Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SR #3


__ADS_3

dan ketika handi dan rita menjelaskan kepada emak dan bapaknya, mereka hanya berpesan untuk berhati hati berurusan dengan kang kredit


beberapa minggu, barulah uang turun setelah beberapa hari mengurus beberapa pengisian formulir dan ketika itu pula rita membawa uang itu kearah rumah dara dan angga


sesampainya...


"masuk rita" sapa dara yang sedang duduk diteras rumahnya..


"iya tante makasih"


dan rita langsung menjelaskan kedatangannya..


"rita.. kamu apa apaan, pake balikin uang kuliah, eh tante ini iklas nak" jelas dara


"iya. rita tau tante.. tapi rita mohon, ambillah"


"bentar dulu, ada apa sih? kamu lagi berantem sama seno?"


"memang seno belum cerita tante?"


"gak ada seno cerita apa apa.. emang kalian kenapa?"


rita pun menjelaskan yang terjadi...


seketika dara diam, ia menghubungi angga yang sedang dikantor, kebetulan, kerjaan sudah tuntas dan angga menuju rumahnya


"rita" sapa angga


"om.. "


"jadi seperti yang mama ceritain pa"jelas dara


"memang seno seperti itu, seno sebelum sama kamu juga seperti itu, bukannya menjelekkan anak sendiri ya nak rita.. ada alasan kenapa tante sama om kirim seno ke villa itu jadi satu desa dengan kamu, karna itu, dia sering memang membelanjakan banyak perempuan.." jelas angga


atas kesepakatan, akhirnya dara dan angga menerima setengah dari uang yang dibawa rita untuk membayar ganti uang nya


"gini deh, tante ambil, tapi setengah, anggap saja tante sama om beramal, kamu mau kan kasih kesempatan kami bisa beramal? jadi tante ambil setengah dari uang ini" jelas dara


dan akhirnya setengah dara ambil, dan setengah rita kelola untuk bisnis


namun ia sengaja menunggu wisuda untuk membuka usahanya..


dan ketika seminggu lagi rita akan wisuda, seno baru tau jika rita sudah mengembalikan setengah uang dari yang dikeluarkan orang tuanya..


"mama kenapa diterima sih ma, apa mama gak iklas bantuin rita kuliah?" tanya seno


"seno, rita maksa, tanya papa, kasian juga kan mama liatnya"


"lagian semua juga kesalahan kamu, coba kalau sudah ada perempuan, kalau sudah sama rita yaudah, jangan sama cewek lain, harusnya kamu balas dengan setimpal, kalau rita selingkuh baru kamu berbuat itu" jelas angga


"mama sama papa itu gak bakalan ngerti yang aku rasain" jelas seno


ketika seno ingin meminta penjelasan mengapa rita benar benar mengembalikan uang itu..


artinya rita benar benar tak main main dengan ucapannya..


namun ketika ia mendatangi rita yang sedang ada urusan di ruang rapat utama mahasiswa


ia ditahan oleh satpam, karna yang bisa masuk hanya yang memiliki sim card pengenal saja


"maaf mas, jika tidak ada tanda pengenal tidak boleh masuk, karna ini rapat tertutup"


"tapi saya ada perlu dengan teman saya pak, saya juga penting"


"maaf mas, jangan paksa saya untuk kasar"


hari benar benar berjalan..


rita dan seno sama sama akan wisuda, hanya saja beda waktu dan tempat...


ketika itu rita ditemani oleh temannya yang akan melanjutkan hidup di autralia bersama suami nya setelah lulus..


dan mereka sudah menjadwalkan pertemuan 5 bulan setelah hari kelulusan itu


"rita.. aku beneran akan kangen, kangen kita makan di kantin berdua, kangen pikiran simple kamu, ahhh rasanya aku bakalan benar benar kangen, tapi lima bulan setelah kelulusan aku balik ke indonesia, kita jalan ya.." ucap jeniffer tamn satu kelas prodi rita


dan ketika kelulusan sudah selesai..


rita bersiap untuk mencari kerja, dan karna tempat kkn nya menawari dirinya kerja..


ia sempat menolak karna jauh..


hingga beberapa kali ia keluar masuk perusahaan dan berujung menjadi karyawan honorer atau tidak tetap, ia terus berkelana hingga mendapatkan predikat karyawan tetap..


akhirnya ia memutuskan untuk Berangkat ke sabang...


disana benar saja, hanya butuh waktu enam bulan ia sudah ditempatkan menjadi karyawan tetap..

