
"kurasa kamu harus bangun... tidurmu membuatmu kurang berkaca.." jawab tara
dan nade menepuk pundak tara..
"dengarkan saya... saya akan buktikan jika zakia ada disini untuk saya" jelas nade lalu pergi
sejak hari itu..
atas ucapan nade, tara kuatir keselamatan zakia..
dan tara mencoba mulai mendekati zakia dan calon suaminya dan setelah persiapan pernikahan sudah berjalan 50%
cobaan datang menghampiri..
yaa pernikahan memang mudah, namun cobaan dilangkah ketika niat menikah itu pasti ada
ibu dari rizal ternyata tidak menyetujui hubungan rizal dengan zakia karna ibu rizal lebih jatuh hati kepada mantan kekasih rizal yang sangat disukai ibu rizal kembali datang..
akhirnya rizal dan zakia pun memilih untuk putus..
dan rizal kembali kepada mantan kekasihnya sementara zakia tak mau berlarut dalam hal itu, ia memilih untuk kembali lebih fokus dan aktif bekerja
mendengar kabar putus nya rizal dan zakia
membuat tara kaget..
bagaimana bisa selama ini terbilang tara hampir setiap hari bareng dengan rizal dan zakia..
dan ketika mendengar alasan utama putus..
tara mulai berharap..
ia lega mendengar itu..
namun suatu ketika tara akan pergi bekerja
"jangan senang, jangan juga kamu merasa menang dan lega.. zakia tidak akan pernah bisa dengan rizal apalagi denganmu" ucap nade
"iya iya, terserahlah, intinya saya sedang senang hari ini"
hari terus berjalan..
sehingga ketika zakia sedang sendiri..
tak lama nade datang
"kia" sapa nade
"pak nade"
"sedang apa? tadi saya lihat kamu disini sendirian"
"iya pak, saya butuh waktu sehari saja untuk menikmati bebasnya hari tanpa pekerjaan, tanpa ada rasa penat karna target kerja.. dll"
"kamu mau ikut saya?" tanya nade
"kemana pak"
"kamu bilang ingin melupakan sehari saja segala aktifitas?"
"iya sih tapi kemana?"
"sudah ayo, saya bawa kamu ke tempat paling indah"
dan ketika sampai tempat dimana tak seorang pun datang kecuali nade..
tempat nade berdiam diri menghilangkan penat kehidupan..
rooftop adalah tempat paling indah disana, bisa melihat seluruh kota dibali..
"kenapa bisa kamu tua tempat ini? bukannya ini rooftop hotel dibawah?"
"iya.. tempat ini memang tidak ada yang tau, juga tidak ada yang datangi, cuman aku, dan sekarang kamu"
"kenapa gitu?"
"sini, lihat sunset itu, sebentar lagi hari berganti malam... aku temani kamu disini semalaman"
dan mulai jam lima sore hingga jam dua dini hari..
zakia benar benar menikmati angin alami dari langit..
ia memejam kan mata... melupakan sejenak segalanya
"aku cinta kamu zakia" ucap nade dalam hatinya
nade terus tak lepas melihat zakia yang sedang duduk bersender di kaki sofa, santai dilantai..
"kia" panggil nade
"iya pak" ucap zakia yang masih duduk bersender
"apa kamu dendam dengan yang terjadi antara kamu dengan rizal?" tanya nade
"enggak" jawab pelan zakia
"bukannya kamu pertama pacaran dengan rizal dan mantap menikah dengan rizal sampai akhirnya kamu harus terima jika rizal pergi bersama wanita lain?"
"takdir meminta untuk demikian pak, ini karma saya yang memutuskan berpacaran padahal saya ada tanggungan keluarga dikampung saya"
"jika ada seseorang yang datang.. mengatakan ia menyukaimu?"
"kutolak"
"kenapa?"
"jika dia datang untuk berpacaran, maaf saya cukup sekali merasakan pacaran yang pada akhirnya saya ditinggal"
"terus jika ada lelaki datang menyukaimu harus bagaimana?"
