Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
NLA #1


__ADS_3

"ini saya suster Yeti ingin memberi tahukan bahwa Yofan sedang di IGD karna terjatuh dari sepeda motor nya, saya menghubungi nona Dira karna dikontak handphone nya terdapat nama pacarnya yang saya anda, kekasih dari Yofan.. bisa minta tolong datang kerumah sakit non?"


"baik sus.. saya segera kesana"


sesampainya di rumah sakit nya


"sus, saya Dira teman dari saudara Yofan"


"oh iya mbak, bisa tolong di informasi kan pada keluarga pasien"


"aduh saya gak punya nomor ibu ayah nya sus"


"kerabat atau saudara lain mungkin"


"oh ada sus, sebentar"


aku menelfon Yovie..


"kak yov.."


"kenapa sayang"


"idih sayang" ucapku dalam hati


"ehm kak, bisa ke RS mitra, kak Yofan kecelakaan"


"biarin mati sekalian"


"kok gitu sih kamu kak, yaudah ibu atau bapaknya sana panggil"


"gak perlu, biar aku yang kesana"


"cepetan"


sesampainya Yovie dirumah sakit..


"ini sus, kakak dari pasien"


"ehm.. yaudah begini mas.. Yofan perlu banyak darah karna harus cepat ditangani jika tidak akan fatal"


"lalu?" ucapnya cuek membuatku sebal


"yaelah masih tanya lagi.. ya donorin sono darahnya" ucapku kesal


"ada persyaratan.." bisiknya kepadaky


"persyaratan? ah... Apapun deh cepetan.."


"eits tanda tangan dulu disini"


akupun langsung menyetujui dan bertanda tangan tanpa harus membaca karna menyingkat waktu


"wah yakin gak perlu dibaca" tanyanya


"udah ah buruan kalik"


Yovie pun mengikuti suster untuk mengambil darahnya..


"gimana sus, cocok?" tanyaku


"yaa cocok mbak, sama persis"


"yaudah cepet tangani ya sus"


setelah semua berangsur-angsur membaik dengan kondisi nya yang masih melemah.. Yofan memaksakan diri untuk pulang


keesokan harinya, Yovie sudah ada didepan rumahku sepulang aku sekolah


aku masuk untuk mengganti pakaianku


"ada apa kak yov?"


"nih, bisa kamu baca sekarang persyaratan nya yang kemaren"


"kamu niat ya.."


"semua harus diniati"


"gak segininya juga kali"


"kan tanpa paksaan, justru kamu yang maksa aku"


Isi persyaratan :



Bersedia datang ditempat yang dituju dengan syarat dira sah menjadi kekasihku


jika sampai dirumah sakit dan pihak RS meminta donor darah, membayar administrasi, dan yang lain.. dira bersedia menjadi istri Yovie setelah lulus sekolah


Tidak diperbolehkan melawan perintah Yovie


Jika menolak akan bersedia masuk bui ancaman seumur hidup



Tertanda pihak 1


Yovie Andalangit


Tertanda pihak 2


Nadira Lara Ayunda

__ADS_1


"what? kau sudah gila?"


"kau sudah menandatangani kontrak ini tanpa paksaan ku"


"tapi.."


"dan satu lagi.. ini perjanjian ku dengan pak Jefri"


"perjanjian apa lagi?"


Isi perjanjian :



Saya bersedia menikahkan anak saya yang bernama Nadira Lara Ayunda dengan Yovie Andalangit setelah lulus sekolah nya


Saya akan tetap menempati rumah yang saya diami dengan balik nama pembeli yaitu Yovie Andalangit


Saya tidak diperbolehkan mengikut campurkan masalah rumah tangga anak saya dengan Yovie


Jika anak saya menikah selain Yovie, saya bersedia angkat kaki dari rumah ini dan menjadi penghuni sel tahanan



Tertanda pihak 1


Yovie Andalangit


Tertanda pihak 2


Jefri Lana


"wah gila kamu kak yov"


"itu keputusan ayahmu"


aku berlari kecil menuju kamar sembari menunggu ayah yang sedang mengantarkan barang pesanan temannya


"aku sudah mempersiapkan pernikahan kita 40% jadi bersiaplah" ucap Yovie sedikit teriak


setelah beberapa menit ayah datang


"ayah"