__ADS_1


disabang ternyata tempat keberuntungannya


namun setelah bekerja hampir setahun setengah...


ia mendapatkan kabar dari salah satu tetangganya di kampungnya jika handi dan dandi mendapatkan masalah..


"halo.. rita.. rit.. bang handi ada yang maksa untuk ikut, katanya dilaporin ke polisi"


"ha.. masa sih?"


"iya.. aku dengernya sih bang handi itu gak bayar bayar hutangnya sampek bungannya ngelebihi hutang nya itu sendiri"


rita pun heran...


ia merasa sudah cukup rutin..


ia pun meminta izin kepada atasannya..


namun ia tak mendapatkan izin..


"ya terserah kamu rita.. kalau kamu paksa, aku akan nyatakan pemberhentian kerja kepada kamu" jelas atasannya


"ya sudah jika seperti itu aturannya, gakpapa pak, terimakasih sudah berikan pengalaman yang besar harganya.. saya akan memilih keluarga saya.. keluarga lebihbutuh saya"


dan karna itu sudah keharusan perusahaan, atasan rita pun akhirnya memberikan sedikit pesangon lain dari pesangon kantor..


"beneran pak buat saya?" tanya rita..


"yaa.. sebenernya saya benar benar rugi kehilangan karyawan seperti kamu.. tapi mau bagaimana lagi"


dan ketika rita kembali ke rumahnya..


ia mendapati jika handi begitupun dandi sudah tak dirumah, ia mengetuk pintu rumah nya cukup lama..


dan ketika mak Suri, ibu rita mengintip ternyata yang mengetuk anaknya, ia pun langsung menarik rita..


"emak, kenapa sih mak?" tanya rita


"huuust, jangan keras keras.. rumah ini sudah tidak aman lagi.."


"rita dapat kabar katanya bang handi gak pernah bayar setoran uang, bukannya sudah rita transfer mak?"


dan tanpa menjelaskan..


ibu dan bapak rita hanya diam..


ia merasa ada hal berbeda..


didapun 180 derajat berbeda dari awal ia bekerja hingga saat ini mulai dari lemari es, wastafel, toilet, hingga tempat masak..


dan ketika ibunya sudah menjelaskan, ternyata uang kiriman darinya diputarkan oleh handi untuk membenahi dapur kebelakang dan setengahnya di bagi dua dengan dandi..


ternyata handi menggunakan uang itu untuk taruhan pertandingan bola, yang membuatnya selalu kalah..


benar saja jika seperti itu ceritanya karna jika uang kiriman diberikan untuk membangun rumah, pasti rumah akan bagus hingga ke depan teras rumah


"terus kemana bang handi sama bang dandi?" tanya rita..


"bang dandi ke bali, kerja, buat nyicil utang menunggak itu, dan handi gak tau.. kemana" jelas ibunya..


dan ketika rita akhirnya membuka rumah yang sudah lama tak pernah dibuka karna takut ada penagih..


ketika itu bapak mengantarkan ibu rita ke pasar


beberapa menit setelah rita membuka pintu itu


beberapa orang datang..


berpakaian serba hitam, jaket kulit dan turun dari mobil hitamm...


ketika mereka menyapa rita..


"selamat pagi" sapa beberapa orang itu


"pagi pak?" sapa rita


"orang yang punya rumah?"


"saya pak?"


"anda?"


"saya rita"


dan kedua orang itu saling bertatap..


