
beberapa detik diam, Tirta kembali bicara
"satu lagi, semua itu masih jelas masih terasa kecewa itu hingga saat ini betapa rendahnya aku dan Salma dimata kamu ketika itu " jelas Tirta
"aku...." belum Bagas selesai berucap
"kamu... kamu pergi aja deh.." jelas Salma
dengan romantisnya, Kemal menutup mulut Salma untuk tidak berkata kasar
hari terus berjalan, kedai SANA SINI SOSIS semakin berjaya
dengan penuh pengalaman, Fikih dan Tirta tak ragu untuk makan berdua di lantai pinggiran jalan ketika mereka sedang jalan atau hangout berdua..
dulu Fikih berfikir, makan tidak dimeja itu tidak seperti makan tapi sekarang, intinya bisa makan harus bersyukur dimana pun tempatnya..
"Fikih.. aku jadi nih bikin sosis bakar dua, suka rasa bbq kan kamu?" ucap Tirta
"iya.. wah ini yang bbq? itu kamu?"
"oku original pedas"
"emm... gak suka pedas, suka asin.."
"iya makanya aku bawain bbq, makan yuk"
"yuk"
ketika makan, mereka benar benar menikmati duduk berdua dipinggiran trotoar sebelum mereka pergi nonton bersama...
tiba tiba Bagas menyapa keduanya..
"Bagas" sapa Tirta
"apa kabar Tirta? aku rindu"
__ADS_1
Tirta menoleh kearah Fikih, Fikih hanya menatap balik Tirta tanpa kode apapun..
"aku sadar aku berkutat di kesalahan fatal, makasih sudah menjadi bagian ku, aku cinta sama kamu, dan aku akan buktikan dengan caraku" jelas Bagas
"mak..suud...nya?" tanya Tirta
Bagas menyodorkan kunci kepada Fikih..
"bukannya kunci ini sudah kujual dan kulelang" tanya Fikih
yaa sejak tak ada kegiatan di leoparta, Fikih melelangkan kunci beserta bangunannya untuk membantu kakeknya berobat..
yaa.. sejak itulah ekonomi seorang Fikih menurun...
tak disangka penghancurnya adalah penolongnya (bagas)
"aku meminta sekertarisku mengambil harga paling tinggi.. dan ini hakmu, milikmu, tadinya aku ingin menghancurkan, karna pasti kalah dengan bagaskara center, tapi setelah kejadian kemaren aku membersihkan seluruh isi didalam bangunan leoparta, dan siap membuka kembali"
dan Fikih bangun dari duduknya untuk memeluk Bagas..
"apa aku boleh tetap membuka bagaskara center?" tanya Bagas
dan sejak itu, Fikih kembali membuka leoparta
dan juga membuka banyak lapak untuk penyewa..
beruntungnya Fikih dibanding Bagas adalah dikesuksesan nya ditemani wanita sehebat Tirta..
sejak membuka kembali leoparta, Fikih khusus membangun beberapa petak bangunan untuk para pengunjung membuang sampah seperti botol bekas, kantong plastik, kardus, dan bahan bekas lainnya ke tempat sampah yang langsung akan masuk ke dalam ruangan sepetak itu dengan otomatis...
"pembudidayaan sampah itu selain membantu kita untuk meringankan beban bumi dari sampah, kita bisa kan bantu orang yang hidup dari menjual barang bekas ini" jawab Fikih ketika pertemuan dengan media untuk berbagi cerita kesuksesannya
yaa bahkan di bagaskara center pun melakukan hal yang sama
termasuk pekerja pekerja yang ada dibagian bersih bersih untuk memilah sampah yang pantas untuk di budidayakan...
__ADS_1
tapi tetap, walaupun antara Fikih, Tirta dan Bagas tidak ada lagi masalah, Salma masih tetap dengan prinsipnya yang kecewa pada Bagas. .
disisilain Bagas hanya bisa menikmati buah yang dia tanam, yaitu menatap Tirta dan Fikih yang sedang bahagia benar benar mereka merasakan cinta....
"yaa namanya juga penyesalan itu dibelakang kan ya? kalau didepan itu pendaftaran... sama seperti kita, kita daftar kerja, kenal, deket, sampai akhirnya dia menghancurkan sendiri kebahagiaannya yang belum terlihat, lalu ia mengecewakan orang lain, dan kini ia menyesal. ." sindir Salma ketika tau Bagas hanya bisa memperhatikan Tirta sedang bahagia dengan Fikih di hadapannya..
Salma pun berjalan kearah Fikih dan Tirta juga sudah ada Kemal disana....
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
cast pemain :
Prisillia Tirta Agustine
Sugandi Bagaskara / Bagas - sahabat Tirta
Fikih - direktur baru leoparta
Salma Yuriska - sahabat dekat Tirta
Kemal - pacar Salma, CS nya leoparta
Tri Yuli - pacar Bagas
__ADS_1
Man - direktur lama leoparta
leoparta - nama pusat perbelanjaan / mall