
disini aku mau cerita tentang kisah Danar dan Tasya..
Awal cerita dimulai dari Danar Alamsyah
Danar adalah seorang pemain sepakbola.. diawal kariernya hanya seorang suporter biasa, hingga kegigihannya membuat dirinya menjadi pemain dan diterima di persiapan fc..
Suatu hari Danar seperti biasa berlatih untuk persiapan tanding dengan beberapa pemain lawan.. pagi hari saat Danar bangun semua sudah tertata rapi.. mulai dari shampoo yang kemaren habis sekarang sudah ada yang mengganti baru.. lalu sepatu dan bola yang sudah siap tinggal bawa.. dan dibawah lutut Danar yang tergores kemaren sudah tertutup hansaplas.. setiap pulang pasti kamarnya sudah rapi..
"siapa sih yang melakukan ini?" gerutunya
Karna sering terjadi.. Danar mencari tau siapa orangnya.. tapi tak kunjung bertemu siapa orangnya, ia memerhatikan disekitar rumahnya juga tapi tidak ada satu orang pun yang bisa ia curigai
Ketika Danar pulang dari rumah teman satu tim nya waktu menunjukkan pukul 12 malam.. Danar melihat seorang perempuan, tetangga depan rumahnya sedang membersihkan sepatu miliknya
"heeei" teriak Danar
dan karna juga ke geb, wanita itu hanya diam tanpa pergi juga, dia adalah Tasya
rumah Danar dan Tasya berhadapan, karna mereka tinggal di rumah susun dan yang selama ini yang merapikan semua adalah Tasya
"kamu, apa yang kamu lakukan?" tanya Danar
"aku. hanya membantu mu membersikannya" kata Tasya
"oh jadi selama ini?"
"iya, aku semua melakukannya"
"kenapa kamu bisa masuk, bagaimana membuka pintu rumahku?" tanya Danar
"kamu tidak pernah menguncinya, apalagi setiap pulang larihan sepak bolamu"
"astaga iyaa juga"
Karna Danar merasa itu sepatu miliknya ia bertanya pada Tasya yang sedang membersihkan sepatu nya dan Tasya ketahuan juga..
"Terus kau.. sedang apa memegang sepatuku?" Ucap Danar kepada Tasya
Tasya berlari masuk rumahnya dengan cepat karna rasa malunya juga sudah ketahuan oleh Danar, ia mengembalikan sepatu yang sudah rapi itu
keesokan harinya..
__ADS_1
Tasya menonton pertandingan sepak bola.. Pertandingan selesai Tasya bergegas pulang agar tidak ketahuan oleh Danar
Tepat di pintu keluar Danar tak sengaja bertemu Tasya dan menyapanya..
"Hai.. kau tetangga depan rumah ku kan?" tanya Danar
"Eh iyaa.." jawab Tasya gugup ketahuan lagi
"kemarin belum sempat berkenalan, kenalin.. aku Danar" ucap Danar dengan mengulurkan tangan nya
"Oh iya.. aku Tasya" jawab Tasya dengan menerima uluran tangan itu
Keluarlah pelatih Danar, menyapa mereka bedua disana
"Hai.. kau yang tadi nonton yaa.. aku sering lihat kau nonton setiap ada Danar" kata Adam, salah satu pelatih Danar disana
"Hehe bisa aja, gak juga kok. memang lagi suka banget sepak bola" jawab Tasya
"hahah iya kenalin Tasya" kata Danar
"Oh hai Tasya.. aku Adam" kata Adam
Beberapa menit kemudian Tasya dan Danar pulang bersama karna rumah mereka berhadapan..
Keesokannya Tasya bangun pagi untuk membuatkan kue kesukaan Danar.. yaa Tasya tau semua tentang Danar karna Tasya penggemar rahasia Danar sejak lama tepat nya sejak Danar pindah di rumah susun depan kamar pintu milik Tasya
"Thanks Tasya.." ucap Danar drngan berlari kecil
"Danar.. nantik aku nyusul yaaa"
Danar sudah tak terlihat dan Tasya bersiap-siap untuk melihat Danar bertanding..
sepulangnya setelah tanding Danar melihat dipapan tidak ada nama Danar dipapan tersebut.. Danar menemui Adam, pelatih nya..
"bang Adam... kenapa namaku tidak ada disana?" tanya nya
"Oh iya Danar.. kau berhasil masuk Timnas.."
"oh ya??" jawab Danar dengan ekspresi sangat senang
"Yaa.. sekarang kamu harus lebih lagi berlatih.. bulan depan kau sudah mulai dengan aktivitas barumu disana" kata Adam menjelaskan..
Adam pulang dengan rasa bahagia dan bertemu Tasya di pintu keluar karna memang Tasya sudah menunggunya..
__ADS_1
"Kenapa Danar.. kok wajahmu ceria sekali?" tanya nya
"Tasyaaa.. aku berhasil masuk Timnas" ucap Danar senang
"Oh ya? Selamat yaa ya"
"Makasih Tasya.."
"Oh iya kita pulang bareng kan?" Tanya Tasya
"emm sorry kau pulang dulu aku sedang ada perlu"
"Oh yaudah.."
sepulang nya Tasya dari tempat latihan.. Tasya berniat membuat kue tart untuk kerayakan keberhasilan Danar
ia ingin merayakan, sekaligus dengan kedekatan mereka yang sudah beberapa bulan ini selalu bersama, bahkan kedekatan mereka berdua sudah diketahui juga oleh teman teman semua dilapangan tempat Danar latihan termasuk Adam, pelatihnya
Tasya merapikan seluruh kamar Danar.. setelah satu jam berlalu Danar tak kunjung datang.. Tasya mencoba menghubungi tapi tak direspon..
dan Tasya bertanya pada salah satu teman satu tim Danar dan ia mengatakan bahwa sempat mendengar pembicaraan nya dengan Taufik jika mereka merayakan bersama disalah satu club malam, Taufik adalah salah satu teman di timnas baru Danar
"bang, kelihatan Danar kemana gak?"
"Danar? oh Tasya, aku dengar tadi sama Taufik janjian"
"Taufik?"
"itu anggota di timnas baru Danar juga"
"oh"
Tasya bergegas menuju alamat yang diberi teman Danar disana.. sesampainya Tasya mendapati Danar sedang asik bersama dua perempuan di club tersebut.. dan akhirnya Tasya meninggal kan tempat itu..
Sesampainya Danar dirumah nya.. Danar mendapati rumahnya sudah rapi dengan hiasan hiasan di dindingnya, karna mabuk juga, dan ditambah Danar bukan tipe yang suka dengan dekor dekor tembok yang baginya itu kotor juga jadi ia mencopotinya..
saat melihat diatas lemari es sudah ada kue tart dan seketika Tasya datang menghampiri Danar malam itu..
lalu Danar mengembalikan kue buatan Tasya disana
"Terimakasih atas semua nya Tasya.. aku harap ini yang terakhir kau ganggu aku dengan segala kesibukanmu.."
Tasya memandangi kue yang dikembalikan oleh Danar itu dan melihat sekeliling kamar Danar yang sudah Danar rusak hiasan-hiasan nya semua
__ADS_1
Keesokan harinya.. Danar berlatih untuk pertama kali ditengah-tengah pemain Timnas barunya..
Sepulang latihan.. Danar mendapatkan sepeda gunung dari Adam untuk kendaraan nya karna Adam tau Danar selalu berjalan kaki dari rumahnya meskipun tidak terlalu jauh juga dengan lapangan bola