
akhirnya menelfon mbak Darni saja
"halo mbak darni"
"halo, iya kenapa pras"
"mbak, putih ada sama mbak? "
"enggak, emang dia dimana? "
"semalaman ia tak pulang mbak"
"loh, kalian ada masalah ya"
"enggak mbak.. "
"yaaa terus kenapa bisa dia gak pulang, sana cari"
"ya mbak.. "
Dan ia pun teringat panti tempat ibu nya dirawat, tak pikir panjang pras mencari kesana
Sesampainya, ia bertanya pada suster dan diarahkan ke arah kamar mana ima
Pras pun melihat dokter arya yang sedang berada dibalik pintu
Pras mendekati arah nya pelan, dan terlihat dokter arya yang sedang sibuk memperhatikan putih yang ada didalam ruangan itu
"sebagai seorang lelaki, naluri saya benar, saya rasa anda suka pada istri saya,harusnya saya curiga sejak awal anda mengenal istri saya anda suka pada istri saya" ucap pras
Dokter aryatak melihat kearah pras, karna ia tau itu pasti pras
"yaaa.. Tidak ada lelaki yang tidak suka pada wanita tak hanya cantik, tapi juga baik.. Saya rasa anda perlu perhatikan sedikit dari kegiatan istri anda didalam sana yang merawat wanita yang melahirkan anda tapi ia tulus melakukannya.." ucap dokter dan beranjak pergi
Pras pun menoleh kearah ruangan didalam..
Yaa sebuah aktivitas meneteskan air matanya bahkan membukakan pintu hatinya
Dimana putih baru selesai memandikan mama ima dan memakaikan baju, lalu mendandani mama nya..
Lalu putih duduk disebelah mama
"putih, apa ini semua balasan buat mama.. Mama dulu hidup penuh kebahagiaan, dengan cara kotor menjadi seorang pelacur sampai menjadi mucikari dan masa tua, mama dibuang.. Pantas mama dapetin ini ya put" ucap mama ima
Putih memeluk mama ima..
"maaa.. Ada putih kok disini, mas pras, ayi, sivilia itu bukan ngebuang tapi mereka sibuk, nanti siapa ngurus mama.. Nanti deh putih coba ngomong lagi sama mas pras"
"mama minta maaf put, sudah sering menyakiti kamu, selalu membuat kamu Menderita dan membanggakan yuna malah akhirnya justru kamu mengurus mama"
"iyama... "
Putih melihat kearah pintu
"kemana put" tanya mama
"bentar ma.. "
Mengetahui ada seseorang dibalik pintu.. Putih pun keluar ruangan
"mas pras.. " ucap putih
Pras hanya melihat tajam dengan air mata berlinang.. Putih memeluknya dan meminta maaf karna lancang
"maaf mas, aku gak pulang, gak izin, aku cuman kasian sama mama, aku gak bayangin aku berada diposisinya.. Mungkin aku tak sekuat mama mas.. Kamu tau kan aku pun tak pernah merasakan apa itu pelukan seorang ibu" ucap putih
"aku yang minta maaf, aku tak sadar diri siapa diriku, dari mana asalku"
Dokter arya yang masih memerhatikan putih yang sedang bersama pras, ia pun berlinang air mata
Bagaimana tidak, dokter arya melihat dimana beruntungnya pras memiliki istri seperti putih, tak hanya memikirkan satu pihak, ia menghargai pihak lain pula...
Tak lama mama ima keluar, karna ia melihat putih yang lama sekali tidak kembali membuatnya kuatir akhirnya menyusul keluar
"pras.... " ucap mama ima kaget...
Pras dengan menangis, ia pun berlutut dikaki mama ima meminta maaf
"maaa... Maafin pras.. Pras bukannya ngebuang mama tapi pras gak bisa ma ngurus mama, pras sibuk ma, yang ada mama kesepian" ucap pras
"mama asal bisa sama anak udah bahagia"
"mas, aku mohon bawa mama pulang, aku janji aku akan mengurus, tanpa merepotkan kamu, ayi, atau sivilia"
Pras pun mengiyakan untuk mama kembali pulang kerumah..
