Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
IM #5


__ADS_3

"iyaaa"


"wah ini mah kesukaan sari.."


"tapi tadi jatuh ma disana"


"oh iya mama liat.. kan sudah diganti sama tante"


"iya... makasih tante"


"iya.. waduh pinter belum disuruh udah bilang makasih" jawab naya


"ya donk tante" jawab tika


"eh tadi kata adiv mau nikah?"


"hehe iya kak"


"yaa selamat yaa.."


"makasih kak"


dan ketika naya dan adiv masuk


adiv baru sadar jika tadi tika tak sempat mengatakan siapa bapak sari..


malamnya, adiv yang masih penasaran dengan bapak sari.. entah perasaan apa yang mengganjal membuatnya harus tau siapa yang menghamI'mli temannya tak bertanggung jawab...


adiv pun mencari satu persatu kontak diponselnya..


"semoga ini" gerutu adiv


"hallo"sapa adiv


"iya" jawab lelaki


"maaf pak bisa bicara dengan tika?"


"tika siapa ya pak, mungkin salah sambung"


"loh enggak pak, saya masih simpan ini nomor teman lama saya "


"iyaa gak ada pak namanya tika"


"ini dengan siapa?"


"saya konter pak, hape ini dijual lama sama pemiliknya"


"oh ya? cewek pak yang jual?"


"iya pak"


terdiam sejenak


"kalau gak salah saya simpan nomor baru pemilik lama hape pak"


"boleh saya minta?"


"sebentar pak"


dan setelah mendapatkan nomor, nomor sedang tidak aktif..


akhirnya membuat adiv berinisiatif minggu besok ke rumah tika..


disambut oleh bapak tika


"nak adiv kamu?"


"iya pak"


"lama nak gak kelihatan, apa kabar? katanya bapak meninggal?"


"iya pak, bapak sakit paru basah"


"kasian ya, bapak kamu baik banget sama saya"


"iya pak"


"om adiv" sapa sari


"yee sari masih inget om adiv?"


"tante naya mana?"


baru saja adiv senang karna sari masih ingat sama dia, eh justru sari ingat adiv karna naya..


"naya?" tanya kakek sari


"naya pacarnya om adiv kek"


"hei pacar pacaran, kamu masih kecil" jawab kakek sari..


"iya bener, kata mama gitu waktu ketemu sama om adiv sama tante naya"


tak lama tika pun datang..


"adiv, sorri ya lama"


"kamu tau aku kesini"


"papa chat aku"


"oh kirain"


"yaudah ayok masuk sari, mama kamu ada urusan sama temannya" ucap kakek


dan ketika kakeknya masuk bersama sari..


"kemaren jadi kan kamu gak bilang siapa bapak si sari" tanya adiv


"oh belum bilang ya? aku kira kemaren ketemu udah"


"belum.. keburu naya sama sari datang"


"iya sih, jadi gini.. sebenernya bapaknya sari itu pemilik hotel sava, kalau gak salah neneknya sari dari bapaknya bilang sava itu inisial dari semua anak yang di kandung wanita wanita bapaknya sama" jelas tika


adiv masih terdiam.. dia benar benar kaget siapa bapak dari sari..

__ADS_1


"oh dan juga, dia itu sering ngehamilin banyak wanita, ada banyak pokoknya, ada yang mau digugurin sama wanita itu asal dia bayar dua kali lipat tarif untuk pengguguran, juga ada yang masih tetep melahirkan.. ya empat itu mungkin yang hidup anaknya, karna SAVA itu singkatan anak anaknya" jelas tika lagi


melihat adiv terdiam melihat kearah jauh


"div, eh sialan lu, gak dengerin aku ngomong, maksa maksa eh begitu doang lu" bentak tika


"eh tika.. enggak bengong, aku juga dengerin kok, karna kamu udah jujur, aku hargai, dan ada satuhal yang harus kamu tau"


"soal?"


