
dan ketika sepulang bekerja, aku memutuskan untuk tidak lagi menaiki lift.. kepala pusing
dan ketika aku pulangnya..
aku memilih tangga berjalan..
aku kebingungan bagaimana caranya menaiki nya..
dan tiba tiba presdir datang..
"kakimu letakkan satu, lalu disusul satunya" jelasnya
"ayo" ucapnya lagi mengulurkan tangannya
aku pun melakukan yamg dilakukan presdir
sepanjang turun melewati tangga berjalan itu, aku benar benar tak mau melepaskan tangan ku dari lengan presdir..
setelah sampai.. presdir mengangkatku
mungkin dia sudah kesal menjelaskan lagi
beberapa hari kemudian, Fu Xoa, atau presdir tak datang kekantor..
ruangannya tak ada orang..
dan beberapa menit aku baru sampai..
XieLung meminta ku antarkan beberapa berkas yang perlu ditanda tangani oleh presdir..
"kenapa aku?" tanya ku
"ya karna pekerjaan mu belum berat, yang lain sedang bertumpuk, jadi kamu saja"
dan ketika aku berjalan..
menuju rumahnya..
didepan pagar terdapat tombol, aku memencetnya..tiba tiba aku mendengar suara Fu Xao tapi dimana orangnya..
aku bingung, kaget, ingin lari tapi dia berkasbini penting.. akhirnya aku duduk dan menutup telingaku
tak lama seseorang membuka pagar pintu itu
"presdir" sapaku
"kamu ngapain kesini, saya tanya"
"tadi ada suara tapi gak ada orang"
"berdiri, lihat itu, diatas pintu ini cctv dan saya dapat pantau dari dalam rumah siapa siapa saja yang datang, dan ini dibelakangnya ada sound kecil untuk saya bicara" jelas nya
"oh.. tuhan.. kukira apa"
"ada apa?"
"emm ini pak, saya disuruh sama pak XieLung antarkan berkas ini"
"oh yasudah masuklah"
dan ketika masuk, benar benar rumah mewah..
kolam renang besar..
fasilitas lengkap pasti lah mahal..
"he.. ngapain lepas sepatumu, pakai saja"
"oh iya pak, saya kira harus lepas, soalnya takut kotor"
"astaga, cepat masuk"
dan ketika selesai menanda tangani surat surat itu..
"kamu benar benar tidak tau jika sekarang jaman canggih?" tanya presdir
"oh tau kok pak"
"nah, kenapa kamu terkesan norak"
"haa. memang iya pak?"
dan karna heran..
ternyata presdir bertanya ke beberapa guru disekolahku
guru Noo Xue menceritakan padaku jika presdir sempat datang kesekolah dan bertanya seputar aku..
dan ketika aku kembali bekerja...
ketika aku akan mengembalikan beberapa berkas yang sudah ditanda tangani presdir ke ruangan XieLung..
aku mendengar XieLung bercakap mungkin dengan presdir..
"ya sama dengan guru itu, mungkin Nada ini terlalu rajin, pintar, presdir dengar sendiri, bahkan Nada memang benar benar fokus kepada pelajarannya.. mungkin itu pak presdir yang membuat dia cukup asing melihat kecanggihan diluar aspek lingkungan sekolah. karna terlalu ambisius" jelas Xie Lung
dan ketika aku mengetuk pintu itu
"masuk"
"pak, maaf terlambat antarkan, ini berkas yang kemaren bapak minta presdir tanda tangan"
"oh okeh.."
dan ketika aku kembali..
entah setan apa yang masuk ketika presdir masuk kenruangan XieLung, tiba tiba ia menanyakan alamat rumah dan mengajaknya untuk pulang bersama...
akupun mengiyakan...
ketika jam berakhir..
"bukannya sudah saya kasih caranya pakai lift, kenapa masih pakai tangga?" tanya nya
"emm.. oh biar sehat pak, kan kaku jadi gerak"
"katakan saja sejujurnya.."
"emm.. gakpapa kok pak, saya takut saja, sering lihat televisi banyak kasus tentang lift"
__ADS_1
"apa agama kamu?" tanya nya
"islam pak"
dan aku juga berfikir, ibu ku islam karna ayah ku islam, tapi ayah kandungku kristen...