__ADS_1
"menikah"
dan kagetnya nade mendengar itu
"kenapa langsung yakin menikah?"
"ketika kita sudah dalam ikatan, saya akan lebih lega status dan bisa fokus bekerja"
"saya akan..." baru akan mengatakan niatnya.. waktu menunjukkan sudah tengah malam...
"aku disini dua jam lagi boleh?" tanya zakia
"iya boleh"
dan esoknya dan hari hari seterusnya..
zakia pun mulai kembali rajutan kedekatan nya dengan tara...
dan lagi lagi, nade menyikapi itu dengan santai..
ketika sedikit lagi tara menyatakan perasaan nya.. dan nade tau hal itu
"percuma.. saya yakin kamu ditolak" ucap nade
"kan saya urusan dengan zakia, bukan kamu"
"ya terserah mau percaya atau enggak, tapi kamu tidak akan diterima"
dan tak menghiraukan nade, tara pun pergi..
esoknya ketika tara sudah membuat janji makan siang bersama zakia, ternyata zakia datang lebih awal. dan membuatnya harus menunggu..
melihat kesempatan itu, nade pun menyapa zakia
"kia"
"pak nade.. kok disini pak?"
"iya, lewat doang tadi liat ada kamu"
"oh, duduk pak"
"boleh?"
"boleh donk"
"kamu memang sendirian atau nunggu orang?"
"nunggu tara pak"
"oh.. ehmmm kia.. saya tanya boleh?"
"apa pak? boleh kok.. " jawab zakia
"kamu diantara pilihan, lelaki cuek tapi peduli sama kamu, atau lelaki ramah tapi sibuk dengan ramahnya dia ke yang lain?" tanya nade
belum pertanyaan dijawab..
"kia" sapa tara
"hai tar.. eh duduk sini, ini ada pak nade gabung boleh kan?" tanya kia
"oh ii... iya"
"kia.. apa jawabannya tadi?" tanya nade
"jawaban?" tanya tara menatap kearah kia
"oh.. jawabannya, iya saya sih cuek lah... tapi peduli kan sama aku" jelas kia
"emang pertanyaannya apa?" tanya tara
"saya tanya.. kamu pilih mana lelaki cuek tapi peduli sama kamu, atau lelaki ramah tapi sibuk dengan ramahnya dia ke yang lain?" jelas nade
dan tara kaget dengan pertanyaan itu seolah pilihannya antara nade dengan dirinya...
dan merasa kesal.. tara pun mengatakan keinginan nya dan perasaannya jika ingin menjadi kekasih kia..
"kia.. aku cuman mau bilang.. kamu mau gak pacaran sama aku? kamu kan putus sama rizal, aku jomblo kamu juga, kasih kesempatan aku ngegantiin rizal" ucap tara
berasa dirinya sudah jadi pemenang..
dan yakin diterima oleh kia..
tibatiba nade pun menyatakan perasaannya
"saya tidak akan meminta kamu jadi pacar ku tapi jadi istriku, kamu mau?" tanya nade
dan kia pun kaget, kedua lelaki didepannya yang kia sudah anggap nade adalah kakaknya dan tara adalah sahabatnya justru sama sama menyukainya
"sebenarnya aku mencari yang sudah niat dan siap menikah, tapi nade bukan orang pertama mengajakku menikah" jelas kia
dan nade pun kaget... nade pikir dirinya orang pertama.. tapi ia salah...
"siapa?" tanya nade
"dirga..." jawab kia
dan kagetnya tara
"dirga itu siapa?" tanya nade
"dirga itu teman kerja ku dirumah pak gin, dirga teman masuk bareng di oak gin yang pertama bareng tara" jelas kia
"bagaimana ceritanya?" tanya tara
*Flashback
dan zakia menjelaskan ketika itu.. dirga yang memang menyukai zakia pun tak mengumbar.. hingga akhirnya dirga menyatakan keseriusannya
__ADS_1
bahkan ketika itu, dirga sempat berniat mendatangi rumah kia di kampung halaman
namun kia menolak nya..
