
"Makasih mbak"
"Iya"
"Ini mbak untuk bilnya"
"Eh biar aku aja"
"Apaan enggak aku aja. Ini mbak"
Setelah aku dan Roy saling bertukar cerita
"Roy, kamu kuliah disana gimana ?" Ucapku
"Roy?" Ucapku kesal
"Eh malah bengong kenapa Roy" ucapku lagi
"Ehm
"Hem.. maaf"
"Kamu kenapa ?"
"Nggak kok, gakpapa"
"Ou, liatin aku, jelek ya"
"Enggak kok"
Setelah selesai, aku diantarkan pulang oleh Roy, naik mobilnya
Sesampainya dirumahku
"Selamat tidur ya.."
"Iya.. kamu juga hati-hati dijalan nya"
"Nomor kamu aktif kan"
"Aduh, itukan nomor si Bella" ucapku dalam hati
"Ehm.. iya iya aktif kok"
"Yaudah nantik aku sampek aku hubungi ya"
"Iya"
Sesampainya dirumah, pukul 20.30
Sudah ada lani dan Linda disana
"Syifaaaa..."
"Linda, lani?"
"Dianter siapa"
Aku menceritakan semua tentang Roy
"Oh dia Roy"
"Iya.."
"Aku gak jelas sih. Agak gelap" ucap lani
"Orangnya gimana ?" Tanya Linda
"Baik kok, baik"
"Baik baik kamu itu kadang polos membutakan"
"Apa sih"
"Ehm yaudah aku pulang deh"
"Loh terus bentar amat kamu kesini"
"Iya mastiin dia pulang aja" ucap lani
"Hem ya deh, aku disini deh" ucap linda
"Jadi nginep?" Tanya ku
"Iya.."
Cukup lama aku dan Linda bercerita, dan tidur pukul 01.40
Bangun lagi pukul 04.50
Bangunkan Linda yang sangat susah dan akhirnya aku mandi
Setelah semua siap, tinggal berangkat, mobil semalam datang tanda Roy datang
"Tuh siapa fa"
"Kayaknya Roy deh, itu mobil dia"
"Ou"
"Hay"
"Eh hai Roy, kok pagi-pagi udah kesini"
"Kamu mau ke kampus ya?"
"Iya"
"Aku anter"
"Ehm tapi aku sama temenku, eh iya kenalkan dia, ini teman ku, Linda"
"Hai, Linda"
"Roy, ya gakpapa ikut bareng aja"
"Tapi, aaku terserah Linda"
"Ya udah ayok deh" ucap linda
Selama perjalanan..
"Kamu nantik selesai nya jam berapa?"
"Jam sepuluh"
"Aku jemput lagi ya"
"Ya deh, tapi sama linda juga ya. Kan mobil Linda dirumahku"
"Eh gausah fa, gausah aku ada perlu nanti"
"Perlu apa? Aku temenin?"
"Gausah"
"Tumben, biasanya sama aku terus"
"Udha gak papa kok fa"
Sesampainya dikampus
"Makasih ya Roy"
"Sama sama "
Diperjalanan menuju ruang prodi
"Fa.. sebenernya sih ganteng tapi kurang terawat aja sih"
"Ehm"
"Cobak deh ajak ke salon kek, mandi susu kek"
"Oke tapi uangnya ?"
"Aku kasih deh, kamu bayarin dia, biar dia keliatan gantengnya"
__ADS_1
"Harus ya.."
"Harus deh, nih uangnya, nantik keluar Klian kan, aku chat kan temenku jessica ya.. salon langganan"
"Iya sih tapi"
"Udah aku masuk noh"
Sepulang kuliah aku menuju depan kampus ku, yang sudah ada Roy
"Hai.."
"Hai, daritadi ?"
"Baru kok"
"Ehm"
"Jalan?"
"Boleh"
Selama perjalanan
"Ehm roy"
"Kenapa bel"
"Kita ke salon"
"Oh kamu mau nyalon"
"Bukan tapi kamu"
"Aku?"
"Iya, biar kamu berubah"
"Yaudah terserah kamu. Aku pengen buat kamu bahagia sekarang"
"Hem, nantik dekat bar sana belok kiri sedikit, sebelah kiri"
Sesampainya
"Hai fa.. tumben, sama siapa itu?"