"oh jadi kamu atas nama rita?" tanya mereka

__ADS_1


"iya pak, ada apa ya pak?" tanya rita..


dan salah satu dari mereka menyodorkan surat perjanjian


bukti tulisan pembayaran cicilan hutang hanya berjalan selama 7 bulan.. sisa nya sudah tidak ada pembayaran hingga saat ini


dan salah satu dari mereka memanggil boss mereka yang dibilang handi teman handi sekolah..


"oh iya pak, soal itu uangnya dipakai kebutuhan lainnya" jelas rita


"diluar itu, bukan urusan saya.. yang saya tau anda bayar sekarang atau salah satu dari kalian saya penjarakan.. bukan main mbak, ini ratusan juta urusannya" jelas boss utama


"iya kalau begitu saya saja pak yang dibawa, karna kedua kakak saya sebenarnya tidak salah, saya yang maksa mengutang, dan kedua orang tua saya tidak tau soal ini, saya akan bertanggung jawab pak"


"silahkan masuk mobil saya, hari ini juga saya akan proses kepengadilan"


"baik pak"


dan ketika keluar..


"pak saya pamit ke tetangga sebentar.."


"okeh silahkan"


dan ketika menitipkan salam ke samping rumahnya yang juga membuka warung nasi pecel kecil kecilan, mereka pun membawa rita..


tak lama kedua orang tua rita datang.. dan tetangga itu memanggil keduanya lalu menjelaskan


betapa kagetnya mereka dan akhirnya menyusul rita ke kantor polisi dan karna tidak bisa berbuat apa apa lagi untuk anaknya, rita pun dipindana kurungan sel selama 6 tahun


ayah rita yang tidak mau untuk datang ke persidangan.. ketika mendapati kabar dari anaknya mendapatkan hukuman 6 tahun, ayah rita benar benar shock..


ia terjatuh lemas dan seketika itu ia mengalami stroke..


ketika beberapa bulan ayah rita stroke, mungkin karna pikirannya terlalu beban berat, membuatnya akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya..


dan ketika di hari terakhir..


rita diberikan izin oleh pihak kepolisian untuk mengantarkan jenazah terakhir ayahnya..


dan disaat yang bersamaan.. hanya ada rita dan ibuknya yang hadir..


"kemana handi? kemana dandi? bukankah kabar sudah sampai pada telinga masing masing? harusnya datang.." gerutu rita..


dan tak lama ketika dipemakaman, juga turut hadir bu dara dan pak angga, orang tua seno..


juga seno yang turut datang..


namun seno tampak tidak menyapa hanya sesekali ketahuan curi pandang...


"rita.. apa kabar sayang?" sapa dara


"baik tante" jawab rita dengan senyum kecut


"iya tante tau kamu sedang berduka.. belum lama urusan kamu sama seno, sekarang sudah ada lagi masalah baru"


"iya tante, makasih tante, om, juga seno sempatin datang"


"oh pasti.. eh tapi bener ya bapak kena jantung.."


"iya tante"


"kenapa bisa kena jantung mendadak?"


"emm rita.. disama om lihat ada beberapa polisi.." tanya angga


"iya om.."


"siapa? temen bapak?"


"bukan, itu polisi anterin saya dateng ke pemakaman bapak"


"oh kawal kamu"


"eh katanya kamu ke sabang?" tanya dara


"iya rita ke sabang, tapi bukan kawalan rita om, itu polisi yang jaga sel rita"


"loh kamu masuk sel, maksudnya masuk gimana?"


"rita dikurung sel selama 6 tahun"


"loh ada apa rita?" tanya dara kaget


disana rita menjelaskan, dan seno sedari tadi hanya mendengarkan tanpa bersuara, ketika mereka sampai dirumah rita, barulah rita menjelaskan kepada dara, angga, juga seno dan ketiga nya sama sama berpatung..


mereka diam karna mereka juga sama kaget..

__ADS_1


__ADS_2