"apa pekerjaan orang tuamu" tanya Fu Xao
"ayah angkat ku tidak ada kabar, dan disini aku kembali kepada ayah kandungku, dan ayah kandungku pengusaha baju jadi" ucapku
"oh.. ceritamu cukup membuatku penasaran, mengapa tinggal disini bersama ayah kandung, apa ayah angkat membuang mu"
"gak kok pak presdir, tapi memang sudah perjanjian antara ayah angkat dan kandungku aku kembali ketika kuliah"
"emm... nama ayah kandung mu?"
"Mao Do Za"
"Mao Do Za?" tanya nya
"iya pak"
"seperti saya kenal, tapi.. apa dia yang menawariku untuk datang ke pameran adiknya beberapa waktu lalu" Gerutunya..
"apa pak?" tanyaku
"oh enggak, tapi ketika awal pertemuan kalian bagaimana?"
"kami bertemu ketika aku berpacaran dengan anak Mao Do dengan istri barunya.."
"oh.. nice.. lalu?"
"ya sejak itu, pertemuan kami"
"oh, jadi mantan pacar kamu juga kakak kamu"
"iya pak"
"oh, terus pertama kali kesini kamu ketemu ayahmu?"
"tidak, aku ketemu sama Sung Ma, orang korea yang hidupnya sendirian mengangkatku jadi anaknya"
"wah.. lalu?"
"ya aku diam dirumah bersama Sung Ma ketika aku masuk ke sekolah, aku di asrama, tapi aku pulang ya kerumah Sung Ma"
"oh.."
ketika berhenti disalah satu restoran..
"kok berhenti?" tanyaku
"kita makan dulu"
"tapi"
"udah, turun"
dan betapa bodohnya aku, saking girangnya, aku lupa, jika pintu itu terbuat dari kaca penuh..
alhasil aku terpentok dan terjatuh..
"kenapa jalan tidak menggunakan mata, apa yang dilihat sampai kaca selebar ini tidak kamu lihat"
ketika kami makan..
"lain kali, sekolah penting, tapi kehidupan diluar apalagi ini jaman nya canggih harusnya bisa menstabilkan keduanya" jelasnya
"iya pak"
sejak itu, kami dekat..
kebanggaan tersendiri saat aku mendengar kan cerita dari XieLung jika Fu Xao tidak pernah mempercayai tantang kehidupan berdasarkan cinta..
dan ketika aku mulai mengorek tentang Fu Xao dari beberapa karyawan yang hanya kubilang baik saja..
mereka mengatakan, sama sekali tidak melihat wajah Fu Xao ketika senyum..
"ya memang seperti itu Nada, wajah presdir memang fokus.. mungkin persamaannya dengan kamu, dia dan kamu sama sama fokus kedepan, kemasa depan, tapi perbedaannya, kamu benar benar melihat depan tanpa menoleh kanan kiri sementara presdir Fu Xao adalah orang yang pertama mengembangkan tekhnologi canggih kekinian.. jadi tak heran mulai dari kantor hingga rumahnya penuh dengan barang canggih" jelas XieLung
aku juga menceritakan seluruh tentangku kepada XieLung..
mulai awal hingga berada dititik sekarang..
dan ketika suatu hari..
aku bersiap pulang..
aku melihat diruangan Fu Xao belum pulang..
masih duduk menutupi kepalanya mengarah ke komputer kerjanya
aku menyapa nya..
"pak.."
"masuk"
"pak presdir tidak pulang?" tanyaku
"emm.. tidak, kamu ada apa?"
"cuman mau tanya itu saja, saya lihat bapak pegang kepala saya ada obat untuk pusing..."
aku menyodorkan botol obat bawaanku dan berjalan pergi..
esoknya..
aku lihat diruangan tidak ada Fu Xao.. mungkin ia sudah pulang semalam..
tak lama ia datang, tepat waktu akan masuk jam kerja.. ia melewatiku
"oh Nada, ini obat dari kamu semalam, terima kasih" ucapnya
"oh iya pak sama sama"
ketika jam menunjukkan jam 10 siang.. ah jam makan siang masih cukup lama..
perutku sudah lapar.. padahal sudah sarapan..
