Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SMM #7


__ADS_3

"ini bibi Yun Xie"


"oh bibi, maaf bi, aduh, saya gak kenali nomornya maaf"


"iya gakpapa, kamu sibuk gak.."


"sekarang? enggak kok bi, ada apa ya bi?"


"enggak, nanti malam mau undang makan malam"


"nanti malam ya bi.. aduh maaf bi, saya ada perlu sama temen mau ke sekolah malam"


"waduh, gak bisa ya, emm kapan bisa, kamu atur saja"


"besok bisa.. eh tapi kalau nanti bisa langsung Nada kabari ya" ucapku


"oh gitu.. ya sudahlah nanti saya tunggu kabar"


dan ketika sore.. ternyata Zang Mheng mengatakan malam ini sedang capek karna kerja..


alhasil gagal, dan aku menghubungi bibi Xie Yun


tapi dia tidak mengangkat..


kupikir tanpa kuberi tau lagi dia akan sambut aku..


aku menghubungi Ming Du juga gak bisa..


alhasil dengan pedenya aku berangkat..


namun, sesampainya...


ternyata Ming Du juga baru sampai dirumahnya..


"papa serius mau bicara.. kamu harus putus sama Nada" ucap Mao Do


"papa, maksudnya gimana pa? papa suruh aku datang mau suruh aku putusin dia?"


"ya.. iya"


"untung saja Nada tidak datang pa.. aku gak akan biarin Nada datang kesini kalau papa seperti ini"


"tapi mama sudah bilang, mungkin bisa dia besok"


"besokpun gak kan aku kasih ijin di datang kesini"


"dengerin jelasin dulu papa mu ngomong" ucap Xie Yun


"ya apa ma, pa, katakan, apa alasan kalian suruh saya putus dengan Nada?" tanya Ming Du tegas


"ya kamu tinggal pilih saja.. kamu tinggalin dia atau kamu menjalin hubungan ini terlarang"


"terlarang?" maksud papa apa sih, aku gak paham pa?"


"Nada itu adik kamu" ucapnya Mao Do


aku masih tak mengerti apa maksud ucapan itu


"pa.. maa...?" tanya Ming Du


"papa mu serius Ming Du.. Nada itu adik kamu, anak dari papa kamu dengan pacarnya dulu" ucapĀ  Xie Yun


"ha.. pacar? bi Mini pa?"


"iya.. mini pacar papa, dia hamil tapi dia pergi kabur dengan pacar simpanannya.. dan semua tanggungan mereka selama diindonesia kebutuhan Nada, papa yang nanggung, dan mini juga suaminya bilang jika mereka akan kirim Nada nanti, ketika masuk perkuliahan" jelas Mao Do


"dan papa yakin itu Nada?" tanya Ming Du


"iya.. karna selain Nada, Mini tidak punya anak perempuan.."


tak ingin gegabah..


aku pun berjalan pulang..


mencari kebenaran melalui tetangga rumah nenek, juga masih ada hubungan keluarga denganku..


dan ketika dengan baik hatinya mereka membantu..


kedua orang tua yang ku anggap sejak kecil adalah kandung justru membenarkan...


dan sehari esoknya Ming Du tak datang hadir..


aku mencari ke asrama juga tetangga kamarnya mengatakan Ming Du masih belum datang...


dan ketika Chu Zuhn melakukan pembayaran dan mengirim cek tanda pembayaran dari bank ke kantor Mao Do..


ia mengajakku..


"kenapa sama aku" tanyaku


"aku gak enak sendirian, udah sama kamu aja"


"duh yaudah, tapi nanti sore"


dan ketika sorenya datang..


terlihat Mao Do bersiap pulang


"pak Mao Do" sapa ku


"Nada"


"mau pulang pak?" sapa ku


"iya.. ada apa Nada, Chu Zuhn?"


"oh ini pak, berkas pembayaran pelunasan, cuman antar cek itu" jelas Chu Zuhn


"oh.. iya iya, terimakasih"


ketika akan pergi jalan berpamitan


"kalian naik apa?" tanya Mao Do


"naik taksi pak" jawab Chu Zuhn


"oh ya sudah Chu Zuhn pesan taksi biar saya yang bayar, saya ada urusan dengan Nada"


"oh baik pak"


dan ketika hanya tinggal berdua...

