Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Arinda Pradita


__ADS_3


Arinda Pradita... seorang gadis yang baru masuk perkuliahan..


disekolah nya dulu, ia memang dikenal dengan gadis pendiam, tapi terkadang ia pemberani, berani melawan jika dirinya disalah kan apalagi di bully


banyak teman sekolah nya dulu yang jarang mau mendekati dirinya, karna mereka menganggap Arin begitu panggilnya, bahwa Arin selalu bergaul dengan teman yang jauh lebih tua dari nya..


bahkan tak jarang, ia sering bermain, jalan, makan, bersama teman lelaki yang terbilang om om duda, karna sudah memiliki anak dan sangat dewasa..


yaaa Arin memang gadis yang sangat suka dengan kepolosan anak kecil, itu alasan mengapa dirinya terkadang terlihat seperti anak kecil, namun beberapa temannya beranggapan dia aneh..


"hai.. kau sedang apa? aku tak pernah tau kamu disini?" sapa seseorang wanita


"ha.. aku... cuman main main kak"


"oh.. memang kamu ada urusan penting?"


"aku kemaren ikut test masuk univ disini kak"


"keterima?"


Arin pun mengangguk


"oh.. sudah dapat jadwal untuk pelatihan mahasiswi baru kan?"


"sudah kok kak"


"oh... yaudah, salam kenal, saya talita anak perancangan busana"


"tata busana bukan? oh berarti kakak ini yang jurusan jahit menjahit ya?" ucap Arin dalam hatinya


"oh.. saya arin, salam kenal kak"


"memang jadi masuk apa?"


"akuntan"


"yah jauh jarak study kita.. eh kamu suka perbankan begitu begitu ya?"


"hehe.  iya kak"


"eh astaga, maaf aku kurang 2 menit lagi, oh iya... aku ada nih kartu alamat tempat usahaku, ya menyimpang sih dari jurusan yang kita ambil, tapi boleh dong kamu pas kedaerah sana main main..."


"oh ini, tempat apa kak?"


"iya.. itu ISTANA REMAJA, semua ada disitu sih, kamu cari baju, perlengkapan rumah dll, resto, bar, bioskop"


"mall kak?"


"ya begitulah.. "


"boleh mampir kak?"


"boleh dong, main aja walaupun ga ketemu aku, itu kan ada nomor whatsapp ku"


"ya kak makasih"


setelah Talita pergi..


"cantik, baik, ramah, mana tajir juga hemm jauh mah sama aku" gerutu Arin


beberapa hari kemudian, dimana Arin harus menjalani masa pelatihan (ospek)


dan dihari pertama nya, ia menengok kanan kiri depan belakang..


"hei.. kamu"


"emm iya kak"


"masuk barisan"


"ya kak"


"cari apa?"


"emm.. gak ada kak"


"yaudah masuk"


dan setelah seminggu berlalu...


sebelum esoknya ia masuk dihari pertama perkuliahan, ia pun memilih mencari alamat yang diberi oleh Talita


setelah sampai..


ia bingung harus kemana


ia pun bertanya pada satpam bernama Sudarno yang berdiri didepan pintu masuk utama


"pak.." sapa Arin


"ya neng?" jawab Darno


"pak.. kalo saya cari kak Talita kemana ya?"


Darno pun melirik sinis, seperti merendahkannya


"kamu cari bu Talita? mau lamar kerjaan ya?"


"saya teman di kampusnya pak"


lagi lagi Darno seperti tertawa geli


"bapak kok ketawa?"


"lucu kamu, jangan ngaku ngaku neng"


"ngaku ngaku?"


"iya lah"


"loh saya serius pak"

__ADS_1


"halah nurutin kamu, kerjaan saya banyak, luang waktu kebuang begitu saja.. udah sana pergi"


"pak, saya kebetulan gak bawa telfon, bisa minta tolong telfonkan kak Talita?"


