Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
DI #3


__ADS_3

"justru karna gue tau bagaimana disakiti makanya gue lakuin ini, justru karna gue cewek sama kayak lo, gue ngelakuin ini, biar kita sama sama rasanya sakit hati" bentar Dindri


"Dindri" teriak hevi yang hampir menarik rambut Dindri, namun dihalangi oleh asraf


"hevi stop, kamu bikin malu, liat mereka semua liat kamu, anggep kamu aneh, udah pulang, kita batalin aja udah janjian ketemuan atau apalah itu.."


"maksudnya kita bubar?"


"ya. bubar aja, kita main masing masing nugas juga masing masing, ini keputusan gue..."


dan saat beberapa teman hevi juga nemutuskan untuk membubarkan diri dari kebersamaan yang terjalin sejak lama


mereka tidak lagi dekat dan berteman, hidup sendiri sendiri, tak lagi peduli dengan yang terjadi satu sama lain, karna sibuknya dengan pasangan masing masing


membuat hevi semakin depresi, sudah kehilangan kasih sayang bang ivan, kini kehilangan banyak temannya


waktu berjalan, dimana karna sudah puas membuat hevi tersiksa, Dindri memilih untuk memutuskan hubungannya dengan asraf beralasan karna ia harus fokus sekolah saat lagi akan kenaikan kelas..


sebagai pelajar yang akan ujian, tentu menyita waktunya, ini dijadikannya alasan mengapa ia memilih memutuskan asraf


"yang, masak gara gara ujian doang kita putus" tanya asraf


"ya kamu kan juga skripsi, belum lagi aku ujian, aku pengen bener bener fokus, plis mengerti lah, kalo kamu sayang sama aku?"


"yaudah aku mau ini break bukan putus"


"ya terserah deh"


dan mereka putus dengan baik baik, daripada saat putus dengan ivan..


mendapatkan bekal lagi selama berpacaran dengan asraf, yaitu dondi.. kakak kedua dari hevi..


dan Dindri yang sudah mempersiapkan segalanya untuk pertemuan buatan yang tak disengaja


setelah motor dondi keluar.. Dindri sengaja menyerempet dondi dan seolah olah tak sengaja, sampai terjatuhlah dondi


"he.. keluar, anjing lo, keluar lo, nyetir kaga punya sim, gak bisa nyetir lu?" teriak dondi..


yaa.. dondi berbeda dari ivan, kakaknya.. ia lebih ke tegas dan sedikit pemarah.. dan karna ada sedikit tato yang menempel menambahkan kesan dondi adalah orang bisa dikatakan sangar


keluarlah Dindri dari mobilnya belaga pusing


"emm maa maaf bang, saya pusing, saya gak konsen" ucap Dindri


melihat yang keluar wanita cantik idamannya


"mas, luka ya? aduh beneran mas, saya pusing.. jadi gak konsen. gatau pusingnya dadakan sih"


"em yaudah lain kali kalo jalan hati hati, tau pusing jangan maksain, emang mau kemana sih?" tanya dondi


"mau ke tempat temen aku sih bang"


"baru pulang sekolah ya"


"iya bang, ya itu kaki abang memar, biarin aku obatin ya, untuk motornya aku telfon montir deh biar dia yang urus"


Dindri berhasil membawa dondi untuk mengantarnya ke rumah sisi


sesampainya..


betapa terkejutnya dondi melihat dua wanita super mulus dan cantik menyambut nya..


"mereka sempurna" ucapnya dalam hati..


Dindri menyuruh dondi duduk dan membersihkan sekitar kaki dondi yang kotor


membuat hati lelaki mana yang tak bahagia, seorang wanita cantik sedang menjamahnya


"gimana kakinya?" tanya Dindri


"udah, gakpapa sih. sebenernya"


"ya udah, untung gak sampek menjalar"


"oh iya, nama kamu siapa?"


"aku Dindri bang, kamu?"


