Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
KI #2


__ADS_3

tapi Ben merasa kejanggalan dari Vandra yaitu ketika Vandra menatap Naya tanpa berkedip dengan tatapan tajam bahkan sampai Naya pergi pun masih ditatap olehnya


"woi" ucap Ben mengageti Tirta


"apa dah?" jawab Tirta kaget


"kalian suka ya sama dia?"


"apasih? gila loe?" tanya Tirta


"serius gue, ya kan, suka loe loe pada nih"


tapi ketiganya mengelak, jika mereka sama sama memiliki rasa tertarik kepada Naya, bukan karna tidak mau mengakui didepan Ben tapi karna tidak mau mengakui depan yang lain antara Vandra, Tirta dan Banyu


beberapa menit lagi, Ben ke kamarnya, Naya menyapa Ben..


"bang, itu gak di suguhi minum? kasihan bang" kata Naya


"oh ya, sampek lupa, bikin apa? beli aja kali ya"


"iya bang beli, didepan, kan ada"


"oh di warung baso saja, ujung gang sebelah"


"oh yaudah aku beliin"


"ini duit nya, belikan teh sama kopi susu yang dingin semua"


"okeh"


Naya pun pergi lewat ruangan tamu, lalu menyapa ramah kearah ketiga pria disana, lagi lagi, mata Vandra masih mengikuti kemana perginya Naya hingga benar benar tidak terlihat


tak lama Naya datang, melihat hanya ada Banyu dan Vandra


"loh bang? kemana yang lain?" tanya Naya


"ahh, bang Tirta kayaknya pergi ke toko fotocopy" jawab Banyu


"oh, yaudah ini bang, aku disuruh tadi sama bang Ben, belikan ini, minum bang, buat kalian itu"


"oh makasih, oh ya, nama kamu Naya ya?" sapa Banyu


"iya bang"


mereka mengobrol disana, selama itu pula Vandra hanya diam tapi dalam hatinya, ia menatap wajah Naya tanpa henti dengan sangat dalam


tak lama Tirta datang dengan Ben..


"Naya?" sapa Tirta


"Na, sudah kamu belikan?" tanya Ben


"itu bang, aku tinggal bang ya"


sejak itu, rasa penasaran Vandra makin menjadi jadi, membuatnya sering datang kerumah Ben


bahkan membuat Ben jadi heran karna Vandra yang tadinya terbilang sangat jarang datang malah cukup rutin datang, tapi membuat Ben heran lagi dimana waktu berbeda hampir bersamaan juga, Tirta dan Banyu juga sering datang


Ben mengawasi mereka, mereka awalnya tidak mengakui alasan ketiga menjadi sering datang, tapi Ben sudah menyadari alasan apa sebenarnya membuat mereka jadi sering datang


Ben tau ketiganya menyukai Naya diam diam tapi gengsi mengatakannya karna masing masing tau jika mereka sama sama suka pada Naya, tapi yang paling menonjol disini adalah Vandra


"Dra? kamu datang lagi? gak sama Banyu ya?" sapa Ben


"gak bang, sendirian"


"oh kenapa Banyu sama loe sendiri sering datang?"


"gak tau si Banyu, dia kaga pernah ngajak gue bang, padahal gue juga kan butuh temen, butuh orang orang terdekat" kata Vandra


"oh ya? gak pernah ngajak kamu? tapi dia sering deh sepertinya kemari"


"oh ya bang?"


"iya"


melihat Vandra bisa dekat dengan beberapa anak di tongkrongan itu, Ben sedikit makin heran karna dimana sosok Vandra yang kaku, malah cepat bisa akrab dengan beberapa teman tongkrongan yang lainnya


dan juga terlihat cukup dekat dengan Tria dan juga berusaha untuk dekat dengan Naya


"Dra, gue mau ngomong deh, loe deketin Naya ya?" tanya Ben

__ADS_1


"bang, jangan keras keras. takut ada yang salah paham"


"loh kenapa memangnya? ya bener ya kamu sukah sama Naya?"


