Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
IGGK #6


__ADS_3

Kamipun saling bertukar cerita malam itu di teras, tentang pernikahan gagal dari kedua orang tua Rega


"Lalu sekarang kabar Ariana bagaimana?" Tanyaku


Ariana Dewi adalah Ibunda dari Rega


"Terakhir dia didiagnosis kanker, tapi gak tau saya kanker apa" ucap Juan


"Oh yang sabar kak, saya doakan semoga cepat sembuh"


"Iya, makasih, kalo kamu, pernah pacaran?"


"Pacaran? Enggak pak, pernah Deket tapi dulu"


"Sama Pras itu ya"


"Bukan, iy itu cuman teman dekat biasa"


"Jadi beneran gak pernah pacaran?"


"Iya beneran"


Tak terasa pagi tiba, cerita kami terpecah karna jeritan Rega memanggilku


Aku berlari begitupun Juan


"Rega, eh Rega, Rega kenapa sayang" ucapku


"Aku kira Tante pergi" ucap rega memelukku


"Tante gak pergi kok, ayo bangun, mandi, Tante mandiin ya"


Setelah siap dan selesai sarapan, Juan berpamitan untuk pulang bersiap kerja


"Kalo saya?" Tanyaku


"Udah kamu temenin Rega dulu"


"Oh baik pak"


Aku menyodorkan bekal untuk makan siang Juan, terlihat Juan senang tapi malu-malu


"Apa ini?" Tanyanya


"Bekal, untuk makan siang mu"


"Beneran?"


"Iya, sengaja aku buat tadi kok"


"Makasih"


Juan memanggil Rega yang sedang sarapan


"Rega, nantik papa pulang jam 2 kita jalan cari es krim ya" ucap Juan


"Es krim pa, yeee Rega suka, tapi sama Tante Mala kan pa?"


"Iya sama Tante Mala" ucap juan menatapku sejenak dengan tersenyum


Juan pun berlalu, siangnya waktu menunjukkan jam 1 siang, aku mengurus Rega


"Rega, ayok kita siap-siap papa bentar lagi datang, katanya mau cari es krim"


"Iya Tante" ucap rega


Beberapa menit setelah Rega rapi dan siap berangkat, Juan tiba


"Waduh gantengnya anak papa satu ini"


"Iya donk pa, kan yang mandiin Tante Mala"


"Iya deh, makasih tante, gimana coba ngomongnya"


"Makasih tante"


"Iya sayang"


Selama perjalanan, Juan bertanya padaku


"Kamu suka anak kecil ya?" Tanya nya


"Iya kak, suka sekali, apalagi Rega, lucu, bikin ketawa"


"Hem, eh kamu beneran gak papa kan saya ajak jalan begini"


"Iya kak, aku sehatan kok"


"Syukur deh"


Sesampainya di kafee eskrim Rega yang memesan untukku dengan Juan


Dia memilih rasa anggur untukku, stoberi untuk Juan, dan jeruk untuknya


"Pintarnya" ucapku


"Iya makasih tante" ucap rega


"Hem" sambar Juan


Aku terdiam sejenak, lalu Juan membuka pembicaraan


"Rega sudah saatnya punya Mama baru deh, ya kan Rega?" Ucap Juan


Aku yang mendengar ucapannya sudah tau itu bermaksud tertuju padaku


"Iya pa, tapi yang jadi Mama barunya ya Tante Mala" ucap rega


Jawaban Rega semakin membuat ku ingin sekali tertawa, dan akhirnya tak bisa ku pendam lagi


"Masih kecil ya ngomongnya udah kaya orang gede" ucapku


"Anak kecil biasanya menurut naluri loh mal" sambar Juan


Arghh Juan kurasa mendukung Rega..


"Tante mau kan jadi Mama nya Rega?" Ucap rega


Aku melihat ke arah Juan dan akhirnya menjawab


"Iya Tante mau, Rega panggil aja Tante dengan sebutan Mama ya" ucapku


"Kamu serius mau?" Tanya Juan


Aku mengangguk, dan akhirnya Juan resmi melamarku


"Makasih sudah mau menerima ku. Tapi aku tak mau menikah dulu, aku mau kita tunangan, setahun dua tahun lah. Biar kamu bisa meyakinkan untuk menikah dengan duda anak satu"


Setelah selesai acara pertunangan ku dengan Juan, aku masih bekerja di toko sovenir miliknya tapi tidak dibayar. Hanya saja ia mencukupi kebutuhan ku, dan aku bekerja masih dengan mengurus Rega


Hingga akhirnya aku menuju ke marketing dekat rumah ku membeli untuk isi lemari es ku persediaan untuk memasak seminggu ke depan, aku bertemu dengan jaya..


"Kumala" sapa nya

__ADS_1


"Jaya? Kok disini?"


