Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
IGGK #5


__ADS_3

Dan ibu berkata


"Devi, ibu titip Kumala, marahi dia jika dia salah, kasihi dia ketika dia terjatuh, jaga dia ya untuk ibu, dan Mala, ibu mau menyusul ayah, kamu jaga diri, kurasa kamu sudah bisa jalani hidup yang keras ini" ucapan terakhir ibu yang masih kuingat


Tak lama ibu menghembuskan nafas terakhir nya.. aku menangis sekeras-kerasnya sekuat tenaga ku


"Sabar Mala" devi Terus-menerus menguatkan


Setelah kepergian ibu, aku memutuskan berhenti bekerja dirumah pras, mencari pekerjaan lain bersama devi, kebetulan devi juga udah tak lagi bekerja di kafee mild


Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan disebuah perusahaan koas kaki bersama devi, beberapa hari kemudian, jaya menghubungi ku untuk bertemu kebetulan, jaya adalah manager eksekutif di perusahaan kaos kaki tempatku kerja


"Kenapa Jay?" Tanyaku


"Kamu berhenti saja dari pekerjaan ini"


"Loh kenapa jay, apa aku kurang maksimal kerjaku?"


"Bukan, aku mau nawarin pekerjaan di rumahku"


"Asisten rumah tangga?"


"Bukan, tapi jad istriku"


Aaaarhh pernyataan membuatku takkan melupakan itu, dia melamarku


Tapi aku harus tegas menolaknya..


Karna keyakinan dan agama yang kami peluk berbeda..


Jaya seorang Islam sementara aku Hindu, tidak mungkin kan menikah berbeda agama


Bisa-bisa cinta terlarang..


"Maaf.. aku tidak bisa.." ucapku


"Kenapa?" Tanya jaya


"Kita beda agama"


"Kenapa kamu gak masuk ke agamaku aja, mualaf"


"Gak bisa, aku tidak mau keluar dari agama ku untuk siapapun"


Aku berlalu, mulai kerja lagi dan pulang, aku menceritakan kepada devi


"Lalu apa rencanamu?" Tanya devi


"Gak tau Dev, tapi aku sudah berfikir jauh, aku mau berhenti saja dari pekerjaan ini"


"Loh, yaudah gini, kemaren ada temanku, ngajak kerja denganku di kafee 24 jam, pake shift tiga, gimana?"


"Gimana cara daftar"


"Gampang, aku kan udah daftar keterima, temanku bilang bawa satu teman saja, kamu aja gimana"


"Okeh"


Dan belum genap empat bulan, aku mengundurkan diri, Aku harus mencari lainnya, mendengar kabar aku berhenti, jaya menghampiri ku


"Mala" panggil jaya


"Ya"


"Kamu kenapa mengundurkan diri?"


"Saya dapat kerja lain bareng devi, ini pengunduran diri saya dengan devi pak"


"Ya kenapa, karna aku melamar mu, ayolah jangan keluar"


"Maaf pak tapi saya dan devi sudah berjanji untuk datang tes interview hari ini"


Aku pun berlalu setelah memberi kan surat pengunduran diri dari pekerjaan itu


Menuju ke alamat tempat penawaran pekerjaan dari devi, sesampainya..


"Permisi, saya kadek devi teman dari bapak Juan antonio" ucap devi


"Oh baik, sudah ditunggu diruangannya mari saya antar"


Sesampainya diruangan pak Juan


"Permisi, pak" ucap devi


"Ya masuk, eh devi, duduk devi, dibilang panggil aja kakak"


Dalam hatiku, bukannya dia bapak dari Rega, anak yang beberapa waktu lalu memberi kan kartu nama ayahnya


"Ya kamu gak enak kalo di kantor, oh iya gimana untuk lowongan nya apa ada pak."


"Pasti ada, ini teman mu, loh ini bukannya waiters di kafee mild ya" ucap Juan


"Iya pak, saya"


"Loh pada kenal? Ini kumala pak teman saya di kafee mild"


"Loh kamu kerja disana juga? Kok saya tidak tau, ini saya kenal karna anak saya kenalan, jail dia"


"Oh, kalo ini kakak kelas ku di SMA dulu mal"


"Oh iya.. hehe" ucapku


Setelah percakapan lumayan singkat dan akhirnya besok mulai kerja, akhirnya aku dan devi keluar dari toko sovenir pernikahan, ulangtahun, pesanan, dll


"Kamu hebat ya, perdukunan nya"


"Perdukunan apa?"


