Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Jordi Daylon Valentio Willman


__ADS_3


Jordi Daylon Valentio Willman atau pria yang sering di panggil dengan panggilan Jordi Willman


Seorang lelaki kaya, lulusan ilmu psikologi universitas California..


Niatnya ingin berbisnis karier di tempatnya menempuh pendidikan, namun karna ia mendapat kabar jika sepupu sekaligus sahabat nya mengalami gangguan jiwa


Ingin mengusut penyebabnya, terpaksa jordi pun harus ikut andil mengurusnya


Sudah seminggu sebelum pulang ke Indonesia, Jordi sudah mendapatkan pokok masalah yang dihadapi oleh Rangga, sepupunya itu


Diambil dari beberapa sumber, Rangga adalah korban broken home perceraian orang tuanya dan menemukan dunianya pada seorang wanita, namun hanya karna perbedaan pendapat dan keyakinan pun, ia harus terima ditinggalkan oleh kekasihnya itu dan melihat nya dengan lelaki lain


"Besok saya jadi pulang ke Indonesia, kamu siapkan tiket penerbangan pagi" ucap Jordi


"Baik pak" jawab asistennya


Setelah kedatangan nya di Indonesia..


Ia di percaya oleh orang tua Rangga mengurus kelanjutan pekerjaan Rangga yang hampir sebulan terbengkalai


"Bisa kan di?" Tanya ayah Rangga


"Iya, di, tolongin kita, kita sumber makan ya dari Rangga, dari perusahaan nya, lalu terbengkalai lama bisa bisa bangkrut, saya mohon" ucap Mama Rangga


"Bude sama pakde tenang aja, Jordi bantu ngurus kok"


Mama dan papa Rangga pun menceritakan tentang gilsha


"Oh... Iya saya sempat mendengar cerita tentang dia.." ucap Jordi


"Oh ya.. dari siapa?"


"Temen saya Bude, temen Rangga juga, kami bertiga dekat banget kok"


"Oh yaudah, dia itu kerja diperusahaan Rangga kok"


"Oh bagus Tante, jadi gak susah cari kan saya"


"Iya.."


Setelah seminggu kemudian barulah Jordi menuju kantor Rangga


Sesampainya tanpa basa-basi ia mengumpulkan seluruh pegawai disana untuk memberi tahukan siapa dirinya, bersama dengan ayah dan ibu Rangga, ia dikenalkan sebagai pengganti Rangga untuk mengurus


Setelah perkenalan, ayah dan ibu Rangga berpamitan meninggalkan kantor


Dan saat itu juga, Jordi mengganti segala peraturan yang ada diperusahaan itu


"Baik, karna saya sekarang pemimpin baru kalian, siapa penanggung jawab utama dikantor ini?"


"Saya pak, jawab fitro"


"Baiklah nanti kamu ikut saya masuk ruangan saya, saya berikan untuk perubahan semua perihal kantor ini, mulai dari pakaian, seragam, dll"


"Baik pak"


Jordi kembali ke ruangan bersama Fitro dan memberikan pengarahan tentang perusahaan yang harus berubah lebih fresh lagi


"Baik pak"


"Okeh, bisa kembali"


"Baik"


"Oh iya untuk hari ini, mulai besok laporan yang tidak hadir.."


"Baik pak, kalo untuk yang hari ini biar saya rekap dulu semua"


"Baik"


Tak lama Fitro pun datang membawa berkas yang tidak hadir bekerja pada hari ini


Salah satunya Gilsha


"Em, pantas saya tidak melihat dia.." ucapnya pelan


Esoknya, karna ob semua pada sibuk, terpaksa harus kepala gudang yang mengantar kan minum ke beberapa karyawan disana


"Pak Joni.. kok bapak yang antar" tanya gilsha


"Iya neng, anak-anak pada sibuk, jadi saya deh"


"Yaudah, saya kebetulan baru selesai kerjaan jadi lagi free, biar saya saja"


"Beneran neng, gakpapa"


"Iya pak"


Gilsha pun mengantarkan satu persatu minuman dan yang terakhir untuk Jordi


Gilsha mengetuk pintu dan membukanya


"Permisi pak" ucap gilsha


"Ya" jawab Jordi sibuk dengan beberapa berkas dilemarinya


"Ini minuman nya"


Ketika membalikkan badan, Jordi hanya bisa terdiam bengong melihat siapa pengantar minumannya


"Pak, maaf ini minuman" ucap gilsha


"Oh iya, kenapa kamu yang antar, bukannya bajumu bukan baju OB?" Tanya Jordi...


