
-POV MITA-
Hai.. namaku Mikhaila Lasmita, panggil sana aku Mita.. pacarku Imron Sadewo..
Imron memang lelaki keras tapi setidaknya tidak sama dengan lelaki lain yang pernah jadi pacarku..
Mungkin memang ditakdirkan dapat pacar yang selalu galak jadi membuat aku terbiasa pacaran sama yang galak, tapi untuk yang ini berbeda, dia kasar didepan umum pada orang lain tidak padaku
"Beb.. jalan yok. Kemana gitu, makan kek, nonton atau apalah lagi bosen dirumah"
"Ngirit.. kamu itu udah keseringan ajak aku kemana-mana aku turutin sekarang diem aja dirumah yang anteng" ucap imron
"Bosen beb"
"Bosen tiap hari gak masuk akal udah ah"
"Ya aku jalan sama temenku gak boleh, bilangnya apa-apa ke kamu, ya giliran ke kamu malah gak mau kan udah aku bilang dari awal apa, aku gak bisaan kalo cuman diem doank gini, yaudah atau enggak aku jalan sama misya"
"Gak ada.. yaudah jalan sama aku"
Yaa begitulah cueknya pacar tapi memang beruntung tidak sekarang yang lain
"Kita mau kemana?" Tanya Imron
"Jalan aja dulu, ntar liat apa aku pengen ya berhenti"
Karna aku lagi pengen makan, ya akhirnya memutuskan pilihan di restoran di salah satu mall
"Disini ya?" Tanyaku
"Hem.. dah ayok masuk, nunggu apa lagi"
"Nunggu kamu"
Setelah masuk, seperti biasa.. pilih meja dan kembali sibuk dengan ponselnya
"Kamu pesen apa beb?" Tanyaku
"Apa aja, samain"
"Yaudah mbak saya pesen nasi goreng nya dua pake telor yang satunya ditambah ati ayam ya.. minumnya jus lemon aja dua"
Seperti biasa lagi, larangan untukku makan berminyak masih berlanjut
"Eh apa tadi? Cancel semua.. ganti ini mbak plecing kangkung satu sama nasi juga dua pake ikan doran sama sup sayur ikannya telor asin" ucap imron
"Baik pak, bu, silahkan ditunggu"
Lagi dan lagi.. makanan itu
"Aku pengen itu beb"
"Gak ada. Kamu bisa di kasih tau gak, kebanyakan lemak itu jelek, aku gak mau kamu kenapa-napa"
Ya deh mentang-mentang kuliah jurusan kedokteran ya gak gini juga kan bisa kali
Tapi tak hanya soal itu, jika pacarku yang dulu-dulu tak masalah soal makanan ku kebanyakan permasalahan karna aku yang diam tak meminta mereka untuk berubah justru ini berbeda, Imron tak mau mendengarkan aku berucap sekatapun melawannya
Egois bukan??
Suatu hari saat jalan dengannya. Disebuah restoran, terlihat dari meja yang tak jauh dari mejaku dengannya lelaki yang memandangi ku memang, tak membuatku risih awalnya karna aku sendiri tidak tau soal itu, justru risih nya sejak Imron berdiri lalu menghampiri segerumunan lelaki itu
"Beb, kemana" tanyaku
Dia tak menghiraukan
Dia terus berjalan menuju ke arahnya dan aku hanya melihat dari meja. Tapi saat melihat dia mendatangi lelaki dan hendak menghajarnya aku berburu untuk menyusul Imron
"Kau.." ucap imron
"Siapa" kata salah satu lelaki disitu
"Baju ijo tua.. ngapain dari tadi liatin pacar gue"
"Eh masih pacar ini kan bro, kita bebas lagi orang kita yang punya mata" ucap salah satu dari mereka lagi
"Lo bebas, dia cewek gue begok. Sini lo kalo lo berani"
"Imron udah ayok balik ke meja kita" ucapku menarik tangannya
"Cewek lo cantik bro, kalo kaga mau cewek lo dilirik ya pacarannya yang ma yang jelek aja bro.." ucap mereka lagi
"Anj*** lo"
Terjadi baku hantam lah akhirnya keamanan datang..
