Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Areska Cicha Raveena


__ADS_3


Di pagi hari ini...


aaahh aku sengaja bangun sepagi untuk melihat hasil pengumuman penerimaan siswa baru disekolah SMA favoritku sejak lama


setelah aku mencari lewat media sosial maupun media massa aku temui namaku tercantum dalam salah satu siswa baru di SMA yang aku damba-dambakan selama ini


"ada?" tanya ibuku


"ada ma, namaku masuk"


"berarti kamu memang benar serius masuk, waah selamat ya"


aku mendapat ucapan selamat dari satu keluargaku..


saat aku mendatangi sekolah yang aku akan banggakan pertama kali aku langsung menemui guru siapapun untuk mencari tau informasi selanjutnya


setelah berbincang agak lama dan aku tau jadwal-jadwal pelaksanaan pengenalan sekolah atau biasa dipanggil ospek


Setelah persiapan begitu matang tiba saat yang ditunggu-tunggu yaitu hari pertama ospek tapi karna bangun kesiangan jadi terlambat datang menghadiri ospek kurang lebih 30menit


yaa itu sangat fatal, yaa tapi kalau mundur itu namanya kalah sebelum perang, dan sesampainya didepan gerbang kumelihat kakak panitia ospek sudah mulai membereskan semua barang-barang dan aku menghampirinya


dan memohon untuk bisa masuk mengikuti ospek hari pertama tapi permintaan ku ditolak


"kak, bisa kak bantu saya ikut ospeknya hari ini?" tanyaku


"kamu telat loh"


"iya kak, maka itu, bantu kak plis"


"maaf maaf, gak bisa, mending balik"


tapi aku tetap berusaha membujuk kakak panitia nya untuk mengizinkanku masuk sampai akhirnya dia menyuruhku menunggu


"plisss kak, ayolah kumohon" kataku


"yatuhan, bentar bentar" katanya


dia coba untuk bicara sama ketua OSIS di ospek ini dan setelah menelfon aku diajaknya menemui ketua ospek tersebut


"ayo, ikut aku" ajaknya


"boleh kak ikut?"


"boleh sih, tapi syaratnya ada.."


"apa?"


"ikut aja dulu"


sesampainya dan lalu ditinggallah aku agar aku memberikan alasannya langsung ke ketua OSIS, ini dia ketua OSIS sekalian ketua panitia MOS disekolahku alexander (Alek), dan beberapa temannya karna ketua OSIS membelakangiku


aku mencoba mulai berbicara tentang keterlambatanku, karna memang menurutnya fatal dia tidak mengizinkanku untuk mengikuti dihari pertama dan bisa datang dihari kedua, bisa saja sih tapi hari ospek ku ditambah sehari jadi yang lain selesai aku masih ospek sehari, dan aku gak kebayang malunya


"kak, saya datang terlambat, jam alarm saya tidak terdengar krna kelelahan" kataku


"apapun alasannya, saya kasih izin, tapi"


"tapi?"


"tambah sehari kamu ospek, jadi yang lain selesai 3 hari, kamu akan selesai dalam 4 hari"

__ADS_1


setelah beberapa lama aku membujuknya begitu banyak alasan ku pakai, akhirnya dia menghadapku dan ke tiga temannya dan mereka seolah terhipnotis karna melihatku


dan ketua OSIS berubah pemikiran dan mengizinkan ku mengikuti hari pertama ospek dengan syarat bersihkan seluruh toilet laki-laki dan perempuan di sekolah


"kamu yang terlambat?" tanya Alek


"iya kak"


