
mengetahui itu alkohol, ia terus meminum 6 botol bir ukuran sedang
sekaligus ia ingin melupakan sejenak tentang kisah cinta nya yang rumit itu..
hingga ia benar benar mabuk berat...
dan berniat hanya mengerjai, kedua lelaki itu sama sekali tak membantu wangi...
wangi terjatuh ketika ia sudah keluar dan menutup kamar hotel itu..
namun seseorang menmbantunya dan menahan tubuhnya..
lelaki itu bernama santa..
santa pun membawanya masuk kedalam kamar hotelnya yang berjarak dua kamar dari kamar pemesan kue tart itu yang juga teman santa..
setelah santa menaruh wangi dikamar nya, santa kembali kekamar temannya..
"lama lu boker" sapa salah satu temannya
"iya.. hah.. sisa sebotol bukannya tadi ada 7 botol ya?" tanya santa
"iya bro kita yang minum"
santa tau, mereka sedang membodohi nya...
ia yakin gadis yang tadi adalah gadis yang mengirim pesanannya yang akan ia berikan kepada teman perempuannya
dan ketika mereka selesai, santa kembali kekamar nya..
ia menatap tajam arah wangi ..
ia mendekatkan wajahnya mencium aroma tubuh wangi, kebiasaan utama seorang santa adalah mencium bau badan seseorang ketika orang itu tidur..
tak beberapa lama, wangi menarik tangan santa dan memeluknya..
santa pun hanya bisa diam.. dan tak lama ponselnya berbunyi...
iya harus bertemu dengan teman perempuannya..
santa melepaskan tangannya perlahan dan terpaksa mengunci wangi didalam...
cukup lama santa pergi.. wangi terbangun...
ia tersadar kepala nya pusing..
"ah.. gara gara siang tadi aku nekad minum alkohol" gerutunya
ketika membuka pintu, ia tak bisa.. ia tersadar dirinya dikunci dari luar..
tak langsung meminta tolong kepada orang diluar, wangi terkesan oleh foto seorang lelaki disana bersama seorang ayah yang cukup tua
ia menatapi tajam arah foto itu juga arah foto lainnya
santa pun membuka pintu kamarnya dan melirik kearah wangi yang sedang sibuk melirik kearah fotonya bersama ayahnya
wangi menyadari seseorang masuk dan duduk dikursi ia pun menoleh
"hei... kamu yang membawa ku?" tanya wangi
"iya... ada apa dengan foto itu?" tanya santa
"enggak, aku mau pulang, ada kerjaan kamu ngunci aku disini menghambat kerjaanku, untung aja aku selesai nganterin semua pesanan, coba kalau belum, retingku jelek, yaudah makasih udah bawa aku"
mendengar ucapan wangi yang menggerutu, santa pun membuka kancing kemeja nya dan mendekati tubuh wangi seolah ingin menciumnya
"kamu mau apa ha?" ucap wangi
"enggak... yaudah sana kalo mau pergi"
wangipun pergi..
dan setelah sampai di toko rotinya.. disana sudah ada restu
santa yang ternyata sedari tadi mengikuti nya melihat wangi dengan restu seperti sudah cocok
terlihat keduanya memiliki wajah yang hampir mirip yang kata orang jika ada kemiripan kalo bukan saudara ya mereka jodoh
santa pun tak berlama lama, asalkan ia sudah tau siapa wangi, ia pergi
"dari mana?" tanya restu
"dari anterin pesenan"
"ha.. mana ada daritadi ampek sesore ini?"
"ada apa kamu kesini? mana irza?"
"ya gak ada takut kamu pulang kan udah janji anter pulang juga, irza ya di kantor"
"oh.."
wangi pun masuk...
beberapa hari kemudian...
ketika santa masuk dan melihat beberapa tart di toko kue wangi..
"ada yang bisa dibantu pak?"
"emm.. mbak, ini buatan sendiri?"
"semua roti tart disini buatan pemilik toko karna beliau fakus dengan pekerjaan ini, lainnya membantu jadi benar benar tangan pemiliknya"
"oh.. kalau saya beli sekalian sama toko nya apa bisa?"