"Ehm kenalin jes, teman ku, Roy"
"Roy"
"Jessica, pacaran ya ?"
"Doain" ucap roy
"Ehm ya deh Amin, eh ada apa nih fa?"
"Ehm iya ini, tolong Roy di spa, mandi susu kek apa apa deh terserah"
Setelah semua selesai, sangat jauh perbedaannya, benar kata Linda, sebenarnya tampan hanya saja kurang perhatian
"Kamu beda"
"Iya nih"
"Ehm ya deh berapa jes?"
"1500 aja deh fa"
"Okeh"
"Nih aku aja bayar"
"Nih biar aku"
"Udah ayok kita jalan lagi"
"Thanks ya jes"
"Sama sama syifa"
Diperjalanan
"Kamu mau gak jadi pacar aku ?"
"Pacar ?"
"Iya.. pacaran gitu kaya anak-anak jaman sekarang"
"Tapi kan, kita baru kenal"
"Kenal kan udah lama di Facebook, kan kita udah beberapa kali ketemu juga akhir-akhir ini"
"Mana aku lupa lagi, Bella kan memang sudah lama jalan dengannya" ucapku dalam hati
"Gimana?"
"Emm, nantik deh aku pikir lagi ya.."
Keesokan harinya, setelah aku dan Bella sedang sama-sama tak sibuk, aku mengembalikan uang kemaren dititipkan ke pelayan resto
"Hai Bella.."
"Eh hai syifa"
"Nih aku balikin"
"Loh kenapa ?"
"Gakpapa kok aku ada uang"
"Tapi aku iklas kok"
"Ya gakpapa"
"Em gitu, ya deh, eh gimana kemaren malam itu, kalian pasti udah jadian"
"Hehe belum kok"
"Tapi sering jalan kan?"
"Iya sering"
"Oya. Kemaren dia telfon aku yaa pas pertemuan pertama kamu ma dia itu, ya aku bilang aja aku syifa temen Bella terus aku kasih nomor kamu"
"Oh ya udah gakpapa kok"
"Kalian kapan jadian"
"Belum tau"
"Tapi dia udah bilang suka sama kamu belum"
"Udah"
"Kapan ?"
"Semalam"
"Wah serius, kamu jawab apa"
"Liat besok aja kataku"
"Kenapa gitu"
"Ya kan aku gaenak sama kamu"
"Idih ambil aja deh aku ma ogah"
"Ehm.."
"Ya fa ambil ajah gakpapa, udah diterima aja"
Aku hanya senyum dan kembali ke kursi ku
Hari ini, sore nanti. Aku sudah janji pada roy untuk menjawab pertanyaan nya semalam mau tidaknya aku jadi pacarnya
Dan mungkin karna hatiku masih untuk sofi jadi aku tak bisa menerima Roy, yaa meskipun aku tidak tau bagaimana wujud sofi sampai sekarang tapi entahlah mengapa aku sangat begitu yakin, soal perasaan ku untuknya
__ADS_1
Sore nya setelah aku dan Linda dari pinjam buku di perpustakaan, aku melihat sudah ada lani yang menunggu untuk pulang bersama. Tapi saat keluar dari kampus, terlihat Roy sudah menunggu di depan gerbang kampus
Dia melambaikan tangan nya ke arah ku membuat lani yang tidak kenal sama sekali dengan sosok roy bertanya
"Fa.. itu siapa, kok melambaikan ke kamu?"
"Itu..."
"Eh udah sana temui dulu" ucap linda
"Em yaudah deh nantik ya.. aku ceritain" ucapku ke lani
"Udah biar aku yang cerita ke lani fa.." ucap linda
Aku menghampiri Roy
"Hay Roy.."
"Hai, pulang aku antar ya"
"Boleh"
Selama perjalanan
"Gimana, udah dapet jawabannya" ucapnya
"Belum.. besok ya.."
"Ya deh, aku sih sabar nunggu kamu sampek kamu mau"
Aku hanya tersenyum. Dua hari kemudian aku tak memberinya kabar.. aku masih ragu apa yang akan aku berikan jawabannya
Suatu hari, Bella bertanya
"Fa.. sendiri aja"
"Eh iya ni lagi kerjain makalah nya pak Hartono kan lusa kumpulin, sama ada pemilihan untuk Mading, sibuk banget deh pokoknya"
"Eh.. aku ganggu waktu nya kmu sedikit aja boleh ya.. lima menit lah"
"Ya, emang kenapa ya bel"
"Enggak, aku penasaran aja.. kemaren loh aku liat kamu dijemput sama cowok pake mobil red itu siapa"
"Itu.."
