
N O T E :
hai sebelumnya.. mau ingatkan saja nih
masih ingat sama judul novel disini juga?
yang judulnya Solo Hicking?
nah masih ada kaitannya dengan ini ya..
jadi Antika Widia ini digambarkan adalah Indira dalam judul Solo Hicking diatas
jadi bisa lah baca dulu yang novel sebelumnya
sebagai prolog.. saya mau perkenalkan dulu peran utama disini..
gadis bernama Antika Widia
panggil saja Anti
Anti bukan tipe perempuan ceria, ia menjalani kehidupannya ya dengan keseriusan, yang ia pikirkan masa depan, sambung hidup, taat kepada allah dan tak terfikirkan untuk sebuah tawa, canda dalam hidupnya..
tuntutannya yang berjibun menjadi seorang tulang punggung keluarga membuatnya lebih keras menjadi seorang wanita yang cukup kuat
sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang lelaki bernama Darell Archard Janvier, lelaki berkebangsaan paris-prancis
mereka dipertemukan dalam sebuah acara ketika itu Anti memenuhi undangan bos nya datang ke resepsi pernikahan didaerah kota wisata lawang sewu
bos dikantornya yang benar benar mengenal siapa indi, bagaimana dedi kasihnya dalam pekerjaan tak segan membiayai pengeluaran untuk Anti refreshing di lawang sewu itu
"Anti.. kamu jangan pulang lebih awal ya.. besok setelah acara pernikahan saya.. kamu saya ajak jalan.. kamu belum pernah ke lawang sewu bukan?" ucap Gretta, bos Anti di kantor
"tapi bu.. saya gak ada.."
"kan saya yang ajak kamu, ya saya yang bayarin, urusan orang tua kamu, saya sudah hubungi dan mereka mengizinkan"
"haa.. tapi kan ibu bulan madu, masak iya saya ikut"
"ya kamu jalan sendiri, nanti saya kasih alamat hotel saya, saya juga sudah pesan kan hotel untukmu"
"waduh.. si bu bos nih, jangan gini jadi kesannya saya ngerepoti"
"kalo kamu merepoti, saya tidak akan kasih hadiah refreshing.. udahlah, anggap saja bonus dari pekerjaan mu yang super padat dan dedikasihmu di kantorku"
"makasih banyak bu.. semoga dibalas oleh tuhan"
"jelas.."
berbesar hati, suami dari bos nya pun mengizinkankan karna mendengar cerita dari sang istri
dengan itulah Anti untuk pertama kalinya keluar mencari udara segar diluaran..
sampai bertemu dengan Darell
Darell yang terkesan oleh Anti pun hanya bisa melihat dengan senyum senyum ketika indi dengan polosnya berselfi disetiap sudut yang ada disana..
tak lama sedang asik selfi, Gretta dan suami barunya datang menyapa Anti..
"bu, kok disini?" tanya Anti
"ya ini kn tempat umum, Anti"
"oh iya sih"
suami Gretta duduk sembari menunggu istrinya yang asik berselfi dengan Anti..
melihat lelaki yang menyapa Anti sedang sendiri.. Darell mendekati nya
"hi.." sapa Darell
"oh.. hi.."
"Êtes-vous indonésien?"
(apakah kamu orang indonesia?)
"yes, sir"
"pouvez-vous parler français?"
(bisakah kamu berbahasa perancis?)
"Pas trop lisse ... juste utiliser l'anglais?"
(tidak terlalu lancar.. hanya bisa menggunakan inggris)
"désolé ... je ne parle même pas anglais"
(maaf... bahkan saya tidak bisa berbahasa inggris)
"yaaah, ohhh oh ma femme parle couramment le français"
(yaaa, ohhh oh istri ku fasih berbahasa perancis)
Gretta.. memang keturunan perancis indonesia.. namun ia tinggal di indonesia tak berarti ia tak bisa berbahasa perancis, bahasa dari asal nya
suami Gretta pun memanggil Greta yang sedang bersama Anti
"apa yang?" tanya Gretta
"dia dari prancis tapi tidak bisa berbahasa inggris ataupun indonesia"
"dia siapa?"