__ADS_1


Mao Do membawa ku ke salah satu restoran..


disana sudah ada Xie Yun


tak lama Ming Du juga datang..


tapi ada yang aneh dengan dia.. ia datang hanya melirik sadis ke arahku..


"emm sudah lengkap, saya mau bicarakan ini, karna kemaren kamu tidak bisa dan kebetulan hari ini ke kantor, sekalian saya mau pergi gak jadi akhirnya"


"oh.. ada apa ya pak"


dan mereka menjelaskan jika aku anak kandung Mini tapi dengan Mao Do


aku kaget.. ya lebih tepatnya pura pura kaget..


aku melirik arah Ming Du..


"aku ketoilet" ucap Ming Du


dan setelah Mao menjelaskan semua hal..


aku sadar.. alasan mama dan papa ku diindonesia..


sekarang aku tau mengapa mereka menghilang. .


"jujur saya pak, mama dan papa memintaku kesini, padahal ketika kita libur sekolah dulu, keluar negri selalu menolak ke kota ini, dan jujur saja.. mereka benar benar tak memberiku kabar sejak aku disini" jelasku


"kurasa mereka berfikir jika kamu sudah bertemu dengan Mao Do" ucap Xie Yun


"tapi apa mereka memberimu alamat ku? kenapa tidak kamu datang?"


"aku gak yakin pak, soalnya mereka bilang jika kamu tidak menetap"


"oh itu dulu, sebelum saya menikah dengan Xie Yun, ibu nya Ming Du"


dan tak lama Ming Du datang..


"pa.. aku pulang lebih dulu.. ma..." ucap Ming Du


"eh.. tapi ini kan, mama belum.."


"udah biarin"


aku pun mengejar nya..


"pak, bi, saya permisi dulu, tiba tiba teman saya menelfon ini" ucapku


"oh yasudah, silahkan, ada apa apa hubungi saya" ucap Mao Do


aku berlari mengikuti langkah Ming Du mengarah ke mobilnya


"kamu ngapain?" tanya Ming Du


"kamu kemaren tidak hadir.. tidak ada di asrama,tidak kabari saya apapun"


"maaf" ucapnya singkat


"kamu kenapa?"


dia menatapku..


"kamu tanya aku kenapa?"


"masih tanya kenapa?"


dan ia pun masuk ke mobilnya meninggalkan ku..


ketika esok paginya berita sudah tersebar...


"Nada.. apa ini benar?" tanya Man Nna


"berita ini, kalian dapat dari?"


"bagian informasi"


"tum fee" teriakku dalam hati...


dan ketika sampai dikelas..


semua orang kaget..


menyapa ku, menanyaiku, tapi aku tak peduli, aku datang untuk pelajaran..


selesai pelajaran..


Xieng Yuang menyapaku


"hai.." sapa nya


"hai.." jawab ku


"ke kantin?"


"iya.."


"emm Nada, kami duluan" ucap Man Nna


"eh tunggu"


ketika melewati Ming Du..


kami berjalan lurus..


aku menoleh sekali kearahnya..


dan ketika aku memutuskan untuk membawa makanan ke dalam kelas..


aku melihat Ming Du teriak berkali kali dengan ucapan kotor..


"Ming Du" panggilku


"Nada"


"kamu ngapain sih tadi"


ia pergi, tanpa sepatah katapun..


dan ia benar benar tidak pulang kerumah, dan tidak ke asrama, kabar baru datang ketika kepala sekolah memberi kabar Ming Du berhenti sekolah..


sementara Mao Do, ayah Ming Du, sering datang kerumah Sung Ma membujukku pulang bersama mereka, tapi aku selalu menolak..

__ADS_1


akhirnya segala kebutuhan mulai dari tas, sepatuh, baju, dan lainnya dipenuhi oleh Mao Du


dan suatu hari..


ketika dipertemukan antara aku, Ming Du, dan Xieng Yuang..


