Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SL #2


__ADS_3

mau tak mau tya harus bisa menenangkan Gilang


"Aku baru tau kamu semarah itu" ucap tya


"Maafin aku ya, aku gak maksud tadi kasar sama kamu narik tangan kamu"


"Iya gakpapa, udah aku buatin minum biar kamu lebih tenang pikirannya"


Tak lama Tika membawa dua gelas coklat panas dan sosis gulung bikinan nya


"Ini diminum dulu ya"


"Makasih ya sayang kamu masih mau ingatkan aku saat aku marah, aku janji aku gak akan kasar lagi"


"Janji ya?"


"Iya"


Beberapa hari pun berlalu, ketika adiknya bercanda di sebuah taman, tak lama Wati datang, mood jelek Gilang pun hadir lagi


"Lu ngapain lagi?" Tanya Gilang


"Gue cuman mau bilang gue nyesel, gue nyesel bersikap gitu ke elu, sekarang gue sadar elu terbaik"


"Apa? Sadar? Setelah lu ditinggal sama Bayu? Lu bilang nyesel?"


"Gue janji beneran akan lebih baik untuk kamu, aku serius"


"Udah udah, gue udah bahagia. Dan lu pergi sekarang"


"Enggak"


"Yaudah, gue yang pergi"


Gilang menarik tangan tya


"Sayang" ucap tya


"Ya sayang"


"Ke cafee itu aja yuk"


"Yaudah iya"


Setelah memesan makanan, melihat wajah Gilang yang masih kusut, tya menggoda nya


"Hem masih cemberut aja nih, padahal ada aku disini, nanti ada yang liat jadi sawang loh" ledek tya


"Hem sayang, Eman aku hantu apa? Bisa aja kamu ini"


"Hehe habis muka nya begitu, kaya kain belum di gosok"


"Kamu bisa aja bikin aku ketawa setiap aku sedih, makasih ya, aku bener gak pernah menyangka bisa pacaran sama cewek secantik kamu dan sebaik kamu, aku gak akan pernah sia-sia kan kamu"


"Gombal"


"Ih kok gombal, ya enggak lah, aku serius, aku janji jaga hubungan kita"


"Makasih sayang"


Berjalan satu tahun tujuh bulan, saat sedang bersamaan dengan pertemuan Dania, Anissa, dan tya, mereka membatalkan semua acara dihari itu demi kuality time


Dan ketika pertemuan pertama Bayu dengan tya, Bayu pun tak sengaja menabrak tya sampai terjatuh


"Astaga, maaf" ucap Bayu mengulurkan tangannya


"Oh okay no problem, lain kali berhati-hatilah"


Bayu hanya terdiam menatap tajam ke arah tya


"Ada yang aneh?" Tanya tya


"Em, enggak, maaf tadi gak sengaja"


"Iya, gakpapa"


Ketika tya masuk toilet dan Bayu menunggu nya sampai akhirnya tya keluar, tya yang melihat lelaki yang menabrak nya tadi masih berdiri didepan toilet pun heran


Saat melewati nya, bayu hanya tersenyum dan tya hanya diam tak membalas


"Aduh, maaf ya, perut lagi gak kompromian ini, jadi betah di toilet" ucap tya


"Udah santai aja" jawab Dania


"Yaudah lanjutin tadi sampek mana?"


"Oh iya ini, yang waktu jalan, ada nih cewek (blablabla)"


Mereka pun saling cerita


Bayu yang mengikuti, tak jelas dengan wajah teman tya yang satunya, karna membelakangi nya


"Dia siapa ya? Kok gue kaya kenal sama baju yang dipake nya"


Begitu lah bayu, tidak pernah mengingat hal sepele pun yang seharusnya orang lain bisa membedakan jika itu adalah baju yang dipakai pacarnya


Ketika asik bercerita, Anissa pun menoleh ke arah pintu yang ada di samping Bayu berjarak tiga meja


Bayu kaget dan langsung menutup wajahnya dengan buku menu


"Anissa? Kok bisa?"


