Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
VNS #2


__ADS_3

lalu Adella berfikir..


"pasti ceritanya si Hanum gak setuju sama si Raksa ini" gerutunya dalam hati


"udah lah, pergi aja gue, ribut kalian" ucap Adella


"eh enggak kok del, lu sih, sana pergi pergi" ucap Hanum


"yaudah gue pergi, bye" ucap Raksa menarik tangan Venya pergi


dan tinggallah berdua Hanum dan Adella


"yaaa Venya pergi sama Raksa, gue pikir deketin dia eh abangnya kecantol, arrrgggh benar benar dont cute" teriak Adella dalam hati


yaaa Hanum terus berusaha mendekati Adella, namun Adella tak menggubrisnya, yang Adella harap justru Venya..


suatu ketika, saat Adella bertiga dengan Raksa dan Venya diwarung soto, Raksa memesan terlihat masih lama mengantri sementara Adella bertanya sesuatu hal kepada Venya


"ven.. misalkan nih.. kalo ada deketin kau cowok begitu, kamu mau?" tanya Adella


"ini seumpama aku tah, padahal kak Adella?"


"loh ya bukan gitu aku tanya misalkan"


"misalkan, gimana sih?"


"ya misal ada cowok lain suka sama kamu, lebih dari si Raksa gitu gimana?"


"ya terserah dia aja sih kak mo gimana"


"yaa kamu masih sama Raksa?"


"yaa, selama Raksa masih menjadi orang satu satunya yang tak pernah kasar padaku"


"em... gitu"


"wih tanya begitu biasa nya dia dideketin cowok jadi timpalin ke kamu ven" ledek Raksa


"Raksa" ucap Venya kaget


"hmm.. ini makan"


dan memang terlihat jika lelaki disamping Venya itu sangat menjaga dan menyayangi Venya.. buktinya?


dia membawakan makanan, menuangkan kuah ke piring makan Venya karna ia takut baju Venya kebasahan, intinya menjadi lelaki siap siaga deh, yaaa jelas kalah diapain juga si Adella..


dan kondisi itu membuatnya kembali ke dokter tempatnya konsultasi sebelum operasi gender


"hai Fadillah" sapa dokter


"siang dok" ucapnya


"eh tumben saya panggil Fadillah gak bantah?"


"nah itu dok masalahnya, wait dok jangan kidding dulu"


"inggrismu masih sering bikin mules perutku, okay btw ada apa ini, main kesini?" jawab dokter


"dok, saya nih cerita ya, saya kan udah jadi cewek nih, keseluruhan saya percaya kan ke dokter nih, dan akhir akhir ini saya kenal sama perempuan yang membuat saya jatuh cinta, dan membuat saya ingin sekali merubah lagi saya yang dulu" jelas Adella


"ha.. kamu jadi mau operasi lagi"


"tunggu dulu deh dok, emang bisa?"


"kenapa tidak?"


"pusing saya dok mau cerita siapa, keluarga gak ada, temen tau saya ya cewek tulen, ya cuman dokter.."


"oh gitu, jadi kamu mau balik lagi nih?"


"iya.. bisa kan dok?"


"bisa..  bisa...."


ketika operasi itu kembali dilakukan, benar benar pilu, sakit minta ampun, namun ia lakukan, padahal ia belum tau apa jawaban kepastian dari Venya..


tapi ia seyakin itu, ia berharap Venya menerima ketika ia menceritakan semuanya setelah kembali ke asalnya..


namun hampir dua bulan dan mulai hari baru di bulan ketiga, Adella yang sudah berubah menjadi lelaki mengenalkan dirinya kepada teman temannya dan menceritakan namun tak ada yang percaya..


dan ketika beberapa bukti mengarah kepada keyakinan, beberapa temannya menerima, namun tidak pada Venya


ketika Venya mengetahui itu, membuatnya kaget..


didepan orang tua Venya, dan didepan Raksa maupun Hanum, Adella menceritakan semuanya...


"aku terlahir laki laki, tapi memang sejak kecil aku menganggap diriku perempuan, itu karna aku sering melihat ayah ku yang kasar pada mamaku, membuat ku benci terlahir jadi lelaki, namun ketika aku bertemu denganmu, mengenalmu, dekat denganmu, aku ingin menjadi lelaki yang merubah image jelek karna papa" ucap Adella


*nah kita ganti nama Adella jadi Fazza ya..


yang shock disini jelas Hanum, karna Hanum begitu mengejar Adella


"jadi kamu?"

