Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
S&R #2


__ADS_3

setahun sudah berlalu, Tinta sudah paham harus menempatkan seperti apa didepan Syahdu dan Rindu..


suatu hari ketika Rindu dan Tinta jalan berdua..


"kemana?" tanya Rindu


"cari novel, nah yang punya toko nya temen ku" jawab Tinta


"ha serius.  dimana sih"


"udah ayok.. tempatnya eksotis"


"hemm"


sesampainya..


mereka duduk berdua di taman belakang toko buku itu yang sengaja didesain alam, tak lama teman Tinta datang....


"Tinta" teriak seseorang itu


"wooi Yoga.. gimana kabar ini" tanya Tinta


"wah gue mah sehat, elu nih gemukan aja.."


"hemmm... begitulah, masakan dijakarta enak enak"


"wah sadis.."


"eh kenalin ini Rindu, temen gue disekolah baru"


"Rindu" sapa Rindu mengenalkan dirinya


"bagus banget namanya, hehe, Yoga" sapa Yoga


"ya begitulah, terimakasih pujiannya"


dan tak lama kemudian setelah mereka mengobrol..


"pacar tin?" tanya Yoga berbisik


"calon" bisik Tinta


"ha.. apa?" tanya Rindu


"apa, enggak"


"hehe" jawab Yoga tertawa


"eh gimana sama istri lo?" tanya Tinta


"yaa begitu terus tin, jalan mulu kerjaan, tapi sejak nikah sama doi sih keuangan gue asli ngalir.."


"ya nama nya juga rejeki mah sudah ada yang ngatur kan"


"udah nikah?" tanya Rindu bisik kepada Tinta


"udah lah, dia itu temen ku di kota asalku, terus rantau sukses disini, jadi dia jarang pulang" jelas Tinta


"kenapa Tinta?" tanya Yoga


"ini, dia nanya lu kan temen gue, masa udah nikah aja"


"oh temen sih emang Rindu, eh Rindu, bener kan Rindu kan?"


"iya, hehe" jawab Rindu


"jadi dia ini emang temen tapi gak seumuran sih" jelas Yoga


"oh kirain" jawab Rindu


"terus sibuk apa doi?" tanya Tinta


"ah doi sejak nikah gak gue ijinin kerja sih, tapi tetep ke tempat dugem, ke bar, diskotik diskotik begitu masih, cuman bedanya ama gue, ya kali gue ijinin dia berangkat sendiri"


tak lama Bilqis dateng.. Bilqis adalah istri dari teman tinta itu, si Yoga.. Bilqis juga dulunya 2 tahun jadi tetangga Tinta kemudian Tinta pindah, tinta bisa dibilang mak comblang Yoga dan Bilqis, jadi tidak heran ketiganya jika dangat dekat


hanya saja pernikahan nya waktu itu Tinta tak datang, hanya kiriman kado yang dititipkan ke ojol..


"sayang.. aku beli es ku titip ke karyawan kamu, aku lihat ada tamu kan gaenak" bisik Bilqis


"bil.. lupa ya ma aku?" tanya tinta


Bilqis bingung dan melirik kearah Yoga


"ini Tinta" jawab Yoga


"sumpah demi apa kamu yoga?"


"Yoga, bil, ah lu"


"waduh gila ketemu disini, tumbenan,  oh iya sih denger denger lu kan pindah lagi, oh jadi pindah nya kejakarta?"


"awalnya kebandung, cuman bandung kurang asik, jadi aku pilih sekolah di jakarta alhasil aku ngekost.."


"emm... weh ini siapa?" tanya Bilqis


Bilqis ketika dikenal kan kepada Rindu, seperti ia mengenali sosok Rindu...


"emm.. kaya nya..." ucap Bilqis


"kenapa bil?" tanya Tinta


"oh enggak"


"ini temen ku sekolah, disekolah baru yang dijakarta kataku itu"


"oh.. aku Bilqis..."


"Rindu" sapa Rindu


"emm.. eh bagus namanya loh"


"haha makasih"


"aku tadi juga jawab gitu loh" ucap Yoga


"iya itu, lucu, unik namanya, Rindu"


"hehe.." ucap Rindu.


dan ketika Yoga dan Bilqis masuk..


tinggallah Tinta dan Rindu..