"karna aku tau.. waktu itu.. tity sedang menyukai dirga" jelas kia...
dan tara pun semakin kaget...
"aku benar benar menolak dirga dan menerima resiko sebuah pamali kata orang tua tidak baik menolak lamaran lelaki apalagi lamaran itu lamaran pertama" jelas zakia
dan beberapa hari kemudian, teringat cerita dirga yang berniat menemui orang tuanya, sejak itu, pula zakia tidak pernah pulang ke kampung halaman membuatnya rindu
sampai akhirnya ia berniat pulang namun membeli makanan ringan diminimarket dekat kost nya..
lalu ia kembali kekost dan membereskan beberapa pakaian dan oleh oleh untuk keluarganya dan beberapa tetangga nya dikampung..
"kia.. kamu nyari apa tadi ke minimarket?" tanya tity
"udah dapet ti, ini aku berangkat sendiri tadi"
"oh kirain belum, yaudah aku ke minimarket ya"
"iya..."
"kamu jadi pulkam hari ini?"
"iya ti, kepikiran ibu"
"yaa... kenapa dadakan sih ki.."
"ya maaf ti, kan ada anak kost lain, kamu numpang aja tidur di kamar mereka"
"yaudah deh, aku keluar dulu, sekalian langsung jalan ya"
"oh yaudah aku juga langsung berangkat deh"
"hati hati kia"
dan ketika tity selesai membeli minuman, ia duduk di kursi yang disediakan oleh minimarket menunggu salah satu teman nya
"tity" sapa nade
"pak nade?"
"kamu sendirian?"
"iya pak, bapak apa kabar?"
"baik kok ti.. terus kost dimana kamu?"
"se kost sama kia pak"
"oh satu kost?"
"sekamar juga pak"
"oh.. ada kia nya?"
"kia.. ada mungkin pak"
"kok mungkin?"
"ya mungkin.. soalnya tadi kia beberes pupang kampung katanya, coba liat aja do kost pak"
dan nade pun menuju kost kia..
pas.. kia baru keluar
"kia..."
"pak nade.."
"tadi diminimarket ketemu tity, kamu mau pulang katanya?"
"iya pak"
"sudah capek kerja disini kah?"
"oh bukan pak, saya kangen aja sama orang tua disana... kepikiran jadi saya harus pulang.."
"oalah saya kira udah mau berhenti, pilih pulang aja kekampung, tapi kenapa ini bawa koper?"
"oh koper ini isinya barang oleh oleh yang sering aku belikan buat orang tua sama adik dan tetangga tetangga ku pak"
"emm.. ehm kia.. aku boleh antar kamu pulang?"
"waduh gausah pak saya berani sendiri"
"tapi saya mau bertemu keluarga kamu, saya ingin bicara serius soal yang perna saya ucapkan di rumah makan waktu itu"
"bapak serius?"
"serius saya.. biarkan saya ikut"
"emm yaudah deh terserah bapak"
dan kia pun ditemani nade pulang kekampung..
pertama kalinya kia membawa teman lelaki didepan kedua orang tuanya dan langsung mengatakan keseriusan..
dan ketika tau keadaan rumah kia..
betapa kagetnya nade.. bukan tentang kondisi rumah atau lainnya tapi justru karna tau bagaimana orang tua kia..
seperti yang dikenal dikampung nya.. kia adalah anak dari pasangan yang sama sama berwajah jelek atau buruk rupa.. yaa ayah kia kurus, sangat kurus dan berkulit hitam, sementara ibunya dengan bobot hampir 90kilo yang artinya cukup besar dan sama betkulit hitam, krinting..
namun berbeda dengan kia dan adik lelaki kia..
kia cantik, dan adiknya tampan, kia juga putih, langsing, jenjang, wangi, intinya jauh berbeda dengan ayah dan ibunya..
__ADS_1
tapi sebenar nya kia dan adiknya mamang anak kandung dari orang tuanya itu..
setelah sampai nade mengutarakan keinginan nya mempersunting kia.....