"iya sayang"


"gausah sayang sayang, kalo ayah sayang sama aku gak akan menyetujui perjanjian ini" kusodorkan surat perjanjiannya


"kamu sudah tau? maafin ayah sama bunda ya dir.. sekarang kamu waktunya kamu membalas budi kedua orang tuamu ini dengan cara menikah dengan Yovie" jawab ayah


"ayah yakin? Yovie tak sebaik dipandangan yah"


"yaa bagaimana lagi, jika kamu syang sama ayah, anggap aja ini pengorbanan sayang kamu buat kita.."


dengan terpaksa akupun mengiyakan pernikahan macam ini


yaudah lah aku terima, biar sekalian aku menjawab hal yang tak ingin Yofan dapatkan toh ini kemauannya aku dengan Yovie..


ujian pun akan dimulai dan di hari terakhir sudah ku sebarkan ke beberapa teman untuk undangan pernikahan ku


dengan banyak ekspresi wajah teman teman ku seolah terkejut


"Dira.. dengan Yofan kah?" tanya Mita


"bukan"


"ini kenapa YD? kan Yofan Dira?"


"bukan"


"dira, kapan pacarannya?" tanya Denia


Aku menjawab dengan senyuman terkecut


"Dira gak kecelakaan kan?" tanya Mia


aku menjawab dengan mengerutkan kening ku


semua sudah tersebar tapi tidak untuk Yofan, karna aku yakin Yofan pun sudah mengetahui ini


dan benar Yofan mendatangiku..


"kamu yakin dir? aku tau siapa Yovie"


aku hanya berlalu tanpa berkata


-POV YOFAN-


aku tak bisa menolak apa yang diinginkan Yovie apalagi dengan syarat yang diharapkan ibu selama ini untuk diterima oleh Yovie.. terpaksa aku mengiyakan..


ternyata dia teman satu sekolahku, dia memang cantik.. yaa.. dia baik periang aku mendekatinya tanpa sepengetahuan Yovie karna ini niat dari hatiku.. tetapi kabar kedekatan ini tertembus oleh Yovie dan dengan mengambil langkah pasti aku harus menjauhi sementara Dira.. yaa gadis itu bernama dia.. yang ternyata juga incaran Yovie kakak tiri ku.. harus bersaing apakah mungkin?


tiba-tiba Yovie mendatangi ku dan meminta ku untuk memacarinya tapi dengan segala kecuekanku, awalnya susah, dan sampai kita berpacaran pun untuk cuek didepan dira itu susah dilakukan.. dan setelah 4bulan Yovie menyuruhku untuk memutuskannya


yaa aku seperti boneka mainan untuk Yovie tapi ini demi ibuku..


sejak putus dengan Dira, kurasa dia mulai menjauhi ku.. ya aku tau alasanku memutuskannya tanpa sebab membuatnya benar sakit kurasa


dengan penuh di pikiranku, aku pulang dengan lesuh menaiki motorku seolah malas tapi jika tidak kunaiki bagaimana aku bisa pulang?


aku menuju rumah tapi diperjalanan aku terjatuh dan tak sadar kan dirihingga akhirnya aku terbangun yang sudah entah berapa hari aku tertidur.. setelah kebangun kudapati sebuah ruang rumah sakit, arrrgh aku terjatuh dari sepeda motor aku baru ingat..


dan betapa senangnya aku sudah ada dira disini namun mengapa ia bersama Yovie..

__ADS_1


dua hari dirumah sakit terbaring dan melihat Dira dengan Yovie tak hanya membuat badanku terbaring lemah dan kini hatiku pun terbaring lemah..


"hei ini aku bawa makanan untuk kamu, makan ya.. biar aku suapin"


"ehm gausah dir, aku bisa sendiri"


"yaudah Dira, suapin aku aja"


"ya sudah ayok, bentar ya fan"


"harusnya aku diposisi itu" ucapku dalam hati


karna sudah tak tahan melihat mereka begitu dekat.. aku meminta dokter untuk memperbokehkan aku pulang dan akhirnya dipenuhi


keesokan harinya aku pulang.. dengan kondisi yang sedikit lebih baik


hingga suatu hari kudapati yovie sedang mengurus lembaran kertas saat ia menerima telpon entah dari siapa, aku melihat isi kertas.. dengan beberapa perjanjiannya


perjanjian dengan pak Jefri, bukannya ini ayah Dira?


lalu perjanjian dengan Dira, apa?