"ya wajar kan bang cowok suka sama cewek?"


"beneran jadi loe suka?"


"ssst bang"


"waah jangan jangan si Tirta dan Banyu juga lagi, mereka juga terlihat sering datang kemari, jangan jangan sama kaya loe deketin Naya"


"ya kali bang"


"serius. jarang tau mereka kesini, akhir akhir ini malah sering"


hari berlalu, dimana kedekatan Vandra dan Naya mulai terlihat jelas, bagaimana seperti dilihat, sudah tidak seperti teman dengan teman biasa


"kalian pacaran ya?" tanya Nunu kepada Naya


"gak kok, teman biasa. sama dengan yang lainnya" jawab Naya


"ah masak? gak seperti teman begitu, aku yakin lagi dekat banget ada hubungan"


"ya dekat banget, tapi gak ada hubungan apa apa"


"kenapa memangnya kalo ada Nu?" tanya Vandra


"ya gakpapa, turut bahagia saja lah" jawab Nunu


dan kedekatan mereka terdengar oleh beberapa teman yang lainnya termasuk Tirta dan Banyu tapi keduanya masih terlihat santai saja


ketika Banyu datang ke rumah Ben dan benar disana ada Naya dengan Vandra dan dengan beberapa teman lainnya juga sih


"memang benar ya kalian dekat?" tanya Banyu


"teman biasa aja bang Nyu, gak pacaran kita" kata Naya


"emm, pacaran gakpapa kali, santai aja gue mah"


"iya beneran temenan kok kita"


"memangnya kenapa gak pacaran saja?" tanya Ben


ketika ada di rumah Ben, mereka makan bersama sore itu, ada Ben, Tria, Fahar, Nunu dan Naya pasti juga akan ada, tapi juga ada Vandra


saat akan makan, Naya mengambil minum dulu, ia tipe yang sering makan beberapa suap lalu minum, jadi butuh minuman di dekatnya saat makan sementara yang lain akan minum setelah semua makanan nya habis dimakan


dan setelah semua selesai makan, beberapa bepergian juga, dimulai dari Tria dan Fahar yang akan pergi jalan karna malam itu malam minggu, Ben juga akan masuk kerja shift sore hingga malamnya, Nunu yang tinggal bersama Naya dan Vandra


tapi tak lama Nunu juga pergi ke toilet


"Nuuu" sapa Nana


"hehe biasa" jawab Nunu


"dasar ya"


Nunu kebiasaan habis makan, tak lama pasti modol alias sakit perut dan langsung ke toilet buat buang air besar


sementara Naya tinggal bersama Vandra, Naya minum menghabiskan airnya digelasnya


"kamu minum enaknya, aku gak dibagi" kata Vandra


"yah ini tinggal dikit, aku ambilkan saja deh dulu ya" kata Naya


"iya udah"


Naya pergi ke dapur ambilkan minuman untuk Vandra, tapi Vandra menghabiskan air minum digelas Naya yang tinggal sedikit itu


tapi bukan soal dihabiskan air nya yang bikin aneh tapi malah karna Vandra meminum dibekas bibir Naya minum tadi, bahkan ia putari meminum gelas itu agar Naya bisa meminum bekas bibirnya juga


"ini" kata Naya


"iya makasih Naya"


"yah, airku kamu minum?"


"iya hehe haus, dikit banget, sorry ya"


"yaudah gakpapa, aku ambil lagi minum sekalian naruh"

__ADS_1


Naya kearah dapur diikuti oleh Vandra diam diam dan Vandra benar memastikan Naya minum di gelas yang tadi sudah dipakai bekas Vandra


saat Naya akan pergi dari dapur, Vandra berpura pura akan mengembalikan gelasnya ke dapur padahal ia memang sengaja mengikuti Naya