Memisahkan dan terpaksa aku dan Imron yang mengalah
"Apa sih, anak kecil kamu"
"Aku cuman gak suka dia liatin kamu"
"Ya kenapa, gausah lagi urusi orang lain, kita ya kita, toh aku sekarang sama kamu, pilih kamu"
"Intinya aku gak suka"
Begitupun saat sekolah, aku masih sekolah dia udah kuliah sedikit lagi sudah sarjana
Tapi sekolah membuatku tak tenang, ada mata-mata di kelasku
Entahlah siapa aku pun tak tau
Yang pasti, apapun aku lakuin dari sedih sampek senang pasti akan nyampek ke telinga sang pacar, ya si Imron
"Siapa Anwar?" Tanyanya
"Anwar.. anak baru"
"Kenapa harus deket begitu kemana-mana bareng?"
"karna aku ketua pengurus kesiswaan jadi aku yang ngurusi keperluan nya"
__ADS_1
"Harus semua?"
"Iya lah semua"
"Nanti aku yang akan ngomong ke kepala sekolahmu agar tidak kamu yang mengurusi nya"
"Ngapain sih.. gausah bikin malu"
"Kamu yang bikin malu, seluruh guru tau kamu pacar aku bukan pacar anal baru itu"
Ya.. maklum, Imron anak dari pemilik saham terbesar disekolah, dan beberapa guru disana juga masih ada yang saudaranya
Esoknya kepala sekolah memanggilku
"Permisi pak, panggil saya?"
"Iya.. duduk mit"
"Iya pak"
"Gini, untuk kepengurusan siswa baru sekarang ganti ga perlu kamu, misya aja"
"Kenapa ya pak?"
"Gak papa kemaren pak doni hubungi saya untuk soal ini"
Pak doni ayah dari Imron
Pak Doni sangat memanjakan anak lelaki satu-satunya itu
Yaa Imron anak nomor dua dari empat bersaudara yang semuanya cewek. Hanya Imron cowoknya
setelah pulang dari sekolah, terlihat dipos satpam depan sekolah ku sudah berdiri Imron didepan mobilnya
"Jalan?"
"Aku belum bilang sama papa ku"
"Tadi udah aku yang bilang dibolehin"
"Kapan?"
"Udah masuk aja"
Aku dan Imron menuju taman hiburan
Dan pilihan Imron di Ancol
"Nih kamu pake aja baju ini, kita gak mungkin masuk sana kamu masih pake seragam, sana cari ruang buat ganti" ucapnya
Akupun mencari dan mengganti bajuku
Selama aku jalan dengan Imron memang terasa sangat terjaga pastinya
Setelah akan pulang karna waktu sudah sore, aku pamit ke toilet
"Aku anter" ucapnya
"Apa sih, ntar apa kata orang.. diem aja kenapa"
"Iyaaa"
Setelah keluar dari toilet wanita.. keluar juga dari toilet lelaki seorang lelaki perawakan tinggi putih sedikit pucat
Menabrak ku tanpa sengaja
"Sorri gue gak sengaja" ucapku padanya
Tapi ia hanya melihat sinis sejenak lalu pergi
"Huh dasar lelaki aneh, dia yang salah gue yang di kasih ekspresi begitu" gerutuku
Tak beberapa lama, lelaki lain lagi keluar dari toilet lelaki yang sama keluar dan menyapaku
"Permisi, kak, liat lelaki yang sebelum aku keluar?" Tanya nya
"Iya.. tadi ada kenapa?"
"Ada yang aneh kak, saya Penasaran saja"
"Aneh maksutnya aneh itu gimana?"
