian
"Pak.. pagi pak"
"Saya tanya kemana Anda bawa istri saya semalam"
"Maksudnya bapak apa sih ya"
"Kemana Anda bawa istri saya semalam"
"Loh, pak saya gak kemana mana kok, saya keluar aja enggak, masa iya mau ajak istri bapak"
"Eh eh , Vian, udah, sini"
Bustomi menarik tangan Vian masuk ke dalam ruangan
"Udah Lo, gak bisa dong nuduh kaga ada bukti" ucap Bustomi
"Lah Lo tau ndiri kan dia ada disana, dia kabur tau nama gue disebut"
"Ya gue tau, tapi dia kaga ngaku, gimana"
Vian menjambak rambutnya dan terdiam
Hari itu Vian pulang lebih cepat dari jam kerjanya..
Selama bekerja pun ia tak fokus memikirkan kondisi istrinya
"Ma..." Panggilnya
"Kamu pulang.. tumben cepet"
"Agatha mana ma"
"Ada tuh, mandi kali"
"Sadar jam berapa ma"
"Jam berapa ya tadi, dua jam lalu mungkin"
Vian menuju kamarnya yang ternyata sudah ada Agatha disana
"Om,dah pulang" sambut Agatha
"Kamu enak an badanmu?"
"Iya enak, memang kenapa Om"
"Emm" Vian bingung apa yang mau ia jelaskan
"Tanya ke mama katanya aku cuman semalem demam"
"Iya, emang demam, tapi baru sadar ya gakpapa, makanya aku titip ke Mama, tapi beneran enak kan badannya"
Hari-hari kembali berlalu...
Seolah tak memiliki rasa malu, disebut-sebut tak dianggap oleh atasan.. guna kekeh bekerja ditempat itu
Ketika hari pertama masuk ke sekolah pun, Agatha eksklusif mengantar anaknya sekolah..
"Pa.. Kaka sekolah dulu ya" ucap kaka berpamitan
"Iya sayang.."
Setelah masuk ke kelas, Agatha menuggu di luar dekat taman bermain
Tak sengaja bertemu Faldo
"Agatha" sapa nya
"Eh, Faldo"
"Kamu kok disini"
"Aku anter Kaka, anakku"
"Oh anak kamu baru masuk"
"Iya, kamu"
"Anak aku disini mulai tahun lalu"
"Oh.."
Setiap hari pun mereka bertemu tak diketahui oleh vian
"Kamus semakin hari semakin cantik ya, hidup mu juga udah enak, apa-apa bisa dibeli, dimiliki" ucap faldo
"Hehe bisa aja"
Melihat gelagat Faldo yang semakin hari semakin membuatnya risih dengan banyak pujian, ia pun berencana menceritakan pada Vian
Sepulang sekolah seperti biasa mulai awal masuk nya kaka sekolah, Agatha selalu menuju kantor setelah mengurus Kaka dan mengantar kan ke rumah neneknya
Sesampainya dikantor ia bertemu gina yang caper dan sok baik
"Pagi bu" sapanya
"Iya gina"
Sesampainya diruangan...
"Siang Om" sapa gina
"Eh siang Tante, Kaka gimana
"Dirumah nenek, udah mandi. Makan juga kok"
"Oh"
__ADS_1
Usaha gina pun masih berlanjut, ketika Agatha sibuk mengurus di pujasera sementara Vian teledor karna lupa harus menjemput Kaka, gina pun berinisiatif untuk menjemput kaka dengan cara mencari wajah didepan anak Vian
"Halo sayang" sapa gina
"Siapa Tante"
"Tante temennya Mama Agatha sama papa vian"
"Mama kemana"
"Mama kan ngurus pujasera, sama papa kerja"
"Terus kakak pulangnya sama siapa"
"Sama Tante ya"
"Enggak, kata Mama, Kaka harus tunggu antara mama, papa, sama nenek, sama Kakek yang jemput, kalo orang lain gak boleh"
"Ya kan Tante temen Mama kamu"
"Iya, papa bilang siapapun, kalo Kaka gak kenal gak boleh ikut"
Gina mulai geram dan memanas
"Tante belikan es krim"
"Kaka mau eskrim tapi maunya sama Mama, papa, nenek, atau Kakek"
",Kaka, Tante ini temen nama kamu, kamu harus pulang nya sama Tante"
"Enggak"
Gina terus memaksa Kaka pulang bersama nya, dan tak lama pacar Bustomi datang..
Melihat kondisi ganjal pun ia merekam aktivitas itu sembari jalan mendekati arah gina dengan anak sahabatnya..
"Kalo anak gak mau mah, jangan atuh dipaksa" ucap kekasih Bustomi..
"Eh, Lu siapa" ucap gina kaget
"Tante..." Ucap kaka berlari ke arah belakang tubuh pacar Bustomi
"Yang Anda harus tau, saya dikenal oleh Kaka, jadi terserah saya kaka mau saya ajak kemana" ucap Angel, pacar Bustomi
"Eh, lu siapa sih, gue laporin polisi atas penculikan anak" teriaknya
Tak main-main, gina benar-benar melapor kepada polisi..
Diperjalanan, Angel menghubungi Vian dan menceritakan
"Terus-terus.. Kaka ada kan sama kamu" ucap Vian
"Iya ada vi"
"Tolong nitip deh, atau enggak kamu langsung aja ke Agatha ya"
"Oh iya udah ini langsung menuju arah Agatha deh"
"Thanks ya, jadi direpotin"
"Haha santai"
Sedikit lagi sampai ditempat Agatha, Angel di cegat oleh beberapa polisi dan gina
"Eh pak, ada apa ya" ucap Angel
"Anda saya tangkap atas tuduhan penculikan anak"
"Penculikan anak? Enggak pak, saya gak pernah"
"Hala ngaku Lo" ucap gina
"Gesrek ya, lu gila"
Angel pun ditarik oleh beberapa polisi
"Sini sayang sama Tante" ucap gina pada Kaka
"Gak mau" ucap kaka berlari ke arah Angel
Sesampainya dikantor polisi
"Pak saya bisa jelasin"
"Silahkan dijelaskan"
"Mama sama papa anak ini teman dekat saya. Kebetulan saya lewat liat dia dipaksa sama cewek ini ya saya turun"
"Anda jangan memutar balikkan fakta ya" ucap polisi
"Loh, justru dia ini pak pemutar balik fakta"
"Gue kan karyawan pak vian, pak Vian percaya sama gue kalo anaknya gue yang jemput" jawab gina santai
Karna memang gina tak nengenal siapa Angel sebenernya
"Lalu bukti apa yang bisa kamu berikan" tanya polisi
"Oh, bapak bisa telfon papa anak ini, ini nomornya"
Polisi pun menghubungi dan Vian menyanggupi
Bersama Agatha istrinya, Vian datang memberikan saksi
"Selamat siang pak" sapa Vian
"Siang"
"Saya Vian pak".
"Oh silahkan duduk pak, apa bapak kenal sama dia wanita dan satu anak ini"
"Kenal pak, ini anak saya"
"silahkan masuk buk, biar dijelaskan dulu semuanya, tapi jangan tegang"
Gina dan angel sengaja dipisahkan untuk penjelasan dari keluarga Kaka dengan jelas untuk mengetahui siapa yang benar
__ADS_1
Ketika Agatha datang, sengaja datang tapi Kaka berlari menuju arah Agatha sambil menyambut kedatangannya, memeluknya..