
"tapi jangan sekarang"
"kenapa, sekalian ya kenalin aku sama mereka"
"iya gak sekarang, besok deh, lusa atau"
"enggak, kalo gak boleh yaudah simpel aja, kita putus"
"kol gitu ngomong nya"
"ya tinggal pilih, aku ikut, apa kita putus"
karna memang noval sangat mencintai Dindri dan tak ingin kehilangannya, Dindri adalah orang pertama yang dikenal kan oleh noval didepan temannya sebagai pacarnya
selama bersama dengan noval, melihat noval yang sibuk sendiri temannya, ia pun meminta dompet noval
"yang, mana dompetmu" tanya Dindri
"untuk apa yang?"
"aku boring, pengen belanja, mana dompetmu"
"uangku dikit yang"
"mana coba, ini loh cukup"
"tapi kan"
"udah, sana kamu sama temen kamu"
dan alhasil, Dindri menguras isi atm nya bahkan berdua bersama serli
"dia bilang apa Dindri tadi, gak ada uang? iya uang chas gak ada, liat no atm nya" tanya serli
"lu tau kaga pin nya?" ucap serli lagi
"terakhir sih, dia bilang suka pake pin tanggal lahir nyokabnya"
"dicoba deh"
dan ternyata berhasil
serli dan Dindri pun berfoya foya menghabiskan isi atm nya..
dan berbelanja sepuasnya
setelah puas, ia kembali ke tempar janjian bersama noval dan tak lama noval datang.. mereka pun pulang..
selang dua hari, noval dipanggil oleh mama nya karna mama nya dapat tagihan kartu kredit yang minus
"novaaaal," teriak mama
"apa sih ma, teriak kenceng amat"
"mo teriak gak kenceng gimana kalo begini, coba kamu liat ini, apa ini, tagihan kartu kredit sebanyak ini"
"ma, aku belum pakai uang sama sekali."
"ini apa ini?"
noval pergi dan menemui Dindri, sesampainya dirumah Dindri..
"eh sayang.." sapa Dindri
"sayang, kamu pake kartu kredit aku kemaren itu?"
"iya, kenapa sayang?"
"kamu tau dari mana pinnya?"
"nebak aja, kamu kan pernah bilang suka pake ulang tahun ibu kamu buat pin, ya aku inget pernah baca buku kamu ada biodata orang tua kamu"
"yaaang depkolektor kerumah, nagih ini sama mama aku"
"yaa terus, kamu mau marah gitu, marah aja, semua barangnya udah aku beli ini"
"aku bener gak habis pikir ya, sama kamu"
"kenapa aku?"
"tauk dah"
"oh kamu marah? yaudah marah aja sana, sekalian gausah kesini"
"gak usah kesini gimana, kamu mutusin aku"
"eh aku gak mau ya pacaran sama orang perhitungan, aku juga tau kali kalo selama ini kamu itu anggep aku cuman ttm, didepan temen kamu, aku tau, udah lah mending kita putus aja, aku males debat sama orang kaya kamu, udah ya, aku capek, mumpung sekolahku libur, aku mau tidur.."
Dindri membanting pintunya dan menuju kamar tidurnya tak lama telfon dari noval masuk ke hape nya
"apa lagi"
"yaudah yang gakpapa deh kamu habisin semua isi di atm ku, gakpapa yang"
"bener?"
"iya, sekarang turun ya, buka pintunya"
"iya iya"
Dindri pun turun.. dan membukakn pintunya..
hari selanjutnya Dindri terus menghabiskan lagi uangnya, berjalan 4 bulan Dindri justru langsung memutuskan dengan alasan yang sama ketika noval memutuskan serli dengan mudah nya..
__ADS_1
"emmm noval, aku, mau kita putus aja ya" ucap Dindri
"putus, loh kenapa ya.."