"emmm" ucap Tinta


"kenapa?" tanya Rindu yang masih sibuk membaca salah satu novel


"liat aku dulu, taruh bukunya"


"apasih?"


"aku mau ngomong"


Rindu pun memberi tanda pembatas ia membaca lalu bertanya apa yang ingin dikatakan Tinta


"yaudah apa?" tanya Rindu

__ADS_1


"aku suka sama kamu.. mau gak pacara sama aku?" tanya Tinta


"ha.. kamu serius?" tanya Rindu


"iya aku serius.. aku juga sudah tau soal kamu" jelas Tinta


"dari siapa?"


"tante Lirna"


"mamaku?"


"iya. "


"emm.."


"terus gimana? jawabannya?"


"emm aku pikirin dulu ya"


"oh oke.. gakpapa"


dan ketika seminggu baru ia mendapatkan jawaban harus menerima atau tidak..


"emm... soal yang minggu kemaren.. aku udah ada jawabannya" ucap Rindu ketika didalam kelas


"oh udah? apa?"


"iya aku mau"


"ha...  kamu serius?"


"iya.. serius"


"emm... males ah bercandanya"


"ih apanya bercanda aku udah bilang serius"


"bercanda.. pasti dah, orang banyak yang bilang kamu gak pernah pacaran.. terakhir deket sama Onil makanya Onil selalu ambil pembagian sekelompok ama kamu"


"apa sih bawa Onil, kan temen gakpapa kan"


"serius.. beneran kamu mau pacaran sama aku?"


"serius.."


"serius beneran?"


"iya astaga.."


"serius nih aku bilang ke satu kelas ya"


"ih ngapain"


"kan, berarti cuman bercanda terimanya"


"loh ya serius, tapi ngapain ngomong"


"ya biar tau"


"yaudah biar tau sendiri"


"gitu..  yaudah tapi beneran ya pacaran nih"


"iya.."


dan dihari itu, hari pertama keduanya resmi berpacaran...


ketika mereka berpacaran masih menginjak dua bulan..  satu kelas mulai mengetahui keduanya ada hubungan karna seringnya mereka bersama


dan ketika dibulan keempat..


ia lupa jika ibunya tak tau soal Rindu dan Syahdu, yang ibunya tau adalah Syahdu, entah bagaimana tanggapan ibunya nanti jika bertemu Rindu


"maa..." teriak Tinta


"hemm.. udah pulang?"


"udah, maa sabtu malam aku kenalin pacar aku ya"


"ha, kamu sudah punya pacar?"


"iya.."


"anak sekolahmu atau apa?"


"anak sekolahku lah ma"


"oh anak sekolah,  eh siapa?"


"rindu Namanya?"


"rindu? itu nama orang?"


"iya ma.. aneh ya, tapi anaknya asik kok kan mama tau sama anaknya"


"ah masak siapa? oh yang disekolahmu itu, anaknya cantik itu ya?"


"eh mama kan gak tau kalau .." gerutunya dalam hati..


"emm..  bukan bukan, beda, besok dah dia kesini kok sabtu malam"


sabtunya..


jam setengah tujuh malam Rindu berangkat..


sesampainya...


ia mengetuk pintu rumah Tinta..


dan tak lama Tinta membukakan


"ayo masuk" sapa Tinta


"katanya mau jalan?" tanya nya


"iya masuk bentar mama ku pengen tau sama pacar aku"


"eh.. iya udah"


dan ketika sampai didalam rumah..


ibunya, Risma, ibu Tinta menyapa..


seperti orang pada kebanyakan sih..


biasa saja..


dan Rindu duduk berdua dengan ibu Tinta, Risma..


sementara Tinta sedang berganti baju..


"kamu sudah makan?" tanya Risma


"oh sudah tante" jawab Rindu


"eh panggilnya mam aja, biar kedengaran nya lebih deket kan"

__ADS_1


"oh iya ma"


"kamu berapa, tiga bulan ya pacaran sama Tinta?"


"jalan empat bulan kok ma"


"oh iya.. iyaa... betah aja ya sama tuh anak satu.."


"kenapa ma?"


"manja.. ya mama sering manjain sih, soalnya kan mama cuman punya dia"


"oh.. emm.. iya.. Rindu tau kok ma ceritanya soal papa sudah meninggal dan pasti sudah tenang.. jadi mama punya cuman Tinta.."


"iya ma..."


"eh.. emm.. kamu satu sekolah kan sama Tinta?"