"Udah pak Pras, eh pak jaya, sekarang pak Juan" ucap devi


"Ih devi apaan sih"


Aku pulang, devi pun pulang...


Esoknya aku berangkat menuju rumah devi, lalu menuju toko..


"Udah siap?" Tanyaku


"Lets go" ucap devi

__ADS_1


Sesampainya di tempat kerja..


Aku dan devi langsung mengganti baju kerja dan mulai bekerja..


Setelah dua bulan lebih bekerja, tiba-tiba Rega datang ke tempatku kerja


"Tante cantik..." Panggil Rega


"Rega, kamu disini, kesini sama siapa?"


"Sama Tante devi"


"Loh, mana Tante devi"


"Itu"


"Hai" ucap devi


"Pantes tadi kata ayahmu kau berangkat duluan tapi sampek sini gak ada"


"Iya mal, aku ditelfon sama pak Juan suruh ajak dia"


"Oh gitu"


Tak lama pak Juan datang


"Aduh maafin anak saya ya devi" ucap Juan


"Gak papa pak"


"Mana dia"


"Itu ngintilin Kumala kerja pak"


"Gak papa pak, dia seneng sama saya" ucapku


"Ya kan ganggu nantiknya" ucap juan


"Gak papa"


Hari-hari berikutnya Rega masih terus datang bersama dengan Juan ke tempat kerja menganggu ku kerjaan ku, tapi aku terbiasa sih


"Rega, papa bilang pulang" ucap Juan


"Gak mau pa, aku mau sama Tante Mala, kalo Rega suruh pulang ya pulang sama Tante Mala"


"Rega..." Juan marah


"Udah pak gak papa biar sama saya"


"Kamu bisa kerja di intilin begitu?"


"Bisa pak"


"Yaudah saya naikkan gaji mu"


"Tapi pak"


"Udah gausah dibantah, anggap saja ceperan untukmu"


"Oh baik pak terimakasih"


Dihari itu kebetulan aku juga bertemu pak agung, pak agung adalah costumer komplain waktu di kafee mild


"Loh pelayan di kafee itu ya"


"Iya saya pak, ada yang bisa saya bantu"


"Oh ini saya mau pesan untuk reuni Akbar sekolah saya" ucap pak agung


"Oh reuni ya, ini bagus pak, kaya yang colorfull tapi kalem"


Tiba-tiba Juan keluar


"Agung" panggil nya


"Eh Juan, ini untuk reuni alumni sekolah ku"


"Oh udah dapat"


"Rekomendasi dari Kumala, gimana menurutmu?"


"Bagus, bagus banget, yaudah, berapa?"


"1950 biji aja deh"


"Oh baik, okeh"


"Ini sejak kapan Kumala kerja denganmu, kenapa saya baru liat" ucap agung


"Ini sejak kapan Kumala kerja denganmu, kenapa saya baru liat" ucap agung


"Oh baru dua bulan kok Gung, eh iya Mala ini teman saya sekolah dulu"


"Oh iya, sudah kenal pak" ucapku


"Loh dah kenal"


Tak lama devi datang dengan Rega


"Loh devi" sapa agung


"Kak agung, kok disini?" Sapa devi balik


"Ya saya tanya kok disini"


"Ya saya kerja pak sama kak Juan disini, ini sama teman saya"


"Oh kalian berteman, astaga dunia sesempit daun kelor ya?"


