
Setelah sejam lebih berbincang-bincang
Aku dikagetkan dengan isi pesan dari Imron kalo dia mau kerumah bawakan aku makan malam
"Eh Imron mau Dateng cepetan pulang" ucapku
"Serius? Yaudah lanjut besok di sekolah deh"
"Iya yaa.."
"Bye mit"
Tak beberapa lama Imron datang
"Beb.." ucapnya
"Iya beb kenapa?"
"Barusan ada siapa?"
"Waduh jangan-jangan dia tau misya, Geri, sama Nando kesini" ucapku dalam hati
"Beby?"
"Eh iya beb, itu temen nya ayah"
"Oh.. eh iya tadi aku dijalan mau kesini papasan sama misya Geri Nando mereka dari mana?"
Karna terbiasa membohonginya, untuk mengatakan kebohongan pun tak gugup lagi
"Oh iya tah.. dimana beb?"
"Dijalan deket sini kok, kirain mereka yang dari sini"
"Enggak tau ya.. aku coba tanya dulu ya"
"Tanya lewat apa?"
"Telfon"
"Gausah deh besok aja sekalian ketemu aku"
"Waduh besok harus buru-buru nemui mereka sebelum keduluan Imron" ucapku dalam hati
Esoknya waktu disekolah
"Mis.. eh gue mau ngomong, Geri sama Nando mana?" Ucapku
"Mungkin Kekantin mereka, sarapan"
"Aduh cari mereka yok"
Sesampainya dikantin
"Nando, Geri" sapaku
"Eh mita.. ada apa mit?" Tanya Nando
Aku ceritakan semua kepada mereka jika Imron akan menanyai mereka tentang semalam bertemu dengan Imron dan agar jawaban ku dengan yang lain kompak dan Imron tak curiga
"Mita.. kamu nih masih aja bertahan, capek amat gue liat doank sih" ucap geri
"Sebenernya sih iya.. tapi gimana Geri.. "
"Gimana apanya tinggal bilang putus, selesai" ucap geri
"Emang dasarnya elu suka sih dikekang jadi gak aneh gue" ucap Nando
"Minta bantuan si Milka aja mit buat godai Imron sapa tau lari dari elu kan jadi elu bebas"
"Udah pernah"
"Hasilnya?"
"Gagal"
Setelah masuk ke kelas..
Aku yang duduk sebangku dengan misya, tiba-tiba Anwar datang dan melihatku sinis agak dingin
"Kenapa tuh dia?" Tanya misya
"Halah biasa, kayak kaga tau sama si Imron lu, dia di datengin sama Imron dilarang deketdeket gue"
"Lagi dan lagi"
"Begitu lah"
Suatu hari.. saat seorang Imron sibuk untuk penugasan sebulan di luar kota, kebebasan serasa milik ku sendiri, tapi masih ada mata-mata tapi ya udahlah mata-mata ini, Imron lebih percaya aku daripada yang lain kan kalo dia ngaku pacar aku sih
"Mis.. entar pulang sekolah kerumah yok, kita main ganti baju dulu tapi, jalan-jalan" ajakku
"Lah si Imron?"
"Santai, dia keluar kota ditugaskan sebulan kkn"
"Waduh mantab ini berita baik"
"Iya kan, ajak juga noh si Geri sama Nando"
"Wah serius? Gila asik kayaknya hari ini"
Misya menuliskan di selembar kertas ajakan ku untuk jalan sepulang sekolah, maklum masih ada guru jadi tidak memungkinkan untuk bicara langsung
Ger, pulang sekolah jalan yok sama mita, ajak si Nando juga, mumpung kaga ada si Imron, bisa donk
Dijawab oleh Geri
Beres, Nando Okeh, gue juga, nantik kumpul langsung dirumah mita, kalo digerbang ada anteknya si Imron kan bahaya
Pulang sekolah, aku dan yang lain menuju rumah ku dan ganti baju lalu jalan
Benar-benar nafas begitu lega dirasa sehari ini bahkan sebulan kedepan, huuuh rasanya pengen terbang seeeee tinggi tingginya
"Dia..." Ucapku pelan
Saat makan disalah satu restoran di mall, aku melihat seorang lelaki yang mirip sekali dengan yang ku tabrak waktu di Ancol
Aku dekatinya, mengintip nya pergi kemana karna jujur masih penasaran dengan apa yang diucap lelaki waktu itu kalau bayangannya tak ada di cermin
"Mita, kemana?" Tanya Geri
"Bentar, makan aja dulu"
Kurasa aku ngintai sudah tepat, tapi kenapa sudah tidak ada di pandangan pelupuk mataku
"Kamu cari siapa?"