__ADS_1
ketika aku sedang mengetik..
"ada yang mau saya bantu?" tanya Fu Xao
"ha.. oh ini pak, gakpapa pak" ucapku
"saya lihat dari ruangan, kamu pegang perut, kamu sedang sakit?"
"enggak pak, gakpapa kok pak" ucapku
da ketika aku melihat kearah Fu Xao yang masih duduk di sampingku..
"pak" sapaku
"ya"
"ini pak, masih belum paham"
ia melepaskan jam tangan nya...
ia pun menjelaskan, aarhhh wajahnya sangat dekat, aku benar benar dapat dengan dekat mencium aroma wangi kulit nya..
"sudah paham?" tanya nya
"paham pak, makasih"
"sama sama.."
ketika aku melihat dijam pulang, presdir pulang lebih dulu dari kami..
aku baru sadar jika jam tangannya ketinggalan..
mau ku kembalikan tapi sore ini aku ada janji bertemu dengan Chu Zuhn, Man Nna, dan Sun Mih
kesepakatan kami, walaupun sudah berpisah, kami tetap meluangkan waktu untuk makan bersama...
"emm aku ketoilet dulu ya?" ucapku
"oh yasudah"
setelah aku kembali..
"emm Nada.. tadi aku dengar ponselmu ada telfon, aku gak angkat tapi aku lihat jam ini di tasmu, ini jam mahal banget Nada, bisa beli mobil 5 mungkin untuk beli 1jam ini" ucap Sun Mih
"oh itu milik atasan ku dikantor ketinggalan, daripada hilang aku simpan saja.."
ketika aku melihat ponselku ,benar saja, yang menelfon adalah Fu Xao
"hallo pak" sapa ku balik menelfonnya
"ah Nada.. apa kamu masih dikantor?"
"sudah diluar pak, ini lagi makan sama teman sekolahku"
"waduh, diluar ya?"
"ada apa pak?"
"kamu kelihatan jam tangan saya yang coklat mudah?"
"oh ada pak.. saya yang simpan, nanti saya antar kerumah bapak malam pak"
"oh syukurlah.. ya sudah saya yang kerumah kamu saja"
"oh gitu pak?"
"iya.."
"baik pak"
dan ketika selesai menutup telefonnya..
"siapa siapa?"
"atasan ku tanya jam nya ketinggalan"
"oh tuhan untuk kamu Nada yang dapet dan simpan ini"
ketika malam aku baru sampai rumah..
aku melihat seseorang tidur disofa ruang tamu
"Ma.. itu siapa?" tanyaku
"oh itu pak Fa Xao, atasan kamu kan dikantor"
"oh iya ma atasanku, kenapa dia disini?"
"katanya nungguin kamu jam nya kamu yang bawa"
"astaga iya ma, aku lupa, jam nya ketinggalan jadi aku bawain aja, tadinya udah janjian ketemuan dirumah tapi aku lupa"
dan karna aku cukup kuat..
akupun berjalan juga membopong tubuh Fu Xao ke kamarku..
kutidurkan dia, lalu kupakai kan selimut akuoun keluar untuk tidur bersama Sung Ma
"lohh, kamu tidur disini?" tanya Sung Ma
"iya.. aku pindahin Fu Xao ke kamarku, kasihan kan diruang tamu"
"oh yaudah"
dan ketika tengah malam, aku lihat Sung Ma masih tertidur sementara aku belum sama sekali tertidur
"nada" sapa Sung Ma
"iya ma, mama kok gak tidur?"
"mama liat kamu, apa yang jadi pikiranmu?"
"aku pikirin mama sama papa ku diindonesia, sampai sekarang gak ada kabar.. apa mereka gak sayang sama aku"
"bukan gak sayang, kan Nada sudah tau alasan mereka apa kirim kamu kesini, disini ada Mao Do.. mama rasa istri baru Mao Do juga tidak terlalu membenci kedatanganmu"
"tapi yang aku tahu berpuluh tahun kan orang tua ku ya jodi dan Mini"
"sabar.. tidurlah, tenangkan pikiranmu"
__ADS_1
paginya..
ketika aku melihat kekamarku..