"aku bosen"
"ya gak bisa gitu lah, aku udah cinta banget sama kamu, aku udah ngelakuin apaaaa ajaaaaa demi kamu, yang kamu mau, seenaknya aja kamu bilang putus"
"yaaa aku bosen mau gimana"
"bentar, gak ada angin gaada ujan, juga gak ada badai, kamu tiba tiba mutusin aku gitu aja, kamu mikir gak perasaanku gimana, kalo kamu jadi aku?"
"aku gak mikir aku jadi kamu tapi coba kamu mikir jadi dia.. gimana menurutmu? gak sakit?"
ucap Dindri sembari menyodorkan foto serli bersama nya..
"kamu dapet dari mana itu?" tanya noval kaget..
"dia sahabat aku, aku begini karna aku tak terima sahabatku diperlakukan sepeleh, dan sekarang aku harap kamu bisa merasakan jadi posisi serli waktu itu"
serli bersamaan dengan viola, bela, dan cindy pun menghampiri keduanya
"dan, yang kamu liat sekarang adalah format lengkap dari semua sahabat aku" ucap Dindri
"gimana sakit kan? hahaha SAMA" tanya serli
Dindri mendekatkan diri ke arah noval
"ini semua sudah kita rencanakan, bukan berarti kita jahat, gak punya hati, bukan, tapi biar kamu bisa menghargai orang lain terutama wanita untuk kedepannya.."
Dindri pun berlalu dan pergi... bersama ketiga temannya..
misi awal selesai..
lanjutkan misi kedua.. dan yang dapat giliran adalah cindy
target 2 valdo... dimana menurut cindy, faldo adalah lelaki yang terbilang cemen, karna faldo tipe orang yang penakut, sangking takutnya, ia selalu dihantui sendiri oleh rasa itu, membuatnya terus menjaga kemana pun kekasihnya pergi, membuat kekasihnya jenuh
dan membuat cindy kesal adalah dimana selain penakut, faldo adalah cowok matre yang suka memanfaatkan cewek cewek tajir
dan saat dimana Dindri mulai belaga menyukai buku supaya terlihat ada kesamaan dengan faldo yang menyukai buku novel inspiratif
padahal untuk membaca aja takkan pernah terbanyang oleh Dindri, Dindri bukan tipe pembaca
"suka tere liye?" tanya Dindri
"saya? oh iya"
"sama dong"
Dindri memanggil pelayan disana
"kak.. ini cuman stok satu?" tanya Dindri
"loh, kamu mau? ini ambil aja" ucap faldo
"enggak ah, jangan"
"udah ambil"
"oh atau aku ganti uang deh"
"udah gakpapa, ambil aja"
"em.. kalo gitu aku kasih ini deh, ini buku best seller kok, ya anggep aja aku pinjem buku kamu, kamu juga, nih"
"loh gak perlu, gakpapa kok"
"udah ambil aja, sekalian di belakang buku itu ada selembar kertas kecil itu nomorku, kamu save deh, nambah temen"
"oh thanks"
"yeaa"
beberapa hari hingga membuat Dindri lupa untuk misi keduanya kepada faldo karna lamanya faldo tak menghubunginya..
akhirnya mengingatkan nya saat nomor faldo menelfonnya
"halo, siapa?" tanya Dindri berpura pura
"ini faldo, di toko buku"
"eh kamu, hai, kok baru telfon"
"iya, baru ada pulsa"
"wah, kasian, hehe, iya ada apa nih"
"gak ada, cuman pengen aja ngobrol gitu"
"boleh boleh"
dari telfon itulah Dindri dan faldo semakin dekat..
daaaan ketika tiba saatnya dimana Dindri menyentil sedikit ke arah rasa sayang.. faldo seakan peka, ia langsung menyatakan perasaannya
Dindri menerima, hingga akhirnya Dindri dan faldo berpacaran
beberapa hari berjalan, dimana faldo sudah menunjukkan sikap aslinya dimana ia pelit dan penakut
suatu hari disaat Dindri iseng dan menemui tempat tongkrongan raden, ia meminta bantuan untuk melancarkan aksinya
"hai"
__ADS_1
"hai Dindri" sapa raden
"wah ada apa ya Dindri?" tanya teman raden satunya
"oh nyari raden kan?"