"dondi"


"oh bang dondi.."


saat setelah kaki dondi lumayan mendingan, Dindri menelfon montir untuk mengantarkan motor dondi kerumahnya menggunakan mobil pick up


saat setelah motornya selesai, Dindri yang membayar montir beralasan untuk bebagai ganti rugi


"udah aku aja, udah kubayar kan, anggep aja ganti rugi soal kaki dan waktumu" ucap Dindri


"makasih ya"


tak lama sisi dan bela mendekati Dindri


"target kan, Dindri?" tanya sisi


"hemm"


"siapa?"


"abang kedua hevi"


"adiknya ivan?"


"begitulah"

__ADS_1


saat mereka mulai dekat dan terdengar sampai ketelinga ivan.. ivan menanyakan kepada dondi, adiknya


"don, kamu kenal cewek ini?" tanya ivan


"Dindri bang? kenal, ini aku lagi chatting aja"


"em... terus kalian pacaran?"


"harusnya sih sampek pacaran, tapi proses kali bang, dia kan cantik"


"nih liat fotonya.. "


ivan menunjukkan foto nya bersama Dindri


"kok bareng abang" tanya dondi


"harusnya kamu tau maksud nya dari foto ini apa"


"dia pacar abang?"


"bukan, tapi dia mantan abang.. mantan terindah"


"ya kan mantan bang, kecuali pacar abang mah sekalipun gur cinta mati gue relain deh buat kamu"


"ya kan dia mantan abang masak iya kamu tega jalan sama dia sementara abang aja untuk ngelupain belum kepikiran"


"udah ah bang, ngalah sama adik, aku kenalin deh sama model super cantik"


"yakin?"


"iya, serius bang tapi aku deketin Dindri ya"


"hemmm"


karna penasaran tentang cerita abang nya dengan Dindri bisa kenal, dondi pun menanyakannya


"eh bang.. kok bisa kenal, cerita nya apa? terus putusnya kenapa?"


"ya ketemunya waktu itu di supermarket sama hevi, eh dia ngajak kenalan, jadi ya deket lama lama pacaran sampek putus karna..."


"karna apa bang? dia selingkuh? biasanya kan cewek cantik banyak yang ngebet kan"


"bukan, justru dia setia, tapi karna aku gak bisa nemenin dia untuk nganterin hevi"


"hmm, wajarlah, hevi kan adik, harusnya ngerti lah, kalo emang abangnya lagi sama pacarnya.."


hevi mengagetkan keduanya


"hayo, kalian ngapain nih" sapa hevi


terlihat wajah ivan mulai datar..


dan hevi menundukkan kepala nya, tak lama menyapa dondi, kakak nomor 2


dondi melirik kearah ivan..


"cewek ya.. pasti cewek?" ucap Dindri


"si bang ivan noh, minta kenalin sama cewek"


"ya syukur deh mau cari cewek lagi, berkutat sama masa lalu itu sakit sih"


mendengar ucapan hevi yang sok dewasa membuat ivan muak


"anak ingusan tau apa?" ucap ivan sembari berlalu


"bang ivan" teriak hevi


hevi berusaha mengadu pada dondi namun tak dihiraukan


"bang, liat tuh, bang ivan, jahat sama aku" ucap hevi manja


"urusan mu sama dia.. ngapain ngomong sama aku"


"ih, abang, belain kek"


melihat dondi yang sibuk stalking sosmed milik seseorang.. hevi menanyakan nya


"bang, cewek ya, hayo" ucap hevi


"iya cewek"


"siapa, coba liat"


saat tau itu adalah Dindri, membuat hevi seolah mengeluarkan asap dari kedua hidung dan telinganya


"ngapain stalking dia?" tanya hevi


"why not, cewek cantikmah yang stalking banyak apa lagi cowok, kalo cowoknya normal sih ya..." ucap dondi


"bang, menurutku, jangan deh pacaran sama dia, dia cuman manfaatin abang aja"


"manfaatin abang dalam bidang membuat bang ivan cemburu atau membuat kamu kesal"


"bang, bukan itu, serius aku bang"


"hem... bang, aku mohon, plis.."


dondi berjalan tak mendengarkan hevi..


"ya allah, kenapa sekarang bang dondi.." ucap hevi pelan..


esoknya saat dikampus, hevi menemui asraf..