"maksudnya gimana nih pak?"
"ya saya beli tart nya semua ini sama toko nya saya bayar, jadi hak milik saya"
"waduh itu mending diobrolkan dengan boss saja"
"kemana boss nya?"
"sebentar saya panggilkan"
tak lama ia keluar bersama wangi..
"ada yang bisa saya bantu pak?" tanya wangi
ketika santa menoleh, kaget nya wangi
"eh kamu?" sapa wangi
"oh jadi kamu kerja disini?"
"iya.. ada apa ya?"
"mbak.. mana boss nya" tanya santa pada karyawan
"boss... i..."
"emm masih rapat.. ada klien, nanti biar saya sampaikan memeng ada urusan apa ya?"
"yaudah kalo gak ada..." jawab santa cuek
"dia bilang mau beli setoko tokonya juga katanya" bisik karyawan wangi
"eh.. kamu gila beli se toko nya" ucap wangi
"tidak ada urusan sama kamu kan?" tanya santa
__ADS_1
wangi hanya terdiam.. ketika santa pergi..
esoknya santa kembali datang ke toko roti
"mau cari boss? gak ada?" ucap wangi
"mau beli tart"
"em.."
"mbak, yang stroberi ya satu mini satu sedang"
"baik pak"
"tolong kirim ke tempat ini"
"baik pak"
wangi merampas kertas alamat pengiriman
"ini kerjaan ku, biar aku yang antar.." ucap wangi
"yaudah aku tunggu.. ini bayar uang chas"
dan setelah sampai dialamat tersebut
wangi mengetuk pintu rumah alamat yang dimaksud santa
"yaaa..." sapa cewek dari dalam
"ini ada pesanan kak"
"dari santa?"
"emm... iya iya mungkin"
"oh iya.. yaudah makasih ya.."
"iya... mbak ini kelebihan"
"sekalian tips aja mbak"
"tapi mbak?"
"ambil mbak, pacar saya kan sering beli ke toko mbak kan?"
"oh gitu.. makasih"
dan ketika perjalanan wangi sadar jika lelaki dingin itu bisa punya pacar secantik dan selembut perempuan tadi..
beberapa hari berlalu..
ketika wangi sedang sibuk membuat pesanan yang terbilang sulit..
yaitu banana cake..
salah satu karyawan nya mengatakan jika ada customer yang ingin melihat langsung belakang
dan wangi mengizinkan
"em... ini mbak orangnya"
ketika melihat ternyata santa
"eh.. kamu lagi?" ucap wangi
santa hanya tersenyum nyerngit
"mau belajar apa nyuri resep?" tanya wangi
"belajar" ucap santa cuek
"namamu siapa?" tanya santa
"wangi.."
"wangi? artinya?"
"harum"
"oh.."
"kamu santa kan?"
"iya.."
"apa artinya?"
"pengirim hadiah"
"oh..."
"karna namaku pengirim hadiah, aku bawain ini untuk kamu"
santa menyodorkan bingkisan kecil
"untukku?"
"iya.. ambillah"
"apa?"
"buka aja.. pake nanya"
"dih jutek amat"
"hemm tinggal buka ini kamu banyak tanya"
ketika membuka
wangi menunjukkan wajah kecut dengan bibir mencucut
"suka?"
"bunga cuma selembar gini doang, coklat cuman satu begini ini kan panjang kenapa kasih aku satu doang sih, dikit amat ya nyempil digigi doang ini mah" gerutu wangi
seketika santa tertawa puas..
wangi pun ikut tertawa
"dih ngapain kamu juga ketawa?" tanya santa
"ya habisss.. kamu kasih satu doang begini"
"ya biar beda.."
restu yang masuk dan melihat pun hanya diam
kemudian berlalu..
"aku yakin kamu akan salah lagi pilih orang" ucap restu pelan
ia pun pergi meninggalkan toko roti wangi
"emm.. nanti malam ada acara?" tanya santa
"em.. gak ada"
"mau jalan?"
"kemana?"