"iya maa... satu kelas juga"


"wah sekelas juga? kamu kenal Syah..."


"maaa aku keluar sama Rindu ya" sambar Tinta tiba tiba


"kemana emang kalian"


"gaktau jalan aja.. seminggu kerjaan sekolah numpuk ma, males"


"heemm namanya juga sekolah"


dan ketika Risma akan bertanya tentang Syahdu justru tak jadi di bicarakan karna mereka sudah akan berangkat...


dan beberapa hari setelah itu..


pikiran Rindu sedang tidak ada masalah, hanya saja kelelahan tadi itu terlalu banyak tugas sekolah, membuat Rindu tertidur cukup lama mulai dari pulangnya sekolah sekitar hampir 20 jam..


dan Lirna sebagai orang tua paham betul itu tanda Rindu akan menjadi Syahdu dalam waktu cukup lama


dan benar saja ketika bangun...


Rindu merapikan kamarnya dan berpindah kekamar Syahdu..


"kamu gak makan? tidur dari semalem baru bangun.." ucap Lirna


"iya ma.. nanti deh, mager.. ini hari sabtu kan?"


"iya sabtu untung aja sabtu minggu libur, kalau enggak kan jadi nambah absen"


Syahdu masih berkutat dengan selimut dengan memeluk gulingnya..


sesekali ia melirik kearah jam, dan ketika ia melihat ponsel..


"ah ponsel Rindu.. males.. isinya materi mulu" gerutunya pelan..


dan tak lama ketika baru saja ia membuka ponsel yang miliknya, karna ponsel Syahdu dan Rindu ada masing masing, khusus sendiri sendiri. tapi kan selalu ia bawa keduanya, jadi jika saat jadi Syahdu, Syahdu hanya menyimpan hape Rindu tanpa memainkannya pun sama dengan Rindu tidak akan membuka apapun yang ada di hape Syahdu


jadi khusus untuk pegangan seorang Syahdu ya sendiri, khusus untuk pegangan seorang Rindu ya sendiri


tiba tiba telfon di ponsel Rindu berbunyi


"dih... siapa sih, astaga berapa puluh kali dia telfon.. siapa sih" gerutu Syahdu


dan penasaran akhirnya ia mengangkat telfon itu


"halo..  siapa sih, kontak cuman dikasih tanda panah" ucap Syahdu..


dan yang menelfon tentunya Tinta..


Tinta kaget suara sama tapi gaya berbicaranya berbeda..


"emm.  kamu" jawab Tinta


"siapa woi, ganggu, orang nya kaga ada.. **** lu"


"lu tidur mulu ya.. makanya jangan kebanyakan tidur, bangun, ini gue, Tinta"


"ah elu Tinta.. Tinta.. em Tinta anak baru dikelas gue, gue kira siapa"


"iya.. kemana aja lu?"


"sibuk, lupikir urusan gue cuman sekolah?"


"ketemuan yuk" ajak Tinta


"dih.. berani beraninya.."


"ayo ah.."


"males.. besok aja"


"besok apa? besok seninnya?"


"senin sekolah dodol, ya minggu lah, ini kan sabtu?"


"ini minggu kalau besok ya senin ah lu dibilang cuci muka sana mandi, kebanyakan tidur tuh"


"eh iya sih minggu ya sekarang"


saat esoknya Syahdu masuk kesekolah..


"ah terpaksa merusin catatannya Rindu" gerutunya..


dan ketika sampai sekolah.. Syahdu pun masuk...


dan teman teman dari sekolah lain menyangka Syahdu anak baru disekolah..


banyak yang tak mengenali..


dan ketika masuk kelas..


"hai nil" sapa Syahdu


"eh.. kamu Syahdu itu ya?"


"ya siapa lagi, gue dari dulu emang Syahdu"


dan beberapa orang melirik kearah Tinta..


ketika jam istirahat..


"Syahdu kekantin?" tanya Onil


"males.."


"oh yaudah gue duluan"


"yee..."


dan tinggallah Syahdu sendirian dikelas..


tak lama muncullah Tinta..


Tinta duduk disamping Syahdu dan menyapa Syahdu


"hei.." sapa Tinta


"emm" ucap Rindu melepaskan henset ditelinganya

__ADS_1


"emm.. nanti pulangnya bareng?" tanya Tinta


__ADS_2