
sofia memeluk irly yang terbaring di atas ranjang
"oh satu lagi, kalian pertama kenal dengan anak saya ketika dia menjadi anak jalanan, yang luntang lantung mencari uang.. itu adalah hal pertama bagi saya, melihat anak saya mau mencari uang dengan cara keras, demi membahagiakan wanitanya, yaa lagi lagi untuk wanita nya, tapi yasudah, saya tau bagaimana baiknya irly, bahkan saya mendukung anak saya" ucap sofia
"daaan.. disaat saya harus jadi orang lain dikehidupan irly, saya bangga mengenalnya, apalagi saya menjadi ibunya, mungkin saya bahagia mendapatkan anak berhati malaikat ini" ucap sofia mempertegas bangganya ia mmendapatkan irly
ismail dan irfan mencari tau kabar ibunya, yang masih saja dengan lelaki bre***** itu, bahkan parahnya, lelaki itu kini berhasil mengajak ibunya menjadi penikmat alkohol dan berkutat dilingkaran setan itu..
tak mau ambil pusing, mereka membiarkan ibunya tanpa menasehati ataupun meminta nya berhenti
hari berlalu, bulan demi bulan berlalu, dibulan keenam, saat kontrol kandungan
dokter memberikan semangat dan dukungan kepada irly
"bu lian ini wanita kuat.. sungguh, disejarah kedokteran, melahirkan anak lebih dari tujuh kali persalinan memang sudah sering terdengar.. dan bahkan anak kembar tiga.. bukan hal pertama, tapi yang membuat kami kedokteran heran, anak kedua, kembar tiga, anak ketiga masih kembar tiga, sekarang ibu mengandung kembar lagi tiga.. sejarah pertama dirumah sakit kami bu" ucap dokter kandungan langganan irly
"apa dok, istri saya kembar tiga lagi?" tanya lian
"kan mama bilang apa, kan, kejadian kan, nah, tuh mulut makanya dijaga ngomong yang bener" ucap sofia greget
"iya pak lian, bu sofia, bayi dikandungan bu lian kembar, dan saya juga mengabarkan hal lain yang jauh kaitan dengan kebahagiaan kalian saat ini, jika istri anda harus memberhentikan kehamilan dengan cara mengikat.."
"mengikat dok? berarti gak bisa hamil lagi?"
"iya... demi keselamatan nyawa istri bapak juga..."
"yaudah dok itu dokter yang paham jadi saya percayakan aja sama dokter"
"dok, kenapa gak KB, suntik atau obat mungkin?" tanya sofia
"oh masih kemungkinan masih bisa proses pembuahannya"
disaat kelahiran itu datang...
untuk ketiga kalinya irly melahirnya bayi kembar laki laki.. dan kini semua jumlah anak liam dan irly keseluruhan ada 10
"sayang, maafin aku ya pasti menyiksa deh, mana kamu melahirkan anak ku kembar semua.." ucap lian
"aku gakpapa kok sayang"
hari demi hari dilalu keduanya.. dengan dua perawat khusus bayi alias baby sitter.. irly dan lian pun menjalani kehidupan normalnya, memiliki anak banyak memang tak mudah dalam mengurusnya, tapi sisi positif yang bisa diambil hikmah nya adalah, lian tidak kesulitan ataupun mengeluh untuk membiayai hidup 10 anak dan satu orang istri nya seorang saja
bisa dikatakan tajir, tak seberapa dengan harta anak sebanyak itu bagi lian
"sayang.. aku pulang.. bawa mainan buat anak anak.."
hanya terpaut satu tahun dari anak kembar ke adik kembar lainnya
membuat lian harus sangat tepat memilih kado atau hadiah yang diberikan supaya tidak pro kontra
"capek ya?" tanya irly
"capek hilang maa liat anak anak banyak, dan pada seneng dibawain mainan begitu"
setelah waktu menunjukkan kecepatannya..
tak terasa ke enam anak kembarnya pun mulai masuk ke sekolah..