"okeh, kamu akan ikut ospek hari ini hingga 3hari saja tapi toilet ada empat pasang, satu toilet untuk para murid yang ada dilantai atas dan dua toilet untuk para murid yang ada dilantai paling bawah, tiga toilet untuk para siswa dilantai tengah dan terakhir ada toilet untuk guru di lantai tengah dekat dengan kantor guru, semua kamu bersihkan" kata Alek


dengan berat hati, aku menerima, tapi aku hanya membersihkan toilet siswa, cukup banyak pekerjaan ku


tapi jika tidak aku tak bisa mengikuti hari pertama ku ospek


dan setelah semua bersih ketua OSIS dan teman-temannya yang lain tidak membiarkan ku begitu saja, Mereka masih menyuruhku untuk membersihkan kan beberapa aula dan laboratorium


setengah pekerjaan ku tiba-tiba ada yang mendatangiku dan memberiku sebungkus es teh, dia adalah salah satu dari teman ketua OSIS tadi namanya kak Aries Adipura (Ares) lumayan tampan, baik lebih baik dari lainnya menurut ku sejauh ini karna membelikan ku es hehe


"kamu haus kan, ini es" katanya


"waah makasi kak"


"iya, istirahat dulu, duduk, diminum es itu"


setelah semua selesai kubersihkan akhirnya aku dibolehkan untuk bergabung dengan siswa baru lainnya, hingga bel pulang berbunyi


aku pun pulang kembali, sesampainya di kost aku rebahkan badan sebentar untuk menghilangkan capek dihari pertama ospek ku hingga aku terlelap, hingga aku terbangun waktu menunjukkan pukul 16:30 , dua jam lebih aku tidur tapi serasa dua menit sangking capeknya dan aku mandi persiapan untuk besok agar tidak terlambat lagi..


Keesokan harinya....


daaan hari kedua ospek seperti biasa bangun ku lebih pagi agar tidak terlambat dan tidak membersihkan toilet kedua kalinya karna aku yakin kalaupun baru kemaren di bersiin sekarang pun kotor lagi, saat kulihat jam menunjukkan pukul enam pagi dan aku berjalan perlahan menuju sekolah ku karna tempat tinggal ku (kost) hanya berjarak beberapa meter dari sekolahku


sesampainya lagi di sekolah..


ditempat sekolah masih lumayan sepi, ya mungkin karna terlalu pagi, akupun memilih untuk berjalan-jalan disekitar sekolah kudapati ketua OSIS dan temannya berkumpul sepagi ini, mungkin karna mereka pengurus ospek jadi harus sepagi mungkin, setelah beberapa menit berlalu aku pun beranjak dan masuk ke barisan siswa baru lainnya untuk memulai ospek


"pagi, begitu kan enak datang pagi"


"haha iya kak, makasih bantuan kemaren"


"iya siapa nama mu?" tanya nya


"Cicha kak" jawabku


"oh salam kenal Cicha, aku Ane"


"salam kenal balik kak"


dihari kedua ini aku lumayan tenang karna aku tidak terlambat dan menjalani ospek seperti lainnya hanya saja kudapati Alex dan temannya memperlakukan kami siswa baru seperti bukan manusia tanpa berperilaku kemanusiaan hingga hari-hari selanjutnya dan setelah ospek berakhir


beberapa hari dijalani masa MOS, tiba dihari pertama sekolah aku mendapati suasana kelas baru, teman baru, guru baru dan tentunya semua masih terasa asing dihari pertamaku aku memiliki teman bisa dibilang dia culun tapi baik


dihari pertama ku sekolah aku memperkenalkan diri dihadapan yang lain secara bergantian, saat giliranku aku menceritakan tentang ku


oh ya aku belum berkenalan ya dari tadi, sekalian deh aku kenalan ya..


kenalkan namaku Cicha..


aku anak tunggal dari keluarga yang sederhana,


tidak kekurangan dan tidak juga berlebihan,


pekerjaan ayahku bisa dikatakan pengusaha

__ADS_1


dan ibukku juga sibuk dengan usahanya sendiri,


dibilang aku anak kurang kasih sayang,


jadilah aku dengan sifatku yang lumayan cuek dan keras kepala,


aku harap aku akan menjadi teman yang kalian harapkan


itu yang keluar dari mulutku ketika perkenalan dalam kelas itu..