"aku mau kamu jadi pacarku" ucap Xieng Yuang


"aku butuh waktu"


"okeh... aku tunggu sampai kapaaaaan pun"


dan ketika sebulan lebih..


aku memutuskan mendengarkan ucapan Xie Yun, istri dari ayah kandungku dan juga ayah kandung dari Ming Du


bahwa Ming Du akan melupakan tentang kita ketika aku sudah ada penggantinya..


dan ketika aku menerima Xieng Yuang..


Ming Du berjalan kearah ku dan Xieng Yuang..


"hai kaka ipar.. adikmylu sekarang milikku" ucap Xieng Yuang..


dan ketika singkat cerita..


Ming Du benar benar memutuskan sekolahnya, ia tak lagi datang..


dan ketika hari itu ku temui, dihari yang sama dimana aku dan Xieng Yuang resmi berpacaran..


"Ming Du" teriakku melihat dia memukuli dinding


"ada apa?" teriaknya


"ngapain, udah berhenti.."


"ngapain kamu, pergi"


"engga"


dan ketika ia diam..


duduk dibawah, akupun duduk disampingnya


"tadinya aku percaya tuhan adil ketika aku mendapatkan kamu dan memilikimu" jelasnya


"tapi lagi lagi ketika aku percaya tuhan.. tuhan memberiku hal semacam ini" ucapnya pelan


aku pun mencoba menenangkan.. tapi marahnya semakin membesar


"dan kamu tau.. aku benar benar bodoh"


tanpa ia mendengarkan aku..


ia pergi begitu saja.. entah kemana..


bahkan sejak itu aku tak dapati dia di kota ini..


Mao Do pun mengatakan Ming Du tak juga ada datang pulang..


aku berjalan perlahan, ke arah rumahku..


aku sedang malas ke sekolah..


ah ini bukan aku..


sesampainya dirumah..


"Nada.. tadi ada teman kamu datang" ucap Sung Ma


"siapa ma?"


"Xieng Yuang sama Man Nna"


aku menghubungi Man Nna, ia hanya ingin berkunjung kerumahku..


dan ketika hari berikutnya..


hari hari seterusnya..


Xieng Yuang meyakinkan aku untuk menunjukkan dirinya benar benar mencintaiku..


hati wanita yang tak luluh mana ada ketika lelaki menunjukkan banyak bukti kesetiaannya, kasih sayangnya..


sampai akhirnya aku menerima Xieng Yuang..


ketika aku sedang diasrama..


"Nada.. kau terima Xieng Yuang?" tanya Sun Mih


"ehmm.. iya.."


"wah.. hebat.. kamu udah pernah sama Ming Du sekarang sama Xieng Yuang" gerutu Sun Mih


"semoga yang ini membuatmu melupakan yang kemaren ya" sambar Man Nna


dan esoknya..


guru Noo Xue memberikan kabar sangat ditunggu...


"dan.. akhir pekan ini, kalian satu ruangan kelas ini berlibur gratis biaya seluruh ditanggung kepala sekolah, sebagai tanda terimakasihnya atas keberhasilan Nada memimpin kelas dan menjadi sekolah lebih kondusif" jelas guru Noo Xue


"yaa.. seperti yang kita lihat.. hasil kerja keras Nada.. membuat kami juga kalian terangkat satu reting" ucap kepala sekolah yang tiba tiba masuk


akupun berdiri menyambut kepala sekolah..


"saya hanya menjalan kan tugas saya sebagai pelajar biasa pak, dan lagi saya lihat beberapa ruang tidak terpakai, beberapa extra olahraga jarang dijadikan prioritas nilai, tetapi saya ucapkan terima kasih atas hadiah ini.. " ucapku


dan persiapan untuk empat hari kedepan..


kami satu kelas berlibur ke pantai..


salah satu teman ku dari lain kelas bergumam..


didepanku bahkan..


ia mengatakan mengapa hanya kelas 3TM sementara lainnya tidak..


"baik, saya terima pertanyaan anda, lalu, ketika Nada, dan seluruh teman kelas lainnya bekerja keras, menghasilkan inovasi, kemana kalian? untuk mendukungnya saja kalian tidak ada.. hanya bisa langsung menikmati" jelas kepala sekolah ku


"kalau cuman untuk inovasi, saya bisa memikirkan"

__ADS_1


"tapi tidak kamu jelaskan, apalagi praktekan"


__ADS_2