"ha.. apa? okeh, kalo sampai bu Talita tidak kenal kamu, saya panggil polisi"


"loh mana ada seperti itu pak? kan saya minta tolong"


"halah udahlah"


dan Darno pun menelfon Talita


dan benar saja, Talita justru tak mau menemui karna ia tak merasa mengenal ciri ciri yang disebutkan oleh Darno pekerjanya


"dan kamu tau, Talita tidak kenal, sudah, kalo mau cuman liat liat masuk aja neng saya gak larang, eh situ ngaku ngaku kenal bos saya.. bos saya emang tenar tapi gausah sok kenal apalagi sok deket neng, jadi berabe kan" jawab Darno itu


seketika membuat Arin kaget bukan main, bagaimana bisa tidak mengenalinya padahal kan Talita sendiri memberikan alamat itu


tak lama beberapa polisi datang dan membawa Arin


"pak.. saya dibawa kemana?" tanya Arin pada kedua polisi


"kami dapat laporan anda membuat kerusuhan dan membuat bos pemilik mall terancam" jawab polisi


"loh laporan apa itu, saya ngomong fakta pak"


"bisa jelaskan dikantor saja"


"pak.. saya baru masuk kuliah, baru mau mulai. masak sih harus dipenjara"


"silahkan" ucap polisi


Darno yang turut ikut ke kantor polisi pun turut menjelaskan awal mula.. membuat polisi mempercayai nya..


Arin terus berusaha untuk mengelak, namun kekuatan polisi pun mengalahkan nya..


seseorang tinggi, tampan, lewat didepannya, keluar dari ruangan dibelakang meja polisi yang menanganinya


sekali lirikan lelaki itu kepada Arin, Arin tak terlalu fokus namun ia tau jika lelaki itu melirik kearahnya


hinga perdebatan terus berjalan..


sampai salah satu teman polisi itu berteriak dari meja kerjanya yang berjarak satu meja


"pak.. kalau seperti itu terus, gak selesai kasusnya.. jika mbaknya ada bukti kan tadi bilang mbak kenal, teman di kampus, ada nomornya kan? coba telfon" ucap polisi


"iya pak, tapi nomornya dihandphone saya, saya lupa gak bawa" jawab Arin


"tapi pak, sudah bukti, kalau atasan saya benar benar tidak kenal sama ciri ciri yang saya maksud" jawab kesal Darno


"yasudah coba telfon, apa nona hafal nomornya?"


"gak hafal pak"


"oh atau boleh saya minta pak? kan telfon pakai nomor saya, kita liat apa kenali suara nona ini atau tidak"


"silahkan pak, ini nomornya"ucap Darno


"halo, kak"


"iya.. siapa ya?"


"kak.. ini Arin, mahasiswa baru di fakul akuntan, beberapa hari lalu kan kita ketemu, inget gak kak?"


"Arin? Arin? oh Arin? oh iya rin, kamu, ada apa? ini nomor mu juga kah?"


"ini kak, aku pake nomor polisi"


"polisi? kok bisa?"


"panjang kak ceritanya. bisa gak kakak dateng kealamat jl diponegoro kantor polisi nomor tiga dari kanan?"


"oh diponegoro 7 ya?"


"iya kak"


"iya saya meluncur"


dan setelah Talita sampai..


"kak" sapa Arin


"Arin, memang ada kasus apa kamu? loh pak kok juga disini?"


pak polisi menceritakan yang jadi permasalahan


"aduh.. gara gara saya ya? pak maaf, itu salah paham, pak darno satpam yang bekerja di tempat saya memang memberikan ciri ciri, tapi saya lupa itu Arin"


"iya pak saya minta maaf sudah menjadi masalah utama, Arin maaf ya.. saya benar benar lupa, maaf, gini deh pak saya jaminkan nama saya, ini kartu nama saya, jika ada hal yang sama dari Arin, teman saya" jelas Talita


"oh baik saya pegang ini, tapi saya harap kalian selesaikan diluar dan disini selesai"


"baik pak terimakasih"


setelah keluar dari kantor polisi


Talita meminta maaf lagi kepada Arin, dan Darno pun hanya bisa menahan malu


"sekarang kamu boleh suruh saya pecat dia, jika kamu mau" ucap Talita


"enggak usah, saya gakpapa kak, cuman tolong kasih aja peringatan atau sp sebagai tanda permintaan maafnya" kata Arin