"emm enggak kok, ini, aku mau nawarin kerjaan, sama kalian, raden juga sih"
"kerjaan apa?" tanya raden
"kalian pura pura mau rampok kek, atau apa kek, yaaa mau macem macemin aku gitu, didepan cowok ini, gimana?"
"cowok baru?" tanya raden
"iya, gimana, bisa?"
"emmm"
"aku bayar deh"
"eh jangan, gausah kali Dindri, kita kan temen, ya saling bantu lah" jawab salah satu teman raden
"em.. oke deh, tapi beneran ya"
tepat diesoknya saat akan dimulai keisengan raden dan tiga temannya dimulai..
benar benar terlihat mental cemen dari seorang faldo, dimana ia berlari meninggalkan Dindri saat Dindri meminta tolong padanya karna dikelilingi beberapa lelaki mabuk itu
melihat faldo lari, Dindri memberhentikan semuanya
"liat dia.. lari" ucap Dindri
"pacar barumu begitu yak.." ledek raden
"gitu lah, tapi yaudah sih gue mah santai"
"terus maksud lo ngerjain dia begini apaan ya?" tanya teman raden
"yaaa sureprize sih, hari ini ulang tahunnya" ucap Dindri ngales..
"oh, kirain kenapa" ucap raden
"waduh, sekali lagi nih guys makasih banget bantuin gue, gini deh, sebagai gantinya, kalian gue traktir.. nih kalian dateng aja, kasih ini amplop nya ke pelayan bilang suruh kasih manager, dan kalian pesan apapun disana sepuasnya" ucap Dindri
"wah jangan deh Dindri, kita iklas kali Dindri"
"ambil ih, aku juga iklas, kalo gak diambil artinya kalian gak ngehargai pemberian dong"
"waduh jadi gaenak kan"
"udah sana, tapi gue gak bisa ya nemenin, urusan lain, kan masih ngejar tuh cowok gue"
"oh okeh deh makasih Dindri" jawab raden
Dindri berlalu, ia mendekati arah rumah faldo
"sayang.. kamu gakpapa kan, aduh maaf ya, kalo aku ninggalin" ucap faldo
"sayang.. aku di rampok sama mereka, liat nih isi dompetku semua kosong"
padahal, semua isi dompet dan tas nya yang berharga ia simpan di bagasi mobil
"serius sayang.. uccch maaf"
"kamu nih"
"dasar cupu" ucap Dindri dalam hati
beberapa hari berlalu, hari hari berikutnya, ia masih sering ketinggalan dompet lah, atau salah bawa atm adiknya lah, dan masih banyak lainnya
karna sering nya ia melakukan itu, membuat Dindri sudah hapal akan hal itu pasti terjadi..
Dindri meminta izin ketoilet
"yang, aku ketoilet ya" ucap Dindri
"ngapain? yaudah tapi tasnya jangan dibawa"
"loh, kan aku perlu bedak dll"
"jangan pokoknya, gausah lah make up lagi, udah cantik ini"
"yaudah iya aku tinggal nih, aku buang air kecil aja"
"yaaa..."
Dindri tau itu akan terjadi, karna valdo terlalu takut jika Dindri pergi meninggalkannya dan tak mau membayar bil
namun faldo salah...
justru Dindri memesan sebanyak 10 porsi, masing masing temannya 2 porsi dan itu makanan untuk keempat temannya, belum lagi ia memesan seratus kotak lagi untuk dibagikan ke beberapa anak jalanan yang membutuhkan dengan semua total bil
1 kotak nasi box \= 250.000 x 100 kotak \= 25jt
1 porsi \= 300.000 x 10 porsi \= 3jt
total 28jt belum ditotal minuman
semua bekisar 40 juta
"saya pesan semua untuk bil silahkan kasih kepada orang duduk dimeja 5 itu" ucap Dindri
"baik kak, silahkan ditunggu"
__ADS_1