shuo masih tetap bersama irly, anak kembar pertama tigatiganya bersama neni nya, neni sofia.. mulai sekolah pagi, sampai beberapa kegiatan lainnya hingga petang tiba
anak kembar kedua dan kembar ketiga semua bersama dua baby sitter.. sementara ayahnya bisa fokus mencari uang dan nafkah untuk keluarga kecilnya yang banyak dan ramai itu
tak lama ketika semua anaknya berangkat sekolah bersama pengasuh masing masing..
irly mendapatkan kabar dari bu makmur selaku istri ketua pengaman di daerah rumah lamanya.. bersama pak RT memberikan kabar jika ibunya masuk RS,tengah dirawat karna serangan jantung...
tak sempat mengabari ismail dan irfan, irly hanya mengabari lian, suaminya meminta izin untuk pergi
"kita ke papa ma?" tanya shuo
"shuo sama papa ya, dikantor, mama ada perlu"
"perlu apa ma?"
__ADS_1
sesampainya dikantor, irly menceritakan kepada lian, dan lian mengerti, irly pun pergi, lian menghubungi ismail dan irfan, seolah mengerti posisi istrinya...
hingga membuat kedua adik dan kakak irly pun datang..
"ibu kenapa?" tanya irfan
"dokter bilang serangan jantung fan, kak" ucap irly
irly menjelaskan ucapan dokter, tak lama dokter mengatakan jika kondisinya membaik
membuat ketiga anaknya bernafas lega
esok dan esok harinya mereka begantian menjaga jainun di rumah sakit namun irly tak bisa selalu hadir, dominan datang antara ismail dan irfan
"ibu tersiksa kak, pantes dia dapetin ganjaran ini" ucap irfan
"jahatnya ibuk ke kakak emang keterlaluan" sambung irfan
"irfan" ucap irly
beberapa hari kemudian, ketika dinyatakan sudah semakin membaik, sadarlah jainun
"irly?" ucapnya lemas
"iya buk, ini irly, ibuk gimana?"
"ibu udah mendingan kan dok?" tanya mail
"iya ibu sudah membaik, silahkan dilanjutkan saya tinggal.."
"makasih dok"
"irly, peluk ibu" ucap jainun
irly pun memeluk ibunya untuk pertama kalinya...
"buuuk.. irly ingin masa masa ini, dan ini awal irly memeluk hangatnya pelukan ibu... makasih ya mau peluk irly" ucap irly menitihkan airmatanya
"maafin ibu nak, ibu tau ibu salah.. ibu sangaaaat berdosa" ucap jainun
"irfaaan" ucap irly pelan
irfan kembali diam
"disini ibu udah berhari hari, aku dan kak mail bergantian, kadang juga kak irly, tapi karna kak irly mengurus anak anaknya, ia tak bisa selalu siaga, tapi dia yang membayar semua tagihan rumah sakit, kalo tidak, siapalagi" jelas irfan
sementara jainun, ibu irly memeluk irly erat
"hanya maaf yang bisa ibu ucapkan saat kondisi ini, banyak kabar tetangga yang pernah sampai rumahmu, kamu sudah bahagia dan hidup bergelimang harta... sampekan terima kasih kepada julian karna sudah menjaga mu, dan sampaikan juga maaf karna sudah membencinya dan merendahkannya, bahkan ibu tak pernah tau bagaimana wajah cucunya, ibuk sayang kalian doakan ibu baik baik saja Yaaa" jelas jainun
"masalah mas lian udah maafin ibu kok, dia bagaimana pun takkan pernah membenci karna bukan haknya" jelas irly
irly merasa dingin disekujur tubuh ibunya secara tibatiba
tubuh jainun mendadak lemas
"kak, ibu kak" ucap irfan kaget melihat ibunya pingsan..
dengan sigap ismail memanggil dokter dan menangani ibunya..
selang lima menit saja.. dokter menyatakan jika jainun pergi dengan tenang karna bertemu tiga anaknya
"gimana dok?" tanya mail
"dokter.. ibuk gakpapa kan?" tanya irly
"ibu sudah menghebuskan nafas terakhirnya" ucap dokter
bak mimpi disiang bolong.. semua terasa tak mungkin
"gak dok pasti dokter salah.." ucap irfan
ketiganya harus menerima kenyataan kepergian ibu nya dan beberapa hari setelah kematian jainun, mereka mendapatkan rumah tempat lahir nya dihuni orang orang yang berpesta miras dan tak sedikit pula yang **** bebas.. mendapati rumahnya digunakan oleh eka untuk negatif ismail melaporkan kepolisi dan menggrebeknya..