Sapa orang dari belakang
Saat ku menoleh, Anwar...
__ADS_1
"Anwar?"
"Iya lu cari apa?"
"Enggak tadi kok gue liat kaya cowok yang pernah gue kenal tapi dimana jadi gue ikutin, eh kamu ngapain"
"Ini cari-cari buku, sekalian belikan ibu bahan masakan"
"Oh bahan masakannya mana?"
"Dah dimobil kok"
Anwar mengagetkan ku saat aku bingung mencari-cari lelaki itu
"Eh gabung aja sama gue, ada misya, Geri, Nando juga"
"Oh ya tumben?"
"Iya lagi bebas aja gak ada Imron"
"Ehm.. pacar lu ya"
"Kamu udah tau?"
"Udah aku nanya-nanya"
Anwar gabung dengan ku misya Geri dan Nando
"Anwar?" Tnya misya
"Hay mis, ger, nan"
"Hai.. lu kok bisa kesini?"
"Iya nih cari buku sekalian disuruh ibu beli bahan masakan"
"Ouh"
Akupun menceritakan tentang seorang Imron kepada Anwar, dibantu dengan ketiga temanku
Anwar bisa memaklumi
"Ouh, ya sabar aja udah semua kan udah takdir" ucap Anwar
"Takdir kepala lu bentol, temen gue menderita lu bilang takdir war?" Ucap geri
"Geri kenapa sih, udah lah ada benarnya" ucapku menjawab Geri
Tak lama kami ngobrol, Anwar menanyakan sebuah foto padaku
"Tadi lu cari orang ada hubungannya enggak sama orang difoto ini" ucap Anwar menyodorkan sebuah foto
"Nah iya ini, lu kenal?"
"Enggak.. cuman asal nebak aja, teman lama gue dia"
"Ou.. teman lama"
"Gue kenalin ya.."
"Boleh boleh, sama gue aja, diakan punya cowok" sambar misya
"Iya semua deh gue kenalin"
Tak lama lelaki itu datang
"Loh kok dia tiba-tiba disini?" Tanya ku
"Emm tadi kan gue sms dia" ucap Anwar
Kevin orang yang cuek, lebih sering diam, gak ngerti kondisi dimana harus menempatkan ekspresi wajah nya
"Kevin" ucapnya tanpa mengulurkan tangan
"Ya ya gue mita" ucap ku juga tanpa mengulurkan tangan ku
Setelah lama mengobrol aku masih penasaran dengan kevin, siapa dia, kenapa suhu tubuhnya begitu dingin, kenapa dia sekuat itu, mungkin aku jadi dia akan selimutan kemana-mana
"Yaudah besok lanjutin disekolah aja ya mit, gue sama Kevin duluan nih" ucap Anwar
"Siap.."
Keesokan nya disekolah
"Mita"
Seseorang memanggilku dari belakang
Aku mengarahkan pandangan ku ternyata Anwar
"Anwar, kenapa ya?"
"Em bisa ngomong berdua?"
"Bisa.. kapan?"
"Sekarang aja, mumpung yang lain masih belum datang"
"Soal apa anwar?"
Dia menjelaskan bahwa Kevin terkesan padaku
"Kevin.. dia boleh gak deket sama lu lebih jauh"
"Lebih jauh gimana nih?"
"Ya lebih jauh kaya temen atau sahabat gitu"
"Oh gitu, ya boleh, emang dia anak mana?"
"Anak universitas Indonesia jurusan teknik sipil"
"Waduh, berarti sama donk ma Imron?"
"Oh Imron disana jurusan apa?"
"Sama, sipil"
"Oh ya.. mungkin Kevin kenal"
"Mungkin sih"
"Yaudah nantik biar Kevin nya aja yang lanjutin ya"
"Nantik maksutnya dia kesini?"