__ADS_1
"i dont know"
akhirnya Gretta pun berkenalan..
dan tak lama mengobrol...
"je m'appelle gretta"
(hai.. nama saya gretta)
"Darell" ucap Darell memperkenalkan dirinya
setelah cukup lama berbincang..
Gretta berbisik kepada suaminya
jika maksud Darell berkenalan dengan Anti
karna Anti tak sama sekali tau berbahasa inggris.. Gretta mengatakan pada suaminya dengan inggris
"really?" tanya suami Gretta
"yeah.. he was impressed by an indi" ucap Gretta pelan
(yeah.. dia terkesan oleh Anti)
"yes you just introduce them"
(ya kamu kenalkan saja dia)
"how can it be ... darell can't speak Indonesian at all, let alone indi"
(bagaimana mungkin ... darell tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali, apalagi Anti)
tiba tiba dengan rasa penasaran, Anti mendekati gretta
"ada apa buk bos?" tanya Anti
"ha.. em... gini.. dia namanya darell, dia terkesan sama kamu, dia ingin kenal kamu"
"ha.. bu gretta kan tau bagaimana saya.."
"ya saya tau.. tapi bagaimana dia yang ingin"
"em..."
merasa bingung indi hanya terdiam menatap mata darell
pikirannya menumpuk diotaknya bagaimana jika seandainya ia kenal dengan orang yang tak bercakap indonesia
"apa pakai bahasa tubuh? atau bahasa isyarat?"
pikiran itu yang menumpuk
"c'est mon ami ... il ne parle pas français et regarde son visage ... il ne veut pas rencontrer d'étrangers"
(dia temanku ... dia tidak bisa bahasa Prancis dan lihatlah wajahnya ... dia tidak mau ada urusan dengan orang asing)
keduanya terdiam..
sampai akhirnya gretta menawarkan sebuah pilihan..
"ok je vais te présenter à lui ... mais ..."
(ok aku akan kenalkan kamu padanya.. tapi..)
"mais?"
(tapi?)
"vous étudiez indonésien"
(kamu belajar bahasa indonesia)
"non ... c'est trop difficile"
(tidak.. itu terlalu sulit)
"pas difficile ... je t'aide"
(tidak sulit... saya membantumu)
karna memang darell benar benar jatuh cinta pandangan pertama dan seketika cinta itu besar membebani otaknya..
ia pun belajar berbahasa indonesia dengan gretta..
selama belajar dengan gretta yang menyita waktu cukup banyak tentunya.. suami gretta mempercayakan pada Anti untuk selalu nyempil diantara mereka.. dan kebetulan memang gretta meminta Anti selalu disampingnya.. sembari Anti turut belajar bahasa perancis..
berjalan cukup lama hingga setahun.. begitupun pengorbanan yang dilakukan darell untuk wanita yang dia cintai, darell rela untuk mondar mandir paris-indonesia
dan setelah setahun, ia pun bisa walaupun sangat tidak lancar.. masih ada ejaan salah dan nyeleneh keluar dari ucapannya
"kamu sudah lema kenal sama gretta?" tanya darell pada Anti
seolah memaklumi, darell yang masih belibet bicara indonesia, Anti menghargai..
"sudah.. dia atasan dikantor.. saya bekerja dikantor cukup lama sudah empat tahun"
"em... apat tahun..?"
"empat.. tahun"
"ah.. iya, itu... ampat tahun"
dengan senyum Anti mengiyakan saja ucapan darell
__ADS_1
"saya beloh main kerumah kamu?"
"boleh.. kapan mau main.. oh ayah ibu ku datang nanti dari rumah omah"
"nanti saya antar kamu pulung"
"iya.. antar pulang"
"ah iya.. antar pulung itu maksudnya, eh puluang.."
"pulang"
"puluang"
"yaa.. itu dah" ucap Anti senyum geli
cukup lama ia kenal dan bahkan sempat menyatakan perasaan kepada Anti, ia hanya berani mengatakan suka.. padahal dalam hatinya ia ingin mengajak untuk menikah.. tapi ia tau, mengajak menikah, banyak yang harus dipersiapkan..
dan ketika ia memberanikan diri untuk menyatakan keseriusannya karna dorongan dari gretta dan suami gretta, ia punengatakan pada Anti akan menjadi mualaf
"saya buloh jujur?"