"soal kemaren temen ku, si naya, dia sebenernya mau nikah sama boss SAVA hotel.. pak agung"


"ha.. kamu kenal sama agung? naya mau nikah sama agung?"


"iya naya, yang kemaren itu..."


"serius.. bercanda kan lu"


"serius tik, sumpah samber gledek"


"nikah?"


"iya.."


"kalau gak salah agung itu gak mau nikah sama cewek yang gak dia benar benar cintai..."


"entah.. dan mereka empat hari kedepan akan sebar undangan.."


"gak boleh naya nikah sama dia div..  sumpah, dia hanya akan disia siakan sama si agung"


"besok aku tunggu kamu dirumah naya, ini alamat rumah naya, besok dateng jam 10 siang.. naya masuk malam.."


"kamu mau jelasin?"


"harus lah tik"


esoknya, ketika adiv baru sampai dirumah kost naya, ketika baru akan mengetuk, tika juga datang bersama sari..


dan barulah adiv mengetuk pintu naya..


"adiv" sapa naya membuka pintu


"tante nayaaaa" teriak sari memeluk kaki naya


"sari.. kak tika"


"ada yang mau kita omongin sama kamu nay" ucap tika


"apa ya kak?"


"tapi bagaimana dengan sari?" tanya adiv


"udah, dia juga gak bakalan ngerti anak kecil" jawab tika


"emm.. sari.. di depan tv sana ada mainan bagus banget, liat gih" ucap naya


"apa itu tante?"


"LOL suka gak? "


"banyak?"


"banyak, ada besar, kecil, besar banget juga ada"


dan sari pun menuju ruang tv


barulah tika menceritakan siapa calon suami naya...


"iya.."


tak ingin dianggap omong doang, tika memberikan banyak bukti..


stelah tau.. sorenya naya menemui agung...


"ada apa nay ajak ketemuan ditaman, kenapa gak di kantor" tanya agung


"siapa SARI, AFAN, VINDA, ADI?"


"loh, kamu kok..."


"kok tau? jawab siapa.. kamu berapa banyak hamilin orang? apa aku hanya target mu selanjutnya?"


"sayang.. liat ini undangan kita, ini semua untuk kita, kalau aku gak serius untuk apa aku nikahin kamu?"


"udah, batalin aja pernikahan kita.."


"nay... jangan begini lah nay"


ketika mengejar naya dan melihat naya menuju arah adiv yang sudah berdiri didepan mobil adiv bersama tika dan sari..


"tika"


"apa kabar?" tanya tika


"buruk.."


"ini sari.."


"siapa?"


"sari"


"siapa dia?"


sebenarnya  inisial S pada SAVA itu bukan sari tapi salma.. artinya darah daging agung yang masih hidup bukan empat tapi lima..


dan benar benar kaget agung melihat sari


esoknya, ketika adiv baru sampai dirumah kost naya, ketika baru akan mengetuk, tika juga datang bersama sari..


dan barulah adiv mengetuk pintu naya..


"adiv" sapa naya membuka pintu


"tante nayaaaa" teriak sari memeluk kaki naya


"sari.. kak tika"

__ADS_1


"ada yang mau kita omongin sama kamu nay" ucap tika


"apa ya kak?"


"tapi bagaimana dengan sari?" tanya adiv


"udah, dia juga gak bakalan ngerti anak kecil" jawab tika


"emm.. sari.. di depan tv sana ada mainan bagus banget, liat gih" ucap naya


"apa itu tante?"


"LOL suka gak? "


"banyak?"


"banyak, ada besar, kecil, besar banget juga ada"


dan sari pun menuju ruang tv


barulah tika menceritakan siapa calon suami naya...


"iya.."


tak ingin dianggap omong doang, tika memberikan banyak bukti..


stelah tau.. sorenya naya menemui agung...


"ada apa nay ajak ketemuan ditaman, kenapa gak di kantor" tanya agung


"siapa SARI, AFAN, VINDA, ADI?"