Tak sampai disini cerita berakhir..
Putih yang berhasil membawa pulang mama ima justru sering bertemu dengan dokter arya diluar rumah...
Entah untuk alasan apa, sekedar ngobrol mungkin, tapi justru membuat arya berada dititik ternyaman seiring seringnya menatap dekat wajah perempuan idaman banyak lelaki.. (putih)
"alasan kamu sering keluar makan bersama aku apa.. Gimana sama pras..? "
"pras kan makan siang di kantor, ya kalo aku sering diluar sih, dirumah kalo untuk makan malam aja aku masak.. "
"emmm... "
"yaaa sebenernya aku sih cuman pengen happy fun, ada temen siluar diajak bareng kenapa harus sendirian"
"iya sih..."
"lagi pula anda ini kan dokter, saya bisa dong cek up berjalan gratis" ledek putih
"hahah kamu bisaaaaa ajaaaa"
__ADS_1
Yaaa sering memang mereka keluar bersama tapi mereka tidak melebihi batas sekedar bertemu, tukar cerita dan pendapat..
Sampai akhirnya putih memutuskan tak lagi melanjutkan itu, karna putih tau itu salah
"arya, aku minta kamu jangan deh ketemuin aku lagi, aku takut mas pras tau, lalu marah, berdampak yang tidak diinginkan"
"loh, kita kan gak ngapain, gak macem macem, kenapa takut"
"iya, tapi tetep kita salah.. Plis aku mohon... "
Esoknya dan hari selanjut nya putih tak lagi terlihat di restoran tempat ia membeli makan
"put, kamu gak makan? Biasanya kan ke resto ujung jalan" tanya ima
"enggak ma, sekarang putih makan dirumah aja, masak buat mama juga, masak iya dibeliin diluar mulu"
Mama ima memeluk putih dengan bahagia
"uuuuh makasih sayang" ucap ima
Tok.. Toktok.... (suara ketukan pintu)
Seketika putih membukakan..
Dokter arya datang dengan dua kotak nasi
"arya... "
"hai, kamu jarang loh keliatan di resto, kenapa, kamu marah? "
"bukan marah ya.. Cuman kan udah aku bilang kita harus selesaikan "
"apa yang kita mulai put, kenapa harus diselesaikan"
"arya.... "
"siapa put " teriak ima
"emmm dokter arya ma"
Ima yang mendengar sebutan nama arya pun dengan cepat keluar dari ruang makan dan mendekati arya
"yaudah masuk ya.. "
"makasih put"
"eh dokter arya" sapa ima
"siang tante... "
"siang.. Kamu ada apa kesini"
"oh iya ini, bawa makan siang, tante udah makan? "
"putih, ini namanya rejeki, jangan ditolak" sambar ima
"iya put, aku gak ada maksud apapun kok, kasih ini aja, aku rindu sama mama ima"
Sering datang kerumah, membuat beberapa orang tetangga curiga..
Hingga mengadu kepada pras
"mas pras... Kapan hari saya liat ada pria berseragam dokter masuk kerumah mas pras, itu siapa? " ucap salah satu tetangga
"ha, dokter.. Oh dokter mama ima kok"
Sebenernya perasaan pras mulai tak enak mengarah kepada arya, tapi ia menyembunyikan seolah tak tau apa-apa
Tapi ia ingin bermain halus.. Sampai akhirnya ia dipertemukan oleh ola ketika ia sedang berada di salah satu club
"pras... " sapa ola
"emmm.. Siapa? "
"gue ola, elu tumben ke club, bukannya lo anti begini"
"eh lu la, gue cuman pengen nenangin diri"
"eh elu kan udah nikah, selamat ya"
"makasih"
"sama si yuna itu kan"
"bukan"
"lah"
"sama putih"
"putih? Pacarnya dj marix? "
"mantan"
"gue taunya pacar sih, oh lu nikah sama doi"
"iyaaaa"
"congrat aja deh sama putih"
"thanks"
"lu tadi ngomong ada masalah, masalah apa? "
"biasa istri gue, menurut lo, kalo ada cowok suka sama istri gue, terus sering kerumah, tapi istri gue gak cerita apa aja ke gue gimana? "
__ADS_1
"dirumah lo ada siapa? "
"nyokab"
"coba tanya lewat nyokab, berdua aja, lo tanya yang pengen lo tanya"
Esoknya ketika putih membeli obat mama ima
"maa.. " sapa pras
"iya"
"ma, dokter arya pernah kesini? "
"oh ya ampun, mama belum cerita lupa, mungkin putih juga lupa, ia dokter arya sering ke rumah, bawain mama makanan"
"bawain mama doang"
"iya, sekali pernah bawain buat putih, tapi selanjutnyabawain mama doang"
"emmm"
"kenapa?"