"boleh" jawab indi
"saya suka sama kamu, saya ingin serios dengan kamu tapi saya akan masuk islam dan saya belajar moslem.."
mendengar pernyataan itu, membuat Anti seketika mematung bak sedang bermain menequin challenge
"ajari saya bagaimana harus menjadi moslem sama seperti kamu" ucap darell
"ha.." jawab Anti kaget lagi
"apa kita jadi moslem harus bayar beberapa euro?"
"ha.. tidak.. tidak bayar.. saya tidak terlalu pintar sekali untuk bisa mengajarkan.. tapi jika kamu mau saya akan mengenalkan teman saya.. teman dikampung saya yang seorang ustad"
"saya mau.. kenalkan saya sama taman kamu itu"
"temanku.. yaa nanti"
dan saat mengenalkan kepada Riyadi.. teman Anti yang menjadi ustad muda dikampungnya..
setelah menjelaskan kepada riyadi, riyadi mengerti maksud dari Anti, sampai bahkan menggodai Anti
"dia pacar kamu?" tanya riyadi
"bukan.. dia teman, ingin menjadi muslim.."
"ah.. pasti dia suka sama kamu"
"kamu apaan sih"
"atau sudah mau menikah?"
"apasih.. enggak" jawab Anti muka memerah
"idih merah tuh muka"
"apasih, ih..."
setiap hari belajar.. bahkan sampai membuat darell rela membeli apartemen di indonesia demi belajar menjadi muslim
setiap hari belajar, Anti setia menemani darell yang belajar bersama temannya itu
setiap melihat wajah tampan seorang darell belajar membaca ayat suci alqur'an membuatnya senyum malu malu dengan muka memerah..
yaa tak terpungkiri, Anti pun menyukai darell..
sampai akhirnya darell benar benar pindah agama menjadi mualaf diagama indi.. tentu kebanggan tersendiri..
dan ketika Anti mulai menerima perlahan tentang darell..
darell mempertegas jika dirinya benar benar serius.. dan ingin menikahi Anti..
"tapi aku masih ada satu hal yang aku lakukin" ucap darell
"apa itu?"
"aku kenalkan kamu dulu kamu kepada orang tuta aku"
"bagaimana bisa?"
"bulan depan, mom and dad datang welcome ke indonesian menlihat ku disinin"
"em... okehlah"
dan ketika hari itu datang..
dengan excited Anti mempersiapkan dengan total, ia berjam jam untuk mencari baju yang pas, make up yang balance, dan segala sesuatunya..
sampai pada saat pertemuan itu, Anti sadar betul, wajah ibu dan ayah darell yang tiba tiba saja berubah ketika tau bahwa dirinya yang dikenalkan darell kepada mereka
namun walaupun menutupi didepan darell, sebagai wanita, Anti benar benar merasakan hal ganjal kepada expresi kedua prang tua darell
tak cukup waktu lama, 3 tahun dari awal kenal dan bertemu, kini darell benar benar melamar Anti, bahkan darell belajar untuk sebuah ijab qobul dengan riyadi...
sampai hari pernikahan itu berlangsung, perasaan akan expresi dari kedua orang tua darell membuat Anti ketir ketir
sehati sejiwa, ibu Anti meyakinkan anaknya apa benar benar sudah siap untuk berumah tangga dan harus tinggal diluar negri bersama suami nya nanti
dengan sikap tegap dan percaya diri, akhirnya Anti pun mengiyakan pertanyaan ibunya didepan darell
setelah pernikahan digelar.. ibu meminta darell untuk tinggal diindonesia sembari memenuhi persyaratan Anti yang tinggal diluar negri sembari juga dengan bermanja dengan anaknya sebelum pergi
setelah cukup lama untuk persyaratan ini itu.. Anti sudah bebas untuk pindah mengikuti suami
__ADS_1