Bagaimana tidak kaget, ternyata Bayu mengantarkan Anissa ke cafee itu untuk bertemu dengan tya


"Semoga saja mereka tidak mengenali ku, ya ampun kenapa bisa begini, ternyata gadis itu teman Anissa?" Gerutu nya pelan


Waiters mengagetkan nya


"Mau pesan apa pak" tanya waiters


"Ya ampun, kamu kagetin saya, uuust jangan keras-keras bicaramu"


"Maaf mas, jadi pesan apa!"


"Hot choco aja"


"Baik mas"


Bayu terus memperhatikan tya dengan Anissa disana, ketika ketiga nya selesai dan membayar, Bayu dengan segera mensilent ponselnya karna pasti Anissa akan menghubungi nya


Dan benar, tak lama Anissa menghubungi nya


"Halo iya sayang" bisik Bayu

__ADS_1


"Kok bisik gitu kamu dimana?" Tanya Anissa


"Aku dirumah tanteku, anaknya baru tidur"


"Oh, jadi gak bisa jemput ya?"


"Iya nih, maaf ya"


"Ya deh gakpapa biar aku pulang sama teman ku"


"Kamu hati-hati ya"


Setelah menutup telfon, saat akan pergi, waiters menyapanya


"Pak, ini pesanannya baru datang"


"Oh ya ampun iya, em gini, ini saya bayar, kamu kasih ke cewek yang bertiga itu, kasih ke cewek yang pakai bandana pink item itu ya" ucap Bayu


"Oh baik pak"


Waiters memberikan ke meja tya


"Loh ini apa ya?" Tanya tya


"Ini buk, tadi ada yang pesan"


"lah terus kenapa dikasih ke saya?"


"Tadi sama lelaki yang duduk disana disuruh kirim ke meja ini"


"Untuk saya?"


"Iya"


"Yaudah iya deh makasih"


"Waduh ada nih yang punya penggemar Rahasia" ledek Anissa


"Siapa yang kasih menurutmu ya ty" tanya Dania


"Gak tau, yaudah nih kalian mau"


"Udah kamu aja, kita mah kenyang"


"Ya sama"


"Ya mubazir loh"


"Ya ampun, gendut dalam satu jam ini bisa-bisa"


Seiring berjalannya waktu, Bayu sengaja sering ikut saat anissa bersama dengan tya


Tya pun yang sudah lama tidak pernah lagi bertemu Bayu, lupa bahwa Bayu pernah menabraknya beberapa bulan lalu


Setiap bayu bersama dengan Anissa saat Nissa dengan Dania apalagi ada tya, Bayu selalu tidak melepaskan Pandangan nya ke arah tya


Tya pun cuek karna memang tya tipe orang yang tidak akan memperhatikan lelaki lain ketika ia punya pacar


"Sayang, beliin gorengan dong, pengen nyemil ini" ucap Anissa


"Kamu nanti gendut loh, jangan, makan lainnya"


"Sayang, kan cuman sekali"


Tiba-tiba ponsel tya berbunyi


"Siapa ty?" Tanya Dania


"Gilang"


"Yaudah sana angkat, gakpapa"


"Iya deh, bentar ya"


Tya pun keluar, dan mengangkat telfon


Ketika tau tya keluar, Bayu pun beralasan membelikan gorengan didepan rumah Anissa


"Em sayang, kamu jadi kan beli ini, gorengan?" Tanya bayu


"Iya, ini aku mau berangkat, kamu mau tah?"


"Oh iya mau, tapi biarin aku yang pergi, kau tunggu aja"


"Tapi kamu kan"


"Udah gakpapa kan kasihan temen kamu sendirian disini"


"Em iya deh"


Setelah bayu pergi


"Nis, ngapain lu sering ngajak dia sih setiap kita keluar, kan lu sendiri yang bikin perjanjian buat tidak ada urusan lelaki disaat kita bareng" ucap Dania


"Gak tau gue, akhir-akhir ini dia posesif, kemana mana sering ikut, nempel, apalagi tau aku sama kalian"


"Lah alasannya apa?"


"Katanya sih biar ada yang jaga setidak nya"


"Hem, gue aja bosen sampek"


Sementara Bayu yang mengikuti tya keluar menuju teras depan


Bayu mendengarkan percakapan tya diponselnya


"Halo, iya kenapa sayang?"


"Kamu dimana?"


"Aku di rumah Anissa, kenapa?"