"Iya lagi belanja kebutuhan aja, ini beli sabun, sampo sama Deo" ucapnya


"Oh, ya main kerumah"


"Apa boleh?"


"Boleh"


"Bukannya kau sudah bertunangan?"


"Iya sudah tapi kan gak papa main main"


"Kamu kenapa tunangan Mala? Aku masih mengharap kan mu"


Mendengar pernyataan nya, aku mulai mundur lagi


"Maafin aku, ya aku tau kebodohan terbesarku meminta mu untuk keluar dari agama mu, tapi aku mohon jangan jauhi aku, aku merasa kamu tak lagi ingin dekat denganku" ucap nya


"Aku sudah memaafkan mu kok Jay"


Tiba-tiba Pras mendekati ku dengan jaya disana..


"Itulah kalo hasil merebut akan direbut pula nantiknya, karmapala namanya" ucap Pras


"Maksud mu apa?" Ucap jaya


"Ya kan kamu mendapatkan Mala hasil merebut dariku, dan sekarang dia direbut oleh lelaki lain, impas kan jadinya"


"Jaga ya bicaramu"


"Bicaramu faktanya"


Tak lama terlihat mobil Juan sudah berada didepan market


"Aku duluan ya Jay, Pras, itu tunangan ku sudah datang, udah kalian lanjutin sana aku muak" ucapku


"Oh baiklah" ucap pras


"Liat karna ulahmu" ucap jaya


Aku meninggalkan mereka disana, muak dengan pertengkaran karna aku paling tidak suka..


Berselang seminggu dari pertunangan ku, devi bilang sudah menikah dengan Wayan. Dan baru bisa merayakan nya hari seminggu setelah pertunangan ku


"Devi, kenapa gak bilang dari awal, aku bisa kan bantu ini itu" ucapku


"Ya aku tau beban mu Mala, lagian kamu kemaren lagi sakit aku juga gak enak. Tambah kamu repot sama si Rega"


"Ya ampun kamu kenapa sih. Kenal aku udah lama ini"


"Yaudah intinya lusa kita happy"


"Okeh"


"Ajak Juan"


"Beres"


Tak berpikir panjang aku mengabari Juan, supaya tidak terkesan mendadak


"Oh gitu, yaudah lusa kan" ucap juan


"Iya lusa" jawabku


Esok siangnya, Juan datang bersama Rega, membawa bungkusan


"Untuk kita pakai di nikahan devi, gimana?"


"Wah bagus, kembar ya"


"Iya, aku, kamu sama Rega"


"Iya ma nantik kita samaan bajunya, bagus kan? Papa yang pilih sama Rega"


"Iya bagus sayang" jawabku


Esoknya aku bersiap dan tak lama Juan datang menjemput, sesampainya di acara lokasi, aku baru ingat lupa tak membawa kado


"Udah aku udah beli, kuberi nama dari aku dan kamu" ucap Juan


"Apa memang?"


"Badcover, aku kadoin kwitansi nya aja untuk bukti pengambilan nya di toko yang sudah tertera.."


"Gak kemahalan kah Juan?"


"Enggak kok, kecil"


Dalam hatiku, yaiyalah kecil, Juan kan pengusaha besar, tender nya dimana-mana, pasti kecil untuk ukuran tempat tidur jadi kado pernikahan


Saat setelah menikmati hidangan, aku dan Juan berfoto ria dengan Wayan dan juga devi


"Makasih udah datang kak Juan, kamu juga Mala" ucap devi


"Iya santai aja"


Berminggu-minggu kemudian, devi menelfon ku karna sedang kesepian, dia ingin bermain kerumah ku tapi takut mengangguku


"Udah gak papa kok sini aja devi" ucapku


"Beneran nih aku kesana sekarang"


"Iya kesini sudah, kutunggu"


Tak lama devi datang


"Kemana emang si wayan?" Tanyaku


"Biasa, kerjaan di Jakarta"


"Ya begitulah jadi istri harus bersabar, kan suami juga kerja untuk kamu"


"Iya, eh kamu tau enggak, aku udah hamil, dua bulan, tujuh atau delapan bulan lagi lahiran"


"oh ya, delapan bulan lagi? Sama donk aku juga nikah sama Juan kurang delapan bulan" ucapku


Wah asik nih, dapat berita dari devi yang sedang persiapan kelahiran sementara aku persiapan pernikahan


"Oh ya, wah bakal banyak acara padat kita ya" ucap devi


"Iya Dev, bakalan sudah" ucapku


"Kamu yakin mal, mau nikah sama Juan, dengan duda anak satu?"