__ADS_1
"eh, apa ini, jangan macam macam ya... hak milik sudah ditangan saya atas rumah ini" ucap eka
"hak milik? mana? tunjukkan?"
dan ketika pihak kepolisian memeriksa, ternyata surat yang dimiliki oleh eka itu adalah palsu, yaaa irfan tak sebodoh itu
"maaf pak, tapi surat ini tidak valid di print, ini palsu" ucap komandan kepolisian
"masak sih pak, coba saya liat" ucap eka
"ini kamu maksud kamu kan?" ucap irfan
"surat itu?" ucap eka
"saya tak sebodoh itu" ucap irfan
ketika aset rumahnya akan diberikan kepada eka oleh jainun, irfan menggantikan dengan surat palsu
polisi pun menangkap eka dan sekawanannya..
irly, ismail dan irfan pun merombak kembali rumah mereka dan dengan bantuan dari keuangan irly, rumah disulap menjadi bak villa megah
karna mereka tak tinggal disana, ketiga nya tinggal dan menetap dirumah bersama keluarga masing masing... rumah hanya akan digunakan jika mereka temu kangen, atau untuk beberapa acara keluarga lainnya...
baru selesai pembuatan, suatu ketika, dimana irly dan seluruh anaknya beserta suami tercinta menikmati weekend dirumah masa kecil irly sembari mengenal, ismail dan irfan bisa hadir namun sedikit terlambat Beberapa kendala, karna memang ismail dan irfan harus bekerja untuk istri nya sementara irly hanya ibu rumah tangga, dan lian boss besar untuk masuk tidaknya sesukanya pasti kerjanya tak terikat waktu
"mbak irly" teriak renata
"ren..."
"mbak apa kabar?"
"baik ren, kamu?"
"sama baik mbak, mbak pulang kesini ya?"
"oh iya cuman weekend"
"katanya mbak lahiran lagi kok masih besar"
"belum lahir, baru jalan 8 bulan"
"oh kirain udah mbak"
tak beberapa lama, beberapa tetangga juga datang menyambut irky, dan menceritakan tentang jainun selama ditinggal ketiga anaknya
menurut mereka, jainun memang menikah sirih dengan eka, namun tetangga memang berfikir jika eka hanya memanfaatkan ibunya
dan bahkan karna eka lah ibu irly serangan jantung karna eka menyatakan jika dirinya tak pernah cinta kepada jainun, eka mau karna eka membalaskan dendam sakit hatinya karna ditinggalkan oleh irly
terus sedikit sedikit fakta mulai terkuak.. fakta mengejutkan ketiga anak jainun...
suatu malam.. ketika semua tidur.. tinggallah ismail dan irfan yang duduk bercengkrama namun disambut oleh irly
"aku bawa camilan, kesukaan kalian kripik jamur" ucap irly
"kamu belum tidur" tanya mail
"iya kak, anak anak udah tidur?"
"udah kok, tidur semua, kakak udah tidur bentar gak bisa tidur lagi"
"oh.."
saat sejenak terdiam..
"kakak gimana sih kenalnya sama eka?" tanya irfan
"kakak gak mau bahas itu" ucap irly
"bener kamu ir, gak guna juga mikir itu, kamu juga nanya yang ga berbobot" sambar mail
"aku kan cuman tanya.. bahkan ibu kita jadi korban kan"
__ADS_1
"udah, jangan dilanjut" ucap irly
dimalam itu, dingin dan sepi, membuat ketiganya saling diam