"Pulangnya aku jemput?"


"Tapi aku bawa sepeda"


"Ya konfoi aja, aku dibelakang kamu"


"Ya udah nanti ya jam empat sore"


"Yaudah, nanti aku langsung berangkat"


"Yaudah"

__ADS_1


Saat tya membalikkan badannya, ia terkejut ada Bayu disana


"Astaga" ucapnya


"Em maaf, aku kagetin kamu ya"


"Em gakpapa, kamu ngapain disini?"


Bayu bingung harus mengingatkan atau tidak, Bayu takut jika mengingatkan, tya akan menceritakan kepada Anissa, sementara jika tidak, nanti ia akan terus kepikiran


"Kok malah bengong?" Tanya tya


"Em ini, tadi disuruh Anissa beli gorengan"


"Oh yaudah"


"Duluan ya"


"Iya iya"


Tya pun masuk dengan heran, ia merasa jika bayu sedari tadi yang berdiri dibelakangnya


"Nisa.. itu si bayu kamu suruh beli gorengan didepan?" Tanya tya


"Iya, kenapa ty"


"Gakpapa, papasan sama gue tadi didepan"


"Oh iya kirain kenapa"


Setelah sampai dengan gorengan yang dibelinya


"Ini" ucap Bayu


"Oh iya, makasih"


Tak lama penjual gorengan didepan datang dengan empat gelas hot choco kesukaan tya


"Pak, ini pesanannya tadi" ucap ibu penjual gorengan


"Kamu pesen ini yang" tanya Anissa


"Oh, iya"


Anissa, Dania, dan tya saling berpandangan heran


"Yaudah, diminum, nunggu apa? Keburu dingin" ucap Bayu


"Kamu kok tumben sih pesen coklat gini?"


"Ya kenapa? Kan lama aku gak minum ini"


"Kan kamu pernah bilang gak suka sama apapun berbau coklat apalagi hot choco sejak pacar mu meninggal?"


"Ya pengen aja kan lama" ucap Bayu


"Ehem, udah kali, udah jangan dibahas diperpanjang, nantik kita malah gak selesai buat laporan kerjasama nya" ucap tya


Anissa pun diam dan kembali ke topik pembicaraan, sementara Bayu yang memperhatikan tya berasa tya adalah pendingin dan penyejuk suasana menegang barusan antar dirinya dan Anissa


Dan itu membuatnya memastikan jika


dirinya benar-benar suka pada tya


Dan saat semua sudah bubar


"Em tya, lu pulang bareng gue, ke toko buku dulu yok" ajak Dania


"Yah, Gilang jemput gue"


"Lah, Gilang jemput?"


"Iya, bareng aja Bertiga"


"Iya gak dah, gausah, gue bisa sendiri"


"Loh beneran gue"


"Gue juga"


Tak lama telfon tya berbunyi


"Halo"


"Aku didepan ya"


"Ya sayang"


"Gilang ya?" Tanya Anissa


"Iya, yaudah gue cabut deh, gakpapa kan ya"


"Ya gue anter yuk"


Setelah didepan teras


"Masuk dulu Gilang" sapa Anissa


"Thanks, lain waktu aja nis" jawab Gilang


"Okeh deh"


Bayu menatap sinis ke arah Gilang


Dan Gilang menyadari nya


"Beneran gak bareng ini dan?" Tanya tya


"Iya, udah sana, hati-hati ya"


"Iya, dadah, oh ya, makasih juga ya Anissa"


"Iya"


Setelah tya berlalu Dania pun berlalu, tapi ia berhenti ke Resto dekat rumah Anissa untuk membeli makanan untuk adiknya


Saat selesai membeli dan Ia melihat Bayu yang terlihat sedang terburu


Tapi Dania membiarkan, karna Dania merasa tak ada urusan dengan Bayu


Tapi memang Bayu sedang terburu pulang karna ada urusan lain


Dan ketika hubungan Gilang dan tya menginjak tahun ke tiga, justru Dania yang mencurigai gelagat Bayu yang sering misterius setiap bertemu dengan tya

__ADS_1


Awalnya memang Dania tak mau ada urusan dengan Bayu, tapi sikap Bayu membuat Dania curiga


__ADS_2