__ADS_1


"sraf.." sapa Dindri


"hoi"


"lu kenapa sama Dindri putus?"


"gue sibuk hev, nyari bahan skripsi, belum dia ujian kenaikan, jadi sama sama sibuk, break lah"


"break? emang yakin bakal balikan?"


"yakin lah"


"tanya abang gue, bang ivan, Dindri itu kalo udah jadi mantan gak akan jadi pacar apalagi balikan.."


"kita udah sepakat kok"


"asal lo tau, sekarang Dindri dekat sama bang dondi"


mendengar ucapan hevi, dondi meletakkan alat tulisnya..


"sejak kapan?"


"ya belum ampek jadian, tapi udah deket.."


"gimana ya hev, gue sibuk juga sih, dia pasti sibuk, tapi gue berusaha nemuin dia kok"


"eh hev, sans, lu juga bro, sans, si Dindri cewek cantik, kece, tajir, mana beken, terkenal, siapa yang gak kenal, abang lu yang satunya naksir, wajar sih, dia cantik" ucap salah satu teman asraf dan hevi


"lu ngomong apa sih, gausah ngikut" ucap hevi


"yeee dibilangin juga.."


"dan kamu ya sraf, harus tuh kamu temuin dia dan tanya.."


"iya ntar sore deh"


"yaudah deh, nanti kamu kabari, pengen tau gue jawaban dia apa"


"hemmm"


baru bisa menemui Dindri dua hari kemudian, saat asraf mampir kerumah Dindri


"hai Dindri" sapa asraf


"hei bang"


"eh, iya aku sekalian lewat jadi mampir"


"boleh bang, ayo masuk"


setelah cukup berbasa basi, asraf memberanikan diri bertanya soal kedekatan Dindri dengan dondi


"emm kamu deket ya sama adiknya bang ivan?" tanya asraf


"oh. iya bang, lumayan lah"


"kenapa kamu deket bukannya kamu bilang mau konsen sama sekolah dan ujian dulu?"


"gimana ya bang, dia sih baik sama aku, jadi aku baik pula kan gak salah"


"iya sih, kan kita cuman break, nanti balikan"


"aduh maaf bang kalo balikan, gak bisa deh"


"gak bisa.. loh kan bukan putus Dindri, tapi break"


"maaf bang, aku udah terlanjur deket sama bang dondi kan gak enak"


karna merasa malas meladeni, Dindri diam diam menghubungi dondi


dondi pun datang


"asraf" teriak dondi


untunglah dondi dekat sangat dekat dari rumah Dindri karna memang ia berniat menemui Dindri


"bang dondi"


"ngapain kamu?"


"aku cuman jelasin bang, aku sama dia itu cuman break kenapa malah deket sama cowok lain"


"ya break itu hanya kata halus, kata kasarnya ya putus.. katanya anak jaman now tapi gak tau itu"


"iya Dindri?" tanya asraf


"ya bener kata bang dondi dah, lagian kan aku sama bang dondi cuman deket" jelas Dindri


dengan pasrah nya ia meninggalkan Dindri, ia mencoba berfikir positif jika memang seorang Dindri, takkan pernahnganggur sedikitpun


saat ditempt tongkrongannya, beberapa orang menanyainya termasuk hevi


"gimana sraf?" tanya hevi


"ya gue coba pikir positif aja, seorang Dindri, nganggur ya gak mungkin" ucap asraf


"asraf bukan masalah dia cantik, kece, atau apalah itu, tapi soal perasaan lu" ucap hevi


"udah lah, biarin, lagian kalo masih pacaran sama sama sibuk, males lagi.. jarang ketemu, ada jarak" ucap asraf


yaa kini asraf merelakan Dindri pergi bersama orang lain, sekalipun ia kenal sementara Dindri yang berhasil membuat dondi jatuh cinta, dengan gampangnya ia menyetir otak dondi


dondi anak yang keras namun berurusan dengan hati, ia terbilang cemen..

__ADS_1


segala sesuatunya diatur oleh Dindri


__ADS_2