"iya pak, tadi semua pada sibuk, karna saya free kerjaan jadi saya yang antar.."


"Saya gak suka aturan itu, siapa yang kasih aturan itu"


"Pak Rangga pak"


"Sekarang saya bukan rangga jadi jangan pakai lagi aturan itu, saya gak suka"

__ADS_1


"Baik pak"


Saat akan kembali dan keluar ruangan.. Jordi keluar dan melihat gilsha yang sudah duduk di meja kerja nya


Sembari melihat ke arah gilsha ia pun memandangi foto gilsha yang ia dapat dari salah satu buku kesayangan milik Rangga


"Pantes aja, Rangga gila, bisa-bisa saya juga gila kalo sampek suka, tapi saya aja sudah terkesima pertama pertemuan baru tadi" ucapnya dalam hati


Hari pun berlalu, dengan masih keadaan tetap, dimana Jordi masih sibuk mencari cara apa yang pas untuk membalaskan Rangga namun sisi lain, ia sudah terlanjur suka kepada gilsha, orang yang seharusnya jadi target nya


Malamnya, ketika karyawan pada pulang, Jordi memasang kamera kecil untuk CCTV tersembunyi di salah satu meja karyawan nya, yaitu meja kerja gilsha


Melihat ada sikap yang aneh dilakukan atasannya membuat fitro pun mengintip apa yang dilakukan oleh Jordi..


Fitro belum pulang, ia masih didalam toilet dan ketika keluar, ia tau kelakuan tersembunyi seorang Jordi


"Pak Jordi..." Ucapnya pelan


Setelah melihat Jordi yang selesai dengan kesibukan memasang cctv, ia pun mendekati kearah meja gilsha


"Kamera itu, kan gak akan terlihat.. bilang atau jangan ya sama gilsha" ucap nya pelan


"Kurasa jangan, kalo sampai ada terutama anda memberi tahu tentang ini, saya tidak segan memberikan sangsi besar untuk Anda" ucap Jordi


Jordi tiba-tiba saja muncul dan mengagetkan


"Pak..." Ucap Fitro kaget


Jordi pun berlalu, esoknya, karna takut dengan ancaman Jordi, Fitro pun terpaksa menutupi dari gilsha


Terlihat lah aktivitas gilsha dilayar laptop Jordi


Beberapa hari pun berlalu, hari demi hari, Jordi hanya bisa memandangi wajah cantik gilsha dari layar laptopnya


Hingga suatu saat ia memberikan deadline pekerjaan kepada gilsha melalui sekretaris nya


Membuat gilsha harus pulang malam menyelesaikan pekerjaan nya


Ketika pekerjaan nya 90% selesai, gilsha tertidur dimeja kerjanya


Melihat itu, Jordi pun keluar ruangan nya menuju meja kerja gilsha


Ia menarik kursi meja sebelah dan menyelesaikan pekerjaan gilsha lalu memandangi wajah gilsha dengan sepuasnya..


Lagi dan lagi, Fitro yang dari toilet pulang telat pun kembali melihat gelagat jordi yang aneh, saat mendekati gilsha yang sedang tidur..


Bahkan melihat Jordi yang mengangkat tubuh gilsha menuju mobilnya..


"Pak, bilang sama shif malam, tolong motor itu saya titip" ucap jordi kepada satpam


"Baik pak"


Melihat ada yang aneh dari mobil tersebut, satpam pun terheran-heran.. seperti ada yang janggal


Ketika sudah keluar, Fitro pun mengikutinya..


Saat tengah perjalanan, Jordi sadar jika motor dibelakang nya mengikuti jejak nya


Jordi pun mempercepat laju mobilnya membuat fitro tak sampai untuk mengejar mobil tersebut


Karna terlalu kencang dan membuat kepala nya terbentur kaca, gilsha pun terbangun


"Aduh..." Ucapnya


"Em... Pak, pak Jordi"


"Iya, saya"


"Loh kok saya"


"Iya, kamu ketiduran jadi saya yang lanjutin kerjaan kamu, gak mungkin juga saya biarkan kamu di kantor"


"Motor saya pak"


"Ada sekuriti malam"


"Tapi pak"


"Dimana rumahmu?"