Dira rela menikah dengan Yovie jika Yovie bersedia mendonorkan darah nya untukku


"ahh bodohnya aku, dan betapa besarnya pengorbanan mu dir, mengapa kau lakukan ini demi aku"


"hei kau sedang apa disitu?"


dan Yovie mengagetkanku


"kenapa kau selicik ini?"


"licik bagaimana, jaga ucapanmu"


"ini apa kalo bukan bukti kau licik?"


"hei.. lihat ini, tanda tangan Jefri dan ini tanda tangan Dira.. bukan paksaan, kau bisa tanya sendiri pada yang bersangkutan"


"tapi kau memanfaatkan keadaan"


"kau tau apa?"


"apa kau masih dendam padaku, bukan dengan ini caranya"


"yaa aku masih dendam padamu. dan ini cara ampuhku menghancurkan mu.. jangan kira kutak tau kau mencintai Dira?"


"kau hanya membalas dendam padaku dengan cara menikahinya"


"oh tidak hanya itu, sekali tepuk dua nyamuk mati.. jadi aku bisa mendapatkan cintaku, dan aku bisa membalaskan dendam ibuku yang sudah kau ambil ayahku"


"tolong lepasin Dira dari jeratan ini"


"tidak akan pernah terjadi"


"okeh jika itu maumu aku akan membuat Dira mempercayaiku dan meninggalkan mu"


"silahkan jika kau bisa, karna aku yakin Dira pun sudah tak mencintaimu"


"kau salah, dia masih mencintaiku, dan aku akan bawa dia pergi darimu"


"silahkan tuan Yofan.."


dengan beberapa usahaku, akan tetap mengejar Dira..


"Dira.. please aku mohon jangan lanjutkan perjanjian mu dengan Yovie"


"apa urusanmu"


"aku tau siapa Yovie, dia menikahi mu hanya untuk teman dibeberapa undangan pernikahan dan bertemu klien nya agar terlihat kau lah pasangan sejatinya"


"terserah kau ngomong apa, aku akan tetap lanjutkan ini"


"kau begini demi aku kan dir, kau mau menikah hanya karna perjanjian mu dengan Yovie yang tentang donor darah untukku kan"


"bukan, aku begini karna aku memang mencintai Yovie.. bukankah ini yang kamu mau fan?"


"nggak, aku tau siapa kamu, aku masih merasakan kamu mencintai ku"


tiba-tiba Yovie datang mengajar ku..


"dengar baik-baik dia calon istriku jadi jangan paksa dia atau mempengaruhi nya"


mereka berlalu meninggalkan ku..


dan yang bisa kulakukan hanya meratapi kebodohanku untuk menerima tawaran dari Yovie yang akhirnya membuatku benar-benar mencintai dira


"Arrrggh.. bodooooh kau Yofan..." teriakku untuk diriku yang bodoh


dan kini harus kuterima faktanya mereka akan menikah dalam dua bulan kedepan, dan aku masih tak menyerah meyakinkan dira.. tapi justru ia semakin menjauhi ku


ah bagaimana bisa Dira bisa jauh dariku, apa sudah diracuni oleh Yovie atau benar-benar sudah melupakan ku, tapi hatiku berkata tidak.. lalu kenapa?


NOTE :


makasih sebelumnya yang sudah mau sempatin waktu renggang nya untuk membaca karyaku dan karya-karya lainku


disini pemeran utamanya ada Nadira Lara Ayunda tapi ia bersama 3 pria yaitu masing masing adalah


- Yovie Andalangit


- Yofan Andalangit


- Yolan Andalangit

__ADS_1


jadi ibu Yolan pertama sebelum ibu Yovie dan Yofan dinikahi ayahnya namun usia Yolan lebih kecil dari Yovie dan Yofan karna memang ibu Yolan sedikit terlambat kehamilannya


ibu Yofan kedua dan terbilang ya wajar saja saat menikah lalu hamil Yofan


__ADS_2