__ADS_1


"aku Fazza Fadillah.. aku terlahir lelaki, dan memutuskan kembali menjadi lelaki untuk kamu" ucap Adella menyentuh tangan Venya


Venya melepaskan pelan


"aku minta maaf kak, aku tidak cari yang sempurna, tapi aku masih begelut dengan perasaan ku didalam hubungan ku dengan lelaki lain" jawab Venya


"Raksa, bantu aku menjadi sepertimu, agar Venya menerima ku" ucap Fazza memohon pada Raksa


"ha.." jawab Raksa kaget


"emm.. kak, aku gak minta kamu jadi dia, aku minta kamu jadi diri sendiri aja, tapi bukan aku yang pas untukmu"


"kenapa ven? kenapa bukan kamu, aku tau siapa diriku, aku yakin aku suka pada kamu, lalu kenapa bisa kamu yang yakin kalau bukan kamu yang kupilih? mau bilang kamu gak sempurna? kalo kamu gak sempurna, gak mungkin aku bisa merubah diriku lagi menjadi seperti ini setelah kesana sini aku ganti kelamin" ucap Fazza


"aku yakin ada orang lain diluar sana.."


dan jodoh pun bertemu..


"eh.. rame.. ganggu, sorry" ucap Remi


saat menoleh.. dan sedikit mengenali wajah itu


"Fadillah?" sapa Remi


"kamu Ramitha?" tanya Fazza


"em.. Remi.. bentar kalian?" ucap hanum


"dia lelaki yang dijodohkan sama orang tua aku ketika aku baru saja lulus sekolah dasar, karna aku tak mau sama dia, aku menolak, bahkan sampai aku membentak kedua orang tua ku, dan kupikir karna rasa perlawanan ku pada kedua orang tua ku, aku dapat ganjaran dari tuhan ada rasa menjadi lelaki, aku bingung,  kenapa aku menjalani kebiasaan dia yang sering diceritakan mamanya pada mama ku" jelas Remi


dan fakta terkuak, keduanya merasa hal yang sama, sama sama berdosa pada kedua orang tua masing masing karna membentak dan berlaku kasar karna perjodohan, mereka dapat karma keluar dari jati diri masing masing dan seperti bertukar jiwa..


karna tak hanya Remi, Fazza pun merasakan jika kebiasaannya pun sama dengan cerita dari mama Remi


"apa mungkin karna kita saling menghina waktu itu, kamu ingat?" tanya Fazza


"iya aku berpikir sama"


dan sebelum berpisah dengan keluarga masing masing, Ramitha maupun Fazza ternyata saling menghina satu sama lain dengan cacian sadis dan doa doa jahat supaya saling tidak bahagia.. dan itu mereka rasakan hari ini


"terakhir aku dengar kamu bukannya operasi gender?" tanya Remi


"iya.." jawab Fazza


"tapi kenapa masih seper..ti.."


"aku merubah demi wanita yang kusuka, namun ketika aku kembali membuka hati pada wanita, dia menolakku, mungkin bukan jodohku, tapi jodoh Raksa karna mereka memang cocok" jawab Fazza


"iya.."


"aku juga"


"kamu?"


"yaa seperti yang ku bilang, karma datang padaku, aku menjadi suka sama cewek, tapi aku belum sempat oprasi, karna mahal, aku kuliah aja hasil beasiswa"


"hmm..."


"aku mohon jangan kutuk aku seperti ini" ucap Remi


"aku tidak mengutuk mu, maafkan perkataanku waktu itu" ucap Fazza


Adella pun memeluk Remi


dan fakta lagi..


ketika Hanum mendekati keduanya


"sebenernya, aku suka sama dia, tapi aku tau kamu lebih pantas untuknya" ucap Hanum


yang ternyata Hanum sudah mulai menyukai Remi


dan setelah mereka selesai dengan dialog bak drama queen mereka


telihat Venya dan Raksa dan yang lainnya terdiam menatapi Remi dan Fazza kecuali Hanum yang langsung mengerti semua dialog dan arah pembicaraan keduanya


"yaaa kenapa jadi matung semua" ucap Remi


"kalian.. ya tuhan, didepanku melihat jodoh bertemu kembali dengan kekurangan masing masing.." ucap Raksa


"liat deh, kak Remi, pakai rok, tumben, sudah pertanda ketemu jodohnya mungkin" jawab Venya


"nah lo, gue baru sadar ini" ucap Hanum


Remi tersipu malu, begitupun Fazza yang dianggap sudah sama sama kembali ke jati dirinya dan bertemu lagi..


sejak itu, Remi dan Fazza menemui kedua orang tua masing masing dan menerima perjodohan itu


namun semua terlambat, kedua orang tua  masing masing sudah meninggalkan dunia dan meninggalkan mereka selamanya..