"gkpapa, tetangga ada yang tanya, ya untung aku jawab dokter mama"
"oh, iya dokter arya kesini"
Ketika putih datang, pras pun berpamitan kepada ima, berpura-pura, padahal ia berada di taman samping rumah
Benar saja putih datang sendirian.. Tapi tak lama saat putih baru saja membuka pintu, dokter arya pun datang memanggil nya
"putih" sapa dokter arya
"arya.. Eh masuk, mau ketemu mamakan"
"iya, aku masuk ya"
Pras pun mendekat ke arah teras dan melihat dari balik jendela
"bentar aku panggil mama sekalian kasih obat sama bikin minum"
"emmm putih" arya memanggil putih
"iya"
"emmmmm"
"kenapa ya"
"tahan arya.. Jangan ceroboh, ini terlalu menyulitkan mu, aku merasa ada yang mengganjal, tapi apa.. Seperti ada yang memperhatikan aku dari luar.. " ucap arya dalam hati
"enggak, tehnya jangan terlalu manis" jawab arya
"okeh, siap "
Putih kearah dapur dan memanggil ima
"mama... Dokter dateng "
Tapi tak ada sautan
"ma... " teriak nya lagi
Putih mendekati arah kamar ima yang ternyata mama ima sedang mandi
"ma... Mama ditoilet? " tanya putih
"iya put, kenapa"
"oh, kirain kemana putih panggil gak ada sautan, ada dokter arya ma"
"yaaah mama baru aja mandi, bilangin deh mama mandi"
"iya ma"
Putih menuju kearah dapur membuatkan minum
Semantara arya yang diruang tamu sendirian, melihat sekeliling nya, ia berdiri mendekati tembok dengan beberapa koleksi foto
"sejak kapan anda berani bertamu tanpa izin pemilik rumah? " tanya pras
Dan lagi arya tak melihat siapa pemilik suara karna ia tau pasti pras
"dia (menunjuk ke arah foto pras) .. Beruntung, miliki dia (menunjuk arah foto putih) saya jadi anda pasti akan membunuh orang seperti saya yang berusaha dengan cara apapun bisa dekat dengan dia (menunjuk kearah foto putih lagi)" ucap arya
"jadi maksud anda, anda suka sama istri saya? "
"bukannya kamu bilang kamu sudah mengerahui hal itu"
"anda harusnya berfikir ulang anda bicara dimana dengan siapa"
"itu sudah saya fikirkan, dengan tepat.. Saya tidak akan menyerah sebagai lelaki untuk mendapatkan yang saya inginkan, dengan segala resikonya" jelas dokter arya
Mendengar suara ribut, mama ima pun keluar dari kamarnya
"eh, pras, ada apa ini, kamu bilang berangkat, kenapa pulang, dokter ada apa" tanya mama ima
"maaa.. Dia gak pantes ada dirumah ini"
Arya hanya tersenyum
"silahkam anda angkat kaki" bentak pras
"pras... Jangan keterlaluan, kalian ada apa sebenernya, ada masalah?" tanya mama ima
__ADS_1