"Yakin kok Dev"


"Apa dari hatimu"


"Iya"


"Aku tau hatimu masih untuk Pras kan"

__ADS_1


"Itu masa lampau, sekarang hanya akan ada Juan"


Dan 7 bulan kemudian


Aku tau devi sibuk dengan akan datang nya kelahiran bayi di tengah-tengah nya dengan Wayan, maka dari itu aku tidak mau merepotkan nya, karna aku pun takkan minta bantuan nya ataupun minta dibantu nya


Tapi dihari pernikahan ku, saat sedang berjalan setengah jalan tiba-tiba jaya memotong nya


"Stop" ucap jaya


"Jaya" ucapku


"Stop Mala, aku tuh cinta sama kamu, aku gak mau kamu nikah sama dia, cintaku lebih murni mal" ucapnya


Aku pun menamparnya, dan menyuruhnya keluar, dan melanjutkan pernikahan


Setelah semua lancar, di hari perayaan justru bertemu dengan pras..


Membuatku mulai luluh dan bersedih akhirnya menitihkan air mata


"Aku tau ini sudah jalan terbaikmu" ucap Pras


Dalam hatiku, aku sangat ingin memberitahukan jika aku masih mencintaimu Pras.. tapi sekarang kondisi nya berbeda


"Semoga Berbahagia, aku tak lagi akan menganggu milik orang lain apalagi merebutnya" ucapnya


"Tapi,." Ucapku


"Untuk sekarang tidak ada kata tapi, maaf aku datang tanpa undangan hanya ingin memberikanmu selamat"


"Aku masih mencintaimu Pras" ucapku menangis


Pras yang mulai berjalan terhenti dan membalikkan badan kearahku


"Aku pun sama, bahkan lebih besar dari rasa kamu, kamu tau aku rela mencintaimu tanpa harus memilikimu" ucapnya


"Jangan..." Belum selesai ku berbicara


"Jika aku mau, aku akan bawa kau pergi jauh, lari dari semua hal, hidup bahagia, tapi semua berbeda Mala, kita sudah dijalankan oleh takdir masing masing, percaya lah Juan bisa melebihiku, dan kamu Juan, aku meminta bahkan mohon, tolong jaga dia, jangan sakiti dia, sampai kudengar kau sakiti dia setitikpun, akan kubuat kau menderita selamanya" ucap Pras


Pras pun berlalu, Juan memelukku yang sedang menangis


"Kamu gak marah?" Tanyaku


"Untuk apa?"


"Untuk tadi, aku masih mencintaimu dia, aku masih belum bisa lupakan dia, apa kamu bisa?"


"Bisa, aku bisa menerima, aku bisa setia menunggu hingga kamu mencintaiku, kamu mencintai Rega seperti anakmu sudah cukup untukku"


"Makasih Juan" ucapku menangis masih memeluk erat Juan


Esoknya setelah acara pernikahan ku, kembali dengan aktivitas pekerjaan Juan yang padat, karna aku tinggal bersama dengan juan, aku pun menyewakan rumah peninggalan kedua orangtua ku, untuk nambah nambah masukan keuangan ku


Dan dihuni oleh beberapa pegawai yang bekerja di mall dekat rumahku


Sementara aku, yang sudah menjadi ibu sambung untuk Rega siap mengantarkan Rega untuk mendaftar sekolah di taman kanak-kanak / taman bermain


Dan setelah diterima, aku juga siap antar jemput bahkan menunggu hingga pulang sekolah Rega


Menjadi ibu tiri tak semuanya harus jahat, kasar, terkesan kejam, tapi aku membuktikan menjadi ibu sambung pun akan ku perlakukan seperti anakku sendiri, terlebih papa dari rega bisa menerima aku yang awalnya aku masih mencintai lelaki lain setia menunggu  hingga akhirnya aku bisa mencintai nya sepenuh hati


Sekalipun aku akan dapatkan anak kandung ku dengan Juan pun takkan ku sia-siakan Rega karna dia amanat untuk suamiku, dan suamiku mempercayakan padaku, membuatku harus bisa mengemban amanah dari kepercayaan suami


Dan lukisan yang di lukis oleh Rega menjadi kenyataan, dimana ia melukis kebahagiaan antara aku, dirinya, dan Juan dalam sebuah rumah impian nya


catatan :


maaf ya gais jika penulisannya banyak typo dan salah kapitalnya, karna saya langsung ambil dari Plat.W


jadi tinggal skrol dan copy lalu paste


untuk penulisan nama cast pemainnya


juga saya kasih nama saja ya, dan jika kurang saya sekali lagi minta maaf


thanks for your time untuk membaca ceritaku


semoga kalian tidak bosan..


.


.


.


.


.


.


.


-SELESAI-


cast pemain :


I Gede Gusti Kumala


Prasetyo Anggara


Juan


Rega


Ariana Dewi


I Gusti Ngurah Rai


Kadek Devi


Wayan


Anjani


Ketut


Diyon


Merri


Bian


Jaya


Frans


Agung


Dimas


Kafee Mild - nama Cafe

__ADS_1


__ADS_2