"masih ada kita disini kak Remi" ucap Venya menenangkan keduanya


dan ketika pernikahan itu digelar..

__ADS_1


bahagialah Remi dan Fazza


namun dihari pernikahan, tak mau kalah romantis dengan cerita cinta mempelai, Raksa pun melamar Venya


"ve.. disini, aku berdiri dan berlutut dihadapanmu, karna dihari ini hari yang tepat untuk aku katakan, aku mencintai kamu, aku sayang sama kamu, mau kah kamu menerima aku?" tanya Raksa


betapa senang sampai berlinang air mata kebahagiaan


"aku gak mau pacaran, kamu tau itu, lalu maksud kamu begini, kamu..."


"iya aku lamar kamu, menikahlah denganku"


baru akan menjawab iya...


terlihat wajah Hanum yang kaget baru menerima telfon dari kepolisian


"Venya.. mama sama papa" ucap Hanum


espresi Raksa dan Venya berubah masam


"bang.. udah, aku tau aturan yang lebih tua kok, aku tidak akan menikah menduluimu, tapi tolong bang, biarkan aku setidaknya ada ikatan resmi sama dia, restui kita bang" ucap Venya


Venya pikir, Hanum mencoba membuat semua keromantisan dari Raksa berubah.. tapi salah...


Hanum justru mengabarkan jika ia baru mendapat telefon dari kepolisian jika Ninin terjebak dirumah nya yang kebakaran dan terlambat tertolong membuat kehilangan nyawa keduanya


Venya langsung melepaskan kotak cincin persembahan Raksa, karna kotak cincin terbuat dari kaca, jika terjatuh ia pecah..


"ayo" ajak Hanum kepada adiknya


Venya berlari menuju mobil kakaknya, Hanum yang akan melangkah pergi, menoleh kearah Raksa dan menepuk pundak Raksa


"maafkan aku, mungkin ini tidak tepat untuk ku bicarakan, tapi ini menyangkut orang tercinta aku dan Venya, sumpah bukan maksud aku merusak kebahagiaanmu"


Raksa memeluk Hanum, dan kali pertama nya keduanya saling menguatkan..


"aku tau kamu kuat dan tolong, kuatkan venya" jawab Raksa


dan ketika Hanum dengan Venya pergi, Raksa meminta mempelai terus melaksanakan acaranya hingga kelar, dan Raksa yang akan memberikan kabar pada kedua mempelai jika ada informasi baru..


dan ketika hari pemakaman itu.. mereka menuju rumah yang sudah menjadi tembok yang hancur menjadi debu


melihat kondisi rumah dan kehilangan dua orang berperan besar dihidupnya wajarlah seorang Venya tersungkur jatuh tak mampu kakinya menyanggah tubuh nya..


dan Raksa memeluknya.. memberikan kekuatan tersendiri untuk Venya..


bahkan ketika Venya tak mampu lagi menahan berat badannya karna lemas, bak memiliki tenaga besar, raksa mengangkat tubuh Venya ke mobil Hanum, dan Raksa terus memeluk Venya


Hanum melihat tulusnya Raksa pada Venya.. bahkan Raksa tak peduli dengan yang dimiliki Venya tak tersisa ia tetap sayang dan perhatian sepeduli ini pada adiknya..


membuatnya hari itu juga merestui hubungan Raksa dan Venya..


"nangis, sekuat kuatnya, aku tau hatimu, aku tau rasanya semua.. aku hanya bisa membantu menenangkan, entah apa lainnya yang aku bisa bantu aku akan bantu walau aku tak mampu" ucap Raksa


karna Venya dan Hanum sudah tak memiliki rumah, Raksa dengan cepat persiapkan pernikahannya dengan Venya supaya bisa tinggal dengannya..


sementara, Venya tinggal dirumah lama nenek Raksa, tak besar tapi cukup lah, namanya juga di pedesaan sedangkan Hanum memutuskan untuk bekerja keluar kota agar melupakan banyak hal di kota itu


sementara Hanum memilih untuk mencari kos kosan dan pekerjaan


beberapa bulannya, Raksa dan Venya pun menikah, dan hidup bahagia


.


.


.


.


.


.


.


-SELESAI-


cast pemain :


Venya Nurani Salendra


Daeng Hanum Salendro - kakak Venya


Raksa Daniell Ruseldi - pacar Venya


Ramitha / Remi - teman Hanum


Fazza Fadillah / Fazza Adella Nurputri - teman Venya


Yani - ibu Raksa


Ninin - ibu Venya

__ADS_1


__ADS_2