"Em... Dijalan hajar Dewanto perum alam permai"


"Oh, biar saya antar"


"Makasih pak"


Esoknya hari-hari pun kembali berjalan..


Sore ketika baru selesai pekerjaan dan akan pulang, ban motor gilsha bocor


"Kenapa motor kamu" tanya Fitro


"Ini pak, bocor"


"Wah, yaudah nanti saya Carikan orang bengkel suruh kesini deh"


"Iya pak makasih"


Tak lama montir pun datang..


Bersamaan dengan Jordi yang menyapa gilsha


"Motormu kenapa"


"Bocor pak, ini barusan dipanggil sama pak Fitro montirnya"


"Oh, pulang sama saya aja, tinggal motormu disini"


"Tapi"


"Udah, gakpapa, mas ini ongkos nya"


"Kembali pak"

__ADS_1


"Ambil aja"


"Makasih pak"


"Ya..."


Gilsha pun menuju mobil Jordi


Dan saat diperjalanan, Jordi mulai mengorek sedikit sedikit tentang percintaan gilsha


"Kamu punya pacar?" Tanya Jordi


"Em... Ada pak, tapi bukan pacar"


"Apa?"


"Temen deket aja"


"Oh teman mesra"


"Hehe gitulah"


"Emmm.. kita mampir ke resto tu ya, makan, saya lapar, nanti saya bayar" ucap Jordi


"Oh, ya deh pak"


Saat selesai memesan dan makanan datang.. mereka pun menyantap nya


"Gimana menurut kamu tentang cewek yang ninggalin cowoknya sampek bikin cowoknya gila" tanya Jordi


"Em... Cowoknya gila? Gila gimana nih?"


"Ya gila, stress, oh kata lainnya gangguan jiwa lah"


"Em... Menurutku sih jahat banget ya"


"Jahat kan ya.. kira-kira balasan apa yang pantes buat cewek nya"


"Ya liat dulu kenapa ceweknya sampek ninggalin cowoknya, bisa aja emang kesalahan dari cowok"


"Em... Tapi kalo udah fix salah cewek nya"


"Em... Balasan apa ya... Bingung saya pak"


"Yaudah dimakan aja itu makanan nya keburu dingin"


"Hemmm.. iya pak"


Setelah Jordi menghabiskan makannya, ia kembali bertanya pada gilsha yang masih sibuk dengan suap demi suap


"Kamu pernah punya pacar?" Tanya Jordi


"Pacar? He... Pernah dong pak"


"Em..."


Sejenak terdiam kembali


"Kalo misal kan kamu punya pacar pencemburu berat, apa bisa kamu bertahan dan gimana cara kamu untuk meyakinkan pacarmu itu"


"Em.. sebelumnya saya sih gak pernah ya pak untuk ketemu apalagi pacaran sama cowok seperti itu, tapi kalo saya diposisi itu, mungkin saya orang pertama yang memilih putus, saya gak akan betah pak"


"Memang tipe pacarmu bagaimana?"


"Em... Ya yang saya sama saya pak, intinya gak overprotektif aja lah"


"Em..."


Jordi sesekali menyeruput kopi pesanannya


Tak lama ia mengeluarkan sebuah foto berukuran kecil ke arah gilsha, dan foto itu adalah Rangga


Seketika itu juga gilsha tersedak melihat foto yang disodorkan oleh Jordi


"Rangga" ucap gilsha


"Yaa.. apa kamu kenal?"


"Em.. dia.."


"Mantan kamu"


"Kok bapak tau"


"Saya sahabatnya.."


"Oh.. em pak, saya rasa harus pulang cepat"


"Tapi saya belum selesai"


"Ya bapak lanjutin aja saya pulang naik kendaraan lain gakpapa kok"


Jordi pun membiarkan gilsha pulang sendiri


Esoknya saat dikantor..


Jordi mendekati arah meja kerja gilsha


"Kamu tadi saya lihat jalan kaki?"


"Oh, saya naik angkot pak, angkotnya berhenti bablas jadi jalan kaki sedikit"


"Oh, pulangnya?"


"Masih naik angkot pak"


"Saya antar, ada yang perlu saya bicarakan"


"baik pak"


Terlihat wajah takut gilsha


Tak lama Fitro pun mendekatinya

__ADS_1


__ADS_2