"sini gelasnya biar aku cucikan" kata Naya


"oh yaudah, nih"


kedekatan mereka semakin terjalin beberapa bulan saja karna tak selang beberapa lama, kedekatan Vandra dan Naya itu mulai memudar, karna kesibukan masing masing, Vandra sibuk dengan sekolahnya dengan banyak ujiannya


karna akan kelulusan juga jadi Vandra banyak pekerjaan kelas, ujian ujian kelas, dan beberapa ujian praktek, jadi sedikit sibuk, sedangkan Naya sibukkan dirinya dengan sekolahnya itu


tak terasa setahun sudah, hubungan tidak lagi terjalin antara Naya dengan Vandra, sudah terbilang lama dimana keduanya sudah sama sama sibuk masing masing


Vandra dekat dengan banyak wanita lain begitupun Naya sama, bahkan Naya sedang dekat dengan kakak sepupu dari teman sekelasnya


ketika setahun sudah dilalui, dimana Naya sibuk mempersiapkan untuk acara lepas pisah untuk kelulusannya dengan yang lain


"Na, nanti siapin buat alat musik ya, buat nanti ada pengisi band buat acara hiburan" kata ketua osis disana


"oh siapa band ya?"


"iya, Syahpa band datang, buat ngisi acara kelulusan"


Syahpa band atau dengan sebutan gampangnya yaitu Siapa band, Syahpa band sendiri adalah nama sebuah grup band yang terdiri dari empat anak laki laki, dimana keempatnya adalah saudara sepupuan


masing masing bernama :


Oktorian Syah (Okto) - vocalist


Darian Syah (Dari) - gitarist


Febrian Syah (Febe) - pianist


Adrian Syah (Adri) - drummist


karna keluarga mereka masih satu nenek, jadi silsilahnya adalah ibu Adri adalah anak pertama


ibu Dari anak kedua


ayah Febe anak ketiga


dan ayah Okto anak keempat atau bungsu nya


tapi keempat nya sama sama anak tunggal dari pasangan ayah ibu mereka masing masing, paham?


okeh lanjut ke cerita..


lalu bagaimana bisa Naya kenal mereka?


sebenarnya Naya hanya kenal dengan Okto, karna Okto adalah teman satu kelas nya bersama juga dengan Nunu.


Dari dan Febe sendiri adalah dua kakak kelas Naya juga, dimana Naya baru kelas tujuh, tapi Dari kelas delapan dan febe kelas sembilan.


sementara Adrian lima tahun usia diatas Naya, jadi Adrian lulus sebelum Naya masuk ke sekolah


"hai ook" sapa Naya kepada Okto


"hai Na, gimana persiapan loe?"


"besok kan? ini sudah aman kok"


"iya sih, eh iya ini ada surat titipan, lupa gue"


"dari siapa ini?"


"kepala sekolah, ya siapa lagi, pake nanya"


"bang Adri?"


"iya, baca lah, gue pergi dulu ya, bye"


"ya"


seperti biasa, Adri mengirimkan surat kepada Naya melalui adiknya itu, karna bukan sekali duakali Adri mengirimkan surat tapi tidak pernah begitu direspon dengan surat juga, yang penting Naya membaca


isinya hanya nanya soal kelas, pekerjaan sekolah, dan beberapa hal lain, maklum masih belum ada hape, sms aja masih sangat langkah saat itu, yaaa jaman jaman pdkt yang jaman dulu banget itu sih


hari berlalu, dimana hari berikutnya ketika acara dimulai untuk penyambutan acara lepas pisah itu, Naya dengan Nunu dan beberapa temannya santai duduk di pinggiran kelas, karna dari pinggiran kelas saja sudah cukup terlihat kearah pentas nya


"Naya" sapa Adri

__ADS_1


"hai bang"


Adri duduk disamping Naya, karna tau Naya dan Adri sedang pdkt jadi Nunu mripit pergi dulu, tinggallah Naya dengan Adri duduk berdua, lalu mengobrol soal kelulusan Naya, dan akan dilanjutkan kemana sekolah Naya


__ADS_2