__ADS_1
"ke monas?"
"serius? kan jauh"
"ya gakpapa kalo mau"
"iya deh mau"
beberapa menit kemudian
"eh gak jadi deh maunya" ucap wangi
"lah kenapa?"
"kamu kan punya pacar?"
"siapa?"
"cewek yang kamu suruh aku kirim tart?"
"dia emang bilang pacar aku?"
"iya"
"percaya?"
"dia temen adik aku, cuman ngejar ngejar aku"
"masak seh.. terus kenapa kamu sering kasih dia kiriman makanan?"
"dia yang minta sama aku bukan aku yang kasih dia"
"oh..."
ketika malamnya mereka pun jalan ke arah monas...
hari demi hari mereka kembali dekat...
wangi tak segan lagi menceritakan kisahnya kemaren bersama restu dan enggar
seperti kakak adik.. keduanya sering memberikan perhatian satu sama lainnya..
hingga kedekatan berjalan setahun..
selama itu pula santa tidak pernah menyentuh wangi
hingga pada saatnya santa memberikan kotak kecil untuk cincin
"kamu tidak mau ada hubungan serius?" tanya santa
"mau lah, kalo ada yang ngajak dan aku kenal dia baik, aku mau, siapa yang gak mau serius tujuan saya berkelana juga karna cari yang serius"
"aku mau kita serius.."
"apa ini?"
"kebiasaan nanya banyak banget tinggal buka ini sih"
"iya iya.."
"haa.. cincin?"
"aku mau serius, kamu mau kan?"
"aku mau"
mereka pun memutuskan menjalin hubungan serius..
bahkan ia merencanakan menikah di KUA tanpa pesta
karna memang menurut wangi juga santa yang perlu tau hanya mereka, keluarga dan tuhan..
bahkan setelah mereka sah suami istri pun..
wangi memberi tahukan oada seluruh karyawannya tentang pernikahannya dan untuk tidak menceritakan kepada siapapun"
karna memang seluruh karyawan wangi benar benar menghargai wangi, mereka tak membocorkannya, begitu halnya dengan santa yang tak mau mengumbar karna santa maupun wangi sama sama mantab untuk tidak mengumbar karna pengalaman yang sudah sudah..
tak jauh berbeda, kisah cinta santa yang sering ditinggal menikah membuatnya lebih dingin dan diam hingga bertemu wangi yang mampu meluluhkan hatinya
suatu ketika.. wangi yang sedang santai di toko nya dengan segelas kopi kemasan...
suaminya datang membawakan beberapa bungkus makanan untuk eangi dan beberapa karyawannya disana
"nasi padang nih" ucap santa
"emm... pak satpam dapet?"
"empat satpam dapet.. mereka udah mau ganti sift untung papasan dulu"
"emm.."
"ini kamu?"
"iya donk"
mereka pun makan bersama
tak lama yanti datang.. perempuan yang suka pada santa itu datang..
"santa.. loh kamu makan disini? bukannya disini toko roti?"
"aku bawa sendiri.."
"emm.. kamu sibuk?"
"enggak, kenapa?"
"sore anterin aku beli make up"
"mana bisa aku sibuk lah"
"ayolah"
santa melirik kearah wangi..
wangi masuk kedapurnya meninggal kan santa dengan yanti
sorenya ketika wangi sudah pulang..
santa baru pulang jam 6malam
santa mengetuk pintu rumahnya
karna tak ada yang merespon, ia menelfon wangi
"sayang" ucap santa merayu
"enggak" jawab wangi
"sayang aku gak jalan kok sama yanti.. aku garap laporan, besok harus selesai"
yanti membukakan pintu dengan wajah musam nya
santa memeluk lalu mencium bibir wangi..
"jangan cemburu.. kamu sudah tau sebelum aku kenal kamu sikapku ke yanti bagaimana apalagi udah sama kamu... hadeh lewat cewek Lainnya"
wangi pun mengizinkan suaminya masuk..
esok nya ketika wangi sedang sibuk dengan adonan.. viko salah satu karyawan nya
__ADS_1