"Bayangannya gak ada di cermin"
"Di cermin? Kamu gak jeli kali"
"Gak mungkin kak, jelas banget"
Aku yang mendengar memang aneh tapi sepertinya tadi lelaki itu terlihat aneh, lebih pucat dan dingin saat lenganku menyentuh lengannya, semacam mayat hidup mungkin
Tapi tiba-tiba saja Imron datang dan menghajar lelaki yang menyapaku
"Imron, stop, udah Imron apasih"
"Jangan ganggu pacarku" ucap imron
"Maaf kak. Tadi cuman tanya, maaf"
"Pergi"
"Iya kak"
Lelaki itu pergi
"Imron" ucapku kesal
"Masuk mobil" jawabnya ketus
"Iya iya"
Selama dimobil, Imron hanya diam, dia sesekali melihat ke arah kaca yang mengarah ke kursi belakang
"Kenapa sih beb" tanya ku heran
__ADS_1
"Enggak"
Sesampainya dirumah, aku melihat televisi dan sesekali memainkan game di ponsel ku
Setelah dirasa capek akupun tidur, paginya
Aku bersiap sekolah, mungkin terlalu pagi datang ku, jadi masih sepi
Aku menuju toilet, setelah keluar, aku melihat seseorang melintas dengan santai nya
"Anwar?" Sapa ku
"Iya mita ada apa?"
"Gak papa lu mau kemana ?"
"Ke kelas"
"Tapi tadi gue pertama datang deh kok tiba-tiba lu disini aja"
"Iya.. gue baru Dateng kok mita"
"Oh, mau bareng?"
"Gak mita makasih"
Soal Anwar Ibrahim, panggil saja Anwar, anak baru yang tak jauh beda dengan orang mati, ekspresi datar, sering berperilaku aneh kadang cuek, kadang juga periang sangat tapi diluar itu dia baik
Sesampainya dikelas, aku melihat sekeliling, tidak ada satu orang pun
"Bukannya tadi Anwar udah disini ya?" Ucapku dalam hati
Tak lama beberapa anak berdatangan
Dan aku baru melihat Anwar masuk
"Anwar?" Sapa ku lagi
"Iya mita"
"Kok baru masuk?"
"Kan baru datang"
"Lah kan tadi ketemu gue didepan toilet cewek"
Terlihat bingung dan diam akhirnya menjawab
"Oh yang tadi, iya itu gue dari kantin belum sarapan jadi mampir dulu" jawabnya
"Oh yaudah deh kalo gitu"
Aku merasa ada yang disembunyikan
Tapi ya sudahlah
Lagi dan lagi, ponselku berbunyi tanda pesan masuk
"Jangan deket sama Anwar kalo ngeyel gue akan datengin kalian sekarang"
Haduh ini pesan bikin kesel yang baca
"Iyaaa iya.. enggak" balasku
"Kenapa?" Tanya Anwar
"Eh gakpapa kok war.."
Sepulang sekolah seperti biasa.. Imron mendatangiku
"Beb.. ayok pulang" ucapku
"Bentar"
"Nunggu siapa?"
"Bentar, kamu masuk aja dulu"
"Enggak, aku nemenin kamu"
"Okeh asal jangan bawel"
Tak lama Anwar datang dan melewati ku dengan Imron disana
"Berhenti" ucap imron kepada Anwar
Aku yang kaget langsung menarik tangan Imron
"Beb, kenapa sih, jangan bikin onar lagi"
Imron hanya melirik ke arahku sejenak lalu kembali fokus pada Anwar
"Peringatan awal, jangan sering-sering dekat sama mita" ucapnya
"Kenapa Kak?" Tanya Anwar yang bingung
"Dia cewek gue, lo masih deketin urusannya sama gue, lo anak baru, jadi tanya sama anak lama siapa gue, siapa pacar mita"
"Iya kak" jawab Anwar gelagapan
Anwar pun pergi
"Beb, kasihan tuh"
"Masuk mobil, pulang"
"Iyaaa"
Malamnya, misya dan dua teman lainnya, Gery dan Nando mendatangi rumahku
"Masuk ayok, kalian ada apa main kerumahku?" Tanyaku
"Kangen kamu aku Mita. Kamu sejak pacaran sama si Imron" ucap misya
__ADS_1
"Iya betah betah amat sih mit pacaran ma dia ini itu gak boleh udah kaya polisi aja dia, mending sama gue kan, atau sekalian sama Anwar anak baru, baik loh dia" ucap Nando
"Apasih kalian, bawa-bawa Nando, ya gimana lagi, kan udah kejadian ini pacarannya, aku juga lagi cari yang pas dan kebetulan dia pas buat aku" jawabku