"loh, kamu kok..."


"kok tau? jawab siapa.. kamu berapa banyak hamilin orang? apa aku hanya target mu selanjutnya?"


"sayang.. liat ini undangan kita, ini semua untuk kita, kalau aku gak serius untuk apa aku nikahin kamu?"


"udah, batalin aja pernikahan kita.."


"nay... jangan begini lah nay"


ketika mengejar naya dan melihat naya menuju arah adiv yang sudah berdiri didepan mobil adiv bersama tika dan sari..


"tika"


"apa kabar?" tanya tika


"buruk.."


"ini sari.."


"siapa?"


"sari"


"siapa dia?"


sebenarnya  inisial S pada SAVA itu bukan sari tapi salma.. artinya darah daging agung yang masih hidup bukan empat tapi lima..


dan benar benar kaget agung melihat sari


"jangan berpura pura tidak tau, aku tau kamu memaksa ku menggugurkan kandunganku saat itu dan aku masih diam diam melanjutkan hingga melahirkan, aku tau kamu tau aku melanjutkan kehamilan, ini sari gung, anak kamu" jelas tika


"kamu bercanda"


"aku gal bercanda.."


"bukannya SAVA nama inisial S dan itu sari?"


"aku gak pernah tau kamu melanjutkan hamil itu. aku sudah kasih kamu uang gugur aku pikir sudah kamu gugurkan"


"kenapa kamu tutupin semua, gak cerita kepada naya, bukannya kamu akan menikah. bukannya menikah harusnya ada keterbukaan?" tanya tika


"aku.."


"gkpapa pak, sari lebih butuh bapaknya daripada saya.." ucap naya


"nay.. aku sebenernya gak setuju ya kamu sama agung, karna kamu orang baik, agung gak pantas dengan kamu... tapi aku tau siapa agung. dia benar benar tulus nay, sampai dia mau mengatakan akan menikahimu tanpa menyentuhmu sebelumnya" jelas tika


naya pun pergi begitu saja..


ia hanya bisa diam, melamun, tanpa menangis... entah untuk kali ini dia tersandung masalah tidak menangis... hatinya masih seperti biasa saja, tidak ada rasa sakit atas fakta yang diterima nya saat ini..


sementara adiv berlalu menuju tempat kerjanya, tinggallah tika, sari dan juga agung..


"kamu tennang saja, aku akan membayar semua yang kamu keluarkan untuk sari.. maaf kalau aku sudah sekejam itu, tapi aku mohon, jangan halangi aku, aku sangat cinta sama naya... aku sangat sayang sama dia" jelas agung


agung pun pergi menuju kost..


namun kunci kost sudah naya titipkan pada santi teman kerja naya, sementara naya sudah pergi..


yaa naya pergi menuju kost gina..


gina lah yang bisa jadi pelariannya saat ini


mengetahui naya pergi, agung langsung menuju rumah geprek menemui adiv, adiv berkata jika naya tak sama sekali ada datang..


dan akhirnya adiv membantu agung mencari kost teman naya yang pernah adiv tau tempatnya dimana


ketika tau naya benar disana sedang duduk santai berdua dengan gina..


adiv melarang agung menemui naya saat itu juga


dan sore nya, agung menceritakan kepada ayah dan ibunya..


"sudah pantas yang dilakukan naya, naya orang baik gung, bukan untuk orang seperti kamu"jelas ayah agung


"pa, aku butuh naya pa, agung berubah kok asal bisa sama naya"


"hemm.. kamu egois..  lalu kamu gak memikirkan naya?"


"paa.  plis bantu aku"


dan ibu agung membantu agung merayu ayah agung, akhirnya ayah agung mengiyakan


beberapa hari kemudian mereka menuju kost gina menemui gina..

__ADS_1


"ini pa, ma, kost gina teman naya"


"tapi kok sepi?"


__ADS_2