
"yaa kurang lebihnya seperti itu.." jawab karyawan tersebut lalu melanjutkan penjelasan tentang kontrak dll..
dan ketika perusahaan akhirnya mengeluarkan 3 bentuk produk dalam satu promo dan hasil nya super mledak..
Mingthae, Damtee, dan Jim seok mulai mencari sela mendekati Hiyoo soo..
ketika itu Hiyoo soo sedang mencari makan siang, Mingthae yang kebetulan ingin main ke perusahaan tempat bekerja Hiyoo soo berpapasan didepan kantornya
"hai Hiyoo" sapa Mingthae..
"Ming"
"apa kau mau keluar mencari makan?"
"iya.."
"sama saya?"
"oh kamu pakai sopir?"
"wah diremehkan, saya sudah bisa dong pakai mobil ini, berusaha, saya selalu ingat ucapan kamu"
"emm.. bagus deh, yaudah yuuk"
sesampainya direstoran tempat makan mereka, mereka bertemu damtee yang sudah berada di tempat itu
"Damte. " sapa Hiyoo soo
"kau makan siang?"
"iyaaa..."
"silahkan duduk" ajak Damtee
tak lama Jim seok menarik tangan Hiyoo soo
"meja disana aja, view lebih bagus" ucap Jim seok
"Jim" sapa Hiyoo soo
Hiyoo soo mengikuti permintaan Jim seok, dan duduk dimeja yang dimaksud, begitupun dengan Mingthae dan Damtee
"sebenarnya aku yakin, kamu itu cocok sama aku.. karna apa? huruf awalan di nama kita sama, Hiyoo soo dan Jim seok, bisa juga panggilan untuk kita nanti jadi pasangan Hiyoo Jim, atau Hiyoo seok?" jelas Jim seok
dan kedua temannya tertawa geli
"wah.. kurasa dilihat dari yang kenal lebih lama.. tentu aku, karna dia bekerja dengan aku" sambar Damtee
"tapi kalian salah.." jawab Mingthae
"kenapa salah?" jawab Hiyoo soo penasaran dengan ucapan Mingthae
"kalo aku, mama ku kenal sama mama nya Hiyoo, juga udah berteman sejak mereka kecil, banyak dan luas kan kemungkinan sebenarnya kita dijodohkan?" jelas Mingthae
"huh..? apa? kamu bilang gimana? " tanya Damtee
"memamg kau mau dijodohkan sama Mingthae?" tanya Jim seok kepada Jhiyoo soo
"emm..."
belum menjawab pertanyaan Jim seok, Damtee menjejeli pertanyaan lagi
"masak sih kamu mau hidup diatur harus berjodih dengan siapa siapa nya..?" ucap Damtee
"loh ya itu kan urusan dia, kalo dia mau dengan ku, why not?" jawab Mingthae
"sikapmu terlalu manja, mana ada wanita betah denganmu?" jawab Jim seok
"kamu pikir dengan sikap jahil mu, dia akan bisa hidup bahagia?" tanya Mingthae
"yaudah lah, Hiyoo soo kamu lihat kan, siapa lebih dewasa?" jawab santai Damtee
"cukup.." bentar Hiyoo soo
dan Hiyoo soo pun pergi meninggalkan restoran dan makanannya yang baru didatang..
beberapa hari kemudian, situasi kembali membaik...
justru ulah ketiganya kembali terjadi..
dimana ketiganya datang kerumah Hiyoo soo dengan senggang waktu berbeda..
Jim seok yang pertama hadir..
dengan baju basah habis kehujanan, Jim seok memberikan kado yang sudah basah karna hujan..
namun ketika Hiyoo soo memintanya masuk untuk membuatkannya teh hangat, saat Hiyoo soo kembali, ia melihat Jim seok sudah tertidur..
Hiyoo soo pun mengganti pakaian yang dikenakan Jim seok tanpa meminta bantuan siapapun
sekitar hampir setengah jam masih tertidur
datanglah Damtee..
dengan bunga dan coklat..
__ADS_1
yaa lagi lagi coklat, kado dari Jim seok boneka kecil juga dengan coklat putih
"d6amtee? apa ini?" sapa Hiyoo soo kaget
"untukmu.."
"ah makasih.. masuk yuk" ajak Hiyoo soo
beberapa menit mengobrol..
terlihat wajah lelah Damtee
"kau sakit?" tanya Hiyoo soo
"emm.. enggak.. kerjaan numpuk banget.."