tak terasa bel pulang pun berbunyi, keesokan harinya baru saja hari kedua masuk ada yang berbuat ulah dia adalah ketua OSIS yaa dia Alek, ternyata dia dan temannya adalah geng perusuh


nah.. yang kukenal gengnya terdiri dari Alex ketuanya..


lalu Aries yang memberiku es waktu dapat hukuman hari pertama ospek.


lalu Bima cowok paling tampan disekolah kata teman-teman ku lainnya dan seniorku lainnya.


dan terakhir ada Amara, dia satu satunya cewek di geng itu dan dia sendiri paling tomboy disekolahku cewk paling keras,,


aku tak tau tentang mereka karna aku anak baru disini, aku hanya tau mereka dari teman-teman lain, mereka geng pembuat onar, hari pertama ku diusili mereka saat aku duduk di meja makan kantin milik mereka padahal temanku sebangku, teman ku bernama Odie Crist yang kataku culun


"di sana aja lah, ayo Cha" ajaknya


"ya sana kamu kalau mau disana"


"astaga ini ada pemiliknya"


"udah, gak ada, sana dah kalau mau disana" kata ku


di sudah memperingatkan ku untuk duduk di kursi lain tapi karna menurutku pas jadi aku males berpindah tempat akhirnya si Odie mengikuti ku duduk ditempat ini


tiba-tiba Amara salah satu cewek digeng onar itu datang dan menyuruhku pergi tapi aku tak mau, hampir terjadi perdebatan fisik aku dengannya untung Odie menghalangi ku bahkan meminta maaf lalu membawa ku pergi,


arrrgh sampai akhirnya aku mengikuti Odie untuk mengalah


"apa aku bilang, kamu sih gak nurut" jawab Odie


"apa kamu bilang? Nurut sama siapa maksutmu? Dia? Nenek Lampir itu?"


" ya bukan dia aja, tapi ya temen dia juga bukan nya kamu tau sendiri gimana perlakuan gengnya pada siswa baru saat ospek tadi?"


"gak perlu takut udah, sesekali dikasih pelajaran juga"


Bel pulang berbunyi, Seperti biasa aku dan Odie pulang menunggu yang lain selesai hingga sepi karna aku dan Odie sama sama paling malas untuk berebut keluar dari pintu dan kami pulang sesampainya di kost aku merebahkan badanku yang kurasa begitu lelah entahlah tak seperti biasanya,,


malam pun tiba dan ada yang mengetok pintu kost ku dan dia ada teman baru di kost ku 2 perempuan cantik yang berbeda-beda yang satu baverlee (Erli)


kakak cantik yang kuliah di universitas yang gak jauh dari kost kami


yang satu lagi Camelia (lilia), cewek yang paling manja yang kukenal dia adalah salah satu pekerja di butik dekat kost kami


dan terakhir Risa cewek tomboy yang suka olahraga, kerja ditempat gym sebagai pimpinan disana dan juga dia asisten dosen di fakultas baverlee jadi akulah paling kecil disini menurut usiaku hehe


Seiring seringnya kami bertemu membuat kita semakin baik melebihi keluargaku


Beberapa hari kemudian..


disuatu pagi aku berangkat sekolah kekacauan terjadi lagi dari geng rusuh pembuat onar, mereka menghakimi siswa siswi yang berpenampilan culun, sering mengerjai nya hingga bikin aku naik pitam dan melawan nya


"stooop, dulu dengan ketegasan kalian memperbolehkan aku ikut hari pertama ospek kukira kalian senior yang baik, tapi untuk sekarang tidak, untuk sopan dengan kalian pun aku tak kan terjadi" terikku


"lo lagi lo lagi, lo pikir lo siapa" bentak Amara

__ADS_1


Aries mencoba melerai dan menyuruhku pergi sebelum terlambat


"ribut mulu kalian ni gak capek apa?" tanya seorang lelaki datang


__ADS_2