"Haha Kakak bisa aja"


Ternyata Juan adalah sahabat karib dari agung, dan devi adalah teman sepermainan tapi beda tahun kelahiran, lebih muda devi dua tahun dari mereka


Beberapa bulan berlalu, Juan menawari hal yang sama seperti yang ditawari Pras beberapa waktu lalu


"Kamu heneran gak kerepotan? Ini anak saya ganggu, saya aja gak bisa konsentrasi"


"Gak papa pak beneran"

__ADS_1


"Yaudah gimana kamu kerja dirumah saya. Ngasuh anak saya seutuh nya"


"Oh tidak pak biar saja begini, saya gak keberatan"


"Ya saya jatuhnya merepotkan"


"Iya gak papa"


Waktu pertengahan bekerja, aku dapat kabar dari Bude resi, jika ada orang mengamuk mencari ku,


"Siapa namanya Bude?" Tanyaku ditelfon


"Namanya merri katanya"


"Oh yaudah saya pulang"


Dengan terburu-buru aku meminta izin pulang dan syukur diantarkan oleh Juan, sesampainya dirumah


"Merri" panggilku


"Oh lu, sini lu, udah gue kasih buat lu, gue selain buat lu, biar bisa bahagia in Pras, malah lu pergi sama cowok lain, sadar lu, dasar gak tau diri"


"Eh stop, ada apa sebenarnya" sambar Juan


"Oh ini pacarmu yang baru, iya"


"Bukan, saya suaminya jadi tolong jangan ganggu istri saya lagi" ucap Juan


Mak blek mendengar ucapan Juan, menjadi gagal fokus, bagaimana tidak dia mengaku suamiku, didepan banyak tetangga ku


"Oh bagus, awas kamu ganggu Pras lagi" ucap merri


Merri pun berlalu


"Itu siapa Mala?" Tanya Juan


Belum menjawab pertanyaan Juan, beberapa tetangga sudah mengerumuni bertanya


"Mala, udah nikah, kok aku gak tau, kapan?"


"Ehm ibuk ibuk, begini, saya tadi berbohong supaya gadis tadi tidak lagi menganggu mala dan warga disini" sambar Juan


"Oh saya kira benar"


Aku tersipu malu, benar-benar malu, saking dibuat nya


"Mukamu memerah? Kenapa?" Tanya Juan


"Ah, oh gak papa"


Dalam hatiku berkata ingin sekali mengucapkan, ini tanda aku malu dan terharu


"Yaudah kamu istirahat aja, gausa kerja. Masuk lusa" ucap Juan


"Tapi pak"


"Udah sana masuk, saya pamit"


Sorenya, juan datang bersama Rega


"Aduh saya minta maaf ya jadi bolak-balik, sekarang bawak Rega juga" ucap Juan


"Iya gak papa, malah saya senang pak. Ada teman bermain"


Tiba-tiba Rega merengek minta menginap


"Pa, Rega nginap sini ya, nemeni Tante cantik tidur" ucap rega


"Tante nya lagi sakit sayang, kamu gak kasian"


"Ya Rega jagain tante Mala kok pa"


"Tapi"


"Udah pak gak papa"


Karna Rega memaksa akhirnya mengiyakan, begitupun dengan Juan terpaksa menginap dan akhirnya aku juga mengajak devi menginap, sayangnya devi tidak bisa


"Ya sori deh, dadakan sih, aku ke rumah temen ku weekend ini" ucap nya


"Yah, yaudah deh"


Beberapa jam kemudian, Juan pamit bilang mengambil beberapa barang yang akan dibutuhkan Rega


"Oh iya pak, gak papa tinggal aja"


Tak lama Juan kembali


"Kok cepet pak?"


"Iya ngebut tadi, kasian kamu lagi drop takut Rega pas rewel"


"Enggak kok pak, gak rewel"


"Mala panggil kakak aja, sama kaya devi"


"Tapi"


"Kan ini diluar kantor"


"Oh yaudah deh"


Malamnya, karna harus menginap dan memutuskan untuk tidur diluar, takut jadi fitnah


Tengah malam saat aku terbangun untuk minum, aku melihat keluar rumah, ternyata tertidur di kursi dia, dengan posisi duduk, merasa kasian, aku mengambil selimut paling tebal yang kupunya


Lalu menyelimutkan ke tubuh nya..


Saat menyelimutkan, tiba-tiba Juan terbangun


"Mala" ucapnya


"Kak Juan, aduh maaf saya cuman mau memakaikan selimut ini"


"Iya gak papa, makasih"


"Waduh terbangun karna saya ini jadinya?"


"Iya gak papa kok mala, em Rega udah tidur ya"

__ADS_1


"Iya pak, masih tidur, pules Banget"


"Oh iya, hehe, biarkan oak, kasihan dia"


__ADS_2