"ooh.. kenapa selalu dipaksakan untuk selesai seluruhnya?"
"enggak kok.. biasa aja.."
lama kelamaan damtee bersandar dan menyentuh pinggul Hiyoo soo lalu tertidur
Hiyoo soo merebahkan tubuh Damtee sejenak lalu membawanya ke tempat yang sama dengan Jim seok yang masih tertidur
baru saja memindahkan Damtee, suara mobil terdengar...
Hiyoo soo pun keluar rumah, ternyata Mingthae bersama ibunya..
"maa..." sapa Hiyoo soo
"iya... loh kamu kok disini? bukannya rumah kamu di deket perusahaan ayah?" tanya mama Mingthae
"emm.. iya, kan Hiyoo soo belajar mandiri baru mama sama papa percayain Hiyoo soo mengendalikan usaha papa" jelas Hiyoo soo
"ahh benar sekali papa kamu itu"
bingung dengan yang dibicarakan mama dan Hiyoo soo, Mingthae mengingatkan mama nya jika ada meeting hari itu
"maa.. mama kan ada meeting, apa gak terlambat?" tanya Mingthae
"astaga mama lupaa... yaudah.. Hiyoo soo saya cuman antar Mingthae karna beberapa hari ini badannya kurang sehat tapi ingin main kerumahmu, dia bilang kamu yang ngerti tentang dia kalo lagi sakit. " jelas mama Mingthae
"ah Mingthae itu bisa aja memang" ucap Hiyoo soo
setelah mama Mingthae pulang.. masuklah Mingthae
"kamu kalo sakit kenapa musti maksa kesini?"
"ya.. gak papa kalo lagi sakit, sama kamu jadi adem gituu"
setelah masuk..
dan menawari minuman..
"mau minum?"
Mingthae menggeleng
"kamu pucat, kesini sudah makan belum?"
Mingthae hanya diam
"kamu nih yaudah istirahat didalam yaa.." ajak Hiyoo soo mulai panik
"obat ku lupa... tolong telfon mama" ucap Mingthae
"haa.. kamu serius?" jawab Hiyoo soo kaget..
dengan rasa kuatir Hiyoo soo menelfon mama Mingthae , ia mengangkatnya namun karna diperjalanan tidak terlalu jelas..
namun mama nya mengatakan sudah terlalu jauh untuk balik arah..
dan tak lama saat telfon terputus tiba tiba karna signal, Mingthae memeluk Hiyoo soo dari belakang
"Mingthae.. kau yakin tidak kenapa napa?" tanya Hiyoo soo semakin kuatir karna suhu tubuh Mingthae lebih terasa panas
"aku hanya ingin memelukmu" ucap Mingthae
"kamu butuh istirahat, ngerti? udah ikut aku.."
Hiyoo soo menuntun Mingthae masuk ke kamar yang sama dengan Jim seok dan Damtee...
ketika masuk, Mingthae sadar ada kedua temannya namun karna tubuhnya lemas, ia meminta Hiyoo soo duduk diranjang dan memangku kepalanya..
tak lama Jim seok terbangun dan memeluk Hiyoo soo dari belakang, tak lama pula Damtee ikut terbangun dan memeluk lengan Hiyoo soo
jelas Hiyoo soo tak lagi bisa berkutik..
ia terpaksa membiarkan dirinya dalam pelukan tiga lelaki tersebut
Mingthae pun lama kelamaan tertidur begitupun dengan Damtee yang memeluk lengannya, ketika ia memindahkan kepala Mingthae dan menidurkan kembali Damtee, tubuhnya masih dikunci oleh pelukan Jim seok
"Jim.. kamu tidur lagi.. kamu kan kehujanan kesini tadi" ucap lembut Hiyoo soo
"kamu yang gantiin baju aku?" tanya Jim seok
__ADS_1
"iya, tapi hanya pakaian luar"
tiba tiba saja Jim seok mencium lama leher belakang Hiyoo soo
"Jim.. jangan ah.. udah" ucap Hiyoo soo
Jim seok masih tetap menciumi leher Hiyoo soo
"Jimm... gak enak sama yang lain Jim" jelas Hiyoo soo
"pilih aku Hiyoo.. aku akan bahagiakan kamu"
"Jim.. ayolah.."