"Iya jemput lu, bisa kan?"
"Bisa deh"
Setelah pelajaran berlangsung, karna di jam ketiga dan keempat tidak ada guru, aku dan misya menuju perpustakaan sekolah, tapi didepan perpustakaan baru teringat ucapan Anwar tadi pagi
__ADS_1
"Eh mis.."
"Kenapa mit?"
"Bentar, sini deh duduk, mau cerita"
"Okeh, kenapa?"
"Tadi pagi, si Anwar, datangin gue, katanya temen nya yang kemaren, si Kevin, minta kenalan lebih jauh"
"Kevin? Oh yang di mall, boleh deh sikat udah"
"Lu mah main sikat sikat bisa mati di gorok sama si Imron gue"
"Halah elu, dia kan kaga ada sebulan"
"Iya sih, masak kata Anwar nantik dia mau jemput"
"Jemput? Elu?"
"Iya"
"Waduh udah deh di iyain aja"
"Ya udah gue iyain tapi karna gaenak sama Anwar aja bukan karna pengen deket sama Kevin"
"Emang kenapa sih? So faar body lebih oke si Kevin dari Imron"
"Lu gak nyadar apa, Kevin pucet gitu gue kan ngeri"
"Alah, palingan sering begadang ini, kan copk begitu, liat noh sih Geri gimana bentukannya"
Setelah semua sekolah selesai
Saat aku pulang dengan milka, Nando, Geri, dan misya saat keluar gerbang sudah ada kevin dan ia menyapa
"Hey" ucapnya
"Eh Kevin?"
"Iya.. tadi Anwar udah bilang?"
"Iya udah"
"Jadi bareng?"
"Jadi kok jadi"
"Yaudah ayok"
Tapi karna ingin mengulurkan waktu
"Eh sebentar, kenalin ini temen gue" ucapku
"Kan udah kemaren di mall"
"Iya kan yang ini belum" aku tunjuk milka
"Oh iya, Kevin" ucapnya
"Milka"
"Yaudah ayok" ucap kevin
"Eh iya, gue duluan ya temen-temen"
"Yaa hati-hati, eh Kevin jagain tuh temen gue" ucap Nando jail
Setelah masuk mobil
Cukup wangi sih dalamnya ketimbang punya Imron, kalo gak aku yang beresin juga gak bakalan rapi
"Mau kemana?" Tanya ku
"Kemana aja, kamu mau"
"Gue ada janji ketemuan sama temen di caffe bisa kan"
"Iya aku anter"
Setelah sampai caffe aku bertemu dengan teman ku, karna kebetulan dia penjual online dan aku membeli salah satu barangnya
"Mita...." Ucap temanku Dissa
"Hay dis, udah lama?"
"Belum kok, eh iya sama cowoknya ya"
"Ha, temen kok, kenalin nih Kevin"
"Hai.. Dissa" ucap Dissa mengulurkan tangannya
"Kevin" jawabnya menerima uluran tangan
Tapi yang aneh tak lama Dissa melepaskan uluran tangan Kevin
"Eh ini barang nya, lu mau pesen apa lagi?" Ucap Dissa sedikit gugup
"Em.. udah deh kayaknya ini aja, eh lu pesen makan daritadi donk nunggu"
"Udah gakpapa kok mita, lu kan sekolah, eh lu pesen aja sana"
"Iya gampang"
Tak lama Kevin ke toilet
"Mau kemana?" Tanyaku
"Toilet, sebentar" ucap Kevin
"Oh yaudah"
Setelah Kevin ke toilet, tinggallah aku dengan Dissa disana
"Mita"
"Iya.."
"Itu bukan cowok kamu yang kata temen-temen yang nama nya Imron?"
"Bukanlah, Imron beda, dia Kevin"
Maklum, Dissa teman lama ku hanya tau nama Imron pacarku tapi belum pernah bertemu
"Tapi dia lu kenal kan"
"Lah iya donk, kalo gak kenal aneh kan bisa gue ajak kesini"
"Elu rasa aneh enggak sih"
"Aneh gimana?"
__ADS_1
Sebenarnya aku pun juga rasa aneh tapi..
"Tangannya dingin banget loh sumpah, dia kaga kedinginan itu" ucap Dissa