"baiklah karna kamu ini, inget Darno, kamu berapa kali saya bilang, lain kali jangan main hakim begini, tunggu saya turun tangan"


dan mereka pun berlalu...


hari itu, Talita pun memberikan hadiah nyalon gratis disalah satu salon didalam mall milik Talita


dan sejak itu jalinan keduanya pun semakin dekat seperti adik kakak kandung jika terawat dan rajin perawatan, Arin akan secantik Talita kok..


hari pun berlalu, esoknya Arin pun bersiap memulai hari pertama nya di kampusnya..


"hai.." sapa Talita

__ADS_1


"hai kak"


"siap?"


"siap dong.. ayok"


hari pertamanya, Talita sengaja menemani Arin sembari memperkenalkan beberapa lingkungan dikampus baru miliknya


"kamu masih lama kan?" tanya Talita


"masih ada waktu 20 menit kak"


"okeh.  "


"kok kakak tau sih. ini kan bukan fakul nya kakak"


"saya alumni disini, setelah lulus saya lanjutkan ke fakul yang saya ambil sekarang"


"emm.. "


saat asik berjalan berdua..


Arin yang bingung dengan tali sepatunya pun berjalan perlahan untuk membetulkannya


dan Talita terus berjalan tak sadar jika ia berjalan semakin menjauhi Arin


saat berdiri tegap lagi, seseorang menyenggol tangannya dan berjatuhanlah buku ditangannya


"ah.. maaf" ucap lelaki itu


tanpa menolong, lelaki itu terus berjalan


dan melewati Talita, Talita yang baru menyadari, ia menoleh kearah belakangnya


"Arin"


"bentar kak, barusan tali sepatu ku lepas, eh buku malah ikut jatuh"


"kamu juga sih. kuliah pake sepatu bertali"


"hehe gak ada lagi kak"


"hemm"


setelah sampai di ruang kelasnya Arin pun memulai aktifitas pertamanya


dan ketika jam kuliah selesai, ia tak menemukan Talita diluar.. padahal Talita berjanji menunggunya hingga selesai


dan saat ia menoleh ke belakang namun berjalan kedepan, ia tertabrak seorang lelaki dari study kelas disamping kelasnya..


"astaga, maaf" ucap Arin


"kamu lagi" jawab lelaki itu


"aku lagi? ma..  maksudnya?"


"kamu yang beberapa hari lalu tak sengaja ditabrak kakak senior kan?"


"emmm"


"sering ya jalan gak pake mata?"


"aku..."


"kamu anak sebelah?"


"iya"


"kamu arinda?"


"kok kamu tau"


"taulah, tuh buku pake ditulis nama kamu besar besar.. norak amat"


"emm..." arin menutupi buku itu malu..


Arin pun pergi...


tak beberapa lama Talita pun datang


"tante?" sapa lelaki yang sama dengan lelaki yang menabrak Arin tadi


"Gino?" sapa Talita..


yaa Talita adalah adik kandung dari mama Gino


Gino sendiri yang bernama lengkap Georgino pun adalah anak dari kakak kandung Talita..


keluarga mereka terkenal dengan rama etika dan berwibawa.. namun hal yang baru saja diucapkan Gino kepada Arin adalah hal yang tak mencerminkan etika dan kewibawaan yang sudah dibangun keluarga nya


"gimana kuliahmu?"


"yaaa.. namanya hari pertama tan, ya begitu begitu lah, terus tante kok disini?"


"tante temenin temen tante juga pertama masuk disini"


"ha? temen tante seusia aku?"


"iya..  kenal sih, cuman tante ada sedikit rasa bersalah, karna ada kasus kemaren dia bermasalah di kantor polisi gara gara tante, intinya panjang"


oh.. menebus salah"


"iya..."


"tante..."


"apa?"


"minta uang jajan"


"dari mamamu udah habis?"


"iya ada, tapi ini buat jajan ke mall"

__ADS_1


__ADS_2