"maafkan aku jika aku sering iseng, aku janji aku lebih dewasa"
"Jimm... bukan saat yang tepat.."
Jim seok terdiam..
"Jimmmm"
"okeh aku akan lepaskan, tapi janji padaku peluk aku dari depan"
"okeh.. iyaaa.."
dan ketika membalikkan badan, Jim seok langsung memeluk tubuh Hiyoo soo erat dan cukup lama ia melepas nya namun ia mencium bibir Hiyoo soo
baru sedikit ia menyentuh bibirnya, Hiyoo soo cepat cepat melepasnya
haripun berlalu, selama itupula Hiyoo soo menghindar dari ketiga lelaki yang selalu menbuat rusuh didepannya...
ketika ketiganya juga sibuk dengan urusan masing masing dan tak lagi nampak mengganggu Hiyoo soo
Hiyoo soo dipertemukan oleh seorang junalis disalah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan milik mamanya..
bernama Park Ji Song..
yaa disana posisi keduanya sebagai asisten pribadi bos masing masing..
yang harus kalian tau..
Hiyoo soo ternyata adalah anak dari seorang konglomerat dan pengusaha paling tajir dengan penghasilan milyaran dalam sehari..
seperti yang kalian tau.. Hiyoo soo memang tidak tinggal dengan kedua orang tuanya, ia memilih tingga di rumah lain dan tanpa teman, walaupun rumahnya tidak sebesar rumah kedua orang tuanya, namun Kehidupannya selalu diperhatikan dan dipenuhi oleh kedua orang tuanya..
ketika itu, perusahaan milik Hiyoo soo menerima kesepakatan untuk bekerjasama dengan perusahaan tempat bekerja Park Jisong, justru seperti dipermainkan, perusahaan nya justru harus mengganti rugi kepada perusahaan Park Jisong yang berujung minusnya administrasi di perusahaan tersebut hanya karna sebuah penipuan..
"ini bagaimana lanjutkan nya?" tanya bos Park Jisong
"saya bisa pak bantu" jawab Park Jisong
kedua orang tua Hiyoo soo memang sudah melakukan berbagai cara untuk membantu perusahaan itu. hingga akhirnya Hiyoo soo mendapatkan tawaran untuk bisa tetap mendirikan perusahaan nya namun pembalikan nama perusahaan kepada orang yang tadi nya investor diperusahaannya..
selang beberapa tahun, Hiyoo soo dan kedua orang tuan nya seperti dipermainkan oleh pemilik perusahaan barunya itu...
dan tak lama akhirnya Park Jisong menawari pekerjaan baru kepada Hiyoo soo
dan akhirnya Hiyoo soo rela melepas perusahaannya..
tak lama ia bekerja dibawah naungan perusahaan kain bersama Park Jisong, keduanya terlihat menjalin hubungan..
yaa jauh sebelum dekat seperti ini, Park Jisong sudah mengenal Hiyoo soo lama
keduanya juga sudah menjalin hubungan sepasang kekasih sudah berjalan hampir sebulan..
namun empat bulan jadian, barulah Jim seok, Damtee, dan Mingthae menyadari jika temannya itu juga menyukai Park Jisong soo
"waaaait.. kamu... jangan bilang kamu kenal sama Hiyoo dan kamu sedang mencoba mendekati nya" ucap Mingthae
"kenapa bicara seperti itu?" tanya Park Jisong
"yaa aku tau.. pasti sudah, tapi kalo tidak terus bagaimana bisa kamu bersama dia?" tanya Damtee
dunia kehidupan Park Jisong soo memang sesempit itu..
empat pertemanan dan ke empatnya sama sama menyukai Hiyoo soo..
namun mungkin karna memang Park Jisong berwibawa dan bisa menerima kondisinya saat itu..
Hiyoo soo menyukai dan jatuh hati sampai menerima ungkapan cinta dari Park Jisong
"kau menyukai Hiyoo soo langkahi aku..." ucap Mingthae
"ngomong apa kamu?" tanya Park Jisong
"gak cuman langkahi Mingthae, langkahi aku juga" sambar Jim seok
"aku juga" sambar Damtee juga
Hiyoo soo terus jalan tak memperdulikan keempatnya
"Hiyoo" panggilnya
"aku masih ada urusan lain lebih penting dari obrolan kalian" jelas Hiyoo soo terus berjalan
__ADS_1