"Pacar kamu ya.. ganteng banget fa"
"Em.. bukan bel, bukan pacar aku"
"Oh ttm ya.. udah fa terima aja langsung kalo nembak"
"Bukan juga bel, itu Roy"
"Roy ?" Dengan ekspresi wajah terkejut
Aku mengangguk
"Kok beda sama yang awal-awal ketemu itu ya"
"Oh itu, kan aku ajak aja dia ke salon, ya dapet ide dari Linda, anak prodi sebelah temenku sari sekolah itu"
"Oh.."
Bella hanya menjawab sesingkat itu lalu kembali ke kursi nya
Seminggu berlalu.. tak sadar Roy tidak sama sekali menghubungi ku, tapi aku tak merasa ada yang kurang, mungkin karna Sofi
Dan baru kemaren malam aku memikirkan Roy kenapa tidak ada kabar. Paginya dia kerumahku
Dengan serangkai bunga di tangan kirinya dan sepaket coklat di tangan kirinya
"Roy"
"Boleh aku masuk"
"Boleh boleh, masuk aja"
"Em makasih"
"Ada apa ini ?" Tanya ku
"Ini untukmu"
"Semua ?"
"Iya semua, khusus untuk kamu"
"Emm dalam rangka apa nih ?"
"Dalam rangka bahagia ku"
"Oh kamu lagi bahagia. Selamat ya.."
"Aku mau tanya"
"Soal apa ya Roy"
"Kenapa kamu ngaku Bella"
"Kamu tau dari siapa Roy"
"Ak tanya dijawab dulu nantik aku jawab kamu"
"Aku.. a..a..a..ku"
Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan dari balik pintu
"Lani, Linda"
"Aku udah denger semua pertanyaan mu" ucap lani
"Dia siapa"
"Dia la-" ucapan ku terpotong
"Lani.. sahabatnya syifa, musuhnya bella"
"Aku jelasin semua kalo kamu pengen tau ceritanya, Ya.. karna dia disuruh sama bella.." ucap linda
"Bella bilang apa waktu dia suruh kamu"
"Dia bil-" ucapan ku terpotong lagi oleh lani
"Dia bilang, ambil aja kamu atau buang sekalian kalo kamu jelek, tapi kalo kamu ganteng, syifa harus ngaku dia syifa bukan Bella" ucap lani
"Dan satu lagi, jangan lu kira gue sama lani gak tau soal lu yang seminggu terakhir jalan sama bella.. kenapa karna dia udah ngaku dia Bella dan kamu campakin temen gue"
"Hus apaan sih Lin.. udah" ucapku
"Kamu yang udah fa.. gak capek kamu di buat mainan dia sama bella"
"ya itu aku jalan sama bella saat dia udah ngaku dan aku kasih semua apa yang dia mau biar itu jadi alasan aku tinggalin dia. Dan mintak dia jangan ganggu aku"
"This is bulshit" ucap lani
"Sekarang angkat kaki mu"
"Tapi.."
"Keluar"
Roy pun keluar dari rumahku
Sejak kejadian itu, Roy terus berusaha meyakinkan aku soal perasaan nya, tapi tak membuatku menggubrisnya justru Bella yang merasa dirugikan atas persoalan yang ia buat sendiri lalu menghampiri ku
"Kamu" menunjuk arahku
"Kenapa Bella"
"Alah, belagak lu, kan gue bilang jangan lagi ganggu Roy, Roy udah sama gue. Dia udah tau siapa gue jadi dia gak bakalan suka sama lu, karna emang kita beda kasta"
"Ya bel kamu tenang aja, kan aku belum jawab pernyataan dia"
"Yakin, terus Kenapa bisa bisanya Roy bilang dia masih butuh kamu, kamu juga masih suka ya sama dia, sadar woi"
Tiba-tiba lani dan Linda datang..
__ADS_1
"Loe yang sadar. Roy gak suka sama lo. Dia suka sama syifa.. buktinya dia milih syifa ketimbang lo"